Panggilan Hidupku Sebagai Seorang Suami dan Seorang Ayah di dalam Keluarga


The best of the day

Quality time bersama keluarga

Pagi ini bersama anak dan istri, saya beraktivitas di dapur. Anak saya sedang memasak ayam kecap untuk sarapan pagi. Dia dapatkan resep ayam kecap dan cara memasaknya dari Youtube. Anak saya ingin memperlihatkan kepada saya bahwa dia bisa masak. Sementara istri sedang mempersiapkan bumbu dan sayuran. Istri bersiap memasak sayur asam dan tempe goreng sembari menunggu anak saya selesai memasak. Sementara itu saya menanak nasi sambil memperhatikan anak saya memasak ayam kecap. Sesekali istri saya mengkoreksi cara anak saya memasak dan memberi arahan. Setelah anak saya selesai memasak, giliran istri memasak sayur asam dan goreng tempe. Anak saya dengan bangga menunjukkan hasil masakannya. Saya mencicipi hasil masakannya dan memujinya.

Setelah makan pagi, saya menulis hasil pemeriksaan batin tadi malam. Istri melanjutkan aktivitas mempersiapkan tempat bagi ibu-ibu lingkungan untuk mengumpulkan sampah plastik dan kertas di rumah kami. Sampah tersebut dikumpulkan oleh anggota lingkungan untuk dijual. Uang hasil penjualannya untuk mengisi kas lingkungan. Kas lingkungan digunakan untuk membiayai berbagai keperluan dan kegiatan lingkungan. Lanjutkan membaca “Panggilan Hidupku Sebagai Seorang Suami dan Seorang Ayah di dalam Keluarga”

Bersabar dengan Kelemahan Orang Lain dan Berpegang pada Pertolongan Tuhan


The best of the day

Pekerjaan sampingan istri adalah pekerjaan saya juga

Hari ini saya mengantar istri pijat ke tempat teman saya. Sudah berhari-hari istri saya mengeluh kaki dan tangan kanannya terasa pegal dan kesemutan. Sejak jatuh naik motor seminggu yang lalu keluhan tersebut ternyata tidak kunjung sembuh. Karena sakit tersebut, istri saya tidak dapat mengerjakan pesanan pernak-pernik aksesoris pesanan temannya. Istri saya memiliki bakat membuat pernak-pernik perhiasan dari bahan tembaga. Dari bakat tersebut istri saya mendapatkan penghasilan sampingan. Saya menawarkan bantuan kepadanya untuk membuat pernak-pernik aksesoris tersebut. Biasanya saya tidak pernah membantu istri membuat pernak-pernik aksesoris perhiasan karena selalu dikatakan tidak berbakat membuat perhiasan oleh istri saya. Kali ini karena kami membutuhkan uang untuk kebutuhan sehari-hari, saya memaksa untuk membantunya mengerjakan pesanan temannya tersebut dan istri saya menyetujuinya. Ada 24 item yang dipesan oleh teman istri saya. Hari ini saya menghabiskan setengah hari untuk menyelesaikan 10 item. Saya akan melanjutkan mengerjakan besok. Lanjutkan membaca “Bersabar dengan Kelemahan Orang Lain dan Berpegang pada Pertolongan Tuhan”

Hidup itu untuk Menghadapi, Mengelola, dan Mengatasi Masalah demi Berkembang menjadi Lebih Baik


The best of the day

Fase transformasi diri                                           

Dua hari telah berlalu sejak konsultasi tatap muka dengan teman psikolog saya. Bagi saya dua hari tersebut adalah masa transisi. Saya merasakan seperti ada beban yang terlepas dari diri saya. Hari ini saya merasakan diri saya lebih nyaman. Saya sudah lebih bisa menerima keadaan saya. Kesakitan-kesakitan hati saya sudah jauh berkurang, meski masih merasakah ada ganjalan dalam hati. Pengendalian diri saya atas emosi sudah kembali. Suasana hati sudah jauh lebih baik. Istri juga sudah merasa lebih nyaman dengan saya. Hubungan dan komunikasi dengan istri sudah membaik. Meskipun demikian saya belum sepenuhnya dapat mendengarkan keluhan-keluhan istri. Lanjutkan membaca “Hidup itu untuk Menghadapi, Mengelola, dan Mengatasi Masalah demi Berkembang menjadi Lebih Baik”

Ketakutan Saya Terhadap Sosok Seorang Ibu


The best of the day

Konsultasi psikodrama keluarga bersama istri.

Hari ini saya ada pertemuan dengan teman psikolog untuk konsultasi tatap muka. Menurut saya konsultasi tatap muka ini penting bagi terapi yang sedang saya jalani. Dalam konsultasi tatap muka, komunikasi terjalin secara utuh dan lengkap. Sebuah komunikasi yang utuh dan lengkap bagi saya bukan saja saling bertukar informasi, tetapi juga terjadi interaksi intelektual dan emosional yang melibatkan kehadiran dan perjumpaan fisik; di satu tempat perjumpaan dalam suasana yang mendukung. Komunikasi yang utuh dan lengkap menciptakan terjadinya dialog yang interaktif dan ikatan batin bagi yang terlibat dalam komunikasi tersebut. Dalam pertemuan konsultasi ini, saya mengajak istri. Menurut saya, keterlibatan istri saya akan sangat membantu dalam proses terapi saya. Lanjutkan membaca “Ketakutan Saya Terhadap Sosok Seorang Ibu”

Psikodrama Ada di Drama Korea Fix You (Soul Mechanic)


Aku kesulitan menjelaskan apa itu psikodrama, karena banyak dimensinya. Untunglah perkembangan teknologi informasi saat ini dapat membantu. Ada sebuah film drama Korea yang dapat ditonton untuk membantu memahaminya. Film drama Korea berjudul Fix You (Soul Mechanic) memiliki adegan penerapan psikodrama untuk proses terapi. Dalam film itu teknik psikodrama dinamakan Stage Therapy.

Protagonis atau tokoh utama dari film ini adalah seorang lelaki paruh baya. Ia seorang dokter jiwa yang bekerja di rumah sakit terkenal. Ia melakukan pendekatan alternatif selain dengan obat, dalam membantu kesembuhan pasiennya. Ia memberikan sentuhan rasa dan jiwa, tidak menyembuhkan tubuh fisik semata. Ia membuat pendekatan khusus terapinya dengan stage therapy (psikodrama) di rumah sakit tempatnya bekerja.  Adegan proses terapi psikodramanya digambarkan dengan jelas di serial itu.

Psikodramanya bukan hanya pada adegan saat memberikan proses terapi di rumah sakit. Dari keseluruhan film itu, dalam proses Protagonis membantu menyembuhkan pasiennya, ternyata juga terjadi proses penyembuhan untuk dirinya sendiri. Ya, hal ini juga poin penting, bahwa psikodrama dimulai dari drama kehidupan sendiri. Sesuai dengan Moreno, Bapak Psikodrama yang mengajak tiap orang menjadi protagonis. Protagonis yang berarti tokoh utama dari drama hidupnya. Aktor utama yang menjadi pusat dan menentukan jalan cerita hidupnya, keputusannya menjadi penentu hidupnya. Pribadi yang siap menghadapi dan mengatasi persoalan yang muncul. Persoalan dari dalam dirinya atau orang lain, serta dari situasi dan kondisi lingkungan.

Silahkan, yang ingin lebih memahami psikodrama, tonton filmnya. Dijamin turut larut juga dalam dramanya. 🙂

 

Yogyakarta, 15 November 2022

Retmono Adi

 

 

Cara Menjaga Mental Sehat Setiap Hari


Secangkir kopi dan buku untuk menemani pagi. Ya, begitulah aku lakukan sekarang ini.

Ceritanya aku berkenalan dengan kawan baru di Malang. Ternyata beliau adalah seniorku dalam belajar Souldrama dari Connie Miller. Sekarang beliau adalah guru spiritual, meditasi serta pendekar ilmu bela diri silat. Dalam dunia persilatan beliau sudah menjadi juri internasional dan sudah berkelana ke berbagai negara, Asia, Eropa dan Amerika. Demikian pemahamanku terhadap beliau.

Waktu itu aku berkunjung ke rumahnya. Kami bercerita apa saja, eh,..lebih tepatnya aku yang banyak mendengar dan belajar hingga ayam berkokok. Ya, semalaman penuh. Di ruang tamu yang dikelilingi rak penuh buku. Aku yakin beliau telah menjadi perpustakaan hidup. Dari banyak ceritanya yang membakar semangatku untuk terus belajar. Aku ingat ceritanya bahwa tiap hari ia mengawali hari dengan secangkir kopi dan membaca buku. Aku menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu aku pelajari dan bertekad untuk meniru beliau (paling tidak satu tindakannya) dengan kembali membaca buku di pagi hari.

Aku teringat dulu sekali akan cerita teman lain di Jakarta. Ia bercerita tentang rekan kerjanya yang orang Jepang. Usia orang Jepang itu lebih dari 75 tahun. Orang Jepang itu ditugaskan dari negaranya. Ia nampak sehat dan bersemangat. Ketika ditanya dari mana dapat menjaga kebugarannya. Ia katakan bahwa ia berusaha untuk tiap hari menemukan sesuatu yang baru. Ia melakukan tiap hari berangkat kerja dengan cara yang berbeda, jalan kaki, naik taksi, gojek, atau dengan melalui rute berbeda yang berbeda. Ia meyakini bahwa dengan menemukan hal yang baru ia merasa hidup.  Aku berkeyakinan bahwa orang Jepang itu memiliki mental yang sehat, karena ia menunjukkan semangat hidup dan memiliki tubuh yang sehat. Mental yang sehat adalah memiliki sikap optimis terhadap kehidupan

Nah, aku memilih mengabungkan kedua pemahaman itu. Aku ingin menjaga kesehatan mentalku dengan menemukan sesuatu yang baru tiap hari. Aku lakukan saja apa yang aku senangi yaitu membaca buku.  Hobbyku dulu yang cukup lama tidak kulakukan. Bagiku buku selalu memberikan sesuatu yang baru, dengan membacanya aku juga merasa hidup. Maka aku mulai lagi dengan membaca buku tiap pagi sambil ngopi.

.

Demikian terima kasih.

 

Yogyakarta, 11 November 2022

 

Retmono Adi

4 Langkah Pemeriksaan Batin untuk Mengatasi Kecemasan Kerja dalam Employee Assistance Program (EAP)


Aku merasa bahwa semesta telah berpihak padaku. Aku mendapatkan klien secara online dengan permasalahan utamanya Kecemasan Kerja. Klien ingin belajar mengatasi gejala kecemasan untuk meningkatan produktivitasnya.

Lah kok pas ikut misa online hari Minggu, dapat kotbahnya merupakan solusinya.

Yuks ikuti ceritanya,…..

Employee Assistance Program (EAP)

EAP adalah bantuan profesional yang dirancang untuk membantu unit kerja dan pegawai berkaitan dengan masalah produktivitas kerja dan masalah pribadi lainnya, yang berdampak pada kinerja dan hubungan interpersonal di lingkungan kerja. Sudah 10 Tahun ini aku telah menjadi Asosiate pemberi Layanan Psikologi tersebut pada sebuah lembaga Konsultan Managemen SDM Global yaitu Workplace Options. Lanjutkan membaca “4 Langkah Pemeriksaan Batin untuk Mengatasi Kecemasan Kerja dalam Employee Assistance Program (EAP)”

Panduan Latihan Playback Theater VI Game dan Exercise


“GAME AND EXERCISE”

Tujuan : Untuk menggali potensi aktor dalam menjadi objek suatu kisah dan untuk memainkan cerita secara lengkap.

POLA LATIHAN

Pemanasan

1. Magnet
Semua orang berjalan berkeliling ruangan dengan mata tertutup dan tangan dilipat. Ketika pemimpin berteriak “negatif”, maka semua orang harus saling menjauhi. Jika ada peserta yang saling bertabrakan maka mereka harus segera menjauh secepatnya. Jika pemimpin mengatakan “positif” maka mereka harus saling menjalin kontak dan berusaha untuk tetap bersama dalam beberapa saat. Meskipun demikian semua orang harus tetap dalam kondisi terus berjalan baik saat positip maupun negatif.

2. Pemerataan Berat
Peserta berpasangan dan saling berhadapan, mereka saling memegang pundak pasangannya dan agak memberi dorongan, posisi tubuh mereka agak condong sekitar 30 derajat, upayakan agar terjadi keseimbangan. Variasi : punggung dengan punggung, pantat dengan pantat.

3. Percakapan Tubuh
Pemimpin meneriakkan bagian dari anggota tubuh, misalnya lutut, tangan, dll. Maka peserta harus merespon dengan berkomunikasi dengan sebanyak mungkin peserta lain dengan menggunakan anggota tubuh yang disebut tadi.

4. Saya jatuh
Setiap orang berjalan ke segala arah di sekeliling ruangan untuk beberapa saat, tetapi mereka harus berupaya untuk beberapa kali berhenti bersama. Secara berkala, peserta yang sedang di posisi tengah akan meneriakkan namanya dan menjatuhkan dirinya ke belakang, semua peserta yang lain secara bersama-sama akan menuju ke arahnya dan menahan dia agar tidak jatuh ke lantai. Peserta yang lain dapat menyentuh dan mengangkatnya secara langsung tapi dapat juga menolong peserta yang mengangkat tadi. Peserta yang menjatuhkan diri tadi, kemudian mereka berjalan lagi, dan diikuti oleh semua peserta lain. Mereka kembali berjalan ke segala arah. Latihan ini dilakukan beberapa kali.

Aktor dan Objek

5. Membangun objek dalam sebuah rumah
Peserta dibagi dalam empat kelompok, setiap kelompok harus menciptakan suatu karakter. Kisahnya harus mengambil setting dalam sebuah rumah. Misalnya: Seorang wanita memasak dalam ruangan yang sangat modern. Kelompok itu harus memerankan wanita tadi dan juga berbagai peralatan yang ada di dapur tersebut. Sangat menarik jika mereka dapat menciptakan suara yang khas sesuai fungsi mereka sehingga para penonton dapat mengidentifikasi apa yang sedang mereka perankan. Misalnya kulkas, microwave. Setiap benda dapat berbicara. Setiap kelompok diberi waktu 15 menit untuk mempersiapkan diri.

Memainkan Ulang

6. Memainkan ulang dengan lengkap
Panggung untuk playback diatur sedemikian rupa dengan kursi atau kotak membentuk agak melingkar. Tempat untuk musisi ada di sebelah kiri dan kursi untuk konduktor dan pencerita ada di sebelah kanan. Enam sukarelawan mengambil posisi di depan sebagai aktor. Dua sebagai musisi, Dan sisanya menjadi penoton yang duduk menghadap panggung. Konduktor kemudian meminta salah seorang penonton untuk menjadi sukarelawan yang akan menceritakan kisahnya dan menjadi pencerita.

Misalnya :

Konduktor : Adakah yang bersedia menjadi pencerita pertama di siang ini? (Susi mengangkat tangan) Baiklah, Susi mari maju dan duduk di kursi pencerita. (Susi berdiri, maju ke depan dan duduk di kursi pencerita yakni di sebelah kanan konduktor) “Susi, yang pertama, beri judul dulu, pengalaman yang akan kau ceritakan.

Susi : Pergi ke dokter gigi.

Konduktor : Baik, mari sebelumnya kita akan memilih para aktornya, siapa yang akan memerankan kamu? (Susi menunjuk Dina, yang kemudian akan berdiri, diam dan mendengarkan cerita Susi) Katakan satu kata yang dapat menggambarkan perasaanmu di awal dari kisah ini

Susi : Cukup menggembirakan

Konduktor : Jelaskan darimana perasaan itu muncul ?

Susi : Karena saya akan menggunakan kawat gigi’ dan itu tampak keren.

Konduktor : Jadi, ini kejadian yang khusus bagimu. Siapakah orang lain yang memainkan peran penting dalam ceritamu ini?

Susi : Ibuku.

Konduktor : Mari memilih siapa yang menjadi ibumu?

Susi : Yuli

Konduktor : Dapatkah kita memberi sedikit gambaran mengenai ibumu dalam kisah ini.

Sus : Dia meyakinkan aku, bahwa proses yang akan kualami akan menyenangkan.

Konduktor : Jadi, mulai dari mana kamu ingin cerita kita ini dimulai?

Susi : Aku pikir, mulai saja dari saat aku dan ibuku pergi ke meja resepsionis dokter gigi.

Konduktor : Apa yang terjadi?

Susi : Kami disapa oleh suster yang sangat ramah dan dengan cekatan membawa kami ke ruang dokter gigi. Ibuku diijinkan untuk tetap tinggal dalam ruangan itu.

Konduktor : Sebelum ceritanya dilanjutkan, mari kita memilih orang yang akan memainkan peran sebagai suster.

Susi : Ina dan Bagong dapat memerankan sebagai suster. (semua peserta tertawa karena bagong dipilih sebagai suster)

Konduktor : Apa yang terjadi kemudian?

Susi : Kami berjalan menuju ruangan praktek dengan antusias. Dan melihat dokternya mirip Ina.

Konduktor : Mari kita pilih dokternya.

Susi : Ratna, maukah menjadi dokternya?

Konduktor : Baik, tadi kamu mengatakan dokternya seperti Ina?

Susi : Ya, tetapi setelah dia memintaku duduk, segala sesuatunya menjadi berubah. Lampu dihadapkan ke wajah saya secara langsung, dan saat itu rasanya hanya penuh dengan upaya untuk memasangkan kawat ke gigi saya. Itu sangat tidak menyenangkan dan dia terus berkata: “Ini tidak akan lama, dan kamu gadis pemberani”. Ibuku memegang tanganku, dan aku tetap merasa panik. Dan aku berkata dalam diriku bahwa kawatnya ini terlalu kecil dan tidak pas dengan gigiku”.

Konduktor : Kelihatannya itu pengalaman yang tidak menyenangkan, adakah peserta lain yang memiliki pengalaman buruk dengan dokter gigi? Silahkan angkat tangan? (Ada empat peserta yang angkat tangan.) Susi tampaknya ada juga orang yang pasti dapat merasakan apa yang kau rasakan. Apa yang terjadi kemudian?

Susi : Setelah perjuangan menyakitkan selama 20 menit akhirnya terpasang juga. Aku merasa lega. Dokter gigi menarik lampu dari depan wajahku dan ibuku memegangku dan mengatakan jika aku adalah seorang yang pemberani. Aku sangat senang bisa meninggalkan kursi besar itu. Saya sangat kecewa dengan dokter gigi itu, dan dia berkata pemasangan kawat yang pertama adalah peristiwa yang tidak menyenangkan bagi semua yang mengalaminya. Dan dia mengatakan juga bahwa saya adalah wanita pemberani. Hal itu membuat saya merasa lebih baikan sedikit.

Konduktor : Susi, bagaimana akhir cerita ini?

Susi : Dokter gigi membawakan cermin sehingga aku dapat melihat kawat itu. Aku melihat kawat yang telah terpasang dan aku tampak keren dan aku pikir temanku yang lain akan mengatakan hal itu juga. Jadi pada akhirnya aku merasa senang.

Konduktor : Terimakasih telah bersedia bercerita. Para aktor perlukah kita mengulang kisah ini lagi sehingga anda yakin dengan cerita ini? (Konduktor memberikan ringkasan tentang cerita tadi dan musisi mulai memainkan musiknya. Selama musik dimainkan, para aktor memilih dan mengambil bahan atau kain yang dibutuhkan. Ketika mereka sudah siap maka mereka akan dalam posisi “membeku”. Musisi berhenti bermain dan ceritanya dimulai)

* * *

bersambung

Panduan Latihan Playback Theater VII Sebuah Pentas Playback

* dicuplik dengan sedikit penyesuaian dari

Playback Theater adalah Sebuah Bentuk Teater Spontanitas ( Improvisasi )

oleh BOEDI POERNOMO
Direktur Artistik Teater Putih

Manfaat Musik Bagi Kesehatan Mental


Ketika aku menulis refleksi tentang hidupku, atau menulis tugas yang perlu ditulis, aku sering sambil mendengarkan musik. Banyak pilihan musik di YouTube, untuk menulis dan membantu konsentrasi atau pun untuk healing. Di sini aku mengutip komentar yang menarik di salah satu channel YouTube, Bach – Classical Music for Relaxation. Batapa musik dapat membantu dalam konsentrasi dan memberikan ketenangan jiwa.

Many years ago, as a young teacher in London, I was at a loss at how to keep a difficult class quiet and on task. I had read somewhere about the calming effects of baroque music. It worked perfectly. After that, I played it regularly. On one occasion, I set a task forgetting to turn it on. A hand went up. “Sir, the music.” ~ Kang Hero Lanjutkan membaca “Manfaat Musik Bagi Kesehatan Mental”

4 Hal Psikodrama Penting bagi Mahasiswa Psikologi Indonesia


Kawan kawan yang melakukan rekrutmen membicarakan tentang lulusan baru  sarjana yang tidak siap untuk bekerja. Sengaja aku tulis informasi dari kawan kawan bukan dari hasill penelitian atau riset ilmiah. Meski demikian informasi tersebut juga sesuai dengan pengalamanku.

Aku pernah menjadi rekrutmen dan mengawal program management trainee, ketika bekerja di perusahaan. Lulusan sarjana baru memang belum siap kerja. Mereka perlu pelatihan dan bimbingan terlebih dahulu untuk dapat bekerja produktif. Memang management trainee adalah program persiapan untuk calon pimpinan masa depan, namun dalam keseharian para lulusan baru ini perlu beradaptasi dalam lingkungan kerjanya. Lingkungan yang berbeda dengan lingkungan kampus. Sebenarnya proses adaptasi ini dapat dilakukan selama mereka masih berstatus mahasiswa. Lanjutkan membaca “4 Hal Psikodrama Penting bagi Mahasiswa Psikologi Indonesia”