Penerapan Psikodrama untuk Membawa Spiritualitas ke dalam Lingkungan Kerja


Setiap orang memiliki definisi spiritualitas mereka sendiri, tidak ada peraturan, tidak ada dogma yang harus diikuti. Sebagian besar berhubungan dengan hubungan pribadi dengan apa yang dirasakan setiap orang pada Sang Sumber atau Penciptanya. Ini adalah ruang batin dimana mereka terhubung dengan bimbingan mereka dan aspek tertinggi dan terbaik dari keberadaan mereka. Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama untuk Membawa Spiritualitas ke dalam Lingkungan Kerja”

WAKTU TERBUANG, WAKTU TERBILANG #Goresanku 146


Hari demi hari berlalu, hampir tidak ada diantara kita yg bisa mengklaim kelebihan waktu. Kita semua terburu-buru di ruang kelas, tempat bermain atau di meja makan keluarga. Bahkan bagi anak sekalipun, hilang kemewahan yg kita rasakan dulu … diajak berbincang dari hati ke hati, dan sekarang  harus dibiarkan melamun menabung mimpi. Lanjutkan membaca “WAKTU TERBUANG, WAKTU TERBILANG #Goresanku 146”

Pada Semesta Aku Bicara, Refleksi setelah Psikodrama Online


Pada semesta aku bicara. Pada ruang-ruang sepi, terperangkap dalam ketidakberdayaan diri. Sebetulnya banyak yang bisa dinikmati. Bila saja kita semua diberi kesempatan untuk memahami.

“Akhiri dulu saja pertanyaanmu. Kalau kau terus banyak bertanya, nggak akan ada habisnya. Nggak setiap pertanyaan harus terjawab sekarang,” ujar Pak Didik ditelepon saat sesi belajar psikodrama seminggu yang lalu. Lanjutkan membaca “Pada Semesta Aku Bicara, Refleksi setelah Psikodrama Online”

Belajar Menemukan Value Cinta dengan Psikodrama Lewat Telepon (Bagian Tiga)


Aku termenung cukup lama sambil membawa secangkir teh hijauku yang sudah kosong. Aku ndomblong sambil mengamati kucing kakakku yang gemuk sedang tidur pulas tidak jauh dariku. Aku seperti orang yang sedang syok entah kenapa aku tidak tahu. Jantungku berdebar agak kencang seperti saat aku presentasi di depan dosen. Aku belum terbiasa membicarakan kehidupan pribadiku dengan seseorang yang usianya jauh di atasku yang masih belum begitu kukenal dengan baik. Lanjutkan membaca “Belajar Menemukan Value Cinta dengan Psikodrama Lewat Telepon (Bagian Tiga)”

Belajar Menemukan Value Cinta dengan Psikodrama Lewat Telepon (Bagian Dua)


Bukankah makna cinta itu luas dan dalam? Tidakkah kau ingat, wahai diriku. Kau sudah mengatakannya di dalam video yang kau buat sendiri. Kau sampaikan disitu bahwa cinta bisa berasal dari siapa saja. Bukankah juga kau sampaikan bahwa cinta adalah tentang belajar mengikhlaskan? Lanjutkan membaca “Belajar Menemukan Value Cinta dengan Psikodrama Lewat Telepon (Bagian Dua)”

Apakah Bahagia itu? Sebuah Testimoni Belajar Psikodrama 01


“Apakah bahagia itu, apakah ia kebulatan dari segala kecukupan perasaan, ketika memiliki segala-galanya lebih dari orang lain, atau ketika kita tak rela memiliki apa-apa bahkan memberikan kemenangan kepada orang lain, atau di tengah-tengah dalam keseimbangan?” – Uap (hal. 94), Putu Wijaya.

Kutipan itu pertama kali kubaca dalam buku yang kutemukan di perpustakaan, di sela-sela pencarian jati diriku. Hampir sekitar lima tahun yang lalu, tapi aku masih mengingatnya sampai hari ini. Lanjutkan membaca “Apakah Bahagia itu? Sebuah Testimoni Belajar Psikodrama 01”

Pengalaman Belajar Psikodrama di Hari Pertama Secara Online


“Ok. Silahkan mulai ceritakan tentang dirimu. Pilih saja mana yang menurutmu penting untuk aku ketahui sehingga aku dapat memahami hubunganmu dengan psikodrama,” kata Pak Didik.

Membuka diri merupakan langkah awal yang perlu kulakukan di hari pertamaku belajar psikodrama. Kuutarakan saja siapa diriku dan bagaimana latar belakang kehidupanku kepada Pak Didik melalui telepon. Lanjutkan membaca “Pengalaman Belajar Psikodrama di Hari Pertama Secara Online”

Pelepasan Peran dalam Praktek Psikodrama dan Aplikasinya di Bisnis Akting


Pelepasan Peran, terjemahan bebas dari teknik De-Roling digunakan sesaat sebelum tahap action, dalam praktek psikodrama, usai. (silahkan baca: Tahap Psikodrama) Proses penutupan ini termasuk pemeriksaan apakah protagonis atau pembantu protagonis perlu dilepaskan dari peran apa pun yang telah dimainkan.

De-roling dapat mencakup berbagi persepsi yang diperoleh dari peran dan mengekspresikan emosi yang tersisa dari memainkan peran selama tahap Action. Itu mungkin termasuk penghinaan secara fisik: “melepas kostum peran; membersihkan energi negatif yang masih menguasai.” Lanjutkan membaca “Pelepasan Peran dalam Praktek Psikodrama dan Aplikasinya di Bisnis Akting”

Menulis sebagai Cara Terapi Jangka Pendek


Aku mengikuti Webinar, dan mendapatkan materi The Use of Writing as Therapy in the Short-termoleh Nadine Santos. Aku ingin tulis ulang dan kusimpan di sini, agar dapat kubaca ulang dan dibaca orang lain yang mungkin membutuhkan.

Ada 3 hal yang disampaikan yaitu :

  1. Menulis memiliki sifat Terapeutik
  2. Bukti bagaimana menuliskan cerita berpengaruh terhadap kehidupan kita
  3. Cara Mempraktekkannya.

Kekuatan Tranformasi Menulis

Menulis sebagai cara penyembuhan – bagaimana kita menceritakan kisah kita, mengubah hidup kita (Louise De Salvo,)

Menulis adalah Keberanian (Pramoedya Ananta Toer) * ini tambahanku sendiri. Lanjutkan membaca “Menulis sebagai Cara Terapi Jangka Pendek”

Sebenarnya Lebih Banyak Penyesalan, Namun itu Menjadi Alasan untuk Perbaikan


ya,…kala aku memikirkan apa yang telah aku lakukan, dan aku renungkan. Banyak kesalahan yang telah kuperbuat. Menyakiti orang orang yang peduli padaku. Membuang kesempatan diriku untuk maju. Ada juga hutang yang belum aku bayar, baik finansial maupun moral. Sementara waktu terus melaju.

Lanjutkan membaca “Sebenarnya Lebih Banyak Penyesalan, Namun itu Menjadi Alasan untuk Perbaikan”