6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #02


sambungan dari : 6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #01

Kedewasaan emosional bukanlah sesuatu yang Anda miliki sejak lahir; itu adalah sesuatu yang perlu Anda usahakan.

Tidak semua orang akan mengambil keuntungan dari situasi untuk belajar tentang kedewasaan emosional mereka sendiri, tetapi bagi mereka yang cukup beruntung untuk memperhatikan dan membuat sebagian besar situasi itu, perubahan dapat terjadi.

Kedewasaan emosional berarti Anda berpikir sebelum bertindak, meluangkan waktu untuk berhenti sejenak, dan bertanya-tanya tentang dunia pada umumnya – alih-alih berpikir bahwa Anda sudah tahu semua yang perlu diketahui tentang diri Anda, orang lain, dan dunia di sekitar Anda.

Berikut adalah 7 (tujuh) cara Anda bisa menjadi lebih dewasa secara emosional. Lanjutkan membaca “6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #02”

Solusi Itu Muncul Ketika Berada Dalam Tindakan


Dari Pengalaman saya selama memberikan pelatihan, muncul ide ide baru, cara cara baru ketika berada dalam pelaksanaannya. Psikodrama berangkat dari spontanitas, sering saya menekankan pada dinamika yang terjadi, rancangan memang sudah saya bikin dengan runtut, namun tetap memberikan ruang ruang pengembangannya.

Berdasarkan dinamika peserta sering tidak mengikuti rundown, lalu muncullah ide baru, pengembangan baru, yang selanjutnya dapat menjadi bahan dan dapat disusun menjadi rundown baru. Lanjutkan membaca “Solusi Itu Muncul Ketika Berada Dalam Tindakan”

Fenomena Cebong Kampret dan Upaya Rekonsiliasi dengan Cara Psikodrama


Melihat dan mendengar apa yang ada di media sosial dan acara talk show di televisi (termasuk berita beritanya), Keriuhan Pesta Demokrasi, Pendukung Paslon, terbelah menjadi dua kubu. Salah satu kubu disebut Cebong yang mendukung Paslon nomor 01. Kubu satunya lagi disebut Kampret yang mendukung Paslon nomor 02. Lanjutkan membaca “Fenomena Cebong Kampret dan Upaya Rekonsiliasi dengan Cara Psikodrama”

Nasehat Eyang dalam Mengolah Fakta Melawan Hoax ( Kearifan Lokal Orang Jawa )


Beberapa tahun yang lalu di Jakarta, saya bertemu dengan seorang Direktur sebuah perusahaan di Tangerang, dalam rangka diskusi untuk proses pelatihan karyawannya. Beliau memberikan sebuah Konsep yang berasal dari Kearifan Lokal orang Jawa. Beliau mengharapkan karyawannya memiliki sikap mental yang diajarkan para leluhur tanah Jawa. Namun saya akan menggunakan Kearifan tersebut untuk kita saat ini. Saya akan mengajak untuk belajar mengolah informasi mensikapi keadaan sekarang dan melawan hoax. Lanjutkan membaca “Nasehat Eyang dalam Mengolah Fakta Melawan Hoax ( Kearifan Lokal Orang Jawa )”

Belajar Membaca Bahasa Emosi (tulisan ke 3 Rahasia Bahasa Emosi )


Membaca bahasa emosi dari tubuh sesederhana langkah 1,2,3 namun percayalah bahwa ini ternyata tidak mudah.
Yang harus anda lakukan untuk dapat memahami tubuh anda, dapat dilakukan dengan satu teknik sederhana berikut: duduklah dan hindari pengganggu, rasakan apa dan dimana emosi berada, apa yang menyebabkannya, insight apa yang muncul. Fokuskan pada innerlife. Berlatihlah secara berulang. Lanjutkan membaca “Belajar Membaca Bahasa Emosi (tulisan ke 3 Rahasia Bahasa Emosi )”

Self-talk, Hati hati Belum Tentu dari Nurani


Self-talk adalah cara kita berdialog dengan inner voice diri sendiri saat menghadapi berbagai macam situasi. Self-talk dapat kita lafalkan baik dalam hati maupun dengan suara lantang menjadi sebuah sugesti untuk diri. Sejatinya, self-talk membantu diri sendiri menjadi lebih sadar dalam berpikir, merasa, dan bertindak. Self-talk  lebih banyak bernuansa positif seperti tulisan ini : Self-talk: Seni Berdialog dengan Diri Sendiri dan tulisan di Era Inspirasi. Lanjutkan membaca “Self-talk, Hati hati Belum Tentu dari Nurani”

Pengalihan Respon Emosi ( tulisan ke 2 mengenal Rahasia Bahasa Emosi )


Suatu ketika saya membaca sebuah buku, tiba-tiba tangan saya mencari stoples dan mulai makan keripik. Saya bertanya apakah saya lapar? Seberapa banyak keripik yang harus saya makan untuk menghilangkan lapar saya. Rupanya perut saya mulai terasa penuh dan sebah tetapi saya masih mengunyah keripik tanpa melihat. Tangan meraih stoples otomatis dan menjejalkan keripik ke mulut dan mengunyahnya tanpa benar-benar di rasakan. Lanjutkan membaca “Pengalihan Respon Emosi ( tulisan ke 2 mengenal Rahasia Bahasa Emosi )”