Refleksi Buah Cinta yang Belum Sempat Tumbuh dari Cerita Pendek Drama Perjuangan Hidup Prita


Dari sudut pandangku sebagai Penulis

Aku belum pernah hamil. Aku pastinya belum pernah mengalami keguguran. Aku belum pernah bersetubuh dengan orang lain. Barangkali cerita tentang keguguran yang kutuliskan adalah simbol dari ketidaksiapanku untuk punya anak. Kalau orang-orang pada umumnya takut bila tidak bisa punya anak, aku malah sebaliknya. Salah satu ketakutan terbesarku adalah punya anak. Lanjutkan membaca “Refleksi Buah Cinta yang Belum Sempat Tumbuh dari Cerita Pendek Drama Perjuangan Hidup Prita”

Coretan Lama 28; Aku Belajar Memahami Seseorang


Belajar Memahami

Bagiku memahami buku sama halnya

dengan memahami seseorang.

Dibutuhkan kesabaran.

Kita tidak bisa menilai

hanya dari segi permukaan atau luarnya saja,

tetapi kita perlu mendalami keseluruhan isi

yang ada di dalamnya

dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang.

Juga dibutuhkan perasaan

dan pikiran yang selaras.

Sebab sering kali dengan memahami,

kita baru bisa menerima,

memaafkan,

serta mensyukuri

segala hal baik di masa lalu

maupun di masa sekarang.

 

Kartasura, 13 Juli 2016

Qanifara

Cerita Pendek, Drama Perjuangan Hidup Prita #14 Epilog, Untuk Rio


Untuk Rio

Kita memang bukan pasangan sempurna

Kata orang, pernikahan terasa indah dan bahagia

Hanya di tiga atau lima tahun pertama

Delapan tahun berlalu, rasa itu nyatanya masih terus ada dan kian menyala

Hidup kita menjadi lebih berwarna dan bermakna ketika bersama

Walaupun belum ada anak di rumah kita Lanjutkan membaca “Cerita Pendek, Drama Perjuangan Hidup Prita #14 Epilog, Untuk Rio”

Coretan Lama 25; Energi dari Orang yang Berarti


Energi

Bahkan

untuk melakukan sesuatu

hal yang kita sukai sekalipun,

kita butuh energi.

Energi bagiku

tidak hanya didapat

dari makanan atau minuman saja.

Bisa pula didapat

dari orang-orang

yang berarti bagimu.

Bisa pula dari seseorang

yang mungkin baru kau dengar

hela nafasnya saja

atau

tawa renyahnya,

atau

baru kau lihat batang hidungnya

yang berminyak saja

kau merasa tenteram dan damai.

Sebab kau menyadari

bahwa ketika bersamanya,

kau diberkahi rasa cukup

dan

kemudahan untuk menikmati

segala yang Tuhan beri.

Untuk bersyukur pun

dibutuhkan cara dan proses.

Dan setiap orang

masing-masing memiliki

cara dan prosesnya sendiri.

 

Kartosura, 26 Juni 2018

Qanifara

Hidup Bersama Wajib Dijaga


Hidup Bersama Wajib Dijaga

Hari ini aku mendatangai rumah temen yang empat hari lalu bapaknya meninggal.

Baru hari ini aku bisa ikut berbela sungkawa. Di rumahnya ada sembahyangan untuk mengingat jasa baik yang meninggal dan menguatkan yang ditinggalkan. Setelah acara selesai dan disuguhi makanan kecil. Bercakap akrab. Mereka pamit dan bersalaman dengan seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan. Suasana akrab terasa.

Aku jadi ingat suasana ini di kampung halamanku dulu. Seluruh warga kampung saling mengenal dan akrab. Aku merasa waktu kecil bisa merasakan kepedulian antar warga. Apalagi jika ada anggota warga yang meninggal dunia. Warga akan meninggalkan pekerjaannya untuk merasa berbela sungkawa. Dan berlangsung selama tujuh hari berturut turut. Tiap malam keluarga yang berduka, tidak dibiarkan sendiri.

Aku tahu sekarang bahwa tiap orang pasti memiliki masalahnya sendiri, namun disini dalam acara lek-lek an, warga kampung bersedia meluangkan waktunya demi menjaga hidup bersama.

Entah sampai kapan, bukan soal untuk dibicarakan….

 

Bantul, 13 Juni 2016

Retmono Adi

Coretan Lama 23; Berada di Titik Balik


Pernahkah kau berada di titik balik

di mana kau sudah tidak lagi mencari

dan

menginginkan apa-apa

selain suatu tempat

di mana kau bisa didekatkan

dengan orang-orang

yang kau harap dapat membuatmu

lebih mudah

dalam mencintai dirimu sendiri,

terutama mencintai Tuhan,

dan

mencintai kehidupan dengan lebih baik?

 

Kartasura, 10 Mei 2017

Qanifara

Coretan Lama 21; Berjalan Walaupun Sendiri


Berjalan

Terus saja berjalan

walaupun orang-orang

yang berarti dalam hidupmu

harus pergi,

meninggalkanmu sendiri.

Dalam gelap,

dalam tidurmu

yang lelap,

selipkanlah mimpi

bahwa semuanya akan baik-baik saja

dengan bersama

atau pun

sendiri.

 

Kartasura, 26 September 2018

Qanifara

Psikodrama Membantu Lebih Cinta (Peran) Menjadi Diri Sendiri


Mumpung dalam suasana Valentine, tema cinta menjadi bahasan utama. Kali ini Aku mau merangkum dari beberapa pernyataan yang menunjukkan bahwa Psikodrama mampu menjadikan tiap pribadi lebih CINTA berperan menjadi diri sendiri.

Moreno sendiri sebagai Pencetus Psikodrama menggunakan istilah Protagonis bagi pribadi yang berproses dalam psikodrama. Moreno mengajak tiap pribadi untuk menjadi Tokoh Utama dari drama hidupnya. Dapat juga dikatakan bahwa Moreno mengajak tiap orang untuk berani menjadi diri sendiri. Pernyataan tersebut diimplementasi pada Tahap Warming Up dibangun suasana Boleh Salah, agar tiap peserta berani Spontan, jujur pada diri sendiri dan mencintai diri sendiri. Lanjutkan membaca “Psikodrama Membantu Lebih Cinta (Peran) Menjadi Diri Sendiri”

Coretan Lama 18; Perpisahan, Kita Semua Berhak Bahagia


Perpisahan

Kadang ada saat di mana kau harus pergi

menjauh dari mereka

yang sejatinya tidak ditakdirkan

untuk bisa memahami arti keberadaanmu.

Atas dasar rasa sakit

yang tak tertahankan lagi.

Untuk apa bersama tapi saling menyakiti?

Untuk apa bersama tapi tidak bisa saling berbagi,

memahami, mengisi, dan melengkapi?

Pergi bukan hanya demi kebaikan diri sendiri

tapi juga demi kebaikan bersama.

Sebab sebagai manusia,

kita semua berhak bahagia.

 

Kartasura, 29 Oktober 2018

Qanifara

Coretan Lama 17; Kembali pada Panggilan Hati


Panggilan Hati

Semua kembali pada panggilan hati.

Pun pekerjaan.

Tanpa ada paksaan.

Melainkan sepenuh cinta dan ketulusan.

Lagi-lagi Tuhan menyuruh waktu

untuk menjawab

ke mana hati dan jiwa ini

akan berlabuh.

Entah kepada apa atau kepada siapa.

Entah seberapa lama.

Entah seberapa dalam proses yang akan ada.

Sedangkan aku senantiasa

memaksa waktu untuk menjawab.

Jawabannya pastilah,

“Tunggu lebih lama lagi.

Bersabarlah.” 

 

Kartasura, 4 November 2016

Qanifara