Cerita Mawar #part 09 Hidup adalah Anugrah ?


Aku benci arti namaku sendiri… aku benci lingkunganku… aku benci untuk dimita bertahan. FYI aku menemukan arti namaku yatu damai, cantik aku mengartikan ini sebagai damai yang indah padahal yang aku alami bukanlah damai. Aku terbebani sekali sebenarnya untuk jadi motivator dalam semua tulisanku karena aku cuma mau orang lain merasa ada yang mendampinginya- ia tidak sendirian. Aku benci pada seseorang yang berkata bahwa aku mencari IBA, Aku bingung untuk membuat setiap tulisan positif dan bermakna, bagiku bermakna = bermanfaat.

Arti nama bagimu adalah anugrah atau malah beban hidup? Bagimu hadiah terbaik untuk ulang tahun itu apa sih? Keluarga bahagia itu apa dan seberapa penting itu buatmu? Apa tindakanmu jika ada orang lain merasa iri dirimu bahwa diriimu berkelimpahan padahal tidak juga?

Entahlah aku merasa sensitif sekali masalah ini. Entah kenapa aku merasa berat dengan arti namaku sendiri bahkan, aku masih bertanya-tanya apa guna aku lahir dan hidup dalam situasi ini. Aku marah sekali jika ada orang yang merasa hidupku sudah enak dibandingkan hidup mereka.

Aku ingin bisa self harm. Aku capek tekanan psikis gini, mau sampai kapan pula… hal yang paling menyedihkan adalah kenapa kakek melihatku sebagai anak yang keren padahal lahirpun belum… apa makna itu semua… aku benci setelah tahu arti namaku sendiri… kenapa namaku bermakna damai sedangkan diriku sendiri tidak selalu merasakan damai… kenapa mereka memberi namaku demikian. Nama sial macam apa itu damai, indah, gigih-hemat apa itu semua……. aku benci itu makna. Belum lagi perkara tradisi-agama-kepercayaan yang entahlah aku tidak mau pilih satupun disana dan rasanya seumur hidupku pun aku tidak mau memilih.

Aku marah dan jengkel sekali jika ada orang lain iri padaku seolah hidupku bagaikan princess yang wow… aku juga maulah hidup jadi princess dengan seluruh fasilitas dan kebebasan bagiku dan juga tanpa masalah juga, namun ingatlah realita… kamu merasa sakit, YA AKU JUGA DEMIKIAN… sesungguhnya aku benci sama kamu yang beranggapan diriku sudah enak dengan semuanya, TAPI kamu tidak tahu dalam hatiku terdalam aku mau apa. Aku juga lelah dengan judgement sebenarnya terlebih semua perilaku yang sudah biasa aku lakukan bertentangan dengan kode etik profesi.

Aku sudah terbiasa melakukan segala sesuatu dengan terpaksa karena semuanya serba salah, namun aku merasa jengkel juga jika ada orang yang merasa serba salah saat berhubungan denganku. Bagiku aku kesulitan untuk konsisten karena aku juga melihat dunia ini tidak konsisten. Hal yang paling celaka lain adalah saat aku berusaha untuk melakukan sesuatu atas perkataan orang lain dengan embel-embel masa depanku, namun saat aku sudah melakukan perkataan orang tesebut realitanya orang tersebut tidak menghendakinya. Aku capek hidup begini… sudah masalah di masa lampau sekarang masalah seperti ini…

Aku bingung mau hidup bagaimana… maksudku aku hidup atas putusanku sendiri atau… semuanya salah bagiku, semua kebenaran pada umumnya adalah omong kosong buatku. Aku paling benci saat diminta untuk bertahan pada suatu hubungan karena berakhir mengecewakan sekali selalu demikian.

So what can i do… everything dark…

 

bersambung……..

Sebut saja Namaku Mawar

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

MENCARI KEBAHAGIAAN #Goresanku 16


Ada seorang pemuda sedang duduk dengan tatapan kosong mengarah ke hamparan air telaga. Dia sudah berkelana mendatangi berbagai tempat, tapi belum ada yang membahagiakan dirinya. Tiba-tiba terdengar suara sengau memecah kesunyian.

“Sedang apa kau di sini, anak muda?” tanya seorang Kakek yang tinggal di sekitar situ.

Anak Muda itu menoleh sambil berkata. ”Aku lelah, Pak Tua. Aku sudah berjalan sejauh ini demi mencari kebahagiaan, tapi perasaan itu tak kunjung kudapatkan. Entahlah, ke mana lagi aku harus mencari…” keluh si Anak Muda dengan wajah muram. Lanjutkan membaca “MENCARI KEBAHAGIAAN #Goresanku 16”