Coretan Lama 08; Bersabarlah Sayang


Bersabarlah sayang,

lelah dan resah ini

tidak akan berlangsung selamanya.

Pejamkan mata,

ingat-ingat lagi tentang segala kebaikan-Nya

yang pernah membanjirimu

bahagia, selamat, sejahtera nafas,

dan

kesempatan berharga lainnya

yang tak terhitung.

Bersabarlah sayang,

percaya saja bahwa kelak akan ada masanya

jiwamu terasa penuh dipeluk mesra

Sang pelipur lara.

 

Kartasura, 21 Juli 2018

Qanifara

Puisi Senja


Senja

Temarammu selamanya kurindu
Pesonamu senantiasa kutunggu
Nuansamu selalu kutunggu

Sebelum menutup hari
Kau masih menampakkan indahnya alam ini
Karunia Illahi

Merangkai semangat ‘tuk esok
Yang akan muncul di ufuk
Merangkum asa terbentuk

<p value="<amp-fit-text layout="fixed-height" min-font-size="6" max-font-size="72" height="80"><strong>Kartika Widia – 2021012</strong>7Kartika Widia – 20210127

Coretan Lama 07; Bisikan pada Lautan


Dalam riuhnya ombak pantai

yang menggulung pasang surut kehidupan,

aku ingin berbisik pada lautan.

Bahwa kelak

kau dan aku

akan dipersatukan

pada persamaan

prinsip

dan

tujuan

yang tidak terlepas dari restu Tuhan.

Atas kesabaran

yang penuh pengorbanan.

 

Kartasura, 17 Desember 2018

Qanifara

Coretan Lama 06; Tinggal Bersama Kehampaan


Kehampaan

masih saja meminta untuk tinggal bersama.

Sementara aku

tak kuasa menolaknya.

Bahkan

dalam tidurku yang panjang,

ia ingin selalu ada,

bersandar padaku

dalam waktu yang lebih lama.

Wahai hampa,

pergilah,

dan

kepadaku,

janganlah kau setia.

 

Kartasura, 26 Desember 2018

Qanifara

Coretan Lama 05; Pijakan Hati Bimbang


Masih di sini,

berpijak pada hati yang bimbang,

kadang menjadikan langkah tidak seimbang.

Mencari pegangan,

namun justru kehampaan yang datang

dan memelukku erat.

Katanya ia sedang tidak mau melepaskan.

Aku bertanya, sampai kapan?

Ia tetap saja memelukku erat

sambil tersenyum

tanpa mau memberikan jawaban.

 

Kartasura, 16 November 2018

Qanifara

Coretan Lama 04; Rentan, Mencoba Menguatkan Diri


Rentan

Mencoba menguatkan diri,

agar bertahan dalam gejolak yang tak pasti.

agar bertahan meskipun dalam sunyi.

Lalu berbisik pada diri sendiri.

Bahwa barangkali ada saat di mana diri ini

tidak lagi harus berekspektasi tinggi-tinggi.

Nyatanya

hati ini masih rentan

pada mimpi-mimpi

yang tak pasti.

 

 Kartasura, 27 Desember 2018

Qanifara

Kamu Belahan Jiwaku


Jumpa denganmu adalah suatu anugrah
Jauh darimu adalah sesuatu yang membuat ku resah

Suka cita bahagia tercipta
Selalu ada sapa diantara kita

Segala peristiwa kita lalui bersama
Suka ceria dijalani penuh makna

Semua membuat bahagia
Apapun wujud bentuknya

Selamanya kita bersama
Tak terhalang beban rasa
Semua menjadi hidup kita nyaman sentosa

Kartika Widia – 20210121

Coretan Lama 02; Arti Rumah adalah Tempat untuk Pulang Hati


Sejauh apa pun kau berkelana,

sekeras apa pun kau memperjuangkan hidup,

sesukses apa pun kau di masa depan,

pada akhirnya kau akan selalu mencari tempat untuk pulang.

Bukan sekadar tempat untuk mengistirahatkan raga

melainkan juga tempat di mana hatimu memutuskan untuk tinggal.

Barangkali ‘rumah’ adalah sebutan yang tepat bagi orang-orang yang dipilihkan Tuhan untukmu.

Mereka yang memeluk mesra hatimu dari jauh, menjagamu lewat doa.

Mereka yang selalu menyambut kepulanganmu dengan penuh suka cita.

Mereka yang tidak segan untuk membantumu bangkit saat kau terjatuh.

Mereka yang dapat membantumu membangkitkan rasa bahagia dalam jiwamu.

Mereka yang mengenalkanmu pada arti ketulusan.

Tidak harus banyak,

bila kau bisa menemukan beberapa atau hanya seseorang saja,

itu sudah lebih dari cukup.

 

Kartasura, 12 September 2016

Qanifara

Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #13 Akhir yang Bahagia


Satriaku

Suatu sore aku kebingungan mencari Satria. Dia belum makan sejak pagi. Biasanya dia selalu mengeong dan mengendus-endus kakiku saat lapar. Biasanya kalau lapar dia tidak bisa tidur nyenyak. Kucari-cari di dalam rumah, kupanggil namanya berkali-kali, ternyata dia ada di teras, sedang tertidur nyenyak dekat pot tanaman. Mungkin dia baru saja berburu tikus, pikirku. Tapi di dekatnya kulihat ada bekas makanan yang bentuknya mirip seperti whiskas. Biasanya aku memberinya potongan ayam paha rebus. Lalu siapa yang memberinya whiskas?

“Nama kucingmu sama seperti namaku. Apa kau sengaja memberikan nama itu?” Lanjutkan membaca “Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #13 Akhir yang Bahagia”