Penerapan Psikodrama untuk Rehabilitasi ODGJ, Konsultasi lewat WhatsApp


Shalom. Selamat sore Mas Adi. Saya Rani, psikolog Samarinda, pernah ikut pelatihan psikodrama Mas Adi di kampus Untag. Mau berkonsultasi, Mas tentang psikodrama

Ya,..gimana?

Mas Adi, permisi konsultasi via WA ya mas.
Saya sekarang kerja di RSJ, mas. Saya ada rencana mau adakan kegiatan Dinamika Kelompok di pasien rawat inap, salah satu sesinya dengan psikodrama. Apakah mas Adi ada saran atau pernah berkegiatan dengan pasien ODGJ mas? Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama untuk Rehabilitasi ODGJ, Konsultasi lewat WhatsApp”

Terapi Kelompok Psikodrama Online, Pertukaran Peran Perfeksionis vs Minder


Pada tanggal 27 Maret 2021, Aku memfasilitasi terapi Psikodrama Online via Zoom Meeting, dengan teknik pertukaran peran ( Role Reversal ) mengolah permasalahan Perfeksionis dengan Minder atau ketidakpercayaan pada diri sendiri.

Sebelum proses dimulai aku menyarankan kepada peserta untuk mengganti nama aslinya menjadi nama binatang. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga privasi dan memberi keberanian lebih untuk bereksplorasi.

Yuks kita mulai, Lanjutkan membaca “Terapi Kelompok Psikodrama Online, Pertukaran Peran Perfeksionis vs Minder”

Refleksi Buah Cinta yang Belum Sempat Tumbuh dari Cerita Pendek Drama Perjuangan Hidup Prita


Dari sudut pandangku sebagai Penulis

Aku belum pernah hamil. Aku pastinya belum pernah mengalami keguguran. Aku belum pernah bersetubuh dengan orang lain. Barangkali cerita tentang keguguran yang kutuliskan adalah simbol dari ketidaksiapanku untuk punya anak. Kalau orang-orang pada umumnya takut bila tidak bisa punya anak, aku malah sebaliknya. Salah satu ketakutan terbesarku adalah punya anak. Lanjutkan membaca “Refleksi Buah Cinta yang Belum Sempat Tumbuh dari Cerita Pendek Drama Perjuangan Hidup Prita”

Bagaimana Cara Mengurangi Kecemasan dengan Teknik Psikodrama ?


Siang tadi aku baca WA dari teman yang sudah sering mengikuti workshop Psikodrama. Dia sangat antusias dengan metode Psikodrama. jadi ia menanyakan lewat WA bagaimana cara mengurangi kecemasan dengan Teknik Psikodrama ? 

Aku ingin bagikan chat-nya agar dapat dibaca juga bagi yang membutuhkan. Aku edit sedikit untuk tata tulis dan alurnya agar lebih mudah memahaminya. Yuks kita ikuti!

+ Pak, cara mengurangi kecemasan dengan teknik psikodrama itu bagaimana ya?

 – Mau kelompok atau Pribadi?

+ Kalau pribadi?

– Diobyektifikasi Lanjutkan membaca “Bagaimana Cara Mengurangi Kecemasan dengan Teknik Psikodrama ?”

Cinta Dalam Diam, Drama Perjuangan Hidup Prita #12 Cerita Pendek


Sesi Konseling Kesembilan

“Aku merasa sangat bersalah. Aku tidak bisa tidur malam itu. Beberapa jam kemudian ayahnya pulang, nada suara ayahnya masih dipenuhi dengan kemarahan. Aku tidak lagi bisa mendengar perbincangan mereka dengan jelas karena di luar hujan semakin deras. Setelah kepulangan ayahnya, Rio masuk ke dalam kamarnya. Dia tidak mengetuk pintu kamarku lagi. Giliranku mengetuk pintu kamarnya. Dia buka pintunya. Lalu aku berkata, ‘maafkan aku, Rio. Aku sudah berbuat lancang. Tidak seharusnya aku melakukan itu. Maafkan aku.’ Lanjutkan membaca “Cinta Dalam Diam, Drama Perjuangan Hidup Prita #12 Cerita Pendek”

Ketukan Pintu Hati, Drama Perjuangan Hidup Prita #11 Cerita Pendek


 Sesi Konseling Kedelapan

“Pada suatu malam, dia mengetuk pintu kamarku. Kuperhatikan matanya sembab seperti habis menangis. Dia bertanya, ‘Kau sedang apa? Sibuk tidak? Seperti biasa, aku hanya ingin bercerita.’

“Sambil kubawakan teh hangat, di ruang tamu, dia meminumnya. Lalu dia berkata, ‘mendiang istriku benar-benar berselingkuh dengan sahabatku dan Gia…Gia terbukti bukan anak kandungku.’ Dia menitikkan air matanya sambil menundukkan kepalanya, aku terdiam sebentar. Aku bisa merasakan kepiluan itu. Mungkin saat itu aku sudah tidak lagi bisa membendung perasaan sukaku padanya. Aku sudah tidak bisa menahan perasaan itu lagi. Lanjutkan membaca “Ketukan Pintu Hati, Drama Perjuangan Hidup Prita #11 Cerita Pendek”

Sesi Konseling Ketujuh, Drama Perjuangan Hidup Prita #10 Cerita Pendek


Pameran dan Rajutan Perpisahan

“Pernah suatu ketika, dia mengadakan pameran lukisan di rumahnya. Dia mengundang teman-temannya. Dia juga mengenalkanku pada teman-temannya, bukan sebagai pembantu tapi sebagai temannya. Dia mengundang seorang pianis untuk mengiringi musik saat pameran berlangsung. Kami mempersiapkan acara itu bersama-sama selama beberapa bulan. Dia mengadakan pameran tunggal yang lukisannya dia buat sendiri dalam studionya. Tema lukisannya adalah ‘tentang kehilangan’ yang dia gambarkan melalui potret wajah orang-orang yang pernah memberikan kesan berarti di hidupnya. Lukisan-lukisannya dia buat dengan sangat detail dan artisik. Lanjutkan membaca “Sesi Konseling Ketujuh, Drama Perjuangan Hidup Prita #10 Cerita Pendek”

Pada Akhirnya Hati Kita Akan Jatuh Pada Seseorang yang Menghadirkan Tawa, Rasa Nyaman, dan Kejernihan Berpikir, Drama Perjuangan Hidup Prita #07 Cerita Pendek


(Sesi Konseling Keempat)

“Aku memutuskan untuk menjadi pembantu karena aku tidak lagi punya tempat tinggal. Kadang aku ingin tahu bagaimana rasanya hidup di tengah-tengah keluarga meskipun aku tahu bahwa banyak keluarga yang tidak bahagia. Dulu saat liburan sekolah, aku sering diajak berkunjung ke rumah teman-temanku yang sudah diadopsi. Aku iri sekali dengan kehidupan mereka bersama orang tua baru mereka. Kebutuhan mereka tercukupi tanpa harus bersusah payah bersekolah sambil bekerja. Lanjutkan membaca “Pada Akhirnya Hati Kita Akan Jatuh Pada Seseorang yang Menghadirkan Tawa, Rasa Nyaman, dan Kejernihan Berpikir, Drama Perjuangan Hidup Prita #07 Cerita Pendek”

Cinta itu Energi, Drama Perjuangan Hidup Prita #05 Cerita Pendek


Cinta itu Energi

Memasuki tahun-tahun berikutnya, rasa itu masih sama. Mereka bukan pasangan sempurna. Kehidupan pernikahan Prita dan Rio tidak sempurna. Banyak cobaan pun kebahagiaan, datang silih berganti. Mereka tetap memilih melewatinya bersama-sama dalam setiap suka dukanya. Kian lama rasa itu kian hidup dan menyala.

Hidup bersama selama bertahun-tahun memberikan keduanya energi sekaligus semangat baru. Sebab bukan hanya raga mereka saja yang menyatu, tapi hati, pikiran, dan jiwa mereka saling melebur menjadi satu. Saling bersinergi. Ada keterlibatan afeksi, emosi, dan koneksi yang begitu kuat dalam hubungan mereka. Bahkan tidak harus selalu dengan bercinta, sering hanya sekadar dengan pelukan hangat, kecupan singkat, atau hanya saling mendengar cerita masing-masing, menertawakan hal-hal tidak penting, atau hanya menatap dalam diam tanpa saling menyentuh saja. Itu semua sudah dapat menghantarkan energi tersendiri bagi keduanya. Sebuah energi yang membuat kehidupan mereka menjadi lebih berarti dan berkontribusi.

…bersambung: Teringat Satu Nama

Sekolah Kehidupan, Drama Perjuangan Hidup Prita #04 Cerita Pendek


Sekolah Kehidupan (Sesi Konseling Kedua)

“Jadi Anda tidak diadopsi?” tanya Tunjung kepada Prita di sesi konseling kedua.

Prita menggelengkan kepala. Kemudian ia kembali  bercerita.

“Hari pertamaku di panti, tidurku tidak nyenyak. Aku benar-benar merasa sebatang kara. Ada kekosongan yang begitu dingin masuk ke dalam diriku. Ada luka tak kasat mata yang terasa begitu sakit. Aku menangis tersengal-sengal sampai agak sesak nafas. Kenapa aku sengaja ditinggal? Apakah aku ini tidak berarti untuk mereka? Kenapa aku harus lahir? Aku lahir untuk siapa? Lanjutkan membaca “Sekolah Kehidupan, Drama Perjuangan Hidup Prita #04 Cerita Pendek”