Feedback Peserta Psikodrama pada Mother Refresher Training “Happy Mother for Happy Children” di Lembang Bandung


Dear Mas Didik yang baik,

Terima kasih banyak sebelumnya atas segala kebaikan mas Didik dalam memperkaya para ibu di MRT gelombang 3 di NTC SOS Children’s Villages Indonesia.

Berikut saya lampirkan feedback dari para peserta. Saya tidak mengurangi atau pun menambahkan kata, tanda bacanya. Segala yang saya ketik sesuai dengan apa yang dituliskan oleh peserta.

Bersamaan dengan email ini, saya juga meminta, sudi kiranya mas Didik dapat menuliskan cerita singkat terkait proses belajar yang mas Didik alami selama 3 hari bersama para ibu SOS CVI gelombang 3. Kiranya tulisan ini dapat kami bacakan saat pertemuan ibu di masing-masing wilayah nantinya.

Terima kasih banyak atas segala bantuannya.

Salam,

Dhiny Luna Wulandari Lanjutkan membaca “Feedback Peserta Psikodrama pada Mother Refresher Training “Happy Mother for Happy Children” di Lembang Bandung”

Solusi Itu Muncul Ketika Berada Dalam Tindakan


Dari Pengalaman saya selama memberikan pelatihan, muncul ide ide baru, cara cara baru ketika berada dalam pelaksanaannya. Psikodrama berangkat dari spontanitas, sering saya menekankan pada dinamika yang terjadi, rancangan memang sudah saya bikin dengan runtut, namun tetap memberikan ruang ruang pengembangannya.

Berdasarkan dinamika peserta sering tidak mengikuti rundown, lalu muncullah ide baru, pengembangan baru, yang selanjutnya dapat menjadi bahan dan dapat disusun menjadi rundown baru. Lanjutkan membaca “Solusi Itu Muncul Ketika Berada Dalam Tindakan”

Terapi Menulis Juga, Psikodrama dalam Soliloquy ku


Pernah dengar lagu kehidupan yang dinyanyikan Ahmad Albar?. Kira-kira syairnya begini; Dunia ini… panggung sandiwara, ceritanya .. mudah berubah. Ada peran wajar, ada peran berpura-pura… mengapa kita bersandiwara… mengapa kita bersandiwara…..Dunia ini penuh peranan….dunia ini jembatan kehidupan. Mengapa kita ….. bersandiwara…. Lanjutkan membaca “Terapi Menulis Juga, Psikodrama dalam Soliloquy ku”

…yang Kudapatkan dari Psikodrama, Sharing Pengalaman Psikodrama di Medan


Menulis tentang psikodrama???

Hal apa yang aku dapatkan dari psikodrama? Jawabannya, banyak banyak banyak.

Jujurnya, diawal aku itu gak tau apa itu psikodrama cuma pernah dengar doang.Waktu ditawarin workshop ini aku ikut aja,karena memang sedang butuh wadah untuk nge_cas otak. Sudah mampet, buntu dan kaku. Maklum, di daerah tempatku tinggal sekarang, masih terhitung kota kecil, jadi jarang sekali dibuat kegiatan -kegiatan semacam ini, khususnya utk psikologi, psikolognya aja masih bisa dihitung pake jari. Pokoknya jadi gak jadi, harus ikut,kalau gak, bakalan makin lemot. Demi nutrisi ke kepala, aku wajibkan diriku untuk ikut. Lanjutkan membaca “…yang Kudapatkan dari Psikodrama, Sharing Pengalaman Psikodrama di Medan”

Tidak Takut Berbuat Kesalahan


Pembelajaran yang saya dapatkan dari psikodrama yang telah dilakukan yaitu saya menjadi dapat mengenal diri saya sendiri lebih dalam seperti menyadari keberadaan saya dengan orang lain dalam lingkungan kehidupan sehari-hari saya, tanggung jawab saya, dan melihat pada diri sendiri apa yang salah dengan saya terlebih dahulu bukan menyalahkan orang lain. Kegiatan tersebut juga membuat saya menjadi lebih percaya diri dan lebih berani untuk mengemukakan pendapat saya karena secara tidak langsung dipaksa untuk berbicara dan melakukan hal-hal yang diluar dari zona nyaman saya. Lanjutkan membaca “Tidak Takut Berbuat Kesalahan”

Menjadi Lebih Spontan


Salah satu dari sejumlah misi yang dipilih dalam hidup adalah untuk membantu orang kembali lagi pada potensi alami mereka sendiri untuk spontanitas dan kapasitasnya untuk eksplorasi yang penuh permainan. Sebagaimana Allee dan saya menulis dalam The Art of Play (yang saat ini kita tulis ulang), spontanitas dan bermain tidak dengan sendirinya kekanak-kanakan. Meskipun akarnya dimulai pada anak usia dini, dan itu akan menahan pada pertengahan masa kanak-kanak dan seterusnya, bahkan bermain imajinatif, seperti menari atau bernyanyi, bisa juga dipupuk dan disalurkan sepanjang hidup. (Ya, yang mungkin memerlukan budaya yang lebih tercerahkan, tapi itulah yang saya sedang mencoba untuk membantu mewujudkannya!) Lanjutkan membaca “Menjadi Lebih Spontan”

TEORI PSIKODRAMA 2 – ISU-ISU LEBIH LANJUT – Adam Blatner, M.D.


Penyelesaian Masalah Emosi
(pp 133-137)
Banyak keputusan yang kita hadapi sehari-hari memerlukan beberapa pertimbangan faktor rasional dalam hidup kita. Keterampilan introspeksi dibutuhkan untuk benar-benar menimbang dan memasukkan dimensi emosional dalam berbagai situasi. Dalam rangka untuk mendapatkan perspektif tentang faktor-faktor penentu bawah sadar pilihan seseorang, maka perlu untuk menemukan cara-cara mengembangkan wawasan ke dalam hubungan interpersonal. Penggunaan metode psychodramatic dapat melengkapi metode lisan dalam memfasilitasi analisis dari berbagai dimensi pemecahan masalah emosional (Lebovici, 1957). Proses psikoterapi atau pendidikan tentang perasaan demikian dapat dilihat dari segi: (1) menetapkan konteks yang memaksimalkan kondisi pertumbuhan pribadi dan (2) secara parsial menganalisis modus pemecahan masalah. Lanjutkan membaca “TEORI PSIKODRAMA 2 – ISU-ISU LEBIH LANJUT – Adam Blatner, M.D.”