Teknik Psikodrama Atom Sosial untuk Assesmen dan Intervensi Psikologi


Atom Sosial adalah salah satu teknik terapi psikodrama yang membantu dalam mengungkapkan perasaan dan penghargaan seseorang terhadap orang yang kita cintai dan sayangi. J.L. Moreno berhipotesis bahwa unit terkecil umat manusia bukanlah individu melainkan atom sosial. Atom sosial terdiri dari semua hubungan interpersonal klien (mati atau hidup, nyata atau fantasi) yang penting bagi kehidupan sehari-hari klien.

Sebelum memahami tentang atom sosial perlu mengenal Genogram. Apa sebenarnya genogram itu? Genogram adalah jenis pohon keluarga tertentu yang menunjukkan informasi tentang riwayat genetik seseorang. Itu digambar menggunakan simbol atau bentuk dasar yang menggambarkan kualitas suatu hubungan, ikatan emosional, dan orang lain yang signifikan. Informasi utama dan penting lainnya tentang gen dan riwayat kesehatan keluarga dapat diberikan dengan menggunakan diagram ini. Ini dapat digunakan untuk berbagai bidang yang terkait dengan analisis genetik. Lanjutkan membaca “Teknik Psikodrama Atom Sosial untuk Assesmen dan Intervensi Psikologi”

Teknik Psikodrama Soliloqui, Berbicara pada Diri Sendiri


Soliloqui adalah monolog yang ditujukan kepada diri sendiri, pikiran diucapkan dengan lantang tanpa ditujukan kepada orang lain. Soliloqui digunakan sebagai perangkat dalam drama untuk membiarkan karakter membuat pemikiran mereka diketahui oleh penonton, mengatasinya secara langsung atau membawanya ke dalam kepercayaan mereka. Demikian dijelaskan dalam dunia teater atau drama.
Contohnya,
Protagonis bersiap-siap tidur dan sambil menyisir rambutnya, dia berbicara pada dirinya sendiri: “Kenapa aku tidak memotong pendek rambutku lagi? Rambut panjang ini sangat merepotkan. Di sisi lain, ini lebih cocok denganku dan tidak tampak seperti kebanyakan orang lain.”

Soliloqui ini dapat dipakai dalam proses terapi psikodrama. Soliloqui membantu dalam memberikan gambaran mengenai pikiran dan perasaan tersembunyi yang menyelaraskan dengan pemikiran dari tindakan yang tampak.

Contoh di dalam sebuah adegan psikodrama, Protagonis menghadapi atasannya yang telah menegurnya karena berpartisipasi dalam demonstrasi hak-hak sipil. Ego pembantu sebagai atasan memintanya untuk bertanggung jawab untuk keberadaannya pada malam sebelumnya. Protagonis berkata dia mengunjungi teman yang sakit. Ego pembantu mengatakan bahwa dia memiliki bukti bahwa ini tidak benar.

Sutradara menghentikan adegan itu, dan meminta Protagonis untuk mengekspresikan dengan Soliloqui, apa yang dirasakannya dan menjelaskan bahwa “atasannya” tidak akan mendengarnya serta tidak akan bereaksi (berpose menjadi patung) karena dia tidak dapat mengetahui apa yang terjadi di dalamnya pada situasi nyata.

Protagonis (melakukan Soliloqui) mengatakan: “Aku memang pergi ke demonstrasi itu; dia sebenarnya tidak bisa melakukan apapun padaku karena aku memiliki jabatan tetap, tetapi dia bisa menyulitkan diriku.”
Sutradara: “Apa yang ingin Anda lakukan?”
Protagonis: “Mengejeknya, tapi tentu saja aku tidak bisa melakukannya.”
Sutradara: “Disini Anda bisa.”
Protagonis: Hoeekkks (bersendawa dengan keras)

Sutradara sekarang memintanya untuk melanjutkan adegan dan mengakhirinya pada tingkat kenyataan.

Ada istilah dalam dinamika terapi psikologi yang disebut katarsis. Katarsis adalah pelepasan emosi yang tersimpan dalam hati (yang terkait dengan kejadian traumatis) kemudian memunculkan emosi tersebut ke alam sadar. Secara etimologi katarsis berasal dari bahasa Yunani: yang berarti pemurnian atau pembersihan.

Apa manfaat katarsis? Katarsis membuat diri sendiri merasa lebih baik, karena energi-energi negatif di dalam diri perlahan-lahan menghilang. Dengan begitu, Klien akan mengalami kelegaan dari perasaan yang membebani. Jadi Soliloqui dapat menjadi salah satu teknik dalam terapi psikologi.

 

Yogyakarta, 5 Desember 2022

 

Retmono Adi

Bagaimana Menemukan Makna Hidup dengan Psikodrama ( Psikodrama dan Psikologi Positif )


Burke menyatakan bahwa kehidupan bukan seperti drama, tapi kehidupan itu sendiri adalah drama. Bapak Psikodrama Moreno mengajak tiap untuk menjadi Protagonis. Aktor utama dari drama hidupnya. Tokoh utama yang menjadi pusat dan menentukan jalannya cerita hidupnya. Keputusannya menjadi penentu jalan hidupnya.  Kesadaran bahwa dirinya adalah protagonis menjadi pondasi untuk proses mendapatkan makna hidupnya.

Kehidupan adalah Pentas Drama. Aktor yang baik akan memahami situasinya dan menyiapkan diri membangun karakter diri yang sesuai peran yang dibutuhkan (Sadar Peran) dalam hal ini mengoptimalkan diri untuk berkontribusi.

Adam Blatner, menawarkan istilah baru : Psikodrama adalah Ekplorasi Tindakan (action exploration), dalam arti tertentu, dipandang sebagai cara meningkatkan kesadaran, berbagi aktivitas yang lebih dari sekedar berbicara, dan melalui tindakannya, berinteraksi dan bereksperimen.

Kita tidak selalu tahu kehidupan siapa yang kita sentuh dan menjadi lebih baik karena kepedulian kita, karena tindakan kadang-kala dapat memiliki percabangan yang tak terduga, yang penting adalah bahwa kita benar-benar peduli dan kita bertindak.Hal itu dinyatakan oleh Charlotte Lunsford, pemimpin pelayanan komunitas di buku “Empat Kunci Sukses Tanpa Harus Menjadi Besar, Big Vision Small Bussiness, yang ditulis Jamie S. Walters, diterbitkan oleh BIP Kelompok Gramedia tahun 2005.

Kita mempraktekkan psikodrama memilih peristiwa saat kita melakukan sesuatu. Kita jadikan drama, kita mainkan, kita refleksikan dengan teknik mirroring. Jadi kita tinggal menemukan bahwa tindakan kita dapat membantu orang menjadi lebih baik, maka hidup menjadi bermakna.

Come out and play 

Yogyakarta, 3 Desember 2022

Retmono Adi

Panggilan Hidupku Sebagai Seorang Suami dan Seorang Ayah di dalam Keluarga


The best of the day

Quality time bersama keluarga

Pagi ini bersama anak dan istri, saya beraktivitas di dapur. Anak saya sedang memasak ayam kecap untuk sarapan pagi. Dia dapatkan resep ayam kecap dan cara memasaknya dari Youtube. Anak saya ingin memperlihatkan kepada saya bahwa dia bisa masak. Sementara istri sedang mempersiapkan bumbu dan sayuran. Istri bersiap memasak sayur asam dan tempe goreng sembari menunggu anak saya selesai memasak. Sementara itu saya menanak nasi sambil memperhatikan anak saya memasak ayam kecap. Sesekali istri saya mengkoreksi cara anak saya memasak dan memberi arahan. Setelah anak saya selesai memasak, giliran istri memasak sayur asam dan goreng tempe. Anak saya dengan bangga menunjukkan hasil masakannya. Saya mencicipi hasil masakannya dan memujinya.

Setelah makan pagi, saya menulis hasil pemeriksaan batin tadi malam. Istri melanjutkan aktivitas mempersiapkan tempat bagi ibu-ibu lingkungan untuk mengumpulkan sampah plastik dan kertas di rumah kami. Sampah tersebut dikumpulkan oleh anggota lingkungan untuk dijual. Uang hasil penjualannya untuk mengisi kas lingkungan. Kas lingkungan digunakan untuk membiayai berbagai keperluan dan kegiatan lingkungan. Lanjutkan membaca “Panggilan Hidupku Sebagai Seorang Suami dan Seorang Ayah di dalam Keluarga”

Kolaborasi Psikologi Positif dengan Metode Psikodrama


Sebelum pandemi Covid 19, aku membaca di Group Facebook Psikodrama Indonesia sebuah flyer promosi event Psikodrama untuk penerapan Psikologi positif, di Amerika Serikat. POSITIVE PSYCHOLOGY IN ACTION: Integrating the Power Of Psychodrama With Positive Psychology. Judul itu aku cari di google sudah tidak ada lagi, namun aku menemukan yang lainnya yaitu: Positive Psychology in Action: Psychodrama and Learned Hopefulness. Bahkan sudah ada yang menulis buku tentang itu. Beautiful Thinking in Action: Positive Psychology, Psychodrama, and Positive Psychotherapy

“Psikologi positif adalah studi ilmiah tentang kekuatan dan kebajikan manusia.” Menurut Martin Seligman—yang dipandang sebagai bapak pendiri psikologi positif—gerakan psikologi positif dapat digambarkan sebagai: “Studi tentang apa yang membentuk kehidupan yang menyenangkan, kehidupan yang terlibat, dan kehidupan yang bermakna.”

Psikodrama (Action Method) adalah psikologi terapan dengan menggunakan metode drama. Penggunaan drama sebagai alat bantu bukanlah hal baru. Sejak dari filsuf Yunani dan Romawi kuno sampai dramawan kontemporer, drama telah digunakan sebagai cara yang menarik untuk bercermin dan mengeksplorasi kondisi manusia. Psikodrama diperkenalkan pertama kali oleh Moreno sebagai bapak psikodrama. Moreno mendapat julukan orang yang membawa tawa dalam proses terapi. Proses terapi psikologi dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Hal ini cocok dengan psikologi positif yang menyatakan membentuk kehidupan yang menyenangkan. Lanjutkan membaca “Kolaborasi Psikologi Positif dengan Metode Psikodrama”

Bersabar dengan Kelemahan Orang Lain dan Berpegang pada Pertolongan Tuhan


The best of the day

Pekerjaan sampingan istri adalah pekerjaan saya juga

Hari ini saya mengantar istri pijat ke tempat teman saya. Sudah berhari-hari istri saya mengeluh kaki dan tangan kanannya terasa pegal dan kesemutan. Sejak jatuh naik motor seminggu yang lalu keluhan tersebut ternyata tidak kunjung sembuh. Karena sakit tersebut, istri saya tidak dapat mengerjakan pesanan pernak-pernik aksesoris pesanan temannya. Istri saya memiliki bakat membuat pernak-pernik perhiasan dari bahan tembaga. Dari bakat tersebut istri saya mendapatkan penghasilan sampingan. Saya menawarkan bantuan kepadanya untuk membuat pernak-pernik aksesoris tersebut. Biasanya saya tidak pernah membantu istri membuat pernak-pernik aksesoris perhiasan karena selalu dikatakan tidak berbakat membuat perhiasan oleh istri saya. Kali ini karena kami membutuhkan uang untuk kebutuhan sehari-hari, saya memaksa untuk membantunya mengerjakan pesanan temannya tersebut dan istri saya menyetujuinya. Ada 24 item yang dipesan oleh teman istri saya. Hari ini saya menghabiskan setengah hari untuk menyelesaikan 10 item. Saya akan melanjutkan mengerjakan besok. Lanjutkan membaca “Bersabar dengan Kelemahan Orang Lain dan Berpegang pada Pertolongan Tuhan”

Hidup itu untuk Menghadapi, Mengelola, dan Mengatasi Masalah demi Berkembang menjadi Lebih Baik


The best of the day

Fase transformasi diri                                           

Dua hari telah berlalu sejak konsultasi tatap muka dengan teman psikolog saya. Bagi saya dua hari tersebut adalah masa transisi. Saya merasakan seperti ada beban yang terlepas dari diri saya. Hari ini saya merasakan diri saya lebih nyaman. Saya sudah lebih bisa menerima keadaan saya. Kesakitan-kesakitan hati saya sudah jauh berkurang, meski masih merasakah ada ganjalan dalam hati. Pengendalian diri saya atas emosi sudah kembali. Suasana hati sudah jauh lebih baik. Istri juga sudah merasa lebih nyaman dengan saya. Hubungan dan komunikasi dengan istri sudah membaik. Meskipun demikian saya belum sepenuhnya dapat mendengarkan keluhan-keluhan istri. Lanjutkan membaca “Hidup itu untuk Menghadapi, Mengelola, dan Mengatasi Masalah demi Berkembang menjadi Lebih Baik”

Ketakutan Saya Terhadap Sosok Seorang Ibu


The best of the day

Konsultasi psikodrama keluarga bersama istri.

Hari ini saya ada pertemuan dengan teman psikolog untuk konsultasi tatap muka. Menurut saya konsultasi tatap muka ini penting bagi terapi yang sedang saya jalani. Dalam konsultasi tatap muka, komunikasi terjalin secara utuh dan lengkap. Sebuah komunikasi yang utuh dan lengkap bagi saya bukan saja saling bertukar informasi, tetapi juga terjadi interaksi intelektual dan emosional yang melibatkan kehadiran dan perjumpaan fisik; di satu tempat perjumpaan dalam suasana yang mendukung. Komunikasi yang utuh dan lengkap menciptakan terjadinya dialog yang interaktif dan ikatan batin bagi yang terlibat dalam komunikasi tersebut. Dalam pertemuan konsultasi ini, saya mengajak istri. Menurut saya, keterlibatan istri saya akan sangat membantu dalam proses terapi saya. Lanjutkan membaca “Ketakutan Saya Terhadap Sosok Seorang Ibu”

5 Cara Membangun Hubungan Atasan Bawahan Untuk Mencapai Tujuan Organisasi


Perselisihan paham antara atasan dan bawahan mempengaruhi hubungan kerja di berbagai organisasi. Berbagai efek samping yang negatif menjadi bukti, bahwa hal itu merusak hubungan baik sehingga merugikan organisasi. Bagaimana mengatasi permasalahan itu agar terjadi hubungan yang baik dalam situasi kerja?

Berikut 5 cara untuk membangun hubungan baik di lingkungan kerja :

1. Mengaitkan setiap tujuan dengan pekerjaan para karyawan dan menyediakan berbagai tindakan taktis

Daripada mendiktekan taktik-taktik, lebih baik melibatkan para karyawan dalam mendefinisikan langkah langkah tindakan yang jelas dan terukur untuk mencapai tujuan dan mengkontribusikan bakat mereka.

2. Mendapakan ide-ide pencapaian tujuan dari karyawan

Menggunakan pengetahuan terdalam para karyawan tentang pekerjaan mereka sendiri untuk membantu menentukan bagaimana mereka dapat memenuhi atau melampaui tujuan-tujuan khusus. Sebagai contoh, kita dapat mulai bertanya “Kita ingin mengurangi biaya di bidang ini hingga 12%, di mana kita dapat melihat berbagai kesempatan untuk melakukan hal ini?”

3. Menghubungkan tujuan organisasi dengan hal yang memotivasi karyawan

Jika para karyawan mengatakan bahwa bonus menjadi manfaat penting dalam bekerja di perusahaan, tunjukkan kepada mereka bagaimana mencapai tujuan itu dengan membantu mereka memperoleh bonus. Berbagai jalan untuk melakukan hal ini mencakup berbagai cerita individu tentang bagaimana seseorang memenuhi tujuan pribadinya dengan bekerja, mengarah pada tujuan-tujuan perusahaan. Demikian juga karena visi, pekerjaan penuh makna, dan peluang-peluang untuk belajar adalah pendorong yang signifikan- bahkan lebih dari kompensasi finansial. Selai itu juga dengan melibatkan karyawan dalam dialog tentang bagaimana aktivitas mereka berhubungan dengan visi itu, dan menyediakan peluang bagi mereka untuk mengembangkan ketrampilan, dan pengalaman yang lebih dalam.

4. Menghubungkan tujuan dengan aktivitas

Sebaiknya tidak mengkomunikasikan tujuan yang kosong. Hubungkan tujuan dengan hal hal lain yang terjadi di perusahaan. Sebagai contoh, kita dapat memasukkan laporan reguler dalam laporan berkala atau pada papan buletin, berbagai informasi yang terkait dengan perkembangan ketrampilan dan tujuan, atau menghubungkan aktivitas dengan tujuan pada setiap pertemuan dengan staf. Ini bukan jalan satu arah. Semakin sering kita melibatkan para anggota tim dalam sebuah diskusi, semakin kecil kemungkinan organisasi kita menyerupai hierarki “komando dan kontrol’ tempat orang menunggu perintah (dan sering kali mengkritik) dari pimpinan.

5. Mendorong karyawan untuk mengajukan pertanyaan.

Tanggung jawab terhadap pemahaman tujuan yang jelas, berada di pundak atasan dan karyawan, dan dalam bisnis kecil bervisi besar, ukuran kecil kelompok memungkinkan komunikasi organik yang lebih inklusif. Jika seorang atasan tidak mampu menjelaskan dengan tepat seperti apa “pencapaian layanan kelas dunia”, perkokohlah sebuah lingkungan di mana para karyawan memiliki tanggung jawab untuk meminta klarifikasi. Hal ini juga sekaligus menerapkan hukum utama untuk mengecek berbagai asumsi. Perkokohlah lingkungan di mana setiap orang dengan penuh respek menantang jargon kosong, dan sebaliknya memilih untuk berkomunikasi secara jelas  demi pemahaman bersama. Sebagai contoh seorang karyawan mungkin bertanya, “ Karena tinjauan ulang kinerja saya memerlukan ‘pelayanan konsumen yang baik’ maka contoh apakah yang kita cari untuk menentukan apakah saya sudah memenuhi tujuan itu?” atau. “Seperti apakah yang dimaksud dengan ‘bisa diandalkan’ atau ‘mendukung penjualan’ menurut kita? Buatlah agar sikap kritis semacam ini menjadi bagian dari deskripsi kerja karyawan dan persyaratan untuk kinerja yang sukses.

 

dikutip dari buku :

BIG VISION SMALL BUSINESS, 4 Kunci Sukses Tanpa Harus Menjadi Besar, Jamie S. Walters, BIP Kelompok Gramedia. 2003

Psikodrama Ada di Drama Korea Fix You (Soul Mechanic)


Aku kesulitan menjelaskan apa itu psikodrama, karena banyak dimensinya. Untunglah perkembangan teknologi informasi saat ini dapat membantu. Ada sebuah film drama Korea yang dapat ditonton untuk membantu memahaminya. Film drama Korea berjudul Fix You (Soul Mechanic) memiliki adegan penerapan psikodrama untuk proses terapi. Dalam film itu teknik psikodrama dinamakan Stage Therapy.

Protagonis atau tokoh utama dari film ini adalah seorang lelaki paruh baya. Ia seorang dokter jiwa yang bekerja di rumah sakit terkenal. Ia melakukan pendekatan alternatif selain dengan obat, dalam membantu kesembuhan pasiennya. Ia memberikan sentuhan rasa dan jiwa, tidak menyembuhkan tubuh fisik semata. Ia membuat pendekatan khusus terapinya dengan stage therapy (psikodrama) di rumah sakit tempatnya bekerja.  Adegan proses terapi psikodramanya digambarkan dengan jelas di serial itu.

Psikodramanya bukan hanya pada adegan saat memberikan proses terapi di rumah sakit. Dari keseluruhan film itu, dalam proses Protagonis membantu menyembuhkan pasiennya, ternyata juga terjadi proses penyembuhan untuk dirinya sendiri. Ya, hal ini juga poin penting, bahwa psikodrama dimulai dari drama kehidupan sendiri. Sesuai dengan Moreno, Bapak Psikodrama yang mengajak tiap orang menjadi protagonis. Protagonis yang berarti tokoh utama dari drama hidupnya. Aktor utama yang menjadi pusat dan menentukan jalan cerita hidupnya, keputusannya menjadi penentu hidupnya. Pribadi yang siap menghadapi dan mengatasi persoalan yang muncul. Persoalan dari dalam dirinya atau orang lain, serta dari situasi dan kondisi lingkungan.

Silahkan, yang ingin lebih memahami psikodrama, tonton filmnya. Dijamin turut larut juga dalam dramanya. 🙂

 

Yogyakarta, 15 November 2022

Retmono Adi