Kesombongan Spiritual yang Masih Sering Mengusikku, Apakah Mentalku Sehat?


Dipicu oleh twitwar di Twitter tentang pemahaman mengenai Surga dan Neraka, dan memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober.

Aku merasa lebih tahu dari mereka.

Aku merasa lebih paham dari mereka.

Aku merasa lebih berpengalaman dari mereka, karena aku sudah banyak makan asam garam kehidupan.

Aku merasa lebih Suci dari mereka, karena lebih banyak buku yang kubaca dan dibimbing oleh GuruΒ  yang betul betul telah teruji ilmu agamanya.

Aku merasa lebih dewasa dari mereka dalam mensikapi kehidupan.

Aku lebih khusyuk berdoa dari mereka.

Aku merasa lebih banyak bersyukur daripada mereka.

dan

Aku mentertawakan mereka,

Aku mencibir mereka.

Apakah aku lebih sehat mental daripada mereka?

 

Jakarta, 8 Oktober 2019

Retmono Adi

Obrolan Generasi X tentang Generasi Z, yang Anggap Agama Paling Penting


Tulisan ini berdasar obrolan di WA, karena menarik maka aku ingin bagikan juga di sini. Semoga bermanfaat.

+ Apakah krn dekontruksi tdk juga menawarkan solusi, lalu kembali ke religi?

– Lha.. Itulah… Mungkin juga sudah terlanjur jadi bangsa ‘konsumtif’, tapi tidak punya daya cipta.. Mungkin ‘kehampaan’ itu yg membuat kembali menguatkan ‘identitas religi’…atau.. Itu sebagai sebentuk defends mechanism kolektif juga bisa.. Defends atas dunia digital yg kian mengglobal Lanjutkan membaca “Obrolan Generasi X tentang Generasi Z, yang Anggap Agama Paling Penting”