Menulis untuk Menjaga Kesehatan Mental Menghadapi Pandemi Corona


Pandemi yang terjadi saat ini tentu telah menjadikan berbagai perubahan kebiasaan, perubahan perilaku, keadaan menjadi tidak pasti. Bagi kebanyakkan orang perubahan dapat membawa tekanan emosi, apalagi dibanjiri berita yang menakutkan dengan penularan Covid-19 yang cepat dan korban yang terus bertambah tiap hari. Lanjutkan membaca “Menulis untuk Menjaga Kesehatan Mental Menghadapi Pandemi Corona”

Psikodrama? Apakah ini Jalanku Menjemput Bahagia? Sebuah Testimoni Belajar Psikodrama 03


Bagaimana cara memperoleh kebahagiaan yang kuingini? Aku belum siap menikah. Aku belum bisa bekerja lagi karena masih perlu menyelesaikan studi. Aku belum siap menghadapi tuntutan, beban, dan tanggung jawab yang besar. Mengurusi diriku saja aku belum becus. Bahkan untuk jatuh cinta lagi dengan seseorang saja, sepertinya aku belum siap. Belum siap menanggung perihnya tersakiti oleh ekspektasiku sendiri. Lagi dan lagi. Lanjutkan membaca “Psikodrama? Apakah ini Jalanku Menjemput Bahagia? Sebuah Testimoni Belajar Psikodrama 03”

Menulis sebagai Cara Terapi Jangka Pendek


Aku mengikuti Webinar, dan mendapatkan materi The Use of Writing as Therapy in the Short-termoleh Nadine Santos. Aku ingin tulis ulang dan kusimpan di sini, agar dapat kubaca ulang dan dibaca orang lain yang mungkin membutuhkan.

Ada 3 hal yang disampaikan yaitu :

  1. Menulis memiliki sifat Terapeutik
  2. Bukti bagaimana menuliskan cerita berpengaruh terhadap kehidupan kita
  3. Cara Mempraktekkannya.

Kekuatan Tranformasi Menulis

Menulis sebagai cara penyembuhan – bagaimana kita menceritakan kisah kita, mengubah hidup kita (Louise De Salvo,)

Menulis adalah Keberanian (Pramoedya Ananta Toer) * ini tambahanku sendiri. Lanjutkan membaca “Menulis sebagai Cara Terapi Jangka Pendek”

Saran Skripsi Cepat Selesai, Balada Kaum Rebahan, by Iip Fariha


Lingkaran itu bulat, sama kayak stress itu bikin mbulet

Mager karena stress menghadapi skripsi atau mager karena tak ada kegiatan lain selain urus skripsi. Sama-sama stress. Lebih sering rebahan merupakan sebab atau mungkin juga akibat. Demikian juga sakit kepala. Telur dulu atau ayam dulu. Sama-sama dari telur yang keluar dari ayam.

Pikiran, perasaan dan tindakan itulah esensi dari diri kita. Kadang sulit memilah mana yang duluan muncul, pikiran dulu atau perasaan dulu, atau gara-gara tindakan tertentu. Kalau kita tak bisa memilah dan mengendalikan ,minimal salah satunya. Maka stress bagai lingkaran syetan tak jelas ujung pangkalnya. Lanjutkan membaca “Saran Skripsi Cepat Selesai, Balada Kaum Rebahan, by Iip Fariha”

Tips Menulis Membangun Komitmen Diri untuk Menulis


Menulis butuh komitmen. Begitulah yang sering kita dengar. Aku sepakat bulat. Masalahnya bagaimana menumbuhkan komitmen dalam menulis ini?

Nah, disini, aku mau menuliskan pemikiranku bagaimana menumbuhkan komitmen tersebut.

Komitmen akan muncul dengan sendirinya jika menulis menjadi kebutuhan, bukan sekedar keinginan. Perlu untuk mencari alasan sehingga menulis bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Kebutuhan yang jika tidak terpenuhi akan memiliki resiko yang nyata, konkrit, misalnya Pusing, mual mual…ups bercanda. Lanjutkan membaca “Tips Menulis Membangun Komitmen Diri untuk Menulis”

Tips Menulis agar Menarik dari Seorang Sutradara ( Sutradara terkenal,… lho! )


Tulisan ini terpancing oleh beberapa tulisan yang ditulis temen-temen Mahasiswa UIN Semarang, setelah bertemu Mas Iswadi Pratama, Sutradara Pementasan Srinthil di Teater Arena Taman Budaya Surakarta pada tanggal 3 Juli 2019 lalu. Mereka menulis memang untuk Artikel di majalah (online) kampusnya. Lanjutkan membaca “Tips Menulis agar Menarik dari Seorang Sutradara ( Sutradara terkenal,… lho! )”

Bagaimana Menggunakan Psikologi Untuk Menulis Cerita yang Luar Biasa


Psikologi dan menulis saling mempengaruhi mengenai memahami bagaimana cara seseorang berpikir dan berperilaku serta alasannya. Namun Anda tidak perlu menjadi sarjana psikologi terlebih dahulu untuk menulis sebuah cerita yang bagus.

Psikologi dan menulis

Mungkin Anda adalah seorang pantser. Anda menyelami sebuah ide cerita dengan karakter yang dibangun bersamaan datang ide pada pikiran Anda. Setelah sekitar 3 atau 4 chapter, cerita tersebut menjadi berantakan dan anda tidak tahu mengapa. Lanjutkan membaca “Bagaimana Menggunakan Psikologi Untuk Menulis Cerita yang Luar Biasa”

Tanggapan Menelusuri Jejak Pikiran Salah vs Benar saat Kanak-kanak


Terkait pemikiran benar dan salah saat kanak-kanak atau mungkin menurutku bagi semua anak kecil memang menjadi satu-satunya acuan dalam berperilaku, anak-anak masih sederhana dalam kemampuan berpikirnya. Lagi pula satu-satu nya ukuran adalah norma keluarga yang direfepresentasikan oleh orang tua. Saat orang tua memiliki otoritas untuk menerapkan apa yang menurut mereka benar dan salah, maka sebagai anak kecil pun aku dan siapa pun mungkin akan menyakini itulah kebenaran dan kesalahan. Lanjutkan membaca “Tanggapan Menelusuri Jejak Pikiran Salah vs Benar saat Kanak-kanak”

Pentingnya Menulis Pengalaman setelah Mengikuti Workshop Psikodrama


Saya setiap akhir workshop Psikodrama mengharapkan peserta untuk menuliskan pengalamannya mengikuti workshop Psikodrama ini. Pendapatnya sebelum mengikuti, Perasaan selama mengikuti, dan pelajaran yang didapat setelah mengikuti.

Beberapa hal yang menjadi alasannya adalah :
1. Sebagai fasilitator Psikodrama, saya dapat melihat progres/feedback dari tulisan peserta, yang dapat saya gunakan untuk tindaklanjut pembelajarannya, (saya ingin memastikan bahwa peserta memiliki pemahaman yang seperti saya harapkan) atau juga untuk bahan koreksi cara saya dalam memfasilitasi workshop Psikodrama.
2. Peserta yang mampu menuliskan dengan jujur, jelas dan runtut, dapatlah dianggap dalam kondisi Psikologis yang sehat. Ada pernyataan bahwa Pribadi yang sehat adalah Pribadi yang mampu mengungkapkan dirinya dengan baik.
3. Sementara bila belum sepenuhnya jujur, kurang jelas, dan kurang runtut, dapat dilihat telah terjadi proses terapeutik. Jadi alasan pertama ini adalah Menulis dapat dijadikan/dianggap sebagai terapi lanjutan.
4. Setiap tulisan saya upload di wordpress saya, agar dapat dibaca oleh orang lain, sehingga makin banyak orang yang mengenal Psikodrama
5. Saya juga menyatakan bahwa hal ini bukan kewajiban, dengan maksud agar tidak menjadi beban. Saya informasikan bahwa tulisan tersebut jika tidak ingin diupload juga boleh, ingin diupload dengan nama samaran boleh juga.

 

Retmono Adi

Aku Bisa Mengekspresikan Diri Aku


“Banyak orang yang ingin belajar menulis, tapi tidak sedikit juga yang merasa bingung..mau mulai menulis dari mana?”
_

Belajar menulis merupakan keinginan aku sejak lama. Kalau ditanya mau menulis apa?
Yachh…menulis apa saja yang sekiranya bermanfaat bagi orang banyak; bisa berupa puisi, kata-kata mutiara, cerpen, cerber atau pun novel; sifatnya bisa menghibur atau pun berbagi kisah dan pengalaman; walaupun tidak selalu tentang aku, namun setidak-tidaknya dapat memberi pembelajaran maupun inspirasi bagi uang membacanya.

Kalau dibayangkan… sepertinya menyenangkan kalau kita bisa menulis. Kalau dibayangkan lagi…seketika jadi bingung mau mulai menulis dari mana yaa??

Nah…pertanyaan di atas memotivasi diri aku. Bisa dengan lebih rajin membaca tulisan orang-orang di media sosial, buku-buku, novel-novel, dan sebagainya.

Kenapa ya mereka bisa menulis sampai panjang kali lebar, bahkan ada yang detail?

Bagaimana caranya mereka menentukan tokoh, setting, dan sebagainya?

Akhirnya aku malah jadi pusing sendiri. Dan…jadilah tulisan singkat ini…hehehe…

Lanjut…jadi mikir lagi…apa ya manfaatnya aku nulis ini?

Hmm…mungkin belum ada manfaat yang berarti buat orang lain. Tapi setidaknya, aku bisa mengekspresikan isi hati aku, bisa tersenyum baca tulisan aku sendiri yang notabene asal tulis dan aku yakin ini bisa jadi motivasi aku untuk belajar menulis dengan lebih baik.

Dan…yang lebih penting lagi, tulisan ini tidak mengganggu atau pun menjelekkan orang lain.

#pureaboutme
#murnitentangmenulis
#tetapsemangat
#terusbelajar
#janganlupabahagia
#salahsatutempatternyamandisudutrumah
#8102018

 

Putu Kaltim