Konflik Moreno dengan Freud, Apakah juga Psikodrama dengan Psikoanalisa ?


Moreno sepertinya tidak menyadari hegemoni yang telah dibentuk psikoanalisis dalam psikiatri Amerika sebelum dia datang ke negara ini. Baik Marineau (1989) dan J. L. Moreno (1989) menyarankan hal yang sama. Di Austria dan sebagian besar benua Eropa, di luar kelompok kecil pengikut setia dan pasiennya, Sigmund Freud dan psikoanalisis dihina, jika tidak dihina, oleh lembaga medis ya, oleh penduduk pada umumnya. Karena penekanannya pada seksualitas, jika nama itu disebutkan, disambut oleh orang-orang yang tertawa atau senyuman penuh arti.

Orang Wina cenderung menganut definisi psikoanalisis Karl Kraus, yang menyatakan bahwa “psikoanalisis adalah penyakit mental yang menganggap dirinya sebagai terapi” atau komentarnya bahwa “yang disebut psikoanalisis adalah pekerjaan rasionalis penuh nafsu yang menelusuri segala sesuatu di dunia hingga menemukan penyebab seksualnya — dengan pengecualian pekerjaan mereka ”(Kraus, 1976, hlm. 77–78). Di lain sisi, di Amerika, pada awal tahun 1930-an, Moreno menemukan bahwa psikoanalisis menyebar dengan cepat, tidak hanya dalam psikiatri, tetapi juga dalam antropologi, sastra, dan bidang lainnya. Lanjutkan membaca “Konflik Moreno dengan Freud, Apakah juga Psikodrama dengan Psikoanalisa ?”

Coretan Lama 52; Menjadi Dewasa Tidak Sederhana


Ketika pulang,

pikiranku seperti melayang.

Hatiku rasanya

seperti terbagi-bagi.

Ingin kurebahkan

tubuh sambil bicara.

Rasanya seperti menonton film suram.

Lalu terperangkap

dalam layar kaca.

Menjalani adegan demi adegan.

Ah, mungkin aku saja

yang terlalu mendalami cerita-cerita gelap mereka.

Namun satu hal yang kusadari

bahwa proses menjadi manusia dewasa

memang tidak pernah sederhana.

 

Kartasura, 31 Mei 2019

Qanifara

Coretan Lama 51; Sibuk Mencari Pembenaran


Dalam setiap pertengkaran,

kebanyakan dari kita terlalu sibuk mencari pembenaran.

Lalu berakhir pada kesalahpahaman

yang tak terlupakan

bahkan tak termaafkan.

Kita terlalu sering menuntut perubahan

dalam diri orang lain.

Seringnya kita lupa untuk belajar

mencari pemahaman

dari berbagai sisi.

Bisa saja sosok

yang selama ini kita butuhkan,

tidak ada dalam dirinya.

Begitu pula sebaliknya.

Maka tak heran

bila kita sudah saling memiliki

tetapi kita masih sibuk mencari-cari.

Ketika penerimaan

tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan.

 

Kartasura, 13 April 2021

Qanifara

Coretan Lama 49; Lebih Baik Sendiri, daripada Saling Menyakiti


Inginku sederhana.

Dapat terbangun dan menjalani hari

tanpa harus menahan emosi

yang tak bisa disalurkan,

tanpa harus bersusah payah

menyatukan kepala-kepala

dengan pemikiran

yang memang tidak sejalan

yang menyebabkan kesalahpahaman

tak berujung.

Meskipun mungkin hanya tinggal bersama seekor kucing.

Sebab bagi orang ringkih sepertiku,

lebih baik sendiri

daripada bersama tapi saling menyakiti.

 

Kartasura, 12 Agustus 2018

Qanifara

Coretan Lama 41; Belajar Memahami Perbedaan


Dalam lamunanku kala itu,

aku tiba-tiba saja berpikir bahwa terkadang hidup menuntut kita sebagai manusia,

untuk dapat memiliki pemikiran yang terbuka.

Namun tidak hanya sampai di situ saja.

Kita juga dituntut untuk dapat berpikir secara mendalam tentang segala sesuatu yang melekat dalam diri kita serta tentang keadaaan orang-orang lainnya.

Agar kita bisa belajar memahami setiap perbedaan dan menghargai setiap kebaikan.

Agar kita bisa mensyukuri segala pemberian-Nya yang barangkali kadang kita abaikan.

 

Kartasura, 6 Desember 2018

Qanifara

Coretan Lama 38; Aku Dapat Menjemput Kebahagiaan Itu Lagi


Tidurlah diriku

Tidak ada yang merindukanku kalau aku terbangun

Tidak ada yang akan merawatku kalau aku jatuh sakit

Tidak ada yang akan menyiapkan makanan kalau aku lapar

Tidak ada yang peduli apakah aku sedang merasa bahagia, sepi, bersedih hati, atau bahkan depresi

Tapi ingatlah selalu bahwa Tuhan masih bersedia mencukupi kebutuhanku walaupun setiap harinya banyak dosa-dosa yang harus kucuci

Supaya aku dapat menjemput kebahagiaan itu lagi, meskipun tidak di hari ini

 

Kartasura, 22 Februari 2021

Qanifara

3 Coping Style yang Perlu Dipahami untuk Menghadapi Stress di Masa Pandemi Ini


Pandemi membuat banyak orang memiliki tingkat kecemasan atau stres yang tinggi. Mereka resah memikirkan kondisi yang terjadi saat ini maupun masa depan. Kapan kondisi ini akan berakhir.

Saat tinggal di rumah, atau melakukan isolasi mandiri, stres juga menghampiri dan membuat otak menjadi  buntu. Kita dalam keadaan kewaspadaan yang konstan. Mengalami kebuntuan pemikiran adalah respons jangka pendek. Konsekuensi dari terkunci dalam keadaan stres dalam jangka panjang dapat berupa fisik maupun mental. Lanjutkan membaca “3 Coping Style yang Perlu Dipahami untuk Menghadapi Stress di Masa Pandemi Ini”

7 Langkah Terapi Singkat Berfokus Solusi / Solution-Focused Brief Therapy (SFBT Techniques)


Solution-Focused Therapy adalah pendekatan yang memberdayakan klien untuk memiliki kemampuan mereka dalam memecahkan masalah kehidupan. Daripada psikoterapi tradisional yang berfokus pada bagaimana suatu masalah berasal, SFT memungkinkan fokus yang berorientasi pada tujuan untuk pemecahan masalah. Pendekatan ini memungkinkan diskusi berorientasi masa depan, daripada diskusi berorientasi masa lalu untuk menggerakkan klien ke depan menuju penyelesaian masalah mereka saat ini.

Ide utama di balik SFBT adalah bahwa tekniknya berdasarkan psikologi positif dan berfokus pada solusi untuk memberikan waktu yang singkat bagi klien untuk menjalani terapi. Secara keseluruhan, meningkatkan kualitas hidup untuk setiap klien, dengan mereka sebagai pusat dan pendorong pertumbuhan mereka. SFBT biasanya memiliki rata-rata 5-8 sesi.

Selama sesi, tujuan ditetapkan. Tindakan eksperimental khusus dieksplorasi dan diterapkan ke dalam kehidupan sehari-hari klien. Dengan melacak apa yang berhasil dan di mana penyesuaian perlu dilakukan, klien lebih mampu melacak kemajuannya.

Sebuah metode yang dikembangkan dari Miracle Question yang berjudul The Miracle Method. Langkah-langkahnya mengikuti di bawah ini (Miller & Berg, 1996). Ini dirancang untuk memerangi minuman beralkohol yang bermasalah tetapi berguna di semua bidang perubahan.

  1. Nyatakan keinginan Anda agar sesuatu dalam hidup Anda menjadi berbeda.
  2. Bayangkan keajaiban terjadi, dan hidup Anda berbeda.
  3. Pastikan keajaiban itu penting bagi Anda.
  4. Jaga agar keajaiban tetap kecil.
  5. Definisikan perubahan dengan bahasa yang positif, spesifik, dan berupa perilaku.
  6. Nyatakan bagaimana Anda akan memulai perjalanan Anda, bukan bagaimana Anda akan mengakhirinya.
  7. Perjelas tentang siapa, di mana, dan kapan, tetapi bukan mengapa.

Pendekatan ini telah digunakan di banyak bidang berbeda, termasuk pendidikan, terapi keluarga, dan bahkan di lingkungan kantor. Menciptakan peluang kooperatif dan kolaboratif untuk memecahkan masalah memungkinkan kapabilitas memperluas pikiran. Menerangi jalur pilihan adalah cara yang menarik untuk memungkinkan orang menjelajahi bagaimana sebenarnya mereka ingin menunjukkan diri di dunia ini.

Terima kasih sudah membaca!

 

Diambil dan diterjemahkan bebas dari:

7 Best Solution-Focused Therapy Techniques and Worksheets (+PDF) oleh Kelly Miller

Penerapan Psikodrama untuk Rehabilitasi ODGJ, Konsultasi lewat WhatsApp


Shalom. Selamat sore Mas Adi. Saya Rani, psikolog Samarinda, pernah ikut pelatihan psikodrama Mas Adi di kampus Untag. Mau berkonsultasi, Mas tentang psikodrama

Ya,..gimana?

Mas Adi, permisi konsultasi via WA ya mas.
Saya sekarang kerja di RSJ, mas. Saya ada rencana mau adakan kegiatan Dinamika Kelompok di pasien rawat inap, salah satu sesinya dengan psikodrama. Apakah mas Adi ada saran atau pernah berkegiatan dengan pasien ODGJ mas? Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama untuk Rehabilitasi ODGJ, Konsultasi lewat WhatsApp”

Terapi Kelompok Psikodrama Online, Pertukaran Peran Perfeksionis vs Minder


Pada tanggal 27 Maret 2021, Aku memfasilitasi terapi Psikodrama Online via Zoom Meeting, dengan teknik pertukaran peran ( Role Reversal ) mengolah permasalahan Perfeksionis dengan Minder atau ketidakpercayaan pada diri sendiri.

Sebelum proses dimulai aku menyarankan kepada peserta untuk mengganti nama aslinya menjadi nama binatang. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga privasi dan memberi keberanian lebih untuk bereksplorasi.

Yuks kita mulai, Lanjutkan membaca “Terapi Kelompok Psikodrama Online, Pertukaran Peran Perfeksionis vs Minder”