Coretan Lama 35; Dialog Fiksi #2 Apakah Kau Tahu Hal yang Membuatku Tenang?


Dialog Fiksi #2

“Apakah kau tahu salah satu hal yang membuatku tenang?”

“Apa?”

“Ketika aku sedang tidak jatuh cinta kepada siapa-siapa.”

“Mengapa begitu?”

“Karena bagi orang ringkih sepertiku,

rasanya seperti membawa beban

di pundak dan pikiran.

Sudah terlalu sering aku melebih-lebihkan ekspektasi itu sendiri.

Selebihnya, aku tidak ingin menyakiti diriku sendiri untuk kesekian kali.”

“Lalu bagaimana jika ada seseorang yang jatuh cinta kepadamu?”

“Aku rasa tidak ada.”

“Kalau ada, bagaimana?”

“Belum.

Belum saatnya.”

 

Kartasura, 6 Februari 2019

Qanifara

Coretan Lama 34; Dialog Fiksi #1 “Aku Tidak Ingin Pulang,”


“Aku tidak ingin pulang,” teriakmu

di kebun binatang

seperti anak kecil

yang sedang kegirangan

berada di toko mainan.

“Kenapa?” tanyaku seolah bingung

padahal aku paham maksudnya.

“Karena saat aku kembali ke tempat tidur,

aku kembali merasa

bahwa ada harapan-harapan

yang tidak bisa terawat dengan baik

khususnya ketika aku memandangi

punggungnya atau menerima pelukannya.

Kami sebetulnya

tak lebih dari sepasang manusia

yang tidak bahagia

tetapi terlalu memaksakan diri

agar terlihat bahagia.

Sering kali

ini membuatku tersiksa.

Katanya dia baik-baik saja.

Aku tidak percaya.

Barangkali dia hanya sibuk

menyangkal perasaannya.

Dia laki-laki

yang cukup baik sebetulnya,

tetapi kini

aku tidak lagi nyaman

bila bersamanya.”

 

Kartasura, 21 Januari 2019

Qanifara

Coretan Lama 33; Fase Kehampaan dan Kepahitan


Fase

Kehampaan dan kepahitan

yang kupelajari

baik dari kehidupan orang lain atau kehidupanku sendiri

sering membuatku merasa

seperti lima belas tahun lebih tua

daripada usiaku

yang sebenarnya.

Pemikiranku

sudah sampai ke mana-mana.

Tapi langkahku

masih jauh.

Masih banyak fase

yang harus kujalani dan lalui.

Yang kutahu,

ada lubang dalam hatiku

yang perlu ditambal,

ada sisi kanak-kanak dalam diriku

yang perlu kubasuh dan kurawat

lukanya.

Agar aku bisa lebih tangguh

menjalani lika-liku kehidupan.

 

Kartasura, 6 Oktober 2018

Qanifara

Berlatih Berani Jujur dalam Proses Psikodrama dengan Teknik Sosiometri Lokogram


Pada tahap warming up ada satu teknik yang sering aku gunakan dalam mengajak peserta untuk lebih berani jujur pada diri sendiri, yaitu Sosiometri, Lokogram. Peserta aku minta melakukan pemilihan hal yang penting dalam hidup. Apakah mereka memilih untuk hidup secara benar, atau baik atau jujur.

Aku menentukan 3 titik di lantai dalam jarak tertentu, yang aku beri tanda dengan selendang warna. Titik 1 aku beri selendang warna putih untuk yang memilih bahwa yang penting dalam hidup adalah baik. Titik 2 warna kuning untuk benar dan Titik 3 warna merah untuk jujur. Lanjutkan membaca “Berlatih Berani Jujur dalam Proses Psikodrama dengan Teknik Sosiometri Lokogram”

Coretan Lama 32; Ketenteraman Hati dan Pikiran


Ketenteraman

Setiap orang

mempunyai masing-masing cara

untuk menenteramkan

hati dan pikiran.

Lakukanlah apapun

yang dapat membuat

hati dan pikiranmu

tenteram.

Kalau kau

masih belum mengetahui caranya,

carilah cara itu

terus menerus.

Bila kau

memiliki niat

yang baik dan kuat,

kelak Tuhan

akan memberimu jalan

untuk menemukannya.

 

Kartasura, 29 Agustus 2016

Qanifara

Coretan Lama 30; Pertemuan Dua Hati


Pertemuan

Setiap pertemuan terjadi

atas dasar dua hati

yang saling digerakkan Tuhan.

Dalam setiap pertemuan,

entah dengan siapapun,

entah lama atau sesaat sekalipun,

akan selalu melahirkan

berbagai sudut pandang

yang baru

tentang kehidupan

untuk kita.

Dan sering kali

kita baru bisa menyadari

arti dari setiap pertemuan

saat kita dihadapkan

pada jarak

atau bahkan

saat kita

memutuskan

untuk berpisah.

 

Kartasura, 27 Agustus 2016

Qanifara

Coretan Lama 29; Minat Butuh Tempat yang Tepat agar Tersalur tidak Sia sia


Minat

Setiap manusia

membutuhkan pengalihan

agar sejenak dapat melupa

pada resah yang ada.

Setiap manusia

membutuhkan tempat

yang tepat

untuk menyalurkan minat.

Agar kelebihan

yang Tuhan beri

pada setiap manusia

tidak berakhir sia-sia.

 

Kartosura, 30 September 2017

Qanifara

Refleksi Buah Cinta yang Belum Sempat Tumbuh dari Cerita Pendek Drama Perjuangan Hidup Prita


Dari sudut pandangku sebagai Penulis

Aku belum pernah hamil. Aku pastinya belum pernah mengalami keguguran. Aku belum pernah bersetubuh dengan orang lain. Barangkali cerita tentang keguguran yang kutuliskan adalah simbol dari ketidaksiapanku untuk punya anak. Kalau orang-orang pada umumnya takut bila tidak bisa punya anak, aku malah sebaliknya. Salah satu ketakutan terbesarku adalah punya anak. Lanjutkan membaca “Refleksi Buah Cinta yang Belum Sempat Tumbuh dari Cerita Pendek Drama Perjuangan Hidup Prita”

Coretan Lama 28; Aku Belajar Memahami Seseorang


Belajar Memahami

Bagiku memahami buku sama halnya

dengan memahami seseorang.

Dibutuhkan kesabaran.

Kita tidak bisa menilai

hanya dari segi permukaan atau luarnya saja,

tetapi kita perlu mendalami keseluruhan isi

yang ada di dalamnya

dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang.

Juga dibutuhkan perasaan

dan pikiran yang selaras.

Sebab sering kali dengan memahami,

kita baru bisa menerima,

memaafkan,

serta mensyukuri

segala hal baik di masa lalu

maupun di masa sekarang.

 

Kartasura, 13 Juli 2016

Qanifara