Belajar menjadi Diri Sendiri dari Film Marvel End Game, Iron Man


Aku meyakini bahwa film yang baik dibuat dengan persiapan dan riset yang sungguh sungguh, sehingga terlihat seperti kehidupan nyata. Tiap karakter tokohnya dibangun dari dinamika psikologis yang “sewajar” mungkin. Dalam arti diusahakan mendekati kenyataan dinamika psikologi manusia. Maka dari itu aku banyak mengambil pelajaran dari film-film yang bermutu untuk praktek Psikodramaku.

Aku tertarik pada akhir dari perjuangan para Avengersber dalam film Marvel End Game. Kali ini karakter Iron Man yang menjadi Pahlawan. Iron Man gugur, mengorbankan diri, tidak memakai topeng besinya. Tony Stark pahlawan itu yang juga Iron Man. Lanjutkan membaca “Belajar menjadi Diri Sendiri dari Film Marvel End Game, Iron Man”

Psikodrama Membantu Lebih Cinta (Peran) Menjadi Diri Sendiri


Mumpung dalam suasana Valentine, tema cinta menjadi bahasan utama. Kali ini Aku mau merangkum dari beberapa pernyataan yang menunjukkan bahwa Psikodrama mampu menjadikan tiap pribadi lebih CINTA berperan menjadi diri sendiri.

Moreno sendiri sebagai Pencetus Psikodrama menggunakan istilah Protagonis bagi pribadi yang berproses dalam psikodrama. Moreno mengajak tiap pribadi untuk menjadi Tokoh Utama dari drama hidupnya. Dapat juga dikatakan bahwa Moreno mengajak tiap orang untuk berani menjadi diri sendiri. Pernyataan tersebut diimplementasi pada Tahap Warming Up dibangun suasana Boleh Salah, agar tiap peserta berani Spontan, jujur pada diri sendiri dan mencintai diri sendiri. Lanjutkan membaca “Psikodrama Membantu Lebih Cinta (Peran) Menjadi Diri Sendiri”

Sesi Konseling Ketujuh, Drama Perjuangan Hidup Prita #10 Cerita Pendek


Pameran dan Rajutan Perpisahan

“Pernah suatu ketika, dia mengadakan pameran lukisan di rumahnya. Dia mengundang teman-temannya. Dia juga mengenalkanku pada teman-temannya, bukan sebagai pembantu tapi sebagai temannya. Dia mengundang seorang pianis untuk mengiringi musik saat pameran berlangsung. Kami mempersiapkan acara itu bersama-sama selama beberapa bulan. Dia mengadakan pameran tunggal yang lukisannya dia buat sendiri dalam studionya. Tema lukisannya adalah ‘tentang kehilangan’ yang dia gambarkan melalui potret wajah orang-orang yang pernah memberikan kesan berarti di hidupnya. Lukisan-lukisannya dia buat dengan sangat detail dan artisik. Lanjutkan membaca “Sesi Konseling Ketujuh, Drama Perjuangan Hidup Prita #10 Cerita Pendek”

Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #01


Suatu Saat Kita Pasti Akan Kehilangan Sesuatu, Kita Hanya Menunggu Waktu

Mereka terdiam sesaat memandangi darah itu. Darah yang merembes dari rok Prita merembet hingga menodai kain sprei putih di atas kasur. Buru-buru Prita hendak mengambil kain sprei itu untuk dicucinya, namun tiba-tiba Rio langsung merebutnya.

“Sini biar aku saja yang cuci. Sebaiknya kau ganti pakaian dan kemudian istirahat.” Lanjutkan membaca “Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #01”

Menjadi Diri Sendiri atau Impulsive? Konseling (Diskusi) Lewat WhatsApp, Cukup Menarik dan Layak Dibagikan


Bgmn membedakan antara bebas menjadi diri dgn malah menjadi impusive/dikendalikan impulsivitas yg biasanya jd kurg baik..?

dilihat dari hasil dan impact nya,….

Kembalikn k dampak ke sosial lg ya mas?

Yups, Sosial, Psikologis, dan Spiritual,….kalau baik ya bersyukur, jika kurang baik ya mohon ampunan (dan belajar),….dan terus move on,….berusaha terus menjadi lebih baik

Salah satu pengaruh Psikodrama adalah makin lebih sensitif, dan mudah baper,….modal utama utk Empati. (baca: Sensi dan Baper menjadi Modal Awal untuk Belajar Empati dengan Mengolah Memori Emosi)

Bersyukur dipertemukan di Bandung, makassar, Palu kala itu mas..

Terimakasih atas kehadiran mas Didi 

Masama, kau juga banyak membantuku lho,….kau yang bawa Psikodrama ke Sulawesi.

Aku juga merasa beruntung bertemu dg mu,..aku merasa kau bakal menjadi orang hebat dari Indonesia Timur,….🙏🙏🙏

Terimakasih banyak mas atas kalimat ini 🙏🏻🙏🏻


Chat di WhatsApp, sengaja aku biarkan tulisan seperti adanya agar terlihat otentik. Nama teman tersebut tidak saya tuliskan, kecuali jika yang bersangkutan menginginkan.

Terima Kasih

Yogyakarta, 7 November 2019

Retmono Adi

Sopir Itu Aku, Bukan Yang Lain, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta


Selama 23 tahun, aku merasa hidupku terkesan begitu-begitu saja, lempeng-lempeng saja. Aku selalu berusaha mengatakan dan melakukan banyak hal agar orang lain senang, sedangkan aku terkadang merasa sebaliknya. Sejak kecil hingga sekarang hidupku selalu menuruti keinginan orangtuaku. Aku harus juara kelas. Aku harus mendapatkan beasiswa. Aku harus menang lomba. Aku harus ini dan kemudian itu. Lanjutkan membaca “Sopir Itu Aku, Bukan Yang Lain, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta”