9 Pelajaran Utama dari Buku “Write It Down, Make It Happen”


“Write It Down, Make It Happen”

Tulisan ini selaras dengan ide terapi menulis, dan masih dalam ranah psikodrama, maka aku terjemahkan dan aku simpan di sini. Kali aja ada kawan yang berminat membaca dan dapat manfaat juga.

Yuks

  1. Jika kita secara spesifik menuliskan tujuan, kita akan mengaktifkan bagian otak kita yang membantu fokus pada tujuan tersebut. Visualisasi adalah cara untuk memandu otak kita ke tujuan yang kita impikan.
  2. Otak kita tidak pandai membedakan imajinasi dari kenyataan. Itu sebabnya kita selalu bangun sebelum kita jatuh di dalam mimpi. Jika kita menemukan cara menjadikan otak berpikir bahwa mimpi kita adalah kenyataan, itu akan menjadikan otak bekerja untuk mencapainya.
  3. Bagaimana cara terbaik untuk menjadikannya ? Dengan menuliskan tujuan spesifik untuk otak kita dan membiarkannya memprosesnya secara perlahan dan hati-hati. Belum lagi: berulang kali.
  4. Gunakan Sistem Pengaktifan Reticular kita untuk mendapatkan Manfaatnya.Otak kita memiliki fitur yang oleh para ilmuwan disebut “sistem pengaktifan reticular” atau disingkat RAS. Ini semacam filter otak yang membantu pikiran kita fokus pada hal-hal penting dan mengabaikan data yang tidak relevan.
  5. Jika kita menuliskan tujuan dan niat kita – baik dalam jangka pendek maupun panjang – Kita dapat melatih otak untuk menyaring hal-hal yang mungkin tidak mengarah pada pemenuhan harapan dan impian tersebut. Jadi, otak bawah sadar kita akan terus bekerja, bahkan ketika kita tidak mengetahuinya.
  6. Untuk memotivasi diri kita sendiri demi tujuan terbesar kita, capailah dari yang kecil terlebih dahulu dan tambahkan kemurahan hati dengan tujuan sosial.
  7. Menuliskan impian dan cita-cita kita seperti memasang papan bertuliskan, Open for Business.
  8. Menuliskan ketakutan, kita menghilangkan cengkeraman mereka pada kita; menuliskan kebalikan dari ketakutan, kita memberdayakan dan memberi energi pada kita untuk mulai berpikir secara berbeda.
  9. KIta tidak perlu menulis besarannya untuk mengungkapkan tujuan. Kita cukup menulis daftar item yang pendek dan sederhana, sespesifik mungkin, yang dapat memantapkan niat kita.

 

Semoga bermanfaat 🙂

 

Yogyakarta. 4 Maret 2022

Retmono Adi

 

*Terjemahan bebas dari utasan twitter @1deepNote

Tolong bantu kami dengan me-share kepada yang membutuhkan

8 Tips Penerapan Psikologi untuk Keberhasilan Negosiasi


Penerapan psikologi untuk mengatasi permasalahan nyata dalam drama kehidupan adalah psikodrama. Bagaimana membangun hubungan yang baik dan saling menguntungkan adalah Negosiasi. Bagaimana kita memainkan drama negoisasi ini,agar tercapai yang kita harapkan? Ada tulisan terjemahkan di bawah ini semoga bermanfaat.

Yuks

  1. Berpenampilan yang baik.

Kesan pertama diperhitungkan dan berdampak pada hasil negosiasi.Berpenampilanlah untuk memberi kesan tertentu. Penampilan yang berani dan profesional menunjukkan keandalan dan kepercayaan diri. Hal ini dapat menunjukkan bahwa kita peduli dengan pertemuan dan hasilnya. Lanjutkan membaca “8 Tips Penerapan Psikologi untuk Keberhasilan Negosiasi”

Bahasa Tubuh yang Perlu Kita Ketahui


Pemahaman mengenai bahasa tubuh sangat diperlukan untuk mendukung praktek psikodrama. Aku temukan utas menarik di twitter tentang bahasa tubuh ini, maka aku terjemahkan dan kusimpan di sini. Barangkali ada juga yang membutuhkannya.

Yuks

  1. Tatapan Mata.

Menatap langsung ke mata orang lain saat melakukan percakapan dapat dipahami bahwa kita tertarik dan memperhatikan orang itu. Perlu hati-hati dan disadari bahwa kontak mata yang berkepanjangan  dapat membuat orang lain merasa terancam.Hal ini selaras dengan jika kita sering memalingkan muka karena kita merasa terganggu dan tidak nyaman. Lanjutkan membaca “Bahasa Tubuh yang Perlu Kita Ketahui”

Bagaimana Penerapan 8 Tahap Perkembangan Psikososial Erik Erikson dalam Psikodrama


Apa yang dimaksud dengan psikososial?

Definisi Psikososial adalah “hubungan dinamis antara aspek psikologi dan sosial, dimana masing-masing saling berinteraksi dan mempengaruhi secara berkelanjutan.”

Apa yang dimaksud dengan perkembangan psikososial?

Perkembangan psikososial adalah perkembangan yang berkaitan dengan emosi, motivasi dan perkembangan pribadi manusia serta perubahan mengenai bagaimana individu berhubungan dengan orang lain. Lanjutkan membaca “Bagaimana Penerapan 8 Tahap Perkembangan Psikososial Erik Erikson dalam Psikodrama”

Kesadaran Diri Muncul dari Melihat Video Affirmasi Diri


Hallo selamat sore Kak… Semoga Kaka dalam keadaan sehat dan baik 🙏

Kemarin saya menonton sebuah video mengenai afirmasi diri kak… Mengenai seseorang yang selalu berusaha mendapatkan afirmasi dari orang lain bahwa dirinya dicintai dan berharga dan hanya dengan pengakuan dari orang lain lah ia baru bisa bahagia… Lanjutkan membaca “Kesadaran Diri Muncul dari Melihat Video Affirmasi Diri”

Ternyata Asmara yang Menjadikanku Terlunta, Sebuah Praktek Proses TeleKonseling via WhatApps


Tulisan ini sudah seijin yang bersangkutan. Dibagikan agar dapat menjadi inspirasi bagi kawan yang ingin melakukan telekonseling dan kawan yang mungkin memiliki permasalahan serupa.
Aku tuliskan seperti yang terjadi pada chat WhatApps, agar tetap otentik.

Oh ya proses ini adalah proses yang kesekian kalinya ya,..jadi telah terjadi proses saling percaya dalam komunikasi lewat WhatApps ini.

Yuks, kita ikuti prosesnya.

+ Hallo selamat malam kak maaf jika saya menggangu waktu kakak malam-malam Lanjutkan membaca “Ternyata Asmara yang Menjadikanku Terlunta, Sebuah Praktek Proses TeleKonseling via WhatApps”

Panduan Konseling Online dengan Menerapkan Empati Dasar


Pandemi ini membuat terjadinya perubahan sangat cepat dan drastis. Banyak orang merasa bingung, cemas, stres, dan frustasi. Sejumlah orang khawatir sakit atau tertular Covid-19. Di sisi lain mereka juga risau masalah finansial, pekerjaan, masa depan, dan kondisi setelah pandemi.

Pandemi covid 19 dapat disebut dengan bencana biologis. “Secara historis, dampak buruk bencana pada kesehatan mental mempengaruhi lebih banyak orang, dan bertahan lebih lama daripada dampak kesehatan,” kata Joshua C Morganstein, asisten direktur di Pusat Studi Stres Traumatis di Maryland, AS. Lanjutkan membaca “Panduan Konseling Online dengan Menerapkan Empati Dasar”

Autobiografi, Salah Satu Cara Pencarian Diri


Adalah kami Angkatan 91 Psikologi UGM. Beberapa dari kami membuat WAG untuk berlajar menulis. Di group itu aku menawarkan ide langsung membuat buku tentang perjalanan hidup sejak kami bertemu di tahun 1991 hingga 2021. Pengalaman selama 30 tahun yang diharapkan dapat memberikan wawasan kepada adik-adik mahasiswa Psikologi dan adik-adik SMA yang ingin merangkai masa depan. Lanjutkan membaca “Autobiografi, Salah Satu Cara Pencarian Diri”

Bukan Lagi Mimpi, Pelatihan Berbasis Drama di Depan Mata


Sejak kuliah aku memiliki impian bahwa drama atau teater dapat untuk menerapkan ilmu psikologi yang aku tekuni. Seorang kawan lama memintaku menjadi observer untuk mengamati penerapan Seni bagi peningkatan kemampuan karyawan. Adalah Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo (PSBK) melaksanakan program Workshop Kreativitas Berbasis Seni untuk sebuah BUMN, Aku simpan di sini semoga dapat juga diketahui bagi yang membutuhkan.

Catatan Amatan Workshop Kreativitas Berbasis Seni

Art per se is not a therapy but art can be therapeutic

Hasil yang Memuaskan

Lanjutkan membaca “Bukan Lagi Mimpi, Pelatihan Berbasis Drama di Depan Mata”

Hati Hati Melakukan Self Diagnosis terhadap Masalah Psikologi


Yang dimaksud dengan self diagnosis adalah upaya mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi yang didapatkan secara mandiri, misalnya dari teman atau keluarga, dan media sosial bahkan pengalaman sakit di masa lalu, kemudian percaya sepenuhnya dan (tanpa sadar) melakukan tindakan tindakan yang mendukung keyakinannya tersebut.

Walau merasa menunjukkan gejala psikologis tertentu, mendiagnosisnya sendiri merupakan tindakan yang berbahaya karena belum tentu benar-benar menderita gangguan mental yang diyakini.

Aku sebenarnya jika diperiksa dengan alat test psikologi tentang gangguan jiwa pastilah banyak simptom simtom yang “sakit”. Banyak kelakuan yang aku lakukan diluar batas wajar bagi kebanyakkan orang, Bahkan jika aku menemukan atau orang menyebut ada gejala tertentu dalam masalah kejiwaan, malah aku lakukan dan aku tunjukkan perilaku yang mendukung itu. Ada kebanggaan tersendiri yang aku rasakan kala mampu melakukan seperti yang orang anggap “gila” itu. Di sini aku melakukan dengan pilihan sadar dan paham konsekuensi. Hal ini karena aku suka terhadap akting/seni peran. Didukung aku sekarang juga mendalami Psikodrama yang disebut juga eksplorasi tindakan.

Aku berpikiran positip dan sadar terhadap perilaku yang dianggap gangguan kejiwaan itu. Aku bangga melakukannya serta sadar proporsinya, Kapan, di mana dan menikmatinya, dan yang terutama aku mendapatkan respon yang aku harapkan secara “sehat” karena hal itu menjadi karya seni.

Aku bayangkan apabila orang tersebut melakukan perilaku yang “tidak wajar” itu dengan penuh kesakitan dan mendapatkan reward negatif serta dilakukannya bukan berdasarkan pilihan sadar atau terpaksa karena tidak memiliki pilihan lain. sehingga memperparah kondisinya. Perilakunya menjadi tidak produktif dan dapat merugikan orang lain.

Aku tidak bermaksud mendiskreditkan, atau menyalahkan orang itu. Aku melihatnya juga merupakan orang yang perlu dibantu. Kondisi yang dialami memang sedang dalam tekanan psikologi. Ia berusaha mengatasi sendiri, namun kemampuan, wawasan dan teknik metodenya tidak ia kuasai, atau bahkan salah penggunaannya. Situasi yang memperparah permasalahannya. Maka perlu hati hati dalam melakukan self diagnosis ini.

Bagaimana yang sebaiknya dilakukan ?

Pertama, jika hal itu tidak mengganggu atau mempengaruhi dalam menjalani kehidupan sehari hari, Oke aja,..nikmati …kan bosen lah hidup biasa biasa aja, normal normal aja,….eksplorasi saja siapa tahu malah menjadi karya.

Kedua, jika sudah menyulitkan dalam menjalani kehidupan sehari hari, atau bahkan muncul perasaan tidak produktif, tidak berguna, orang orang di sekitar seperti menghindar, atau menarik diri dari lingkungan sosial saatnya untuk meminta bantuan ahlinya. Hubungi profesional kesehatan mental agar mendapat bantuan yang optimal. Ada banyak layanan sosial di masa pandemi ini untuk dukungan psikososial, baik secara online maupun offline, bahkan banyak juga yang tanpa biaya.

Ketiga, perlu dipahami apabila sudah memutuskan untuk meminta bantuan profesional kesehatan mental (dokter jiwa, psikolog) berarti sudah memiliki sikap dan pikiran yang terbuka. Kesadaran diri bahwa keadaan tidak baik baik saja atau sadar bahwa diri sakit merupakan kondisi awal untuk proses kesembuhannya.

Demikian semoga dapat bermaanfaat. Apabila membutuhkan layanan psikologi aku dapat membantu, atau paling tidak dapat menjadi tempat untuk berbagi rasa. Silahkan kontak IG @psikodrama_ig atau twitter @r3tmono via DM.

Feel Free aja.

Terima kasih.

 

Yogyakarta, 29 Oktober 2021

Retmono Adi