Manfaat Musik Bagi Kesehatan Mental


Ketika aku menulis refleksi tentang hidupku, atau menulis tugas yang perlu ditulis, aku sering sambil mendengarkan musik. Banyak pilihan musik di YouTube, untuk menulis dan membantu konsentrasi atau pun untuk healing. Di sini aku mengutip komentar yang menarik di salah satu channel YouTube, Bach – Classical Music for Relaxation. Batapa musik dapat membantu dalam konsentrasi dan memberikan ketenangan jiwa.

Many years ago, as a young teacher in London, I was at a loss at how to keep a difficult class quiet and on task. I had read somewhere about the calming effects of baroque music. It worked perfectly. After that, I played it regularly. On one occasion, I set a task forgetting to turn it on. A hand went up. “Sir, the music.” ~ Kang Hero Lanjutkan membaca “Manfaat Musik Bagi Kesehatan Mental”

Psikodrama untuk Anak PAUD #Goresanku 155


Bahasa Tubuh

Di masa usia toddler / bayi, sebelum bisa berbicara mereka berkomunikasi dengan cara menggunakan BAHASA TUBUHNYA untuk mengekspresikan kebutuhan / emosinya.
Mereka berkomunikasi secara non-verbal dengan menggunakan gerakan tubuh dan suara mereka. Setiap gerakan anak mempunyai makna dan perlu respon.
Ketika kita bisa merespon dan menafsirkan bahasa tubuh mereka, anak akan merasa dipahami perasaannya dan perubahan suasana hatinya.

Kebetulan sudah beberapa kali saya ikut pelatihan PSIKODRAMA. Sebagai pendidik PAUD saya merasa terbantu sekali karena di dalamnya terdapat beberapa unsur, antara lain adalah bahasa tubuh yang dapat saya terapkan dalam mendampingi anak belajar dan bermain di sekolah.

 

Ditulis oleh: C. Tyas Kusumastuty

100 Tahun Terapi Kelompok Psikodrama : Sebuah Proses Paralel dengan Pengalaman Sosial-Politik Saat Ini


Terapi kelompok psikodrama merayakan ulang tahunnya yang ke-100: Sebuah proses paralel dengan pengalaman sosial-politik kita saat ini. *

Scott Giacomucci, DSW : 26 February 2021

Dalam seri Kolom Eksperiensial terbaru ini, Scott Giacomucci, DSW, LCSW, CTTS, CET III, PAT, membahas relevansi psikodrama dan sosiodrama dalam terapi dan hubungannya dengan peristiwa dan penyembuhan dunia nyata.

Sejarah yang berulang telah terlihat berkali-kali di masa lalu, dan sekarang ini dengan corona virus, ada waktu lain di mana peristiwa telah dibuka secara paralel dengan peristiwa dalam sejarah manusia. Lanjutkan membaca “100 Tahun Terapi Kelompok Psikodrama : Sebuah Proses Paralel dengan Pengalaman Sosial-Politik Saat Ini”

9 Pelajaran Utama dari Buku “Write It Down, Make It Happen”


“Write It Down, Make It Happen”

Tulisan ini selaras dengan ide terapi menulis, dan masih dalam ranah psikodrama, maka aku terjemahkan dan aku simpan di sini. Kali aja ada kawan yang berminat membaca dan dapat manfaat juga.

Yuks

  1. Jika kita secara spesifik menuliskan tujuan, kita akan mengaktifkan bagian otak kita yang membantu fokus pada tujuan tersebut. Visualisasi adalah cara untuk memandu otak kita ke tujuan yang kita impikan.
  2. Otak kita tidak pandai membedakan imajinasi dari kenyataan. Itu sebabnya kita selalu bangun sebelum kita jatuh di dalam mimpi. Jika kita menemukan cara menjadikan otak berpikir bahwa mimpi kita adalah kenyataan, itu akan menjadikan otak bekerja untuk mencapainya.
  3. Bagaimana cara terbaik untuk menjadikannya ? Dengan menuliskan tujuan spesifik untuk otak kita dan membiarkannya memprosesnya secara perlahan dan hati-hati. Belum lagi: berulang kali.
  4. Gunakan Sistem Pengaktifan Reticular kita untuk mendapatkan Manfaatnya.Otak kita memiliki fitur yang oleh para ilmuwan disebut “sistem pengaktifan reticular” atau disingkat RAS. Ini semacam filter otak yang membantu pikiran kita fokus pada hal-hal penting dan mengabaikan data yang tidak relevan.
  5. Jika kita menuliskan tujuan dan niat kita – baik dalam jangka pendek maupun panjang – Kita dapat melatih otak untuk menyaring hal-hal yang mungkin tidak mengarah pada pemenuhan harapan dan impian tersebut. Jadi, otak bawah sadar kita akan terus bekerja, bahkan ketika kita tidak mengetahuinya.
  6. Untuk memotivasi diri kita sendiri demi tujuan terbesar kita, capailah dari yang kecil terlebih dahulu dan tambahkan kemurahan hati dengan tujuan sosial.
  7. Menuliskan impian dan cita-cita kita seperti memasang papan bertuliskan, Open for Business.
  8. Menuliskan ketakutan, kita menghilangkan cengkeraman mereka pada kita; menuliskan kebalikan dari ketakutan, kita memberdayakan dan memberi energi pada kita untuk mulai berpikir secara berbeda.
  9. KIta tidak perlu menulis besarannya untuk mengungkapkan tujuan. Kita cukup menulis daftar item yang pendek dan sederhana, sespesifik mungkin, yang dapat memantapkan niat kita.

 

Semoga bermanfaat 🙂

 

Yogyakarta. 4 Maret 2022

Retmono Adi

 

*Terjemahan bebas dari utasan twitter @1deepNote

Tolong bantu kami dengan me-share kepada yang membutuhkan

8 Tips Penerapan Psikologi untuk Keberhasilan Negosiasi


Penerapan psikologi untuk mengatasi permasalahan nyata dalam drama kehidupan adalah psikodrama. Bagaimana membangun hubungan yang baik dan saling menguntungkan adalah Negosiasi. Bagaimana kita memainkan drama negoisasi ini,agar tercapai yang kita harapkan? Ada tulisan terjemahkan di bawah ini semoga bermanfaat.

Yuks

  1. Berpenampilan yang baik.

Kesan pertama diperhitungkan dan berdampak pada hasil negosiasi.Berpenampilanlah untuk memberi kesan tertentu. Penampilan yang berani dan profesional menunjukkan keandalan dan kepercayaan diri. Hal ini dapat menunjukkan bahwa kita peduli dengan pertemuan dan hasilnya. Lanjutkan membaca “8 Tips Penerapan Psikologi untuk Keberhasilan Negosiasi”

Bagaimana Penerapan 8 Tahap Perkembangan Psikososial Erik Erikson dalam Psikodrama


Apa yang dimaksud dengan psikososial?

Definisi Psikososial adalah “hubungan dinamis antara aspek psikologi dan sosial, dimana masing-masing saling berinteraksi dan mempengaruhi secara berkelanjutan.”

Apa yang dimaksud dengan perkembangan psikososial?

Perkembangan psikososial adalah perkembangan yang berkaitan dengan emosi, motivasi dan perkembangan pribadi manusia serta perubahan mengenai bagaimana individu berhubungan dengan orang lain. Lanjutkan membaca “Bagaimana Penerapan 8 Tahap Perkembangan Psikososial Erik Erikson dalam Psikodrama”

Kesadaran Diri Muncul dari Melihat Video Affirmasi Diri


Hallo selamat sore Kak… Semoga Kaka dalam keadaan sehat dan baik 🙏

Kemarin saya menonton sebuah video mengenai afirmasi diri kak… Mengenai seseorang yang selalu berusaha mendapatkan afirmasi dari orang lain bahwa dirinya dicintai dan berharga dan hanya dengan pengakuan dari orang lain lah ia baru bisa bahagia… Lanjutkan membaca “Kesadaran Diri Muncul dari Melihat Video Affirmasi Diri”

Bukan Lagi Mimpi, Pelatihan Berbasis Drama di Depan Mata


Sejak kuliah aku memiliki impian bahwa drama atau teater dapat untuk menerapkan ilmu psikologi yang aku tekuni. Seorang kawan lama memintaku menjadi observer untuk mengamati penerapan Seni bagi peningkatan kemampuan karyawan. Adalah Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo (PSBK) melaksanakan program Workshop Kreativitas Berbasis Seni untuk sebuah BUMN, Aku simpan di sini semoga dapat juga diketahui bagi yang membutuhkan.

Catatan Amatan Workshop Kreativitas Berbasis Seni

Art per se is not a therapy but art can be therapeutic

Hasil yang Memuaskan

Lanjutkan membaca “Bukan Lagi Mimpi, Pelatihan Berbasis Drama di Depan Mata”

Naskah Akademik Asosiasi PsikoDrama Indonesia (APDI)


Akhir Juli 2021 lalu, dalam suasana pandemi covid 19, untuk tetap aktif berpikir, aku punya ide untuk membentuk Asosiasi Psikodrama Indonesia (APDI) di bawah payung HImpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Aku kontak kawan kawan yang pernah belajar dan mempraktekkan Psikodrama.

Kawan kawan menanggapi dengan serius, mereka melanjutkan dengan mengajak kawan yang lain yang pernah belajar bersama mereka. Aku segera menghubungi senior yang menjadi pengurus pusat Himpsi. Dari beliau aku dapat informasi mengenai ketentuan pembentukan Asosiasi. yaitu mengirimkan Surat Pengajuan, Naskah Akademik dan Daftar Anggota. Lanjutkan membaca “Naskah Akademik Asosiasi PsikoDrama Indonesia (APDI)”

Contoh Telekonseling dengan Terapi Menulis


Sebelum melaksanakan telekonseling dengan psikolog, tentunya merasa gugup karena pengalaman menjalankan konseling seperti ini dan tentunya tidak pernah terbayang bahwa akan mengalami hal seperti ini. Tetapi di satu sisi juga penasaran dan menantikan sesi telekonseling walaupun tidak tahu pasti apakah akan membantu atau tidak untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dialami.

Selain itu juga tidak disangka bahwa ketika bercerita, perasaan pun mulai meluap dan seakan-akan mengeluarkan segala unek-unek yang terpendam di dalam walaupun mungkin belum termasuk semuanya. Padahal bukan hanya sekali membagikan perasaan dan pikiran tersebut ke orang lain, ada juga ke teman, saudara, atasan, dan bahkan HRD. Tetapi tidak sampai ke tahap di mana air mata dapat dikeluarkan sedemikian banyak. Lanjutkan membaca “Contoh Telekonseling dengan Terapi Menulis”