Leadership Killer


Nasihat Bijak

Bila dijadikan bahasa Indonesia berarti “Pembunuh Kepemimpinan”. Rasa-rasanya masih kurang keren dibandingkan dengan judul Inggris-nya “Leadership Killer”. Maka judul tulisan ini tetap kunamakan Leadership Killer.

Siapakah Leadership Killer ini? Ia disebut dengan hypocrisy. Sekali lagi sebuah kata dari bahasa Inggris. Akar katanya berasal dari bahasa Yunani yang artinya, ‘beraksi dalam sebuah penampilan teatrikal’ atau bisa juga berarti ‘memainkan sebuah peran atau berpura-pura.’

Dalam bahasa sehari-hari hypocrisy adalah bila apa yang diucapkan ternyata tidak sama dengan yang dilakukan. Dan inilah pembunuh nomor satu bagi pemimpin manapun.

Pelakunya mungkin saja masih hidup, tapi ia tidak lagi menjadi pemimpin. Ingat, “pemimpin” itu tidak sama dengan “pimpinan”. Walalupun kedua-duanya bisa saja menjadi satu dalam satu kepribadian seseorang.

Maka bila seseorang yang menjadi pimpinan tidak mampu membuktikan apa yang ia ucapkan, sebenarnya ia hanya menjadi pimpinan tapi tidak menjadi pemimpin.

Begitu juga sebaliknya. Meski seseorang tidak menjadi pimpinan, tapi ia bisa diangkat…

Lihat pos aslinya 153 kata lagi

Kesuksesan #Goresanku 1


28 September
Seorang sahabat itu, kadang seperti bintang di langit dan tetap kelihatan bersinar.  Juga kadang seperti jarum, walaupun menusuk tetapi selalu bersifat menyatukan ……
25 September
Katanya kita itu dilahirkan orisinal …… jadi, saya rasa menjadi diri sendiri itu lebih baik. Daripada ingin menjadi seperti orang lain, yg belum tentu pas untuk kita perankan.
22 September
Kita tidak bisa membuat semua orang bahagia. Namun, kita pasti bisa membuat seseorang bahagia karena kita sendiri bahagia.
24 November
 Bukan bersyukur karena kita bahagia …… tetapi, kita bahagia karena bersyukur.
24 November
 Jadilah kuat ……. jangan mengatakan pada diri kita sendiri ” aku lelah, aku tak bisa ….. “. Semakin banyak kita menerima pemikiran tersebut, kita akan semakin lemah. Tapi jika kita mengatakan hal2 yang baik dan menguatkan. Kita akan menemukan bahwa tidak ada batas terhadap apa yg kita lakukan untuk menuju kesuksesan.
oleh :  Catharina Tyas Kusumastuty

2 Ukuran Sukses yang Salah tapi Tetap Banyak Digunakan


Nasihat Bijak

Kesuksesan adalah dambaan bagi semua orang. Tapi tahukah kau bahwa sebagian besar manusia di dunia ini masih salah dalam menggunakan ukuran kesuksesan?

Ukuran sukses yang sering digunakan adalah banyaknya harta dan pengikut. Hal ini disampaikan Allah dalam Al Qur’an, surat Saba’ ayat 34-36.

Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya.”

Dan mereka berkata: “Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak- anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab.

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rizki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

(Dalam tafsir di surat lain, anak-anak atau awlaad ini diartikan sebagi pengikut).

Rizki menurut sebagian besar manusia hanyalah banyaknya harta dan pengikut yang dimiliki. Semakin besar harta dan pengikut, semakin besar pula rizkinya. Dan semakin besar rizki, berarti semakin…

Lihat pos aslinya 194 kata lagi

Mengubah Perilaku


bagus…:D

Nasihat Bijak

mengubah perilakuTujuan:

  1. Mengungkap kekuatan perilaku seseorang
  2. Menyadarkan bahwa kita bisa mengatur perilaku kita, yang berdampak pada energi dan motivasi kita

Jumlah Peserta: Bebas

Bahan : Tidak ada

Waktu: 10-15 menit

Langkah Pelaksanaan

Games ini dibagi dalam dua babak. Sebelum dimulai setiap orang diminta untuk mengambil satu pasangan dan menentukan siapa orang pertama dan orang kedua.

Setelah itu, babak pertama dimulai. Orang pertama bercerita kepada orang kedua tentang hobi dan aktivitas yang ia senangi kepada orang kedua. Berikan waktu satu hingga dua menit.

Kemudian giliran orang kedua untuk melakukan hal yang sama. Ia juga harus menceritakan hobi apa yang ia sukai, mengapa ia suka dan bagaimana senangnya ia melakukan hobinya tersebut.

Babak kedua bisa dimulai. Ulangi aktivitas di babak pertama. Namun saat ini dengan perilaku yang berbeda. Yang bercerita membayangkan dirinya sedang berada dalam keadaan yang sial selama hari ini.

Bangun telat, tidak sarapan, ketinggalan bus, datang telat, dimarahi bos, dan…

Lihat pos aslinya 92 kata lagi

Letting go of guilt


christabrennan

imageOne day, during a therapy session I came to a realization that I had been holding onto feelings of guilt, shame, doubt, and regret. I had been hanging onto them for so long that I hardly noticed them anymore. I came to a point where I decided to face my fears and let them go. In that instant it seemed as though a moth came flying out of my body and I understood that the scary monster I called guilt was really just a tiny insect…a moth that had been eating away at me for years. I let my guilt and doubt take up residence in my heart and tell me that if I let them go it would be even worse. I kept them secret, told lies to myself and to others that everything was fine..everything was ok. But I couldn’t see the damage the moth was causing. After this…

Lihat pos aslinya 265 kata lagi

5 Ilusi Personal Branding yang Menjebak


Apa sih Ilusi Personal Branding?

Itu pertanyaan yang bagus, tapi itu menimbulkan pertanyaan “Apa itu Personal Brand”, jadi mari kita mulai dari sana.

Sebuah Personal Brand tidak rumit atau bersifat memuji-muji. Ini hanya cara untuk menggambarkan diri Anda untuk orang-orang yang belum mengenal Anda.

Banyak orang protes “Oh, saya tidak memiliki Personal Brand, dan saya tidak menginginkannya ” tapi itu seperti mengatakan “Saya memilih untuk tidak membuat  bayangan ketika saya berjalan di bawah sinar Matahari.” Lanjutkan membaca “5 Ilusi Personal Branding yang Menjebak”

Vickynisasi “Jendral” Masa Kini


Nasihat Bijak

Sun Tzu berkata, “Di medan pertempuran, ucapan tidak bisa menjangkau semua pasukan, untuk itu digunakan gong dan genderang. Benda-benda juga tidak bisa dilihat dengan jelas oleh semua pasukan, oleh karena itu digunakan bendera.”

Bagaimana dengan jaman sekarang? Bukankah sekarang semua perintah sudah bisa digandakan dengan mesin fotokopi? Juga bisa dikirimkan dalam bentuk email, dan bisa dijelaskan dalam power point.

Dalam kondisi perang, dengan segala bentuk kekacauan yang terjadi, prajurit harus mendapatkan perintah dengan jelas. Dan untuk mendapatkan kejelasan perintah itulah dibutuhkan gong, genderang dan berbagai macam bendera.

Kejelasan perintah itu yang penting, bukan metode dan alatnya. Meski melaui email, power point dan sarana lainnya, bila pesan yang disampaikan tidak jelas, tetap saja “prajurit” tidak akan bisa berjalan sesuai dengan perintah.

Dan kebiasaan lelaki untuk menggunakan kata-kata yang “ndakik”atau kata-kata heboh seperti aliran Vickynisasi menjadikan ketidakjelasan perintah itu menjadi lebih runyam.

Menurutku ada beberapa kata yang sangat tidak jelas seperti…

Lihat pos aslinya 105 kata lagi