Coretan Lama 29; Minat Butuh Tempat yang Tepat agar Tersalur tidak Sia sia


Minat

Setiap manusia

membutuhkan pengalihan

agar sejenak dapat melupa

pada resah yang ada.

Setiap manusia

membutuhkan tempat

yang tepat

untuk menyalurkan minat.

Agar kelebihan

yang Tuhan beri

pada setiap manusia

tidak berakhir sia-sia.

 

Kartosura, 30 September 2017

Qanifara

Refleksi Buah Cinta yang Belum Sempat Tumbuh dari Cerita Pendek Drama Perjuangan Hidup Prita


Dari sudut pandangku sebagai Penulis

Aku belum pernah hamil. Aku pastinya belum pernah mengalami keguguran. Aku belum pernah bersetubuh dengan orang lain. Barangkali cerita tentang keguguran yang kutuliskan adalah simbol dari ketidaksiapanku untuk punya anak. Kalau orang-orang pada umumnya takut bila tidak bisa punya anak, aku malah sebaliknya. Salah satu ketakutan terbesarku adalah punya anak. Lanjutkan membaca “Refleksi Buah Cinta yang Belum Sempat Tumbuh dari Cerita Pendek Drama Perjuangan Hidup Prita”

Coretan Lama 28; Aku Belajar Memahami Seseorang


Belajar Memahami

Bagiku memahami buku sama halnya

dengan memahami seseorang.

Dibutuhkan kesabaran.

Kita tidak bisa menilai

hanya dari segi permukaan atau luarnya saja,

tetapi kita perlu mendalami keseluruhan isi

yang ada di dalamnya

dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang.

Juga dibutuhkan perasaan

dan pikiran yang selaras.

Sebab sering kali dengan memahami,

kita baru bisa menerima,

memaafkan,

serta mensyukuri

segala hal baik di masa lalu

maupun di masa sekarang.

 

Kartasura, 13 Juli 2016

Qanifara

Cerita Pendek, Drama Perjuangan Hidup Prita #14 Epilog, Untuk Rio


Untuk Rio

Kita memang bukan pasangan sempurna

Kata orang, pernikahan terasa indah dan bahagia

Hanya di tiga atau lima tahun pertama

Delapan tahun berlalu, rasa itu nyatanya masih terus ada dan kian menyala

Hidup kita menjadi lebih berwarna dan bermakna ketika bersama

Walaupun belum ada anak di rumah kita Lanjutkan membaca “Cerita Pendek, Drama Perjuangan Hidup Prita #14 Epilog, Untuk Rio”

Coretan Lama 27; Untukmu yang selalu Menjadi Rahasia Tuhan


Rahasia Tuhan

Kelak kau akan memiliki

satu kesamaan

dengan buku cerita.

Sama-sama mahir

dalam membuatku rindu.

Rindu untuk kujamah dan kuselami

segala hal yang kau rasa dan kau pikirkan.

Untukmu

yang belum saatnya tiba.

Untukmu

yang selalu menjadi rahasia Tuhan.

 

Kartasura, 14 Mei 2017

Qanifara

Coretan Lama 25; Energi dari Orang yang Berarti


Energi

Bahkan

untuk melakukan sesuatu

hal yang kita sukai sekalipun,

kita butuh energi.

Energi bagiku

tidak hanya didapat

dari makanan atau minuman saja.

Bisa pula didapat

dari orang-orang

yang berarti bagimu.

Bisa pula dari seseorang

yang mungkin baru kau dengar

hela nafasnya saja

atau

tawa renyahnya,

atau

baru kau lihat batang hidungnya

yang berminyak saja

kau merasa tenteram dan damai.

Sebab kau menyadari

bahwa ketika bersamanya,

kau diberkahi rasa cukup

dan

kemudahan untuk menikmati

segala yang Tuhan beri.

Untuk bersyukur pun

dibutuhkan cara dan proses.

Dan setiap orang

masing-masing memiliki

cara dan prosesnya sendiri.

 

Kartosura, 26 Juni 2018

Qanifara

Hidup Bersama Wajib Dijaga


Hidup Bersama Wajib Dijaga

Hari ini aku mendatangai rumah temen yang empat hari lalu bapaknya meninggal.

Baru hari ini aku bisa ikut berbela sungkawa. Di rumahnya ada sembahyangan untuk mengingat jasa baik yang meninggal dan menguatkan yang ditinggalkan. Setelah acara selesai dan disuguhi makanan kecil. Bercakap akrab. Mereka pamit dan bersalaman dengan seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan. Suasana akrab terasa.

Aku jadi ingat suasana ini di kampung halamanku dulu. Seluruh warga kampung saling mengenal dan akrab. Aku merasa waktu kecil bisa merasakan kepedulian antar warga. Apalagi jika ada anggota warga yang meninggal dunia. Warga akan meninggalkan pekerjaannya untuk merasa berbela sungkawa. Dan berlangsung selama tujuh hari berturut turut. Tiap malam keluarga yang berduka, tidak dibiarkan sendiri.

Aku tahu sekarang bahwa tiap orang pasti memiliki masalahnya sendiri, namun disini dalam acara lek-lek an, warga kampung bersedia meluangkan waktunya demi menjaga hidup bersama.

Entah sampai kapan, bukan soal untuk dibicarakan….

 

Bantul, 13 Juni 2016

Retmono Adi

Belajar menjadi Diri Sendiri dari Film Marvel End Game, Iron Man


Aku meyakini bahwa film yang baik dibuat dengan persiapan dan riset yang sungguh sungguh, sehingga terlihat seperti kehidupan nyata. Tiap karakter tokohnya dibangun dari dinamika psikologis yang “sewajar” mungkin. Dalam arti diusahakan mendekati kenyataan dinamika psikologi manusia. Maka dari itu aku banyak mengambil pelajaran dari film-film yang bermutu untuk praktek Psikodramaku.

Aku tertarik pada akhir dari perjuangan para Avengersber dalam film Marvel End Game. Kali ini karakter Iron Man yang menjadi Pahlawan. Iron Man gugur, mengorbankan diri, tidak memakai topeng besinya. Tony Stark pahlawan itu yang juga Iron Man. Lanjutkan membaca “Belajar menjadi Diri Sendiri dari Film Marvel End Game, Iron Man”

Coretan Lama 23; Berada di Titik Balik


Pernahkah kau berada di titik balik

di mana kau sudah tidak lagi mencari

dan

menginginkan apa-apa

selain suatu tempat

di mana kau bisa didekatkan

dengan orang-orang

yang kau harap dapat membuatmu

lebih mudah

dalam mencintai dirimu sendiri,

terutama mencintai Tuhan,

dan

mencintai kehidupan dengan lebih baik?

 

Kartasura, 10 Mei 2017

Qanifara

Coretan Lama 21; Berjalan Walaupun Sendiri


Berjalan

Terus saja berjalan

walaupun orang-orang

yang berarti dalam hidupmu

harus pergi,

meninggalkanmu sendiri.

Dalam gelap,

dalam tidurmu

yang lelap,

selipkanlah mimpi

bahwa semuanya akan baik-baik saja

dengan bersama

atau pun

sendiri.

 

Kartasura, 26 September 2018

Qanifara