15 Aturan Dasar sebagai Panduan bagi Praktisi Psikodrama oleh Zerka T. Moreno


Moreno Academy, Beacon, N.Y.

Pertumbuhan permintaan akan pekerja berketrampilan psikodrama telah membuat kita memperhatikan kebutuhan untuk menstruktur suatu pernyataan komprehensif dari aturan-aturan fundamental[1] dalam praktik metode ini, dan survei dan penjelasan singkat mengenai berbagai versi intervensi psikodramatis. Survei-survei lain metode ini telah menjelaskan beberapa darinya,[2] tapi penting untuk memiliki sejumlah aturan dasar untuk menjadi panduan bagi praktisi. Lanjutkan membaca “15 Aturan Dasar sebagai Panduan bagi Praktisi Psikodrama oleh Zerka T. Moreno”

Bacaan Menjelang Sahur, Manajemen Kemarahan dan Stress


Istilah ‘manajemen kemarahan’ banyak digunakan sekarang seolah subjeknya berdiri sendiri. Namun, ‘manajemen kemarahan’ hanyalah aspek pengelolaan stres, karena kemarahan di tempat kerja adalah gejala stres.

Kemarahan sering merupakan stres dalam penyangkalan, dan karena itu paling baik didekati melalui konseling satu lawan satu. Kursus pelatihan dapat menyampaikan teori manajemen kemarahan dan pengurangan stres dan gagasan, namun konseling satu lawan satu diperlukan untuk mengubah teori menjadi praktik. Lanjutkan membaca “Bacaan Menjelang Sahur, Manajemen Kemarahan dan Stress”

Psikodrama sebagai Metode Terapi Kelompok Memiliki Tingkat Kesulitan yang Tinggi


Lumayan juga dari obrolan santai lewat WA, muncul ide untuk membagikan tulisan ini. Kami sharing mengenai pengalaman belajar dan praktek Psikodrama. Akhirnya kami sepakat bahwa Psikodrama memiliki tingkat kesulitan yang tinggi hal ini diawali dengan pernyataan Iip Fariha, rekan Psikolog yang di Bandung, mengatakan bahwa Kang Asep mempersyaratkan agar belajar teknik-teknik lain sebelum belajar Psikodrama. Psikodrama masuk kategori teknik tertinggi dari psikoterapi. Lanjutkan membaca “Psikodrama sebagai Metode Terapi Kelompok Memiliki Tingkat Kesulitan yang Tinggi”

Sebuah Kesadaran yang Menohok


Selama ini saya menargetkan setiap klien yang datang pada saya harus saya bantu dia selesaikan masalahnya dalam satu kali pertemuan. Kebetulan klien klien yang selama ini datang kepada saya memang mampu saya selesaikan dalam satu kali pertemuan. Niat ini membuat saya terkadang melakukan terapi sampai 4 jam lebih. Bagi saya pribadi ini lah wujud totalitas dan “profesionalitas” yang bisa saya berikan bagi profesi saya. Pikiran seperti ini yang membuat saya kadang – kadang berpikiran ‘negatif’ pada rekan rekan seprofesi yang membatasi waktu dalam melakukan terapi. Lanjutkan membaca “Sebuah Kesadaran yang Menohok”

Bagaimana Menggunakan Psikologi Untuk Menulis Cerita yang Luar Biasa


Psikologi dan menulis saling mempengaruhi mengenai memahami bagaimana cara seseorang berpikir dan berperilaku serta alasannya. Namun Anda tidak perlu menjadi sarjana psikologi terlebih dahulu untuk menulis sebuah cerita yang bagus.

Psikologi dan menulis

Mungkin Anda adalah seorang pantser. Anda menyelami sebuah ide cerita dengan karakter yang dibangun bersamaan datang ide pada pikiran Anda. Setelah sekitar 3 atau 4 chapter, cerita tersebut menjadi berantakan dan anda tidak tahu mengapa. Lanjutkan membaca “Bagaimana Menggunakan Psikologi Untuk Menulis Cerita yang Luar Biasa”

Mari Hidup Bahagia dengan Memaafkan


Apakah kamu siap memaafkan?

Pengampunan menuntut kita melepaskan kebutuhan kita untuk dikasihani, kebutuhan kita untuk menjadi benar, dan kebutuhan kita untuk merasakan hubungan yang intens dengan penyiksa kita melalui kemarahan.
Matt Kramer

Ini adalah kutipan dari buku forgiveness workbook karya Eillen Barker kiriman Mb Niki, seorang kawan yang baik hati padahal kami belum pernah bertemu. Kami sebenarnya bertemu dalam grup WA yang sedang membuat proyek pembuatan buku bahagia dengan memaafkan. Aku hanyalah salah satu kontributor dalam keriuhan pembuatan buku ini. Tentu saja kami riuh karena tema ini memang menukik ke dalam jantung problem kami sehari-hari. Setidaknya untuk Aku pribadi yang notabene pernah mengikuti workshop pemaafan, menerapkan teknik ini dalam ruang praktek. Dan tentu saja telah sempat berjuang untuk menerapkannya terlebih dulu bagi diri sendiri. Lanjutkan membaca “Mari Hidup Bahagia dengan Memaafkan”

Bagaimana Belajar Mengungkapkan Pikiran yang Runtut dari Teori ke Aplikasi Tindakannya ?


Beberapa hari yang lalu Selasa, 19 Maret 2019, saya membantu kawan Psikolog dan mahasiswa S2 Psikologi, dalam mempraktekkan Psikodrama di Salah satu Panti asuhan di Medan.  Beberapa Teknik yang dipakai adalah Lokogram, Spektogram, Sculpture, dan Imagery. Saya tidak ingin menceritakan proses praktek teknik-teknik Psikodrama ini, melainkan membagikan pengalaman dalam mengevaluasi, merefleksikan proses yang dilakukan oleh  Mahasiswa S2 Psikologi dalam praktek tersebut. Lanjutkan membaca “Bagaimana Belajar Mengungkapkan Pikiran yang Runtut dari Teori ke Aplikasi Tindakannya ?”