Tips Menulis Membangun Komitmen Diri untuk Menulis


Menulis butuh komitmen. Begitulah yang sering kita dengar. Aku sepakat bulat. Masalahnya bagaimana menumbuhkan komitmen dalam menulis ini?

Nah, disini, aku mau menuliskan pemikiranku bagaimana menumbuhkan komitmen tersebut.

Komitmen akan muncul dengan sendirinya jika menulis menjadi kebutuhan, bukan sekedar keinginan. Perlu untuk mencari alasan sehingga menulis bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Kebutuhan yang jika tidak terpenuhi akan memiliki resiko yang nyata, konkrit, misalnya Pusing, mual mual…ups bercanda. Lanjutkan membaca “Tips Menulis Membangun Komitmen Diri untuk Menulis”

Tips Menulis agar Menarik dari Seorang Sutradara ( Sutradara terkenal,… lho! )


Tulisan ini terpancing oleh beberapa tulisan yang ditulis temen-temen Mahasiswa UIN Semarang, setelah bertemu Mas Iswadi Pratama, Sutradara Pementasan Srinthil di Teater Arena Taman Budaya Surakarta pada tanggal 3 Juli 2019 lalu. Mereka menulis memang untuk Artikel di majalah (online) kampusnya. Lanjutkan membaca “Tips Menulis agar Menarik dari Seorang Sutradara ( Sutradara terkenal,… lho! )”

Bagaimana Menggunakan Psikologi Untuk Menulis Cerita yang Luar Biasa


Psikologi dan menulis saling mempengaruhi mengenai memahami bagaimana cara seseorang berpikir dan berperilaku serta alasannya. Namun Anda tidak perlu menjadi sarjana psikologi terlebih dahulu untuk menulis sebuah cerita yang bagus.

Psikologi dan menulis

Mungkin Anda adalah seorang pantser. Anda menyelami sebuah ide cerita dengan karakter yang dibangun bersamaan datang ide pada pikiran Anda. Setelah sekitar 3 atau 4 chapter, cerita tersebut menjadi berantakan dan anda tidak tahu mengapa. Lanjutkan membaca “Bagaimana Menggunakan Psikologi Untuk Menulis Cerita yang Luar Biasa”

Tanggapan Menelusuri Jejak Pikiran Salah vs Benar saat Kanak-kanak


Terkait pemikiran benar dan salah saat kanak-kanak atau mungkin menurutku bagi semua anak kecil memang menjadi satu-satunya acuan dalam berperilaku, anak-anak masih sederhana dalam kemampuan berpikirnya. Lagi pula satu-satu nya ukuran adalah norma keluarga yang direfepresentasikan oleh orang tua. Saat orang tua memiliki otoritas untuk menerapkan apa yang menurut mereka benar dan salah, maka sebagai anak kecil pun aku dan siapa pun mungkin akan menyakini itulah kebenaran dan kesalahan. Lanjutkan membaca “Tanggapan Menelusuri Jejak Pikiran Salah vs Benar saat Kanak-kanak”

Pentingnya Menulis Pengalaman setelah Mengikuti Workshop Psikodrama


Saya setiap akhir workshop Psikodrama mengharapkan peserta untuk menuliskan pengalamannya mengikuti workshop Psikodrama ini. Pendapatnya sebelum mengikuti, Perasaan selama mengikuti, dan pelajaran yang didapat setelah mengikuti.

Beberapa hal yang menjadi alasannya adalah :
1. Sebagai fasilitator Psikodrama, saya dapat melihat progres/feedback dari tulisan peserta, yang dapat saya gunakan untuk tindaklanjut pembelajarannya, (saya ingin memastikan bahwa peserta memiliki pemahaman yang seperti saya harapkan) atau juga untuk bahan koreksi cara saya dalam memfasilitasi workshop Psikodrama.
2. Peserta yang mampu menuliskan dengan jujur, jelas dan runtut, dapatlah dianggap dalam kondisi Psikologis yang sehat. Ada pernyataan bahwa Pribadi yang sehat adalah Pribadi yang mampu mengungkapkan dirinya dengan baik.
3. Sementara bila belum sepenuhnya jujur, kurang jelas, dan kurang runtut, dapat dilihat telah terjadi proses terapeutik. Jadi alasan pertama ini adalah Menulis dapat dijadikan/dianggap sebagai terapi lanjutan.
4. Setiap tulisan saya upload di wordpress saya, agar dapat dibaca oleh orang lain, sehingga makin banyak orang yang mengenal Psikodrama
5. Saya juga menyatakan bahwa hal ini bukan kewajiban, dengan maksud agar tidak menjadi beban. Saya informasikan bahwa tulisan tersebut jika tidak ingin diupload juga boleh, ingin diupload dengan nama samaran boleh juga.

 

Retmono Adi

Aku Bisa Mengekspresikan Diri Aku


“Banyak orang yang ingin belajar menulis, tapi tidak sedikit juga yang merasa bingung..mau mulai menulis dari mana?”
_

Belajar menulis merupakan keinginan aku sejak lama. Kalau ditanya mau menulis apa?
Yachh…menulis apa saja yang sekiranya bermanfaat bagi orang banyak; bisa berupa puisi, kata-kata mutiara, cerpen, cerber atau pun novel; sifatnya bisa menghibur atau pun berbagi kisah dan pengalaman; walaupun tidak selalu tentang aku, namun setidak-tidaknya dapat memberi pembelajaran maupun inspirasi bagi uang membacanya.

Kalau dibayangkan… sepertinya menyenangkan kalau kita bisa menulis. Kalau dibayangkan lagi…seketika jadi bingung mau mulai menulis dari mana yaa??

Nah…pertanyaan di atas memotivasi diri aku. Bisa dengan lebih rajin membaca tulisan orang-orang di media sosial, buku-buku, novel-novel, dan sebagainya.

Kenapa ya mereka bisa menulis sampai panjang kali lebar, bahkan ada yang detail?

Bagaimana caranya mereka menentukan tokoh, setting, dan sebagainya?

Akhirnya aku malah jadi pusing sendiri. Dan…jadilah tulisan singkat ini…hehehe…

Lanjut…jadi mikir lagi…apa ya manfaatnya aku nulis ini?

Hmm…mungkin belum ada manfaat yang berarti buat orang lain. Tapi setidaknya, aku bisa mengekspresikan isi hati aku, bisa tersenyum baca tulisan aku sendiri yang notabene asal tulis dan aku yakin ini bisa jadi motivasi aku untuk belajar menulis dengan lebih baik.

Dan…yang lebih penting lagi, tulisan ini tidak mengganggu atau pun menjelekkan orang lain.

#pureaboutme
#murnitentangmenulis
#tetapsemangat
#terusbelajar
#janganlupabahagia
#salahsatutempatternyamandisudutrumah
#8102018

 

Putu Kaltim

Menulis Buku : Ide 1 Persen, Selanjutnya 99 Persennya Kerja Keras


Sabtu, 29 September 2018, Aku ikut seminar yang diadakan oleh Keluarga Alumni Gadjah Mada, KGM, mengenai bagaimana Menulis Buku. Ada beberapa hal penting yang ingin aku catat dan aku bagikan dalam mengikuti acara itu. menurutku ini berguna untuk menulis buku atau pun untuk berkarya atau membuat Produk yang akan dijual.

Penceramah mengungkapkan 3 hal penting dalam menulis buku, yaitu : Lanjutkan membaca “Menulis Buku : Ide 1 Persen, Selanjutnya 99 Persennya Kerja Keras”