BERCERMIN #Goresanku 30


Ada pengalaman menarik, ketika aku hadir di acara reuni teman2 SMA. Suasana begitu hangat, kami saling bertukar ceritera. Maklum hampir 10 tahun tidak ketemu, jadi banyaklah bahan untuk diobrolkan di situ.
Ketika kami sedang asyik ngobrol dan mencicipi hidangan yang ada, tiba2 salah satu teman berteriak dan menyuruh teman lainnya yang kebetulan dia adalah seorang pelukis. Dia mengusulkan agar teman pelukis untuk menggambar karikatur dari semua teman yang hadir. Seketika itu juga kami tertawa, menganggap hal itu aneh. Namun tidak dengan teman pelukis, dia malah menganggap itu sangatlah menarik.
Mulailah dia membuat sketsa wajah teman yang hadir. Begitu cepat dan berani dia melakukannya. Dengan waktu yang singkat, dia berhasil menggambar semuanya.
Lalu dia mengedarkan gambar tersebut. Suasana menjadi meriah dengan banyaknya tawa dan lelucon ketika mereka melihat gambar tersebut.
Di dalam kemeriahan itu aku sempat menangkap ada semacam keanehan. Kebanyakan dari mereka dengan mudahnya mengenali dan tertawa melihat gambar orang lain, namun sedikit yang mengenali gambar dirinya sendiri.

Ya begitulah … kadang kita lebih mudah menilai orang lain daripada melihat kondisi diri kita sendiri.

Semoga bermanfaat ……

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

PELATIHAN MODERATE-IMPACT; SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #Psikodrama 5/7


….sambungan dari …. Pelatihan Low-Impact

Seperti Pelatihan Low-Impact, Pelatihan Moderate-Impact juga berkonsentrasi pada kesadaran umum tentang suatu topik. Selain itu termasuk juga kegiatan partisipatif yang membutuhkan penonton untuk lebih dalam memeriksa berbagai motivasi dan karakter perilaku. Keterlibatan Penonton dalam presentasi Moderate-Impact lebih pada bahwa, mereka diundang untuk “mengajukan pertanyaan” kepada aktor, yang tetap dalam Karakter, yang terdapat dalam pertunjukkan. Melalui interaksi antara Penonton dan “Karakter,” motivasi dalam Karakter ‘dieksplorasi’ dan dibahas dengan bantuan Fasilitator. Kegiatan tambahan juga termasuk membagi audien untuk melakukan kelompok kerja kecil, seperti masing-masing kelompok berkolaborasi dengan aktor untuk mempengaruhi karakter-karakter yang dilakukannya dan mendramatisir cerita. Lanjutkan membaca “PELATIHAN MODERATE-IMPACT; SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #Psikodrama 5/7”

Letting go of guilt


christabrennan

imageOne day, during a therapy session I came to a realization that I had been holding onto feelings of guilt, shame, doubt, and regret. I had been hanging onto them for so long that I hardly noticed them anymore. I came to a point where I decided to face my fears and let them go. In that instant it seemed as though a moth came flying out of my body and I understood that the scary monster I called guilt was really just a tiny insect…a moth that had been eating away at me for years. I let my guilt and doubt take up residence in my heart and tell me that if I let them go it would be even worse. I kept them secret, told lies to myself and to others that everything was fine..everything was ok. But I couldn’t see the damage the moth was causing. After this…

Lihat pos aslinya 265 kata lagi

Pernyataan Moreno, Bapak Psikodrama


‘Well, Dr. Freud,
I start where you leave off. You meet people in the artificial setting of your office.
I meet them on the street and in their homes, in their natural surroundings.
You analyze their dreams. I give them the courage to dream again.
You analyze and tear them apart. I let them act out their conflicting roles and help them to put the parts back together again.
( JL Moreno 1889 – 1974 )

Lanjutkan membaca “Pernyataan Moreno, Bapak Psikodrama”

Accelerated Learning (AL)


oleh : Fatchuri Rosidin untuk Ibu Eva, dari diskusi di Linkedin, 22 November 2011

Accelerated Learning (AL) merupakan model pendekatan training yang telah banyak merevolusi program-program training di ratusan perusahaan dunia seperti American Airlines, American Express, Kodak, GE Capital, Zurich Insurance, Bell Atlantic, Travelers Insurance, Chevron, Florida Community College, dll. Pendekatannya yang fun dan kreatif telah menarik minat banyak perusahaan. Salah satu kaidah yang menarik, training berbasis AL hanya memberi porsi 30% untuk lecturing; 70% harus activity based learning. Efektifitasnya telah banyak dibuktikan, bahkan dengan waktu yang jauh lebih singkat dari training konvensional. Trainer tidak harus pandai bicara di kelas untuk jadi praktisi AL, bisa dipelajari bahkan oleh mereka yang baru terjun ke dunia training. Lanjutkan membaca “Accelerated Learning (AL)”

Mengapa Teater menjadi Pilihan


Masalah realisme dalam teater bukan sekedar “taken directly from actuality”, tetapi ada pengolahan kesadaran tentang hal yang besar hingga yang kecil dan mencoba “menyiasati” penggunaan dan pemanfaatan unsur-unsur dalam pentas—yang akan merangsang adanya refleksi terhadap kenyataan hidup yang getir, pahit, mencemaskan, penuh keputusasaan, tetapi tidak juga membuat kita jera untuk hidup terus. (Bakdi Sumanto, 2001:292)