Obrolan Santai Mengenai Assesmen Kompetensi Integritas


Beberapa waktu yang lalu, temenku mempresentasikan desertasi Doktoralnya via online, mengenai Autentik Organisasi, yang dilanjutkan dengan obrolan santai di WAG. Kebetulan waktu Ujian Desertasinya aku hadir, namun saat presentasi online (setelah beliau dinyatakan lulus) aku tidak dapat mengikuti karena ada mengisi even online di waktu yang sama.

Lanjutkan membaca “Obrolan Santai Mengenai Assesmen Kompetensi Integritas”

Serasa Telah Menjadi Agen Generasi yang Turut Mewarnai Peradaban


Aku yang lahir awal 70-an, masih bisa dianggap Generasi Y, dan jelas masuk dalam kategori Urban Digital. Awalnya belajar menulis di papan tulis dengan kapur, sekarang dapat belajar dari berbagai belahan dunia sambil asyik ngemil di dapur.

Aku juga dapat menyebut diriku Generasi 90-an, yang mengalami perubahan secara bertahap perkembangan teknologi informasi digital. Dalam berkomunikasi jarak jauh, dari lewat telpon koin dengan hanya bicara, sekarang sudah dapat dengan video call saling bicara dan bertatap muka secara bersama. Lanjutkan membaca “Serasa Telah Menjadi Agen Generasi yang Turut Mewarnai Peradaban”

Aku, Peranku, Ruang Peranku, dan Berkontribusi, Sebuah Refleksi


Waktu masih bayi, ruang gerakku sebatas tempat tidur, dan selalu menempel pada orang tua yang mengendongku apabila diluar tempat tidur.

Waktu usiaku Balita, masih di bawah lima tahun, Ruang gerakku sebatas rumah, paling juga sesekali  ke rumah tetangga itu pun ditemani orang tua. Peranku lebih banyak sebagai buah hati yang menghibur atau juga merepotkan orang tuaku. Menghibur mereka dengan perkembangan kemampuanku bicara, berlari, melompat menari atau menyanyi. Banyak merepotkan pastinya, mereka mencucikan bajuku, menyiapkan makanku, bahkan juga menggendongku. Lanjutkan membaca “Aku, Peranku, Ruang Peranku, dan Berkontribusi, Sebuah Refleksi”

Hari Orang Tua dan Anak dari Animasi Boruto


Terinspirasi dari film serial Boruto,  Naruto Next Generation, Episode Hari Orang Tua dan Anak. Disana diceritakan pentingnya membangun hubungan yang baik antara orang tua dan anak. Sebuah refleksi pada saat menjalani Karantina Mandiri di rumah aja. Lanjutkan membaca “Hari Orang Tua dan Anak dari Animasi Boruto”

Bagaimana Bicara di Depan Kamera ? Cara Mempersiapkan Diri untuk New Normal


Kemarin sore, Senin pukul 16.00 WIB, aku @Psikodrama_id dengan Bro Rasyid @rasyid.harry Ngobrol santai live di Instagram. Kami membicarakan pengalaman Bro Rasyid, yang pernah mebuat film indi, youtuber, sutradara teater, dan profesinya sekarang tukang resensi film.

Aku merasa perlu memiliki kemampuan bicara di depan kamera dengan baik. Pekerjaanku sebagai Praktisi Psikodrama, berbagi pengalaman dan melakukan terapi kelompok tidak dapat dilakukan secara offline. Pandemi Covid 19, mengharuskan menjaga jarak fisik dan pihak berwenang melarang unutk membuat kerumunan atau berkelompok, maka mengajar jarak jauh perlu aku lakukan. Aku melakukan eksplorasi tindakan baru, yaitu berlatih berbicara di depan kamera. Aku melakukan live di Instagram dengan mengajak sahabat yang sudah berpengalaman melakukannya. Lanjutkan membaca “Bagaimana Bicara di Depan Kamera ? Cara Mempersiapkan Diri untuk New Normal”

Sebenarnya Lebih Banyak Penyesalan, Namun itu Menjadi Alasan untuk Perbaikan


ya,…kala aku memikirkan apa yang telah aku lakukan, dan aku renungkan. Banyak kesalahan yang telah kuperbuat. Menyakiti orang orang yang peduli padaku. Membuang kesempatan diriku untuk maju. Ada juga hutang yang belum aku bayar, baik finansial maupun moral. Sementara waktu terus melaju.

Lanjutkan membaca “Sebenarnya Lebih Banyak Penyesalan, Namun itu Menjadi Alasan untuk Perbaikan”

NEW NORMAL adalah MATINYA HIPERREALITA


Ini tulisan bagus untuk direnungkan, bukan tulisanku, ini tulisan aslinya (NEW NORMAL adalah MATINYA HIPEREALITA ). Aku share di sini agar dapat kusimpan untukku, dan orang lain yang mungkin membutuhkan juga. Selamat merenungkan.

Lanjutkan membaca “NEW NORMAL adalah MATINYA HIPERREALITA”

Bagaimana Psikodrama Mensikapi New Normal Pasca Pandemi Covid 19 ?


Dunia ini panggung sandiwara ceritanya mudah berubah,…. demikian lirik sebuah lagu yang terkenal di abad 20 lalu. Masih tetap relevan dapat dijadikan inspirasi dalam melihat situasi Normal Baru yang terjadi.

Dalam istilah drama situasi yang ada oleh Stanislavski disebut Given Circumtance, atau situasi terberi. Keadaan yang diberikan diterapkan pada setting total kondisi lingkungan dan situasional yang mempengaruhi tindakan yang dilakukan setiap aktor dalam drama. New Normal adalah Given Circumtance ini. Lanjutkan membaca “Bagaimana Psikodrama Mensikapi New Normal Pasca Pandemi Covid 19 ?”

Tak Mudah Memahami Pesan dari Drama Serial Hanya dari Satu Episode


Episode kali ini tentang berita sedih, yang diterima Konoha tentang Jiraiya yang gugur dalam menjalankan misinya. Kepedihan nampak di setiap tokoh yang ada, dengan ekspresi yang berbeda.

Aku dapat merasakan kepedihan itu, karena aku mengikuti seluruh episode sebelumnya. Cerita masih berlanjut panjang, aku akan tetap merasa pedih jika episode ini adalah yang terakhir. Lanjutkan membaca “Tak Mudah Memahami Pesan dari Drama Serial Hanya dari Satu Episode”

Cara Menghadapi Situasi Sulit ( Pandemi Covid 19 ), Menurut Ajaran Ilmu Kebatinan


Ajaran Ilmu Kebatinan ini diyakini oleh Samin Wedhus, tokoh di tulisan Soesilo Toer, dalam bukunya “Pram dari Dalam, di bagian yang berjudul, Siapa pun Tak Berhak Merancang Nasib?”.

Ilmu yang sederhana yang ditekuni, dihayati dan dijadikan bagian dari hidupnya. Terbukti dalam serba kekurangan, keterbatasan dan kemiskinan hidup, ia berhasil mengembangkan usaha beternak kambing (Wedhus). Samin Rejo mendapatkan gelar Samin Wedhus. Ini sedikit penghinaan, tetapi bagi dia, itu berkah, itu tradisi, dan ia terima dengan tangan terbuka, lapang dada. Banyak orang juga mendapat gelar tanpa harus kuliah di perguruan tinggi, namun malah melambungkan namanya di kemudian hari. Istilah sekarang Personal Branding. Lanjutkan membaca “Cara Menghadapi Situasi Sulit ( Pandemi Covid 19 ), Menurut Ajaran Ilmu Kebatinan”