Hidup Bersama Wajib Dijaga


Hidup Bersama Wajib Dijaga

Hari ini aku mendatangai rumah temen yang empat hari lalu bapaknya meninggal.

Baru hari ini aku bisa ikut berbela sungkawa. Di rumahnya ada sembahyangan untuk mengingat jasa baik yang meninggal dan menguatkan yang ditinggalkan. Setelah acara selesai dan disuguhi makanan kecil. Bercakap akrab. Mereka pamit dan bersalaman dengan seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan. Suasana akrab terasa.

Aku jadi ingat suasana ini di kampung halamanku dulu. Seluruh warga kampung saling mengenal dan akrab. Aku merasa waktu kecil bisa merasakan kepedulian antar warga. Apalagi jika ada anggota warga yang meninggal dunia. Warga akan meninggalkan pekerjaannya untuk merasa berbela sungkawa. Dan berlangsung selama tujuh hari berturut turut. Tiap malam keluarga yang berduka, tidak dibiarkan sendiri.

Aku tahu sekarang bahwa tiap orang pasti memiliki masalahnya sendiri, namun disini dalam acara lek-lek an, warga kampung bersedia meluangkan waktunya demi menjaga hidup bersama.

Entah sampai kapan, bukan soal untuk dibicarakan….

 

Bantul, 13 Juni 2016

Retmono Adi

Coretan Lama 23; Berada di Titik Balik


Pernahkah kau berada di titik balik

di mana kau sudah tidak lagi mencari

dan

menginginkan apa-apa

selain suatu tempat

di mana kau bisa didekatkan

dengan orang-orang

yang kau harap dapat membuatmu

lebih mudah

dalam mencintai dirimu sendiri,

terutama mencintai Tuhan,

dan

mencintai kehidupan dengan lebih baik?

 

Kartasura, 10 Mei 2017

Qanifara

Coretan Lama 21; Berjalan Walaupun Sendiri


Berjalan

Terus saja berjalan

walaupun orang-orang

yang berarti dalam hidupmu

harus pergi,

meninggalkanmu sendiri.

Dalam gelap,

dalam tidurmu

yang lelap,

selipkanlah mimpi

bahwa semuanya akan baik-baik saja

dengan bersama

atau pun

sendiri.

 

Kartasura, 26 September 2018

Qanifara

Coretan Lama 20; Jahitan Amatiran seperti Menjalani Pilihan Hidup


Lewat jahit menjahit amatiran ini,

aku menyadari lagi dan lagi.

Merampungkan jahitan 

terasa mirip

seperti menjalani pilihan hidup.

Ada jahitan yang bisa terkejar

sesuai dengan tenggat waktu

dan

ada yang tidak bisa

karena beberapa alasan.

Sedangkan di dunia ini

ada pilihan-pilihan

yang bisa diusahakan.

Namun,

ada pula pilihan-pilihan

yang tidak bisa diusahakan

karena memang sejatinya

tidak ditakdirkan untuk berkesempatan.

 

Kartasura, 25 Desember 2018

Qanifara

Coretan Lama 19; Berdialog dengan Diri Sendiri


Berdialog

Setahun belakangan ini

banyak hal

yang mungkin sulit

untuk kutuangkan

dalam bentuk tulisan ataupun lisan.

Semakin ke sini,

semakin kusadari

bahwa tidak semua orang bisa

menangkap dengan tepat

apa yang ingin kita sampaikan.

Pun kusadari

bahwa tidak semua orang

siap secara mental,

secara emosi untuk bersedia

menjadi pendengar yang baik

atas segala keluh kesah

atau bahkan

cerita bahagia kita.

Mungkin hanya segilintir orang

yang betul-betul bersedia

menjadi pendengar

yang baik sekaligus

yang dapat memahami

setiap maksud dengan tepat.

Kini tak akan lagi

kupaksakan untuk menjelaskan.

Tidak perlu kepada banyak orang,

cukup kepada

yang benar-benar bersedia mendengar

dan

dapat memahami dengan tepat.

Kalau tidak bisa,

barangkali akan kubagi

dengan diriku sendiri.

Barangkali juga,

menyulam bisa menjadi

salah satu mediaku

untuk berkontemplasi.

Untuk mendengarkan isi hati

yang sebenar-benarnya.

Untuk berdialog dengan diriku sendiri

tanpa ada interupsi,

bisa dengan ditemani

secangkir teh atau kopi.   

 

Kartasura 20 November 2019  

Qanifara

Coretan Lama 18; Perpisahan, Kita Semua Berhak Bahagia


Perpisahan

Kadang ada saat di mana kau harus pergi

menjauh dari mereka

yang sejatinya tidak ditakdirkan

untuk bisa memahami arti keberadaanmu.

Atas dasar rasa sakit

yang tak tertahankan lagi.

Untuk apa bersama tapi saling menyakiti?

Untuk apa bersama tapi tidak bisa saling berbagi,

memahami, mengisi, dan melengkapi?

Pergi bukan hanya demi kebaikan diri sendiri

tapi juga demi kebaikan bersama.

Sebab sebagai manusia,

kita semua berhak bahagia.

 

Kartasura, 29 Oktober 2018

Qanifara

Coretan Lama 17; Kembali pada Panggilan Hati


Panggilan Hati

Semua kembali pada panggilan hati.

Pun pekerjaan.

Tanpa ada paksaan.

Melainkan sepenuh cinta dan ketulusan.

Lagi-lagi Tuhan menyuruh waktu

untuk menjawab

ke mana hati dan jiwa ini

akan berlabuh.

Entah kepada apa atau kepada siapa.

Entah seberapa lama.

Entah seberapa dalam proses yang akan ada.

Sedangkan aku senantiasa

memaksa waktu untuk menjawab.

Jawabannya pastilah,

“Tunggu lebih lama lagi.

Bersabarlah.” 

 

Kartasura, 4 November 2016

Qanifara

Coretan Lama 16; Mengeluh Kala Kesulitan adalah Hal yang Wajar


Kesulitan

Mengeluh

bila sedang dilanda kesulitan

adalah hal yang wajar.

Kesusahan memang diperlukan dalam hidup

supaya kita dapat lebih menghargai

setiap nikmat luar biasa dari Tuhan

yang sering kali diwujudkan

lewat hal-hal sederhana

yang selalu syarat akan makna.   

 

Kartasura, 3 Juli 2016

Qanifara

Coretan Lama 15; Diam-diam Mencari Arti Semua yang Terjadi


Diam diam

Mencari arti tentang semua yang telah terjadi.

Menyaring isi hati dan pikiran

di salah satu sudut dekat jendela rumah makan.

Diam-diam melepas yang semu,

menanamkan yang nyata.    

 

Kartasura, 7 September 2017 

Qanifara