Tanggapan Kasus, Selamat Tinggal Covid-19, Mari Tetap Sehat dan Bahagia


Awal tahun 2020 menjadi tahun baru yang penuh dengan kejutan. Walaupun di Indonesia, dianggap terlambat dalam merespon wabah Covid 19, namun kita tak perlu bertanya mengapa? mengapa …kita tak lagi bersama ? mungkin kita mulai bosan … bersahabat dengan alam… ( maaf ini bukan lagu Ebiet ). Saya tidak akan bertanya mengapa. Tapi mari cermati saja apa yang terjadi dan bagaimana kita menghadapinya. Lanjutkan membaca “Tanggapan Kasus, Selamat Tinggal Covid-19, Mari Tetap Sehat dan Bahagia”

Setia Pada Perkara Kecil, Sebuah Refleksi #dirumahaja


Sering aku tidak menyadari bahwa tindakanku yang sangat mudah dan sepele, dapat memberikan impact yang besar. Aku mau sharing kejadian hari ini yang dirangkai dari beberapa langkah kecil beberapa hari yang lalu.

Sudah lebih dari 2 minggu, keadaan mengharuskan di rumah saja. Meskipun memang keseharianku selalu di rumah saja, sampai dapat panggilan untuk melakukan training Psikodrama di dalam kota maupun di luar kota. Wabah Covid 19, menjadikan semua jadwal training dibatalkan sehingga makin jelaslah bahwa aku tetap di rumah saja. Lanjutkan membaca “Setia Pada Perkara Kecil, Sebuah Refleksi #dirumahaja”

Di rumah Aja, Karantina Mandiri Fokus pada yang Positip


Karantina diri bagi saya yang biasa bergerak terus memang tidak enak. Mencoba di rumah aja, padahal biasanya jam begini saya sudah beredar di mana-mana. Meski tidak positif, bukan PDP, bahkan juga bukan ODP, tapi menyadari bahwa dengan menjaga diri tetap di rumah dapat membantu mempercepat selesainya masalah Covid ini.

Saya beruntung sebab meskipun di rumah aja, namun masih ada kegiatan rutin yang bisa dilakukan. Berpikir bahwa meski saya tak suka, tapi saya berada di tempat yang aman. Banyak teman teman yang ingin di rumah aja, namun tidak dapat melakukannya. Jadi kita yang dapat di rumah aja, adalah orang-orang yang beruntung. Lanjutkan membaca “Di rumah Aja, Karantina Mandiri Fokus pada yang Positip”

Beberapa Waktu Merenung, Sebuah Refleksi Kehidupan Menghadapi Kematian


Kejadian saat ini,
Mengingatkan pada 28 September 2018.
“Berhadapan dengan kematian”.
Kejadian saat ini, pembelajarannya mungkin serupa.

Waktu itu, masuk 3 meter ke dalam tanah.
Tertimbun reruntuhan, dilindungi meja guru dari kayu jati, direndam air hingga se dada, gelap gulita, sempit, sesak, seperti dalam kuburan, susah bergerak, diam seperti bayi dengan 1 posisi yang sama selama 12 jam, seperti bayi dalam kandungan (dalam kandungan Mother Earth) Lanjutkan membaca “Beberapa Waktu Merenung, Sebuah Refleksi Kehidupan Menghadapi Kematian”

Terus Maju, Bertransformasi untuk Lebih Memberi Kontribusi


Hari Minggu yang lalu, aku ke Gereja, Kidul Loji, kotbah Romo ada tentang Surat Gembala. Ajakan dari Bapak Uskup Keuskupan Agung Semarang, untuk menjadi Pribadi Bertransformasi, dalam Surat Gembala tersebut mengajak untuk Bertobat, Terlibat, dan Berbuah Berkat.

Pertobatan yang kuyakini adalah berani mengubah diri dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru. Awalnya aku bekerja sendiri. Aku mengubah diri, aku akan melibatkan diri dan orang lain, agar sinergi, dengan demikian akan dapat memberikan lebih banyak kontribusi.

Sesuai dengan keadaanku saat ini, aku sedang bertransformasi dari Pekerja Lepas (trainer lepas) mau membuat Perusahaan Terbatas (PT) menjadi Pemilik Usaha. (baca: Aku dan Keterlambatanku …,)

Ya,…tentu tidak mudah, namun ini adalah pilihanku. Ini adalah jalan Ninjaku, mengutip apa kata Naruto, Film Animasi dari negeri Sakura. Dengan penuh kesadaran aku memilihnya, mengekplorasi segala kemungkinan agar dapat menjadi jalan bagi kehidupan. Lanjutkan membaca “Terus Maju, Bertransformasi untuk Lebih Memberi Kontribusi”

Aku dan Keterlambatanku, Indah pada Waktunya.


Dulu waktu SMA aku paling sering terlambat. Dan bukti akan hal itu adalah dipanggilnya Orang tuaku ke sekolah untuk membahas masalah keterlambatanku ini. Di SMA kalau terlambat di wajibkan senam di Teras di dekat ruang Kepala Sekolah. Setelah senam baru diijinkan masuk untuk mengikuti pelajaran jam berikutnya, setelah diberikan surat keterangan dari Wakil Kepala Sekolah. Lanjutkan membaca “Aku dan Keterlambatanku, Indah pada Waktunya.”

Aku Sengaja Memilih Bersama Mereka yang di Bawah, Lemah, dan Kalah


Hari ini aku dengan melihat YouTube, Audisi ajang pencari bakat di berbagai negara. Mereka menunjukkan performa yang istimewa, bahkan mampu menyentuh rasa hingga menjadikan aku meneteskan air mata. Kekaguman yang tidak lagi dapat diungkapkan dengan kata-kata. Muncul pemikiran bahwa mereka mungkin bukan lagi manusia dari dunia ini. Hahahahaha lebay ya,….? Lanjutkan membaca “Aku Sengaja Memilih Bersama Mereka yang di Bawah, Lemah, dan Kalah”