Aku, Peranku, Ruang Peranku, dan Berkontribusi, Sebuah Refleksi


Waktu masih bayi, ruang gerakku sebatas tempat tidur, dan selalu menempel pada orang tua yang mengendongku apabila diluar tempat tidur.

Waktu usiaku Balita, masih di bawah lima tahun, Ruang gerakku sebatas rumah, paling juga sesekali  ke rumah tetangga itu pun ditemani orang tua. Peranku lebih banyak sebagai buah hati yang menghibur atau juga merepotkan orang tuaku. Menghibur mereka dengan perkembangan kemampuanku bicara, berlari, melompat menari atau menyanyi. Banyak merepotkan pastinya, mereka mencucikan bajuku, menyiapkan makanku, bahkan juga menggendongku. Lanjutkan membaca “Aku, Peranku, Ruang Peranku, dan Berkontribusi, Sebuah Refleksi”