Panduan Sederhana Konseling Online dengan Cara Psikodrama


Hidup bukan seperti drama, tapi hidup itu sendiri adalah drama ~ Burke

Moreno Bapak Psikodrama mengajak tiap individu untuk menjadi Protagonis, Aktor Utama dari drama hidupnya, sehingga dalam Psikodrama Klien disebut Protagonis. Pemeran utama yang menjadi pusat dari jalan cerita hidup, yang menentukan jalan hidupnya, segala keputusannya menjadi penentu hidupnya.  Pemeran utama yang memiliki sifat baik  keberadaannya untuk menghadapi dan mengatasi persoalan yang muncul untuk suatu tujuan. Lanjutkan membaca “Panduan Sederhana Konseling Online dengan Cara Psikodrama”

Bagaimana Psikodrama Mensikapi New Normal Pasca Pandemi Covid 19 ?


Dunia ini panggung sandiwara ceritanya mudah berubah,…. demikian lirik sebuah lagu yang terkenal di abad 20 lalu. Masih tetap relevan dapat dijadikan inspirasi dalam melihat situasi Normal Baru yang terjadi.

Dalam istilah drama situasi yang ada oleh Stanislavski disebut Given Circumtance, atau situasi terberi. Keadaan yang diberikan diterapkan pada setting total kondisi lingkungan dan situasional yang mempengaruhi tindakan yang dilakukan setiap aktor dalam drama. New Normal adalah Given Circumtance ini. Lanjutkan membaca “Bagaimana Psikodrama Mensikapi New Normal Pasca Pandemi Covid 19 ?”

Tak Mudah Memahami Pesan dari Drama Serial Hanya dari Satu Episode


Episode kali ini tentang berita sedih, yang diterima Konoha tentang Jiraiya yang gugur dalam menjalankan misinya. Kepedihan nampak di setiap tokoh yang ada, dengan ekspresi yang berbeda.

Aku dapat merasakan kepedihan itu, karena aku mengikuti seluruh episode sebelumnya. Cerita masih berlanjut panjang, aku akan tetap merasa pedih jika episode ini adalah yang terakhir. Lanjutkan membaca “Tak Mudah Memahami Pesan dari Drama Serial Hanya dari Satu Episode”

Cara Menghadapi Situasi Sulit ( Pandemi Covid 19 ), Menurut Ajaran Ilmu Kebatinan


Ajaran Ilmu Kebatinan ini diyakini oleh Samin Wedhus, tokoh di tulisan Soesilo Toer, dalam bukunya “Pram dari Dalam, di bagian yang berjudul, Siapa pun Tak Berhak Merancang Nasib?”.

Ilmu yang sederhana yang ditekuni, dihayati dan dijadikan bagian dari hidupnya. Terbukti dalam serba kekurangan, keterbatasan dan kemiskinan hidup, ia berhasil mengembangkan usaha beternak kambing (Wedhus). Samin Rejo mendapatkan gelar Samin Wedhus. Ini sedikit penghinaan, tetapi bagi dia, itu berkah, itu tradisi, dan ia terima dengan tangan terbuka, lapang dada. Banyak orang juga mendapat gelar tanpa harus kuliah di perguruan tinggi, namun malah melambungkan namanya di kemudian hari. Istilah sekarang Personal Branding. Lanjutkan membaca “Cara Menghadapi Situasi Sulit ( Pandemi Covid 19 ), Menurut Ajaran Ilmu Kebatinan”

Harusnya Malam Ini Berkumpul Bersama Keluarga


Duduk terpaku sendiri di depan Laptop
….teman setia selama Corona

Suara Takbir bersautan dari seluruh penjuru angin
membuka kenangan,
keliling kampung, memukul kentongan
Cahaya obor penerang jalan
sesekali berhenti menyalakan petasan,
suara letusan disusul teriak kegirangan

tak sampai pukul 9 sudah pulang ke rumah
….tersedia makanan berlimpah
…..kue kue kering, hingga sayur berkuah
..baju, sepatu baru ditata rapi
….dielus diraba dibawa mimpi

malam Lebaran selalu dinantikan
sekali tidak bermain di bawah rembulan
suka citanya tak terperikan
berkumpul bersama handai taulan

Tahun ini 2020
pandemi melanda negeri bahkan seluruh bumi
wajib karantina mandiri, jaga jarak untuk peduli
orang tua di kampung tak boleh dikunjungi
demi selamat tak tertulari

jadi kali ini
….sendiri di tanah orang bergelut memori

doa dan puji pada Illahi
….tetap berbunyi meski lirih di hati.

menyeruak sesak mengoyak dada,
…terangkum kata kata

Harusnya malam ini berkumpul bersama keluarga.

Yogyakarta, 23 Mei 2020

Retmono Adi

Tips Konseling, Penerimaan Diri Apakah Solusi ?


Tulisan ini ditujukan bagi para konselor dan juga para konseli, yang berada dalam situasi kesulitan dalam beradaptasi. Terutama dalam mensikapi kondisi diri terhadap tuntutan lingkungan. Lanjutkan membaca “Tips Konseling, Penerimaan Diri Apakah Solusi ?”

Kutampar Dirimu dengan Jurus Andalanmu


Kau masih saja berkata-kata, sementara aku sudah merasakan deritanya.
Hidup tak cukup dengan kata kata, itu juga berkali kali ada dalam ucapanmu.
Kontradiksinya adalah kau menghidupi itu dalam bicaramu.

kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata
kata kata kata kata kata kata kata kata
kata kata kata kata kata kata kata

mana makna?
bahkan rasa kau reduksi dalam kata!

dunia sedang merana, atau sedang suka cita…?
itu kau bungkus dalam kata kata

apakah kau hidup dari makan kata kata, sementara banyak orang sudah beralih ke angka?
harusnya kau mulai menyentuh fakta, atau data yang berserak di pelataran realita.

ach,..paling juga akhirnya kaujadikan kata kata.

maka,
Kutampar dirimu dengan jurus andalanmu,
kata kata.

Yogyakarta, 20 Mei 2020