KEJUARAAN PEMBOHONG TERBESAR DI DUNIA


Merdeka !

Kalau Anda menganggap diri Anda seorang pembohong hebat dan bangga menceritakan kehebatan kisah hidup, cerita spektakuler, maka kompetisi Pembohong Terbesar di Dunia bisa menjadi acara terbaik yang perlu Anda ikuti.

Kontes ini terbuka untuk siapa saja yang hadir dan setiap calon pembohong diberi waktu lima menit untuk mengatakan ketidakbenaran terbesar dan paling meyakinkan yang dapat mereka kumpulkan.

Yang terbaik adalah cerita kebohongan yang menghibur, lucu dan fantastis.
Kontes diadakan di Eskdale di sisi barat tengah Lake District England. Lanjutkan membaca “KEJUARAAN PEMBOHONG TERBESAR DI DUNIA”

Asal Usul Ilmu Psikologi Perlu Klarifikasi Definisi


Perlu klarifikasi dalam pendefinisian dan asal usul (ilmu) psikologi (nosologi). Sejak Hippocrates menemukan adanya gejala-gejala gangguan medis yang tidak ditimbulkan oleh penyebab fisik, maka muncullah temuan terminologi ‘penyebab non-medis dan atau non-fisik’. Dari sinilah kemudian muncul terminologi “psikis (psyche)” untuk menyebutnya sebagai gejala penyebab non-medis yang menimbulkan keluhan medis tersebut.
Singkatnya, Ilmu yang menaunginya, kemudian disebut “psikologi”. Lanjutkan membaca “Asal Usul Ilmu Psikologi Perlu Klarifikasi Definisi”

Panduan Latihan Playback Theater I Penciptaan Kesan


Latihan Playback Theater Pertama

“PENCIPTAAN KESAN”

Tujuan :
Untuk mendukung interaksi dan komunikasi yang lebih baik di antara peserta
Untuk memperkenalkan ide akan penciptaan dan pengartian ulang suatu kesan

POLA LATIHAN

Permainan Interaktif

1. Skala
Peserta diminta membayangkan ada garis memanjang di ruangan di mulai nomor satu hingga sepuluh. Mintalah mereka menempatkan diri dan membentuk barisan berdasarkan tinggi, ukuran sepatu, warna rambut, seberapa menyukai drama, dll. (Mintalah usulan peserta mengenai hal/kriteria untuk membuat urutan. Dalam satu posisi boleh lebih dari satu orang) Lanjutkan membaca “Panduan Latihan Playback Theater I Penciptaan Kesan”

Apakah Aku Bersedia Belajar dari Yang Lebih Muda ?


Wow,… pertanyaan reflektif yang menarik !

Ada ungkapan dalam bahasa Jawa yaitu Kebo Nyusu Gudel. Ungkapan yang sedikit menghinakan yang ditujukan pada orang tua yang belajar dari anaknya. Orang tua yang dianggap tidak memiliki pengetahuan/kemampuan yang cukup sehingga bergantung hidup pada anaknya. Padahal secara fisik dan mental masih terlihat bugar.

Sekarang perkembangan teknologi informasi begitu pesat. Perkembangan yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Baik kehidupan sosial maupun psikologis bahkan spiritual. Lanjutkan membaca “Apakah Aku Bersedia Belajar dari Yang Lebih Muda ?”

Manfaat Musik Bagi Kesehatan Mental


Ketika aku menulis refleksi tentang hidupku, atau menulis tugas yang perlu ditulis, aku sering sambil mendengarkan musik. Banyak pilihan musik di YouTube, untuk menulis dan membantu konsentrasi atau pun untuk healing. Di sini aku mengutip komentar yang menarik di salah satu channel YouTube, Bach – Classical Music for Relaxation. Batapa musik dapat membantu dalam konsentrasi dan memberikan ketenangan jiwa.

Many years ago, as a young teacher in London, I was at a loss at how to keep a difficult class quiet and on task. I had read somewhere about the calming effects of baroque music. It worked perfectly. After that, I played it regularly. On one occasion, I set a task forgetting to turn it on. A hand went up. “Sir, the music.” ~ Kang Hero Lanjutkan membaca “Manfaat Musik Bagi Kesehatan Mental”

5 Manfaat Penerapan Psikodrama sebagai Metode Belajar


Bagi para pengajar, guru, trainer atau pun pendamping komunitas. cobalah menerapkan metode psikodrama dalam proses pembelajaran dan dapatkan beberapa keunggulan dibandingkan dengan cara belajar konvensional selama ini.

Berikut adalah beberapa manfaat yang akan didapatkan dengan menerapkan metode psikodrama 

1. Mendapatkan kegembiraan dalam belajar

Semua peserta diajak terlibat, berinteraksi mengungkapkan diri dalam belajar dengan metode psikodrama ini. Suasana dibangun boleh salah, agar berani dalam bereksplorasi tindakan. Makin banyak membuat kesalahan berarti makin banyak belajar, tidak pernah salah berarti tidak pernah belajar. Sering dalam berinteraksi terjadi hal hal yang tidak terduga, spontan dan menimbulkan kelucuan dan kegembiraan. Suasana belajar lebih menyenangkan. Setiap permainan memiliki tujuan dan saling berkaitan dalam mengeksplorasi materi pelatihannya.

2. Dapat dilakukan dimana saja

Keseluruhan proses dilakukan dengan bertindak, aktif bergerak, peserta tidak perlu menulis. Mereka diajak untuk berbagi, saling bercerita, berdialog, bergerak dan bermain. Kegiatan tersebut dapat dilakukan di mana saja, baik di ruang kelas tertutup atau pun di luar ruangan. dapat di dalam aula gedung, dapat pula di lapangan terbuka. Proses belajar dapat dilaksanakan di mana saja.

3. Dapat dilakukan dalam kelompok yang heterogen

Proses belajarnya dengan berinteraksi sehingga heterogenitas malah dapat memberi peluang eksplorasi. Kelompok dapat dicampur dari berbagai kriteria untuk tujuan tertentu. Perbedaan umur dapat disatukan untuk belajar menghargai perbedaan kebutuhan. Perbedaan etnis digabungkam untuk menghargai keberagaman. Perbedaan keyakinan diajak bermain bersama untuk belajar toleransi. Semua orang dari berbagai kelompok dapat dipastikan senang bermain. Sejauh sudah dapat berinteraksi, permainan dapat dilakukan dan proses belajar dapat terjadi.

4. Mendukung cara berpikir tingkat tinggi (HOTS)

Belajar dalam Ranah kognitif yang dikemukakan Bloom direvisi oleh Lorin Anderson, David Krathwohl, dkk. pada 2001. Urutannya menjadi (1) mengingat (remember); (2) memahami (understand); (3) mengaplikasikan (apply); (4) menganalisis (analyze); (5) mengevaluasi (evaluate); dan (6) mencipta (create).

Tingkatan 1 hingga 3, sesuai konsep awalnya, dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS). Sedangkan butir 4 sampai 6 dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTSHigh Order Thingking Skill ).

Tertulis di atas bahwa salah satu hal yang menunjukkan hasil dari HOTS adalah kemampuan mencipta. Psikodrama adalah Drama Spontan, melakukan Akting secara spontan dan otentik. Iswadi Pratama Sutradara Teater Satu Lampung, di BUKU SAKU AKTOR, mengungkapkan bahwa akting adalah mencipta, Bahan, Alat, dan hasil karyanya adalah diri sendiri. Tidak seperti seniman di bidang lain, aktor/aktris adalah pencipta sekaligus materi dan instrumen (alat), dan hasil ciptaan (karya), semuanya menyatu dalam diri sendiri. berdasarkan pernyataan Iswadi itu maka belajar dengan metode psikodrama adalah belajar cara berpikir tingkat tinggi (HOTS)

5. Hidup tidak akan sama lagi

Psikodrama adalah Eksplorasi Tindakan menurut Adam Blatner. Eksplorasi Tindakan, juga mengeksplorasi Rasa dan Pikiran. Peserta diajak masuk ke Surplus Reality, menjelajahi kemungkinan tanpa batas, melakukan tindakan yang belum pernah dilakukan, mengungkapkan perasaan yang terpendam, serta berpikir dari berbagai sudut pandang. Kesemuanya menghasilkan kesadaran baru. Peserta memiliki cara pandang baru terhadap dirinya, sehingga mampu melihat dari cara yang berbeda.

Dramakan saja impianmu. Otak sesungguhnya tidak membedakan impian dengan realitas. Tetapi saat impianmu dibentuk dalam drama. Kenyataanlah yang sedang dihadapi saat ini dan di sini. Psikodrama melampauinya ruang dan waktu, menghadirkan masa lalu atau masa depan dalam kesadaran yang utuh dan real. (Iip Fariha)

Proses Akting, melibatkan tiga instrumen psikologi yaitu kognisi, afeksi, dan psikomotorik. Selaras dengan metode Psikodrama melibatkan tiga instrumen, Pikiran, Rasa dan Tindakan. Peserta dalam bereksplorasi diajak untuk bertindak, dilanjutkan untuk merasakan tindakan itu. Perasaan itu disadari hingga muncul pengalaman baru. Pengalaman yang direfleksikan secara sadar akan menjadi pengetahuan yang memperkaya pikiran. Proses refleksi dapat dibawa hingga menyentuh aspek spiritual. Kesadaran yang menyentuh aspek spiritual adalah hidup baru.

Yogyakarta, 13 Juni 2022

Retmono Adi

 

5 Elemen Kunci Menentukan Kehendak Tuhan dan Panggilan Hidup, Praktik Psikologi Transpersonal


Aku temukan tayangan Youtube yang menarik, tentang kunci menentukan Kehendak Tuhan. ini bukan tentang pelajaran agama melainkan lebih kepada pelajaran spiritual, atau peziarahan hidup kita.

Tertulis judulnya  “How to Discern God’s Will (and Your Vocation) w/ Fr. Vincent Yeager”. Aku membaca di kolom komentar tulisan dari Ces Cheung. Ia menulis rangkuman 5 elemen kunci dan memberikan catatan tambahan.  Di sini aku tuliskan ulang berdasarkan pemahamanku bahwa hal ini selaras dengan Psikologi transpersonal serta dapat dikolaborasikan dengan psikodrama.

5 Elemen Kunci Menentukan Kehendak Tuhan dan Panggilan Hidup

1. Apakah itu sesuai dengan Kehendak Tuhan?

Kita pilih untuk mencintainya menurut hukum Tuhan dan bukan hanya mengikuti emosi Anda.

2. Apakah itu mendorong konversi?

Apakah itu akan membuat aku lebih menjalani keutamaan hidup? Karena inilah tujuan dari setiap panggilan manusia

3. Konsistensi

Bagaimana Tuhan telah berbicara dalam hidup Anda sebelum ini. Pengalaman rohani yang pernah terjadi padaku. Apakah ini dalam pola yang sama?

4. Bagaimana konfirmasinya?

Seharusnya konfirmasi ini tidak menjadi langkah yang didahulukan. Tanda-tanda spiritual yang terjadi dalam pengalaman hidup, apakah itu dari Tuhan atau bukan? perlu arahan dari ahlinya untuk obyektifikasi. Peran pembimbing spiritual menjadi sangat penting.

5. Keyakinan hati

Pastikan dalam hati muncul semangat baru, makin mantap menjalani pilihan ini. Arah spiritual menekankan pentingnya rasa (nurani) kita ditetapkan di atasnya.

Selanjutnya Ces Cheung memberikan catatan lainnya yang tidak kalah penting.

  1. Bicaralah dengan orang-orang yang pernah menjalani kehidupan spiritual seperti itu
  2. Perhatikan tanda-tanda Tuhan, pastikan menuju hidup dalam kebaikan
  3. Ketahuilah bahwa panggilan hidup adalah panggilan untuk memikul salib (tugas dan tanggung-jawab) khusus kita
  4. Kenali kebebasan (kehendak bebas) kita dalam menentukan panggilan hidup
  5. Tuhan menempatkan orang-orang dalam hidup kita untuk membimbing kita ke arah yang Dia ingin kita tuju.

Selamat menjalani peziarahan hidup dengan menemukan Kehendak Tuhan yang dapat menuntun kita dalam hidup keutamaan.

Yogyakarta, 8 Juni 2022

Retmono Adi

Apa yang Menjadikan Psikodrama Menarik Bagiku?


Psikodrama mengajak aku menyadari drama hidupku, sebelum aku mengolah drama hidup orang lain. Aku melihat drama hidupku dari berbagai sudut pandang dari pelaku yang terlibat. Aku berdiri di sepatu mereka. Ini adalah empati. Aku langsung diajak ke inti dari menjadi terapis psikologi. Ya,…modal utama dari seorang praktisi psikologi adalah empati.

Sementara waktu itu, awal-awal aku belajar mempraktekkan ilmu psikologi. Aku ditekankan untuk tidak terlibat emosi dalam proses konseling profesional. Sedikit kesalahpahamanku tentang pengertian transferens ini. Pemahamanku tentang hal itu merupakan sebuah sikap yang kurang cocok dengan diriku yang sensitip. Aku pribadi yang mudah mengunakan rasa. Padahal maksud dari para senior itu mengajak untuk mewaspadai impact dari tranferens itu. Psikolog perlu hati hati bukannya dilarang. Lanjutkan membaca “Apa yang Menjadikan Psikodrama Menarik Bagiku?”

Surat Kepada Jiwa-Jiwa Merdeka


Kepada Yth

Jiwa jiwa merdeka yang terkurung dalam tubuh fana,

 

Apakah hidup seperti ini yang memang kau inginkan untuk dijalani ?

Mengapa ada marah yang masih menggelora dalam dada?

Adakah salah yang masih kau lihat dari luar dirimu?

atau sebenarnya kemarahan pada kelemahan dirimu sendiri yang takut kau akui?

 

Kau cerita tentang perjuangangan yang telah kau lakukan,

namun kau akui juga bahwa itu tidak ada makna dan karya yang nyata,

apakah betul demikian?

dari kacamata apa kau lihat hal itu ?

 

owh iya kau tidak melihat itu semua.

kau sibuk melihat kesalahan orang lain,

yang menjadikan hampir semua rencanamu tidak berhasil

dan hidup yang seperti ini

yang lalu kau jalani.

 

Sekali lagi, aku bertanya,

Apakah hidup seperti ini yang kau inginkan?

tak tahukah bahwa akan ada waktu

ketakutanmu menjadi tindak kejahatan ?

 

Yogyakarta 23 November 2021

Retmono Adi

Ternyata Asmara yang Menjadikanku Terlunta, Sebuah Praktek Proses TeleKonseling via WhatApps


Tulisan ini sudah seijin yang bersangkutan. Dibagikan agar dapat menjadi inspirasi bagi kawan yang ingin melakukan telekonseling dan kawan yang mungkin memiliki permasalahan serupa.
Aku tuliskan seperti yang terjadi pada chat WhatApps, agar tetap otentik.

Oh ya proses ini adalah proses yang kesekian kalinya ya,..jadi telah terjadi proses saling percaya dalam komunikasi lewat WhatApps ini.

Yuks, kita ikuti prosesnya.

+ Hallo selamat malam kak maaf jika saya menggangu waktu kakak malam-malam Lanjutkan membaca “Ternyata Asmara yang Menjadikanku Terlunta, Sebuah Praktek Proses TeleKonseling via WhatApps”