Panduan Latihan Playback Theater IV, Bahan Baku Fluid Sculpture


Latihan Playback Theater Keempat

“BAHAN-BAHAN”

Tujuan: Mendukung terciptanya tim kerja yang lebih baik dan memperbaiki presentasi fluid sculpture

POLA LATIHAN

Pemanasan

1. Berhenti dan mulai dengan benar dan salah

2. Hutan tropis

3. Zip-zap biong

Kerjasama tim Lanjutkan membaca “Panduan Latihan Playback Theater IV, Bahan Baku Fluid Sculpture”

Panduan Latihan Playback Theater I Penciptaan Kesan


Latihan Playback Theater Pertama

“PENCIPTAAN KESAN”

Tujuan :
Untuk mendukung interaksi dan komunikasi yang lebih baik di antara peserta
Untuk memperkenalkan ide akan penciptaan dan pengartian ulang suatu kesan

POLA LATIHAN

Permainan Interaktif

1. Skala
Peserta diminta membayangkan ada garis memanjang di ruangan di mulai nomor satu hingga sepuluh. Mintalah mereka menempatkan diri dan membentuk barisan berdasarkan tinggi, ukuran sepatu, warna rambut, seberapa menyukai drama, dll. (Mintalah usulan peserta mengenai hal/kriteria untuk membuat urutan. Dalam satu posisi boleh lebih dari satu orang) Lanjutkan membaca “Panduan Latihan Playback Theater I Penciptaan Kesan”

5 Manfaat Penerapan Psikodrama sebagai Metode Belajar


Bagi para pengajar, guru, trainer atau pun pendamping komunitas. cobalah menerapkan metode psikodrama dalam proses pembelajaran dan dapatkan beberapa keunggulan dibandingkan dengan cara belajar konvensional selama ini.

Berikut adalah beberapa manfaat yang akan didapatkan dengan menerapkan metode psikodrama 

1. Mendapatkan kegembiraan dalam belajar

Semua peserta diajak terlibat, berinteraksi mengungkapkan diri dalam belajar dengan metode psikodrama ini. Suasana dibangun boleh salah, agar berani dalam bereksplorasi tindakan. Makin banyak membuat kesalahan berarti makin banyak belajar, tidak pernah salah berarti tidak pernah belajar. Sering dalam berinteraksi terjadi hal hal yang tidak terduga, spontan dan menimbulkan kelucuan dan kegembiraan. Suasana belajar lebih menyenangkan. Setiap permainan memiliki tujuan dan saling berkaitan dalam mengeksplorasi materi pelatihannya.

2. Dapat dilakukan dimana saja

Keseluruhan proses dilakukan dengan bertindak, aktif bergerak, peserta tidak perlu menulis. Mereka diajak untuk berbagi, saling bercerita, berdialog, bergerak dan bermain. Kegiatan tersebut dapat dilakukan di mana saja, baik di ruang kelas tertutup atau pun di luar ruangan. dapat di dalam aula gedung, dapat pula di lapangan terbuka. Proses belajar dapat dilaksanakan di mana saja.

3. Dapat dilakukan dalam kelompok yang heterogen

Proses belajarnya dengan berinteraksi sehingga heterogenitas malah dapat memberi peluang eksplorasi. Kelompok dapat dicampur dari berbagai kriteria untuk tujuan tertentu. Perbedaan umur dapat disatukan untuk belajar menghargai perbedaan kebutuhan. Perbedaan etnis digabungkam untuk menghargai keberagaman. Perbedaan keyakinan diajak bermain bersama untuk belajar toleransi. Semua orang dari berbagai kelompok dapat dipastikan senang bermain. Sejauh sudah dapat berinteraksi, permainan dapat dilakukan dan proses belajar dapat terjadi.

4. Mendukung cara berpikir tingkat tinggi (HOTS)

Belajar dalam Ranah kognitif yang dikemukakan Bloom direvisi oleh Lorin Anderson, David Krathwohl, dkk. pada 2001. Urutannya menjadi (1) mengingat (remember); (2) memahami (understand); (3) mengaplikasikan (apply); (4) menganalisis (analyze); (5) mengevaluasi (evaluate); dan (6) mencipta (create).

Tingkatan 1 hingga 3, sesuai konsep awalnya, dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS). Sedangkan butir 4 sampai 6 dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTSHigh Order Thingking Skill ).

Tertulis di atas bahwa salah satu hal yang menunjukkan hasil dari HOTS adalah kemampuan mencipta. Psikodrama adalah Drama Spontan, melakukan Akting secara spontan dan otentik. Iswadi Pratama Sutradara Teater Satu Lampung, di BUKU SAKU AKTOR, mengungkapkan bahwa akting adalah mencipta, Bahan, Alat, dan hasil karyanya adalah diri sendiri. Tidak seperti seniman di bidang lain, aktor/aktris adalah pencipta sekaligus materi dan instrumen (alat), dan hasil ciptaan (karya), semuanya menyatu dalam diri sendiri. berdasarkan pernyataan Iswadi itu maka belajar dengan metode psikodrama adalah belajar cara berpikir tingkat tinggi (HOTS)

5. Hidup tidak akan sama lagi

Psikodrama adalah Eksplorasi Tindakan menurut Adam Blatner. Eksplorasi Tindakan, juga mengeksplorasi Rasa dan Pikiran. Peserta diajak masuk ke Surplus Reality, menjelajahi kemungkinan tanpa batas, melakukan tindakan yang belum pernah dilakukan, mengungkapkan perasaan yang terpendam, serta berpikir dari berbagai sudut pandang. Kesemuanya menghasilkan kesadaran baru. Peserta memiliki cara pandang baru terhadap dirinya, sehingga mampu melihat dari cara yang berbeda.

Dramakan saja impianmu. Otak sesungguhnya tidak membedakan impian dengan realitas. Tetapi saat impianmu dibentuk dalam drama. Kenyataanlah yang sedang dihadapi saat ini dan di sini. Psikodrama melampauinya ruang dan waktu, menghadirkan masa lalu atau masa depan dalam kesadaran yang utuh dan real. (Iip Fariha)

Proses Akting, melibatkan tiga instrumen psikologi yaitu kognisi, afeksi, dan psikomotorik. Selaras dengan metode Psikodrama melibatkan tiga instrumen, Pikiran, Rasa dan Tindakan. Peserta dalam bereksplorasi diajak untuk bertindak, dilanjutkan untuk merasakan tindakan itu. Perasaan itu disadari hingga muncul pengalaman baru. Pengalaman yang direfleksikan secara sadar akan menjadi pengetahuan yang memperkaya pikiran. Proses refleksi dapat dibawa hingga menyentuh aspek spiritual. Kesadaran yang menyentuh aspek spiritual adalah hidup baru.

Yogyakarta, 13 Juni 2022

Retmono Adi

 

Psikodrama untuk Anak PAUD #Goresanku 155


Bahasa Tubuh

Di masa usia toddler / bayi, sebelum bisa berbicara mereka berkomunikasi dengan cara menggunakan BAHASA TUBUHNYA untuk mengekspresikan kebutuhan / emosinya.
Mereka berkomunikasi secara non-verbal dengan menggunakan gerakan tubuh dan suara mereka. Setiap gerakan anak mempunyai makna dan perlu respon.
Ketika kita bisa merespon dan menafsirkan bahasa tubuh mereka, anak akan merasa dipahami perasaannya dan perubahan suasana hatinya.

Kebetulan sudah beberapa kali saya ikut pelatihan PSIKODRAMA. Sebagai pendidik PAUD saya merasa terbantu sekali karena di dalamnya terdapat beberapa unsur, antara lain adalah bahasa tubuh yang dapat saya terapkan dalam mendampingi anak belajar dan bermain di sekolah.

 

Ditulis oleh: C. Tyas Kusumastuty

Bagaimana Penerapan 8 Tahap Perkembangan Psikososial Erik Erikson dalam Psikodrama


Apa yang dimaksud dengan psikososial?

Definisi Psikososial adalah “hubungan dinamis antara aspek psikologi dan sosial, dimana masing-masing saling berinteraksi dan mempengaruhi secara berkelanjutan.”

Apa yang dimaksud dengan perkembangan psikososial?

Perkembangan psikososial adalah perkembangan yang berkaitan dengan emosi, motivasi dan perkembangan pribadi manusia serta perubahan mengenai bagaimana individu berhubungan dengan orang lain. Lanjutkan membaca “Bagaimana Penerapan 8 Tahap Perkembangan Psikososial Erik Erikson dalam Psikodrama”

Stimulasi Anak Sejak Usia Dini #Goresanku 153


Orangtua dan orang dewasa di sekitar anak sangat menentukan kualitas kehidupan anak dan perkembangannya yang optimal melalui apa yang dilakukan atau tidak dilakukan di lima tahun pertama. Anak mengalami periode sensitif dalam belajar, memiliki keingintahuan alamiah yang sangat besar dan berkembang pesat secara fisik dan mental di bagian awal kehidupannya. Semakin baik stimulasi di usia dini, anak akan semakin siap menghadapi tahap selanjutnya, bisa lebih maju dan tidak kehilangan kesempatan atau mengalami kesenjangan dalam perkembangan. Lanjutkan membaca “Stimulasi Anak Sejak Usia Dini #Goresanku 153”

Pentingnya Komunikasi dengan Pihak Sekolah PAUD #Goresanku 152


Komunikasi antara orangtua dan sekolah perlu dimulai dengan prinsip dasar yang disepakati sejak awal. Orangtua sebaiknya jujur, terbuka dan interatif. Tidak menyembunyikan sesuatu, tetapi ceriterakan kekurangan dan kelebihan anak agar guru dapat memberikan respon yang tepat pada anak. Apapun pengalaman orangtua yang pernah alami dengan sekolah, memilih sekolah untuk anak adalah salah satu bentuk kepercayaan. Lanjutkan membaca “Pentingnya Komunikasi dengan Pihak Sekolah PAUD #Goresanku 152”

Cara Komunikasi Efektif dengan Anak #Goresanku 151


Kita punya pilihan setiap kali berinteraksi dengan anak. Biasakan kita memilih cara yang merangsang komunikasi yang baik dan mencoba melakukannya dengan rutin. Sebagian kita tahu dan pernah menggunakan semua cara ini. Yang menyedihkan seringkali cara yang dipilih hanya itu-itu saja, tetapi mengharapkan hasil yang berbeda. Lanjutkan membaca “Cara Komunikasi Efektif dengan Anak #Goresanku 151”

Membumikan Literasi Bukan Sekedar Melafalkan Tulisan #Goresanku 150


Membaca adalah memahami rangkaian makna, bukan hanya sekedar mengeja tulisan. Artinya, pandai membaca adalah proses yg terus dipelajari, jauh sesudah kita menggabungkan suku kata yang berarti. Maka, pembaca jagoan adalah yang terus mengusahakan pengenalan lingkungan, bukan sekedar melafalkan tulisan. Lanjutkan membaca “Membumikan Literasi Bukan Sekedar Melafalkan Tulisan #Goresanku 150”

MERDEKA BELAJAR SEJAK USIA DINI #Goresanku 148


Masa prasekolah adalah masa yang sangat penting dalam pendidikan seorang anak. Pada usia 0-6 tahun banyak disebut sebagai masa emas perkembangan anak, karena otak anak mampu menyerap informasi hingga 80 persen. Di masa ini, anak mulai terbentuk aspek perkembangannya: kognisi, bahasa, fisik motorik, sosial emosi, moral, kemandirian dan seni.

Melihat hal tersebut, saya sebagai pendidik ingin memaksimalkan aspek-aspek perkembangan murid secara menyenangkan dan bermakna. Belajar yang menyenangkan dan langsung pada obyek pembelajaran, membuat anak akan mampu mengembangkan aspek-aspek perkembangan yang dimilikinya. Lanjutkan membaca “MERDEKA BELAJAR SEJAK USIA DINI #Goresanku 148”