Penerapan Psikodrama untuk Rehabilitasi ODGJ, Konsultasi lewat WhatsApp


Shalom. Selamat sore Mas Adi. Saya Rani, psikolog Samarinda, pernah ikut pelatihan psikodrama Mas Adi di kampus Untag. Mau berkonsultasi, Mas tentang psikodrama

Ya,..gimana?

Mas Adi, permisi konsultasi via WA ya mas.
Saya sekarang kerja di RSJ, mas. Saya ada rencana mau adakan kegiatan Dinamika Kelompok di pasien rawat inap, salah satu sesinya dengan psikodrama. Apakah mas Adi ada saran atau pernah berkegiatan dengan pasien ODGJ mas? Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama untuk Rehabilitasi ODGJ, Konsultasi lewat WhatsApp”

Terapi Kelompok Psikodrama Online, Pertukaran Peran Perfeksionis vs Minder


Pada tanggal 27 Maret 2021, Aku memfasilitasi terapi Psikodrama Online via Zoom Meeting, dengan teknik pertukaran peran ( Role Reversal ) mengolah permasalahan Perfeksionis dengan Minder atau ketidakpercayaan pada diri sendiri.

Sebelum proses dimulai aku menyarankan kepada peserta untuk mengganti nama aslinya menjadi nama binatang. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga privasi dan memberi keberanian lebih untuk bereksplorasi.

Yuks kita mulai, Lanjutkan membaca “Terapi Kelompok Psikodrama Online, Pertukaran Peran Perfeksionis vs Minder”

Kepribadian Ganda yang Sehat


Multiple Personality Order

Originally posted on July 6, 2018

Bukan gangguan, (disorder) ini sehat kok (order), paling tidak tertib lah tidak kacau. Aku adalah Board-Certified Psychiatrist dan ada “kondisi” yang disebut Gangguan Kepribadian Ganda. Saya ingin menyarankan adanya bentuk sehat yang disebut tatanan kepribadian ganda, juga dikenal sebagai keterlibatan sehat dalam banyak hal. Kepribadian orang memang bisa sangat bervariasi! Lanjutkan membaca “Kepribadian Ganda yang Sehat”

Terapi Spiral Model (TSM) adalah Pengembangan Psikodrama untuk Penanganan Trauma yang Aman


Terapi Spiral Model (TSM)

TSM, yang dikembangkan oleh pelatih Psikodrama Amerika Katherine Hudgins, adalah metode terpadu dari psikoterapi mengolah pengalaman yang menggabungkan Psikodrama klasik dengan kemajuan dalam psikologi klinis dan pengolahan trauma untuk menyediakan benteng yang diperlukan untuk mencegah retraumatisasi (Hudgins et al., 2000).

Karena banyak penderita trauma sering mengalami kebingungan internal dan tekanan interpersonal yang secara metaforis mirip dengan tornado, TSM memilih spiral sebagai model terapeutik untuk memberikan dimensi alternatif terhadap energi tornado yang tak terkendali. Klien belajar untuk bergerak naik turun spiral dari kebutuhan mereka sendiri bukannya terkoyak oleh kekacauan tornado (Deng et al., 2009: 84).

Gambar spiral terapeutik di TSM dibagi menjadi tiga kategori: energi, pengalaman, dan makna (Hudgins, 2003). TSM terdiri dari enam mode aman:

(1) menempatkan dan mewujudkan ego yang diamati (OE);

(2) lingkaran keamanan;

(3) spektrogram;

(4) sosiogram tindakan;

(5) sosiometri lingkaran; dan

(6) Kreativitas Sutradara.

Enam mode aman membantu korban trauma mengekspresikan diri. Selain itu, body double, containing double, karakter yang direkomendasikan, dan teknik lain di TSM membuatnya aman untuk praktik klinis, meningkatkan efek terapeutik dari tindakan perawatan untuk trauma, dan mencegah klien mengalami retraumatisasi (Sang, 2009).

Berikut adalah ciri-ciri TSM:

(1) Drama dimulai dengan mencari kekuatan klien itu sendiri. Jika klien tidak cukup kuat, sutradara berusaha membuat mereka lebih kuat. Beberapa kekuatan berasal dari peran yang disarankan, seperti body double, atau dari interaksi antarpribadi yang dilakukan oleh peran pembantu yang dipilih.

(2) Penyembuhan luka penunjang dilakukan dengan containing double. Containing double memberi klien perasaan aman, stabilitas, dan toleransi yang kuat, dan membantu mereka membangun kerangka kerja untuk memahami konotasi ketika mereka mengalami emosi yang kuat.

(3) Ekspresi emosi dikendalikan secara spiral. Dengan bantuan body double dan containing double, sutradara mengubah mood protagonis secara spiral dan perlahan. TSM membuat klien sadar akan emosi mereka, dan mempertahankan kontrol yang efektif dan wajar atas respons emosional mereka dalam proses katarsis (Deng et al., 2009: 95-97). Tidak seperti Psikodrama klasik, langkah-langkah dan dampak psikologis dari TSM disesuaikan, dan aplikasi praktis yang lebih baru dari teknik Psikodrama yang dikembangkan, yang menghasilkan kontrol yang wajar dan sadar dari proses degradasi psikologis dan perilaku klien (Liu, 2007).

Pada Mei 2004, Hudgins mengunjungi Universitas Nanjing untuk pertama kalinya untuk memberikan pelatihan profesional tentang TSM. Setelah gempa bumi Sichuan 2008, banyak psikolog di China bergegas ke daerah yang terkena bencana dan menggunakan berbagai bentuk psikoterapi kelompok untuk menangani gejala pasca-trauma para korban. Pada titik ini, penggunaan TSM secara luas dan metodenya yang unik untuk mendekati trauma dengan aman mulai menarik perhatian para psikolog Tiongkok.

Dari 2008 hingga 2010, Hudgins mengunjungi Chongqing dan beberapa distrik di Sichuan bersama sekelompok psikodramatis China untuk mengajarkan keterampilan Psikodrama kepada guru kesehatan mental lokal di sekolah dasar dan menengah dan melatih mereka untuk menggunakan teknik Psikodrama secara fleksibel dengan siswa untuk mengobati trauma yang disebabkan oleh bencana.

Sebagai cara penyembuhan yang unik dan aman, TSM telah banyak digunakan dalam praktik klinis perawatan trauma di Cina. Ini telah umum digunakan di area dengan kelompok yang mengalami dampak negatif bencana, di antara pasukan keamanan publik dan pasukan pemadam kebakaran, di acara stres kampus, dan dalam intervensi dukungan staf perusahaan.

 

Terjemahan dari 

The Spread and Development of Psychodrama in Mainland China

Zhi-qin Sang, Hao-ming Huang, Anastasiia Benko and Yin Wu

Berlatih Berani Jujur dalam Proses Psikodrama dengan Teknik Sosiometri Lokogram


Pada tahap warming up ada satu teknik yang sering aku gunakan dalam mengajak peserta untuk lebih berani jujur pada diri sendiri, yaitu Sosiometri, Lokogram. Peserta aku minta melakukan pemilihan hal yang penting dalam hidup. Apakah mereka memilih untuk hidup secara benar, atau baik atau jujur.

Aku menentukan 3 titik di lantai dalam jarak tertentu, yang aku beri tanda dengan selendang warna. Titik 1 aku beri selendang warna putih untuk yang memilih bahwa yang penting dalam hidup adalah baik. Titik 2 warna kuning untuk benar dan Titik 3 warna merah untuk jujur. Lanjutkan membaca “Berlatih Berani Jujur dalam Proses Psikodrama dengan Teknik Sosiometri Lokogram”

Refleksi Buah Cinta yang Belum Sempat Tumbuh dari Cerita Pendek Drama Perjuangan Hidup Prita


Dari sudut pandangku sebagai Penulis

Aku belum pernah hamil. Aku pastinya belum pernah mengalami keguguran. Aku belum pernah bersetubuh dengan orang lain. Barangkali cerita tentang keguguran yang kutuliskan adalah simbol dari ketidaksiapanku untuk punya anak. Kalau orang-orang pada umumnya takut bila tidak bisa punya anak, aku malah sebaliknya. Salah satu ketakutan terbesarku adalah punya anak. Lanjutkan membaca “Refleksi Buah Cinta yang Belum Sempat Tumbuh dari Cerita Pendek Drama Perjuangan Hidup Prita”

Psikodrama Membantu Lebih Cinta (Peran) Menjadi Diri Sendiri


Mumpung dalam suasana Valentine, tema cinta menjadi bahasan utama. Kali ini Aku mau merangkum dari beberapa pernyataan yang menunjukkan bahwa Psikodrama mampu menjadikan tiap pribadi lebih CINTA berperan menjadi diri sendiri.

Moreno sendiri sebagai Pencetus Psikodrama menggunakan istilah Protagonis bagi pribadi yang berproses dalam psikodrama. Moreno mengajak tiap pribadi untuk menjadi Tokoh Utama dari drama hidupnya. Dapat juga dikatakan bahwa Moreno mengajak tiap orang untuk berani menjadi diri sendiri. Pernyataan tersebut diimplementasi pada Tahap Warming Up dibangun suasana Boleh Salah, agar tiap peserta berani Spontan, jujur pada diri sendiri dan mencintai diri sendiri. Lanjutkan membaca “Psikodrama Membantu Lebih Cinta (Peran) Menjadi Diri Sendiri”

Akhir yang Bahagia, Drama Perjuangan Hidup Prita #13 Cerita Pendek


Satriaku

Suatu sore aku kebingungan mencari Satria. Dia belum makan sejak pagi. Biasanya dia selalu mengeong dan mengendus-endus kakiku saat lapar. Biasanya kalau lapar dia tidak bisa tidur nyenyak. Kucari-cari di dalam rumah, kupanggil namanya berkali-kali, ternyata dia ada di teras, sedang tertidur nyenyak dekat pot tanaman. Mungkin dia baru saja berburu tikus, pikirku. Tapi di dekatnya kulihat ada bekas makanan yang bentuknya mirip seperti whiskas. Biasanya aku memberinya potongan ayam paha rebus. Lalu siapa yang memberinya whiskas?

“Nama kucingmu sama seperti namaku. Apa kau sengaja memberikan nama itu?” Lanjutkan membaca “Akhir yang Bahagia, Drama Perjuangan Hidup Prita #13 Cerita Pendek”

Silabus Training MANAGEMEN STRES


Pengantar

Tenaga kerja saat ini banyak mengalami kelelahan kerja dan stres. Pekerja di semua tingkatan merasa stres, tidak aman, dan disalahpahami. Mereka merasakan tuntutan di tempat kerja telah menjadi terlalu banyak untuk ditangani. Dampak keuangan dari stres terhadap perusahaan sangat besar. Pelatihan ini membahas penyebab stres tersebut, dan menunjukkan cara melakukan inisiatif yang tepat bagi  karyawan dan perusahaan

Topik Bahasan

Stres menjadi bagian positif yang tidak dapat dihindari dari kehidupan semua orang;
Kenali gejala ketika memiliki “kelebihan stres kronis;” di tempat kerja
Mengidentifikasi situasi yang menyebabkan stres terbesar;
Mengidentifikasi tindakan-tindakan yang menambah stress
Mengembangkan strategi untuk mengubah baik situasi dan tindakan yang dapat diubah;
Mengembangkan teknik untuk menghadapi situasi dan tindakan yang tidak dapat diubah.

Metode

Psikodrama, Pelatihan berdasar Drama

Sasaran

Memahami bahwa stres adalah bagaimana kita bereaksi terhadap situasi eksternal.
Meningkatkan pengendalian emosi.
Bersahabat dengan emosi negatif.
Menjaga fokus pada pekerjaan.
Mendapatkan perspektif tentang apa yang benar-benar penting.
Mengeluarkan energi hanya pada hal-hal yang dapat dikontrol.
Memikul tanggung jawab pribadi untuk situasi mengganggu.
Mengembangkan tanggapan yang lebih baik untuk berbagai situasi

Peserta

Manajer. Profesional, Karyawan yang membutuhkan kemampuan mengendalikan emosi secara efektif untuk menjadi sukses.

Waktu

Dilaksanakan selama total waktu 24 jam selama 3 hari @ 8 jam.

Kontak

Jefry Simanullang  0812 2542 0777

Deddy YE 0815 7500 0571

Silabus Training Mentalitas Dasar Dunia Kerja


PENGANTAR

Pengetahuan dari Sekolah atau Kampus saja tidak cukup sebagai bekal untuk masuk ke dalam dunia kerja. Dibutuhkan mentalitas kerja yang kuat, dan kemampuan beradaptasi dalam situasi yang penuh tekanan. Pelatihan ini mengembangkan metode untuk menyiapkan pribadi yang tangguh dan berkarakter sesuai dengan nilai profesional.

SASARAN

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:
 Memiliki Disiplin diri dan berkepribadian yang kuat.
 Memiliki sikap mental yang kuat.
 Menginternalisasi nilai-nilai keutamaan yang dibutuhkan di Dunia Kerja

TOPIK BAHASAN

 Berpikir Kreatif
 Kecerdasan Emosi
 Memahami Kepribadian Diri
 Team Building, Team Work, Team Spirit
 Budaya Perusahaan/Organisasi

METODE

Psikodrama, Pelatihan Berdasar Drama

PESERTA

Mahasiswa, Karyawan Baru, Management Trainee, maksimum 20 0rang,

WAKTU

Dilaksanakan selama total waktu 16 jam selama 2 hari @ 8 jam.

Kontak

Jefry Simanullang  0812 2542 0777

Deddy YE 0815 7500 0571