Pola Dasar Wanita Tua yang Bijak ~ Pria Tua yang Bijak dalam Analisa Mimpi Jung


Jung mengklasifikasikan Pria/Wanita Tua Bijaksana sebagai ‘Kepribadian Mana’. Kata Mana adalah bahasa Melanesia yang berarti suci atau penuh kekuatan. Mereka tentu saja menampakkan image ayah dan ibu, dan membawa banyak fitur yang sama. Perbedaannya terletak pada kualitas kebijaksanaan dan wawasan mendalam yang kita temukan ketika kita bertemu mereka dalam mimpi kita. Lanjutkan membaca “Pola Dasar Wanita Tua yang Bijak ~ Pria Tua yang Bijak dalam Analisa Mimpi Jung”

You Have Enough Freedom to Choose the Story that You Want to Play


Menemukan diri hadir dalam workshop psikodrama dengan Mas Didik rasanya memberikan dualisme fungsi dalam diri saya. Tentu saja, selain belajar teknik psikodrama sebagai salah satu metoda dalam praktek psikolog, sambil ‘berobat jalan (self healing)’ merupakan hal yang tidak berdosa menurut saya. Lanjutkan membaca “You Have Enough Freedom to Choose the Story that You Want to Play”

Art, Depth, My Reflection and My Action, Psikodrama di Bandung


Hari ini saya menemukan & berkata pada diriku yang berada di hadapanku:

Setiap orang diuji pada hal/titik yang baginya, adalah titik terlemahnya. Lanjutkan membaca “Art, Depth, My Reflection and My Action, Psikodrama di Bandung”

Cerita Mawar #part 19 Plot Twist Mimpiku


Suatu hari ada seorang mahasiswa semester 4. Namanya Kenanga, ia sedang stress pada mata kuliah penelitian kuantitatif. Stress karena teman di kelompoknya ada yang sakit, dan ada yang sering berhalangan hadir. Tibalah pada hari UAS dalam bentuk lisan. Ujian ini membawa beban psikis, karena dosennya terkenal garang, horor banget suasananya. Namun hal ajaibpun terjadi. Dosen tersebut malah mengajak guyonan, canda tawa pun meliputi ruangan tersebut. Di ruang ujian itu ada juga teman-teman lain yang beda kelompok. Akhirnya setelah ujian Kenanga dan teman-temannya pun pergi bersama ke tempat perbelanjaan. Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 19 Plot Twist Mimpiku”

Mulai Lagi dari Nol ? #13 Life Career Employee Faith


Monday, April 11, 2016
Aku bangun dari tidur. Tadi malam aku tidur pukul 10.30. Lebih pagi dari kebiasaan tidur setiap malamnya. Beberapa hari ini aku tidur diatas jam 12 pagi. Setiap hari aku mengalami kelelahan. Entah apa yang kulakukan seharian, baik itu bekerja ringan, maupun berat, lelahnya sama saja. Tadi malam tanpa ngapa-ngapain lagi, aku langsung tertidur lelap. Tersadar sudah pagi, kulihat jendela langit berwarna biru kelabu. Masih terlalu pagi. Matahari belum menyilaukan. Kutengok hp, baru jam 6 lewat. Alarm 6.30 yang sudah kupasang sebelumnya belum berbunyi. Mataku berkeliling melihat seluruh ruangan kamar. Tembok kamar kos ini berwarna krem, teralis jendela berwarna putih. Di depan ranjang terdapat TV. Ada meja belajar di samping kiriku dengan kursi warna putih. Sejuk rasanya beradanya disini. Kamar kos ini hampir mirip kamar hotel budget – nyaman, dan minimalis. Aku tidak ingin segera bangun dari ranjang. Aku masih ingin berbaring, memeluk bantal, memegang lembutnya selimut sutraku. O indah sekali pagi ini. Kamar yang kusewa seharga 3jt perbulan ini, layak rasanya untuk ditempati. Lanjutkan membaca “Mulai Lagi dari Nol ? #13 Life Career Employee Faith”

Mimpi Itu Ajaib


Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminar Analisa Mimpi yang diselenggarakan PT Maximo dengan fasilitator Pak Retmono Adhi (alias Didik). Seminarnya seru, mudah dimengerti, dan bermanfaat. Awalnya sebenarnya cukup bingung, karena diselenggarakan di salah satu tempat karaoke di bilangan Tebet. Namun ternyata setelah hadir di sana, seminarnya menarik dengan latar belakang lagu “I Have A Dream”)….pantas saja dipilih tempat karaoke 
Awal seminar, kami diminta untuk mencari 1 tema yang paling sering muncul dalam mimpi, lalu tema tersebut pun dikelompokkan. Selanjutnya masuk pembahasan mimpi dalam tim. Kami berusaha untuk menerjemahkan mimpi masing-masing dibantu oleh teman-teman sekelompok yang mendengarkan mimpi tersebut. Yang unik, pembahasan mimpi ini bersifat individual, artinya meskipun temanya sama, bisa saja mimpi yang terlihat mirip penafsirannya untuk 2 orang, ternyata dapat diterjemahkan sebagai sesuatu yang berbeda, benar-benar tergantung pada individunya sendiri.
Pulang dari seminar ini, saya belajar hal baru, bahwa ternyata mimpi bukan hanya sekedar bunga tidur. Mimpi dapat menjadi petunjuk untuk memperbaiki diri, mengembangkan kemampuan, bahkan menyelesaikan masalah yang tidak terpecahkan di alam sadar. Yang perlu dilakukan hanya menyadari mimpi kita, dicatat, lalu dianalisa dengan jujur…niscaya akan dapat bermanfaat.

FT