10 Cara Tetap Sehat dan Bahagia oleh Iip Fariha


Ini bukan urutan, ini hanya kunci-kunci sehat atau tips yang mudah-mudahan cocok dan salah satunya bisa anda praktekan secara rutin sebagai teknik healing untuk menjaga kesehatan mental anda. Dalam 10 hari ini, sesungguhnya sudah kita bahas secara bertahap. Saya akan ulang lagi secara umum, terutama bagi yang baru bergabung agar mendapatkan gambaran yang utuh : Lanjutkan membaca “10 Cara Tetap Sehat dan Bahagia oleh Iip Fariha”

Tanggapan Kasus, Selamat Tinggal Covid-19, Mari Tetap Sehat dan Bahagia


Awal tahun 2020 menjadi tahun baru yang penuh dengan kejutan. Walaupun di Indonesia, dianggap terlambat dalam merespon wabah Covid 19, namun kita tak perlu bertanya mengapa? mengapa …kita tak lagi bersama ? mungkin kita mulai bosan … bersahabat dengan alam… ( maaf ini bukan lagu Ebiet ). Saya tidak akan bertanya mengapa. Tapi mari cermati saja apa yang terjadi dan bagaimana kita menghadapinya. Lanjutkan membaca “Tanggapan Kasus, Selamat Tinggal Covid-19, Mari Tetap Sehat dan Bahagia”

Di rumah Aja, Karantina Mandiri Fokus pada yang Positip


Karantina diri bagi saya yang biasa bergerak terus memang tidak enak. Mencoba di rumah aja, padahal biasanya jam begini saya sudah beredar di mana-mana. Meski tidak positif, bukan PDP, bahkan juga bukan ODP, tapi menyadari bahwa dengan menjaga diri tetap di rumah dapat membantu mempercepat selesainya masalah Covid ini.

Saya beruntung sebab meskipun di rumah aja, namun masih ada kegiatan rutin yang bisa dilakukan. Berpikir bahwa meski saya tak suka, tapi saya berada di tempat yang aman. Banyak teman teman yang ingin di rumah aja, namun tidak dapat melakukannya. Jadi kita yang dapat di rumah aja, adalah orang-orang yang beruntung. Lanjutkan membaca “Di rumah Aja, Karantina Mandiri Fokus pada yang Positip”

Beberapa Waktu Merenung, Sebuah Refleksi Kehidupan Menghadapi Kematian


Kejadian saat ini,
Mengingatkan pada 28 September 2018.
“Berhadapan dengan kematian”.
Kejadian saat ini, pembelajarannya mungkin serupa.

Waktu itu, masuk 3 meter ke dalam tanah.
Tertimbun reruntuhan, dilindungi meja guru dari kayu jati, direndam air hingga se dada, gelap gulita, sempit, sesak, seperti dalam kuburan, susah bergerak, diam seperti bayi dengan 1 posisi yang sama selama 12 jam, seperti bayi dalam kandungan (dalam kandungan Mother Earth) Lanjutkan membaca “Beberapa Waktu Merenung, Sebuah Refleksi Kehidupan Menghadapi Kematian”

Gunung Meletus, Psikodrama untuk Anak Belajar Tematik di Rumah


Sekarang saatnya untuk tinggal di rumah karena Pandemi Covid 19 terjadi di mana mana. Pemerintah sudah menginstruksikan untuk di rumah saja, sekolah juga di minta melakukan proses belajar jarak jauh. Anak-anak di rumah dan guru mengajar juga dari rumah. Kesemuanya dilakukan demi memperlambat laju penyebaran pendemi virus Corona.

Aku punya teman guru Taman Kanak Kanak dan Kelompok bermain yang membagikan materi yang dibuatnya untuk anak-anak belajar di rumah. Ia membagikan via WhatsApp. Aku sudah minta ijin untuk dituliskan dan dibagikan di sini. Ia mengijinkan bahkan ia juga sudah minta ijin dari orang tua anak, yang ada  di videonya. Lanjutkan membaca “Gunung Meletus, Psikodrama untuk Anak Belajar Tematik di Rumah”

Berbagi Pengalaman, Mahasiswi UMM Mengambil Tesis Psikodrama pada Narapidana Remaja


Saya penelitian di LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) mas, Narapidana remaja kasusnya penganiayaan baik ringan maupun berat. Psikodrama saya modifikasi bentuknya menjadi self-regulation group therapy. Karena target nya disini adalah regulasi diri, jadi saya fokus pada cara bagaimana mereka bisa mengendalikan emosi, kognisi dan perilakunya dalam keseharian, lebih tepatnya saya mengajarkan skills baru tentang bagaimana cara menyampaikan ke 3 aspek itu dalam bentuk-bentuk yang lebih bisa diterima dan sehat. Lanjutkan membaca “Berbagi Pengalaman, Mahasiswi UMM Mengambil Tesis Psikodrama pada Narapidana Remaja”

Anak Setan..!! Serial White Rose (5)


Hai semuanya… gimana kabarnya nee… hmmm… kisahku di jaman SMA segitu aja dulu mungkin nanti akan flasbak tuk di episodde selanjutnya… tapi tuk kali ini kita lanjut ke masa sebelum kuliah ke dua tetapi sudah lulus ya… ok mari kita lanjutkan….

Setelah lulus SMA itu adalah perpisahan yang cukup menyakitkan, karena harus berpisah dengan kedua temanku itu. Tapi… ga apalah… kan masih bisa dapat teman baru dan pastinya seru… tapi sayangnya aku tidak lulus SPMB jadi ga bisa masuk perguruan tinggi, tapi aku mencoba untuk ke kuliah pariwisata swasta. Lanjutkan membaca “Anak Setan..!! Serial White Rose (5)”