Autobiografi, Salah Satu Cara Pencarian Diri


Adalah kami Angkatan 91 Psikologi UGM. Beberapa dari kami membuat WAG untuk berlajar menulis. Di group itu aku menawarkan ide langsung membuat buku tentang perjalanan hidup sejak kami bertemu di tahun 1991 hingga 2021. Pengalaman selama 30 tahun yang diharapkan dapat memberikan wawasan kepada adik-adik mahasiswa Psikologi dan adik-adik SMA yang ingin merangkai masa depan. Lanjutkan membaca “Autobiografi, Salah Satu Cara Pencarian Diri”

Coretan Lama 14; Candu yang Lebih Sehat


Candu

Setelah semua yang terjadi,

sudikah kau untuk kembali lagi,

wahai harapan?

Bisakah kau memberikanku candu

yang lebih sehat daripada secangkir minuman berkafein?

Sebab kau sendiri adalah canduku

yang sedang menghilang.

Kembalimu hanya sekejap.

Kemudian menghilang dalam waktu

yang tidak bisa ditentukan.

 

Kartasura 24 Mei 2017 

Qanifara

Ide Menulis Muncul dalam Perjalanan #Tips Menulis


Awalnya diniatkan untuk mengetahui bagaimana prosedurnya dalam mendapatkan Kartu Prakerja. Aku langsung saja mendaftar dan mengikuti arahan yang ada. Perlu fokus dan konsisten terus maju, akhirnya aku lolos mendapatkan Kartu Prakerja. 

Aku mendaftar pelatihan yang memang aku butuhkan, yaitu kelas menulis kreatif non fiksi. Aku ingin meningkatkan kemampuanku menulis untuk meningkatkan penyebaran Psikodrama dan menawarkan kegiatan pelatihannya. Lanjutkan membaca “Ide Menulis Muncul dalam Perjalanan #Tips Menulis”

Menulis untuk Menjaga Kesehatan Mental Menghadapi Pandemi Corona


Pandemi yang terjadi saat ini tentu telah menjadikan berbagai perubahan kebiasaan, perubahan perilaku, keadaan menjadi tidak pasti. Bagi kebanyakkan orang perubahan dapat membawa tekanan emosi, apalagi dibanjiri berita yang menakutkan dengan penularan Covid-19 yang cepat dan korban yang terus bertambah tiap hari. Lanjutkan membaca “Menulis untuk Menjaga Kesehatan Mental Menghadapi Pandemi Corona”

Psikodrama? Apakah ini Jalanku Menjemput Bahagia? Sebuah Testimoni Belajar Psikodrama 03


Bagaimana cara memperoleh kebahagiaan yang kuingini? Aku belum siap menikah. Aku belum bisa bekerja lagi karena masih perlu menyelesaikan studi. Aku belum siap menghadapi tuntutan, beban, dan tanggung jawab yang besar. Mengurusi diriku saja aku belum becus. Bahkan untuk jatuh cinta lagi dengan seseorang saja, sepertinya aku belum siap. Belum siap menanggung perihnya tersakiti oleh ekspektasiku sendiri. Lagi dan lagi. Lanjutkan membaca “Psikodrama? Apakah ini Jalanku Menjemput Bahagia? Sebuah Testimoni Belajar Psikodrama 03”

Menulis sebagai Cara Terapi Jangka Pendek


Aku mengikuti Webinar, dan mendapatkan materi The Use of Writing as Therapy in the Short-term oleh Nadine Santos. Aku ingin tulis ulang dan kusimpan di sini, agar dapat kubaca ulang dan dibaca orang lain yang mungkin membutuhkan.

Ada 3 hal yang disampaikan yaitu :

  1. Menulis memiliki sifat Terapeutik
  2. Bukti bagaimana menuliskan cerita berpengaruh terhadap kehidupan kita
  3. Cara Mempraktekkannya.

Kekuatan Tranformasi Menulis

Menulis sebagai cara penyembuhan – bagaimana kita menceritakan kisah kita, mengubah hidup kita (Louise De Salvo,)

Menulis adalah Keberanian (Pramoedya Ananta Toer) * ini tambahanku sendiri. Lanjutkan membaca “Menulis sebagai Cara Terapi Jangka Pendek”

Saran Skripsi Cepat Selesai, Balada Kaum Rebahan, by Iip Fariha


Lingkaran itu bulat, sama kayak stress itu bikin mbulet

Mager karena stress menghadapi skripsi atau mager karena tak ada kegiatan lain selain urus skripsi. Sama-sama stress. Lebih sering rebahan merupakan sebab atau mungkin juga akibat. Demikian juga sakit kepala. Telur dulu atau ayam dulu. Sama-sama dari telur yang keluar dari ayam.

Pikiran, perasaan dan tindakan itulah esensi dari diri kita. Kadang sulit memilah mana yang duluan muncul, pikiran dulu atau perasaan dulu, atau gara-gara tindakan tertentu. Kalau kita tak bisa memilah dan mengendalikan ,minimal salah satunya. Maka stress bagai lingkaran syetan tak jelas ujung pangkalnya. Lanjutkan membaca “Saran Skripsi Cepat Selesai, Balada Kaum Rebahan, by Iip Fariha”

Tips Menulis, Membangun Komitmen Diri untuk Menulis


Menulis butuh komitmen. Begitulah yang sering kita dengar. Aku sepakat bulat. Masalahnya bagaimana menumbuhkan komitmen dalam menulis ini?

Nah, disini, aku mau menuliskan pemikiranku bagaimana menumbuhkan komitmen tersebut.

Komitmen akan muncul dengan sendirinya jika menulis menjadi kebutuhan, bukan sekedar keinginan. Perlu untuk mencari alasan sehingga menulis bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Karena Kebutuhan yang jika tidak terpenuhi akan memiliki resiko yang nyata, konkrit, misalnya pusing, mual mual…ups bercanda. Lanjutkan membaca “Tips Menulis, Membangun Komitmen Diri untuk Menulis”

Tips Menulis agar Menarik dari Seorang Sutradara Teater Satu Lampung


Tulisan ini terpancing oleh beberapa tulisan yang ditulis temen-temen Mahasiswa UIN Semarang, setelah bertemu Mas Iswadi Pratama (Sutradara Teater Satu Lampung)  Sutradara Pementasan Srinthil di Teater Arena Taman Budaya Surakarta pada tanggal 3 Juli 2019 lalu, dengan aktrisnya Trie Utami. Mereka menulis memang untuk Artikel di majalah (online) kampusnya. Lanjutkan membaca “Tips Menulis agar Menarik dari Seorang Sutradara Teater Satu Lampung”

Bagaimana Menggunakan Psikologi Untuk Menulis Cerita yang Luar Biasa


Psikologi dan menulis saling mempengaruhi mengenai memahami bagaimana cara seseorang berpikir dan berperilaku serta alasannya. Namun Anda tidak perlu menjadi sarjana psikologi terlebih dahulu untuk menulis sebuah cerita yang bagus.

Psikologi dan menulis

Mungkin Anda adalah seorang pantser. Anda menyelami sebuah ide cerita dengan karakter yang dibangun bersamaan datang ide pada pikiran Anda. Setelah sekitar 3 atau 4 chapter, cerita tersebut menjadi berantakan dan anda tidak tahu mengapa. Lanjutkan membaca “Bagaimana Menggunakan Psikologi Untuk Menulis Cerita yang Luar Biasa”