Apa Yang Ingin Kau Buktikan ?


Kau berjuang keras selama ini, untuk apa?

Kau ingin membuktikan sesuatu ?

Apa itu?

Seberapa besar kemampuanmu?

Perlukah dengan menghancurkan orang lain?

Bukankah lebih menyenangkan bila dapat bersama?

Baiklah aku mengakui kamu hebat,….lalu apa?

Oke, lah,..kamu benar,….selanjutnya apa?

Apakah kamu bahagia?

 

Yogyakarta, 1 Maret 2020

Retmono Adi

 

Para Pendaki lebih Mudah Memahami Perjalanan Hidup


pendiangan rumah pak Kadus Desa terakhir
kehangatan kayu terbakar api
persaudaraan setengah lingkaran
secangkir kopi kadang dicampur jahe
menunggu tengah malam waktu keberangkatan
agar tepat bertemu fajar saat di puncak Lanjutkan membaca “Para Pendaki lebih Mudah Memahami Perjalanan Hidup”

…dan tetap tersisa tanya


…dan tersisa tanya lagi,……
Mengapa ???
….tetap tak ada jawaban yang memuaskanmu
Kau marah,….
…merusak apa saja yang tidak seperti inginmu
…..
…….
…..
dinding tebal….
….teriakan putus asa

…dan tetap tersisa tanya
Apakah kebodohan?
…bebal
….mungkin….
terlalu pintar….
…merasa wakil Tuhan
…dimanakah Dia?
…jauh di sana?
…atau
…terpendam dalam di dasar hatimu?

….beku

Yogyakarta, 4 November 2019

Di Mana Lagi Akan Kau Sembunyikan Puisi ?


Beberapa hari ini aku dapatkan flyer-flyer pengumunan di media sosial, tentang pembacaan puisi yang akan dilakukan di sudut sudut kotaku. Rupanya kalian sudah tak mampu lagi menyimpan gelisahmu itu. Gelisah yang kau balut dalam diam, dalam senyum palsu, dalam foto-foto selfie indah dan tampak bahagia.

Gelisah itu adalah pemberontakan dari Nurani yang terjebak dalam Super Egomu. Super Egomu yang kau bangun sendiri sebagai perlindungan untuk ketakutanmu, menjadi Benteng cantik munafik, topeng tebal berlapis bebal.

Gelisah menyesah mendesah mereka-reka mewujud kata. Kata-kata itu sudah mulai menyeruak di tenggorokan untuk segera kau suarakan. Selama ini hanya kau tulis di buku atau secarik kertas dan kau simpan saja dalam laci meja kerjamu. Bahkan ada juga yang hanya kau simpan dalam darahmu, hingga mengental melambat alirannya menuju jantung dan otakmu.

Kata-kata adalah puisi, berasal dari nurani. Telah tiba saatnya mewarnai dunia. Mari sambut dengan suka cita, meski duka dan lara masih arus utama hingga tinggallah Perjuangan untuk pelaksanaannya.

 ….. dan Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata ~ WS Rendra

 

Yogyakarta, 28 Agustus 2019

Retmono Adi

 

MENYADARI, Puisi Hasil Refleksi setelah Belajar Psikodrama di UNS Surakarta


MENYADARI

Terkadang hidup hanya rutinitas
Melaksanakan kewajiban dan mendapatkan hak
Berdinamika dengan kesibukan
Namun lupa untuk menyadari bahwa
Inti dari semua itu adalah
Aku, diriku sendiri

Aku mulai menyadari
Bahwa hidupku ada di tanganku
Terlepas dari takdir Sang Ilahi
Aku menyadari bahwa aku mampu
Untuk menjadi lebih baik dari sekarang
Menjadi diriku yang pemaaf
Dan tak sungkan untuk meminta maaf

Menyadari bahwa menerima realita kehidupan
Walau berbeda dengan harapan adalah pembelajaran
Pembelajaran untuk bersyukur dan ikhlas menerima
Mulai menyadari kembali bahwa
Mempercayai orang lain itu okay
Semua baik-baik saja

Dan aku memahami bahwa
Bertahan dalam suatu proses
Serta menghargai proses itu hingga akhir
Akan membawa hal baik dalam diri

Colomadu, 16 Juni 2019

Anis Syarifah Madyarti
Terimakasih @psikodrama_id

Coretan “For Got Aen” by Adina Hafidhah Amalia


FOR GOT ӔN

18 OURS

Sometimes nothing
Sometimes reaching

Sometimes broken
Sometimes forgives

Sometimes lose
Sometimes learn

There is always
For got an
But there is always
Forgotten

Thank U,
@psikodrama_id
Solo, 16 Juni 2019

Adina Hafidhah Amalia