Jangan Putus Asa Kala Dalam Derita,…… Sebuah Refleksi Diri


Don’t get lost in your pain, know that one day your pain will become your cure.”
– Rumi

Banyak kejadian2 yg ga mengenakkan, traumatic, yg terjadi dari kecil sampai beberapa waktu lalu.
Ada satu titik di waktu itu aku membatin, bertanya pada Tuhan.
Ya Tuhan, kok ga habis2, bisa pause dulu kira2 bentar, aku butuh bernapas bentar, aku kecapean mengolah rasa mulu, emotionally exhausted, aku pengen at ease, tenang, & merasakan enak dulu bentar. Lanjutkan membaca “Jangan Putus Asa Kala Dalam Derita,…… Sebuah Refleksi Diri”

Mengelola Inner Child “HEALING YOUR INNER CHILD”


Tujuan dari bahasan ini adalah untuk memahami “siapa” Inner Child itu, memeriksa dinamikanya, mengidentifikasi inner child yang terluka dan memahami pentingnya menyembuhkan luka itu. Selanjutnya juga untuk mempraktekkan penyembuhan luka batin dalam setting klinis jika dibutuhkan.

Inner Child adalah aspek layaknya anak kecil yang ada dalam pikiran bawah sadar kita. Inner Child dapat dilihat sebagai ‘subpersonalitas’, sisi karakter kita yang dapat mengambil alih ketika kita dihadapkan dengan tantangan atau permasalahan yang menekan. Lanjutkan membaca “Mengelola Inner Child “HEALING YOUR INNER CHILD””

Proposal Psikodrama untuk Mahasiswa Psikologi, Psikolog, dan Praktisi Terapi Kelompok


I. Pengantar

Psikodrama adalah Metode Tindakan (Action Method), sering digunakan sebagai psikoterapi, di mana klien menggunakan dramatisasi spontan, bermain peran, dan presentasi diri yang dramatis untuk mengungkapkan dan mendapatkan wawasan tentang kehidupan mereka.

Psikodrama dikembangkan oleh Jacob L. Moreno, seorang psikiater, psikososiologis sekaligus pendidik Amerika kelahiran Rumania. Ketika tinggal di Wina pada awal 1900-an, Moreno memulai sebuah teater improvisasi, Stegreif theater, the Theatre of Spontaneity, di mana ia merumuskan bentuk psikoterapi yang disebut psikodrama, yang menggunakan dramatisasi improvisasi, permainan peran, dan terapi lainnya, menggunakan ekspresi dramatis yang memanfaatkan dan melepaskan spontanitas dan kreativitas kelompok dan anggota individualnya. Lanjutkan membaca “Proposal Psikodrama untuk Mahasiswa Psikologi, Psikolog, dan Praktisi Terapi Kelompok”

Saran Skripsi Cepat Selesai, Balada Kaum Rebahan, by Iip Fariha


Lingkaran itu bulat, sama kayak stress itu bikin mbulet

Mager karena stress menghadapi skripsi atau mager karena tak ada kegiatan lain selain urus skripsi. Sama-sama stress. Lebih sering rebahan merupakan sebab atau mungkin juga akibat. Demikian juga sakit kepala. Telur dulu atau ayam dulu. Sama-sama dari telur yang keluar dari ayam.

Pikiran, perasaan dan tindakan itulah esensi dari diri kita. Kadang sulit memilah mana yang duluan muncul, pikiran dulu atau perasaan dulu, atau gara-gara tindakan tertentu. Kalau kita tak bisa memilah dan mengendalikan ,minimal salah satunya. Maka stress bagai lingkaran syetan tak jelas ujung pangkalnya. Lanjutkan membaca “Saran Skripsi Cepat Selesai, Balada Kaum Rebahan, by Iip Fariha”

PERNIKAHAN SEBUAH PROSES BERTUMBUH oleh Iip Fariha


Sebuah cara mengukur kesiapan untuk adik-adikku para jomblo,….

Beberapa hal terkait pernikahan sifatnya normatif yang ditetapkan dalam agama dan keyakinan kita masing-masing. Yaitu meliputi tentang apa pernikahan, tujuannya apa, bagaimana proses dan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam pernikahan. Peran masing-masing pasangan dan fungsi keluarga, dll. Lanjutkan membaca “PERNIKAHAN SEBUAH PROSES BERTUMBUH oleh Iip Fariha”

Hanya Orang yang Merasa Dicintai yang Mampu Mencintai, Refleksi Pengalaman Cinta


“Menarik nih,..mengenai cinta,…”

Demikian komentarku atas tanggapan bahasan di Group WhatsApp #Indonesiabahagia1 yang dikomandani oleh Iip Fariha. Selanjutnya aku menuliskan pemahamanku tentang mengelola cinta, yang aku dapatkan dari seorang Pastor di Pusat Spiritualitas Girisonta.

Rumusannya sederhana (sebagai bahan refleksi).
– Cinta itu need (menuntut utk diberi)
atau
– Cinta itu Value (suka cita dengan memberi).

“Hanya org yang merasa dicintai mampu mencintai” Lanjutkan membaca “Hanya Orang yang Merasa Dicintai yang Mampu Mencintai, Refleksi Pengalaman Cinta”

Tanggapan Kasus, SENYUM PALSU Seorang SAHABAT Oleh Iip Fariha


Menyalahkan diri sendiri, labeling bodoh, terjebak dengan masa lalu, kecewa terhadap perlakuan orang lain, dan segala hal yang terjadi di MASA LALU. Belum bisa menerima diri sendiri bahkan sejak dalam pikiran, bahkan bahagia pun penuh dengan kepura-puraan. Apakah ini dirimu, wahai sahabat? Kurasa ini tidak bisa disebut sebagai dirimu. Lalu siapa? Lanjutkan membaca “Tanggapan Kasus, SENYUM PALSU Seorang SAHABAT Oleh Iip Fariha”