Sekolah Kehidupan, Drama Perjuangan Hidup Prita #04 Cerita Pendek


Sekolah Kehidupan (Sesi Konseling Kedua)

“Jadi Anda tidak diadopsi?” tanya Tunjung kepada Prita di sesi konseling kedua.

Prita menggelengkan kepala. Kemudian ia kembali  bercerita.

“Hari pertamaku di panti, tidurku tidak nyenyak. Aku benar-benar merasa sebatang kara. Ada kekosongan yang begitu dingin masuk ke dalam diriku. Ada luka tak kasat mata yang terasa begitu sakit. Aku menangis tersengal-sengal sampai agak sesak nafas. Kenapa aku sengaja ditinggal? Apakah aku ini tidak berarti untuk mereka? Kenapa aku harus lahir? Aku lahir untuk siapa? Lanjutkan membaca “Sekolah Kehidupan, Drama Perjuangan Hidup Prita #04 Cerita Pendek”

Kepergian Ibu, Drama Perjuangan Hidup Prita #02 Cerita Pendek


Kepergian Ibu

“Mungkin ada pengalaman yang ingin diceritakan saat Anda tinggal di panti?”

Prita terdiam. Matanya sekilas memandangi perempuan yang sedang duduk di hadapannya. Tatapannya beralih ke name-tag yang dikenakan perempuan itu. Namanya Tunjung Mekar Sari, tertulis lengkap dengan gelar psikolog di belakang tulisannya. Prita menarik napas dalam-dalam, ia menyandarkan bahunya pada kursi empuk berwarna hitam. Pikirannya terlempar jauh, ketika ia berusia sepuluh tahun. Perlahan, dengan tatapan melamun, ia memulai ceritanya. Lanjutkan membaca “Kepergian Ibu, Drama Perjuangan Hidup Prita #02 Cerita Pendek”