Inilah Semestinya, Serial White Rose (4)


Apa kabar kakak sekalian.. gimana kabar hari ini? Pastinya penuh dengan semangat. Yuk kita lanjutkan kisah D5.

Kisah sebelumnya di masa SMP, masa neraka udah melebihi neraka saat itu, tapi saatnya naik kelas, kalo mau diceritakan rinci mungkin nanti ada di bab bab selanjutnya… tapi kali ini aku mau mengisahkan yang sederhana sederhana aja dulu, ga panjang panjang dulu. Ok.. karena aku dah naik kelas… berarti saatnya aku naik ke SMA. Dimana SMA dalah awal dari semua yang baru. Lanjutkan membaca “Inilah Semestinya, Serial White Rose (4)”

Menahan Diri, Serial White Rose (3)


Hai hai semua… aku D5 kembali lagi… aku bukanlah anak manja lagi saat ini. Tapi aku akan melanjutkan kisahku.

Kakak sekalian disaat aku memilih untuk mencoba selalu tersenyum, disanalah segalanya terjadi. Kelas 5 SD adalah awal dari semuanya. Mungkin aku terlalu cepat dewasa, harusnya aku bermain dengan kawan kawan dan sebagainya. Akan tetapi sejak sakitku mulai, aku tidak memiliki teman. Mereka mengganggapku merepotkan. Lanjutkan membaca “Menahan Diri, Serial White Rose (3)”

Tak Hanya Diam, Serial White Rose (1)


Aku adalah D5, itulah inisialku. Aku ini masih kecil suka sekali bermain dengan banyak teman. Tak hanya satu atau tiga yang penting banyak sekali temanku. Kisahku penuh dengan canda dan tawa. Membawa semua perasaan yang riang, dari orang tuaku hingga teman temanku. Aku tidak bisa duduk diam dan hanya menunggu, apapun ingin aku lakukan.. semuanya deh… yang penting aku ga suka diam. Lanjutkan membaca “Tak Hanya Diam, Serial White Rose (1)”

Menggunakan Psikodrama sebagai Metode Perkenalan bagi Siswa Penerima Beasiswa di Medan Sumatera Utara


Mereka berasal dari sekolah yang berbeda, latar belakang keluarga yang berbeda, serta banyak perbedaan lainnya. Namun disatukan menjadi satu kesatuan siswa penerima beasiswa dari sebuah kelompok pemerhati pendidikan anak yang slogannya ingin mencegah anak putus sekolah di Indonesia. Tentu aja niat luhur ini harus didukung. Saya senang sekali saat diminta untuk menjadi fasilitator perkenalan para siswa ini, di hari pertama mereka dinyatakan diangkat sebagai penerima bea siswa selama satu tahun. Meski dalam waktu relatif singkat untuk mempersiapkan diri, saya juga ingin memberi kontribusi pada kegiatan tersebut. Lanjutkan membaca “Menggunakan Psikodrama sebagai Metode Perkenalan bagi Siswa Penerima Beasiswa di Medan Sumatera Utara”

Aja Nggege Mangsa, Semua Ada Waktunya ( Prihatin terhadap Anak-Anak yang dipaksa Cepat Dewasa)


Jaman sekarang semua ingin serba cepat, instant, dunia industri mengajak kompetisi, siapa cepat ia yang dapat. Bahkan ada lagunya The Winner Takes It All (ABBA),  Siapa yang menang ia akan mendapatkan semuanya.

Pahami lebih dalam bahwa kecepatan tidaklah harus berupa kompetisi, sekarang saatnya berkolaborasi. Kecepatan tetap dapat dijadikan salah satu acuan, dengan tetap mempertimbangkan banyak hal, orang lain, anggota team, sumber daya yang ada dll. Lanjutkan membaca “Aja Nggege Mangsa, Semua Ada Waktunya ( Prihatin terhadap Anak-Anak yang dipaksa Cepat Dewasa)”

Cerita Mawar #part 20 Tindak Lanjut Analisa Mimpi


Pada suatu hari terdapat seorang anak perempuan yang mengalami mimpi buruk. Kisah dalam mimpi buruk ini berisikan pengalaman buruk yang sangat membekas, dan anak ini mengalami ketakutan yang sangat hebat ketika ada trigger mengenai pengalaman tersebut. Anak ini pun menghubungi ayahnya yang sedang di luar kota (karena urusan kantor) melalui Line.

Anak: Papi aku mimpi buruk (emotikon nangis).

Ayah: Kenapa sayang, kamu mimpi apa? Ceritakan ke Papi dengan detil ya! Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 20 Tindak Lanjut Analisa Mimpi”

Program Mari Peduli Biaya Pendidikan Anak LKSA Indriyanati


Aku sekarang mengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial di D.I. Yogyakarta, yang fokus pada Anak dan Perempuan, nama lembaga nya Indriyanati, yang berarti Perempuan yang bertekad baja. Lembaga ini telah aktif sejak akhir tahun 90an. Telah banyak kawan yang berproses belajar bersama, dan sekarang sudah banyak “alumni” yang tersebar ke berbagai tempat.

Hari ini kedatangan “dedengkot”nya, Mr Kelex,  (nama panggilan beken-nya) dulu waktu masih Mahasiswa Psikologi Gadjah Mada, telah merintis dan mengawal hingga lebih dari 10 tahun. Sekarang sudah berkarya dan domisili di Jakarta bersama keluarganya.

Sebenarnya Beliau sudah rutin untuk silaturahmi, namun kali ini terasa istimewa dengan obrolan yang terjadi. Beliau memberikan saran program yang menarik, yaitu mengumpulkan dana untuk biaya sekolah anak-anak yang menjadi anggota keluarga besar Indriyanati.

Programnya mirip dengan orang tua asuh. Kawan-kawan Alumni yang sudah memiliki penghasilan serta mapan secara ekonomi, diajak untuk peduli dan bersedia memberikan sumbangan sebagai tambahan biaya pendidikan Anak-anak, hingga lulus SLTA. Besaran sumbangannya sukarela, dan waktu memberikannya juga tidak ditentukan. Dana tersebut langsung ditranfer ke rekening anak dan pemanfaatannya dalam monitoring Lembaga Indriyanati (teknis detailnya dapat didiskusikan).

Usulan ini terasa tepat, sudah satu tahun ini Indriyanati, memonitor dan mendampingi Pemanfaatan Dana Program TASA (Tabungan Sosial Anak), Anak-anak memiliki Tabungan sendiri, yang dana nya awal diisi oleh Pemerintah (Kemensos/Dinsos) untuk peningkatan Gizi dan Sanitasi juga untuk keperluan Sekolah. Nah,…dengan anak sudah memiliki tabungan maka ..klop dah,…:-)

Indriyanati akan menginformasikan data anak yang membutuhkan bantuan biaya sekolahnya kepada calon orang tua asuhnya. Bahkan jika dirasa lebih baik, Orang tua asuh dapat berhubungan langsung dengan anak asuh dan orang tua aslinya. Setiap terima raport, hasilnya diinfokan ke orang tua asuh.

Program ini juga terbuka bagi siapa saja yang ingin terlibat membantu, dengan menghubungi langsung Pengurus Indriyanati. Informasi bisa melihat di page Facebook  Indriyanati atau di IG @indriyanati silahkan diikuti.

Demikian semoga menjadi berkah bagi semua.

 

Yogyakarta, 18 Juni 2019

Retmono Adi