Pengalaman Mengikuti Psikodrama,…. Aku Merasa Lebih Tenang


Hai, Aku Iis. Aku anak pertama dari dua bersaudara, aku tinggal bersama Ayah dan Adik ku laki laki ku yang baru berusia 10 tahun. Usiaku baru menginjak 21 tahun bulan juli kemarin namun ku kira masalah yang kuhadapi dan kehidupanku begitu berat. Ayahku orangnya kasar dan keras tak pernah aku lihat dia lembut kepadaku atau adik ku, yang kulihat hanya kekerasan, yaaa.. Ini aku dan tanggungjawabku, Aku sebagai mahasiswi semester 5 di fakultas psikologi, aku sebagai kakak dan penengah di keluargaku, aku sebagai seorang pekerja untuk masa depanku dan aku sebagai teman yang mengasyikkan untuk mereka yang mengenalku.

Hai, Aku Iis, Aku sebelum mengikuti kegiatan Psikodrama di Kuliah Psikologi Bencana di UNISS aku termasuk orang yang bertindak tanpa berfikir, kalaupun aku bisa ya aku lakukan, tanpa berfikir panjang untuk ke depannya. Aku tak begitu peduli dengan nanti bagaimana, yang pasti aku saat itu bahagia. Aku sibuk dengan kegiatan diluar rumah dan organisasi ku, karena dari situ aku bertemu orang baru dan aku bahagia. Aku yang melihat permasalahan begitu rumit bahkan pernah mencoba untuk mengakhiri kehidupan dan marah dengan Tuhan, kenapa kehidupan tak seperti mereka, yang kulihat begitu menyenangkan, dengan keluarga yang harmonis, orangtua selalu di temui di rumah dan nyaman dengan rumahnya, tanpa perlu mencari kebahagian di luar rumah yang sifatnya semu, yang sering ku lakukan sebelumnya.

Hai, Aku Iis, setelah mengikuti kegiatan Psikodrama di Kuliah Psikologi Bencana di UNISS, aku merasa lebih tenang, karena dapat berdamai dengan diri sendiri dan memaafkan apa yang telah terjadi di kehidupanku yang lampau. Aku lebih dewasa ketika ada permasalahan tidak cuma melihat permasalahan dari satu sudut pandang saja, melainkan dari sudut pandang lain atau pun dari global, ketika bertindak aku mulai berfikir untuk ke depannya. Apakah yang ku lakukan tidak mengganggu aktifitasku yang lain atau berdampak tidak baik untuk ke depannya.

Hai, Aku Iis, Aku beruntung saat itu menjadi salah satu peserta workshop Psikodrama di Kuliah Psikologi Bencana di UNISS, selain bertemu dengan mereka orang-orang hebat aku juga mendapatkan ilmu yang belum kudapat di lain waktu. Waktu itu adalah salah satu hal yang aku syukuri bahwa aku masih ada di dunia ini. Dari apa yang telah aku dapat, aku berencana untuk berbagi dengan yang lain namun dengan maksud dan tujuan yang berbeda. Psikodrama untuk kegiatan game maupun kegiatan yang menggembirakan lainnya.

Terimakasih semua……

Kendal, 24 November 2018

Iis

Membangun Karakter : Kedisiplinan Sejak Dini #Goresanku 54


“Mainnya kok berantakan begini ?”

2015-01-22 08.52.52 ” Biarin berantakan, kata mama aku kan anak pinter, habis mainan nanti aku mau beresin!” Lanjutkan membaca “Membangun Karakter : Kedisiplinan Sejak Dini #Goresanku 54”

Memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia 10 Oktober, Sebuah Refleksi


Aku barusan mendapat email dari group PsiIndonesia yang berisi ajakan memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2012,.
Ada tertulis :
Saya tahu bagaimana teman2 pengurus jungkir balik meluangkan waktu ekstra untuk mempersiapkan peringatan Hari Kesehatan Mental 10 Oktober 2012. yang secara internasional mengambil tema:“Depression: A Global Crisis”.
Tampaknya Jakarta dan Indonesia juga kecipratan hal ini. Reaksinya adalah berbagai perilaku yang tidak produktif. Salah satu yang menonjol adalah perilaku merusak seperti membakar, merubuhkan, tawuran, berlalulintas seenaknya. Lanjutkan membaca “Memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia 10 Oktober, Sebuah Refleksi”