Coretan Lama 38; Aku Dapat Menjemput Kebahagiaan Itu Lagi


Tidurlah diriku

Tidak ada yang merindukanku kalau aku terbangun

Tidak ada yang akan merawatku kalau aku jatuh sakit

Tidak ada yang akan menyiapkan makanan kalau aku lapar

Tidak ada yang peduli apakah aku sedang merasa bahagia, sepi, bersedih hati, atau bahkan depresi

Tapi ingatlah selalu bahwa Tuhan masih bersedia mencukupi kebutuhanku walaupun setiap harinya banyak dosa-dosa yang harus kucuci

Supaya aku dapat menjemput kebahagiaan itu lagi, meskipun tidak di hari ini

 

Kartasura, 22 Februari 2021

Qanifara

Coretan Lama 36; Dialog Fiksi #3 Mengapa Kau Tiba-tiba Menghilang Tanpa Kabar?


Dialog Fiksi #3

“Kenapa kau tiba-tiba menghilang tanpa kabar?”

“Karena aku telah menyadari sesuatu.”

“Menyadari apa?”

“Aku tidak akan pernah cukup untukmu.”

“Apa maksudmu?

Aku tidak mengerti.”

“Belum saatnya

kau mengerti dan sangat kumaklumi.

Aku harus pergi sekarang.”

“Apa maksudmu?

Kau akan pergi ke mana?”

“Pergi ke suatu tempat di mana aku bisa merasa diterima sepenuhnya.

Mungkin bagimu aku ini membosankan.

Tidak semua orang bisa menerima kebaikanku, apalagi keburukanku.

Penderitaanku selama ini mungkin akan kau anggap sebagai suatu

hal yang biasa-biasa saja

atau malah kedengarannya bagimu terlalu dramatis

karena kita saat ini berada di fase kehidupan yang berbeda.

Pengalaman emosi kita tak sama.”

“Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau maksud…”

“Semuanya sudah terlihat jelas dari caramu memandanginya dan memperlakukannya.

Betapa kilaunya cangkang yang ia kenakan.

Tidak seperti cangkangku

yang telah retak

karena terlalu sering terhempas ombak kehidupan

Cangkangku yang kurang memikat

dan membutuhkan banyak perbaikan.”

 

Kartasura, 7 Februari 2019

Qanifara

Coretan Lama 35; Dialog Fiksi #2 Apakah Kau Tahu Hal yang Membuatku Tenang?


Dialog Fiksi #2

“Apakah kau tahu salah satu hal yang membuatku tenang?”

“Apa?”

“Ketika aku sedang tidak jatuh cinta kepada siapa-siapa.”

“Mengapa begitu?”

“Karena bagi orang ringkih sepertiku,

rasanya seperti membawa beban

di pundak dan pikiran.

Sudah terlalu sering aku melebih-lebihkan ekspektasi itu sendiri.

Selebihnya, aku tidak ingin menyakiti diriku sendiri untuk kesekian kali.”

“Lalu bagaimana jika ada seseorang yang jatuh cinta kepadamu?”

“Aku rasa tidak ada.”

“Kalau ada, bagaimana?”

“Belum.

Belum saatnya.”

 

Kartasura, 6 Februari 2019

Qanifara

Coretan Lama 34; Dialog Fiksi #1 “Aku Tidak Ingin Pulang,”


“Aku tidak ingin pulang,” teriakmu

di kebun binatang

seperti anak kecil

yang sedang kegirangan

berada di toko mainan.

“Kenapa?” tanyaku seolah bingung

padahal aku paham maksudnya.

“Karena saat aku kembali ke tempat tidur,

aku kembali merasa

bahwa ada harapan-harapan

yang tidak bisa terawat dengan baik

khususnya ketika aku memandangi

punggungnya atau menerima pelukannya.

Kami sebetulnya

tak lebih dari sepasang manusia

yang tidak bahagia

tetapi terlalu memaksakan diri

agar terlihat bahagia.

Sering kali

ini membuatku tersiksa.

Katanya dia baik-baik saja.

Aku tidak percaya.

Barangkali dia hanya sibuk

menyangkal perasaannya.

Dia laki-laki

yang cukup baik sebetulnya,

tetapi kini

aku tidak lagi nyaman

bila bersamanya.”

 

Kartasura, 21 Januari 2019

Qanifara

Coretan Lama 33; Fase Kehampaan dan Kepahitan


Fase

Kehampaan dan kepahitan

yang kupelajari

baik dari kehidupan orang lain atau kehidupanku sendiri

sering membuatku merasa

seperti lima belas tahun lebih tua

daripada usiaku

yang sebenarnya.

Pemikiranku

sudah sampai ke mana-mana.

Tapi langkahku

masih jauh.

Masih banyak fase

yang harus kujalani dan lalui.

Yang kutahu,

ada lubang dalam hatiku

yang perlu ditambal,

ada sisi kanak-kanak dalam diriku

yang perlu kubasuh dan kurawat

lukanya.

Agar aku bisa lebih tangguh

menjalani lika-liku kehidupan.

 

Kartasura, 6 Oktober 2018

Qanifara

Coretan Lama 32; Ketenteraman Hati dan Pikiran


Ketenteraman

Setiap orang

mempunyai masing-masing cara

untuk menenteramkan

hati dan pikiran.

Lakukanlah apapun

yang dapat membuat

hati dan pikiranmu

tenteram.

Kalau kau

masih belum mengetahui caranya,

carilah cara itu

terus menerus.

Bila kau

memiliki niat

yang baik dan kuat,

kelak Tuhan

akan memberimu jalan

untuk menemukannya.

 

Kartasura, 29 Agustus 2016

Qanifara

Coretan Lama 30; Pertemuan Dua Hati


Pertemuan

Setiap pertemuan terjadi

atas dasar dua hati

yang saling digerakkan Tuhan.

Dalam setiap pertemuan,

entah dengan siapapun,

entah lama atau sesaat sekalipun,

akan selalu melahirkan

berbagai sudut pandang

yang baru

tentang kehidupan

untuk kita.

Dan sering kali

kita baru bisa menyadari

arti dari setiap pertemuan

saat kita dihadapkan

pada jarak

atau bahkan

saat kita

memutuskan

untuk berpisah.

 

Kartasura, 27 Agustus 2016

Qanifara

Coretan Lama 29; Minat Butuh Tempat yang Tepat agar Tersalur tidak Sia sia


Minat

Setiap manusia

membutuhkan pengalihan

agar sejenak dapat melupa

pada resah yang ada.

Setiap manusia

membutuhkan tempat

yang tepat

untuk menyalurkan minat.

Agar kelebihan

yang Tuhan beri

pada setiap manusia

tidak berakhir sia-sia.

 

Kartosura, 30 September 2017

Qanifara

Coretan Lama 28; Aku Belajar Memahami Seseorang


Belajar Memahami

Bagiku memahami buku sama halnya

dengan memahami seseorang.

Dibutuhkan kesabaran.

Kita tidak bisa menilai

hanya dari segi permukaan atau luarnya saja,

tetapi kita perlu mendalami keseluruhan isi

yang ada di dalamnya

dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang.

Juga dibutuhkan perasaan

dan pikiran yang selaras.

Sebab sering kali dengan memahami,

kita baru bisa menerima,

memaafkan,

serta mensyukuri

segala hal baik di masa lalu

maupun di masa sekarang.

 

Kartasura, 13 Juli 2016

Qanifara