Apa itu Doubling, dan Kegunaannya dalam Psikodrama ?


Dalam psikodrama, Doubling adalah teknik di mana seorang peserta, mungkin diminta oleh direktur psikodrama, penambahan-penambahan peran (Self, pertukaran peran) dari protagonis, biasanya dengan berdiri di belakangnya (boleh juga dengan meletakkan tangan di punggungnya) dan mengatakan hal-hal yang mungkin ingin dikatakan atau ditahan oleh sang protagonis. Lanjutkan membaca “Apa itu Doubling, dan Kegunaannya dalam Psikodrama ?”

Teater Dalam Dunia Pendidikan, Mari Diskusi……


Teater adalah salah satu bentuk seni yang paling kuat, namun paling sedikit dimanfaatkan dalam pendidikan, dalam eksplorasi tentang keterkaitan diri dengan orang lain, pengembangan pemahaman tentang diri, dan empati kritis. Tidak hanya bagi manusia tetapi juga terhadap lingkungan alam, dan sosial, teater adalah media yang lebih baik.

Drama mengunakan teks atau berskenario hanya satu bagian kecil dari teater, pengalaman yang jauh lebih signifikan dimungkinkan terwujud melalui permainan peran, latihan teater, Olah tubuh dan Olah suara, pengendalian tindakannya dalam kelompok dan berlakunya spontanitas. Pengalaman seperti itu penting tidak hanya bagi guru dalam perkembangan mereka sendiri, tetapi juga untuk mempersiapkan anak-anak.

Terjemahan dari status Instagram @rangbumi_applied_theatre

Adakah yang tertarik dan ingin mendiskusikan lebih dalam ? Atau bahkan ingin sharing karena sudah menerapkannya?

Mari berbagi…..

 

Yogyakarta, 2 September 2019

 

Konseling dengan Proyeksi Diri pada Film Avengers Endgame


Konseling, 28 June 2019

Aku mendapat klien, dengan permasalahan kesulitan berhubungan dengan Orang Tuanya. Perempuan, usia 20-an tahun, Karyawati sebuah perusahaan Nasional, status belum menikah, Sarjana S1. Posisi kerjanya di bagian Administrasi.

Setelah perkenalan dan menceritakan latar belakang permasalahan yang dihadapinya. Aku menanyakan film apa yang terakhir dia tonton. Ia menjawab, Avengers Endgame. Karena aku juga mengikuti film Avengers, dan mengenal karakter tokoh tokohnya, maka aku mencoba menggunakan teknik Proyeksi dalam proses konseling ini. Lanjutkan membaca “Konseling dengan Proyeksi Diri pada Film Avengers Endgame”

Satu Kata yaitu Menyenangkan, Kesan Saat Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar


Pada hari Selasa tersebut, saya dan kawan-kawan melaksanakan kegiatan bermain Psikodrama bersama 15 andik yang telah kami pilih sesuai dengan kriteria yang telah kami tentukan dari 160-an andik yang ada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar.

Kegiatan kami laksanakan dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB. Rancangan kegiatan dari warming up terlebih dahulu dengan di mulai dari pengenalan diri dengan berpose, setelah itu dilanjutkan dengan sosiometri, lokogram, dan sculpture. Setelah warming up, dilanjutkan dengan action.

Action berupa “memaafkan” dan teknik membayangkan masa lalu/masa depan. Dalam pelaksanaannya, karena waktunya tidak cukup jadi yang teknik “membayangkan” tidak jadi dilakukan. Setelah semua kegiatan dilakukan, kami menutupnya dengan reflection dari keseluruhan kegiatan.

Kesan saya mengenai kegiatan yang kami lakukan ini jika misal diungkapkan dalam satu kata yaitu menyenangkan. Tidak ada lagi yang bisa saya ungkapkan selain itu. Walaupun memang kegiatannya tidak sesuai dengan apa yang direncanakan, tapi saya benar-benar menikmati kegiatan ini.

Surakarta, 6 Agustus 2019

Hajjy

Membebaskan Jiwa yang Terpenjara, Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Blitar


Aku masih ingat ketika aku dan teman-teman mahasiswa seangkatan mengikuti workshop psikodrama bersama Pak Retmono Adi di Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret. Pada saat itu aku berhasil untuk merasakan berbagai gejolak emosional pada diriku. Mulai dari senang, sedih, gembira, murung, syukur, kecewa, dan tentunya lelah. Ternyata psikodrama jauh lebih melelahkan dari yang kukira. Namun di samping berbagai perasaan yang telah kusebutkan tadi, yang paling dominan adalah perasaan bahwa: aku bebas—atau setidaknya, aku merasa ingin membebaskan diriku. Aku ingin membebaskan jiwaku. Lanjutkan membaca “Membebaskan Jiwa yang Terpenjara, Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Blitar”

Saya Perlu Berlatih Berani Salah, sebab Salah adalah Proses menjadi Lebih Baik, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta


Halo, nama saya Lolita.

Ini adalah pengalaman kedua setelah satu bulan yang lalu mengikuti kegiatan psikodrama bersama tim Miracle, yang saya suka dari kegiatan psikodrama ini ialah praktik secara langsung dengan mobilitas sedemikian rupa di atas panggung sandiwara. Biasanya saya mudah bosan ketika kegiatan kelas yang lebih dominan duduk saja. Psikodrama ini benar-benar santai, antar peserta saling berinteraksi, namun tetap serius. Lanjutkan membaca “Saya Perlu Berlatih Berani Salah, sebab Salah adalah Proses menjadi Lebih Baik, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta”

…yang Penting Melakukan Terlebih Dulu, agar Tidak Menyesal di Kemudian Hari


Tadi malam kami bertiga bertemu, Aku, Antok, dan Danis. Aku dan Antok berdomisili di Yogyakarta, sementara Danis di Tangerang Selatan. Danis bersama sekeluarga ke Yogyakarta untuk mengantar anak sulungnya yang akan mulai kuliah di Fakultas Teknik UGM Yogyakarta. Danis meluangkan waktunya untuk Reuni kecil bersama kami kawan lama di Fakultas Psikologi UGM, di Kopi TM Jakal. Lanjutkan membaca “…yang Penting Melakukan Terlebih Dulu, agar Tidak Menyesal di Kemudian Hari”