Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian I Cerita dari Tarakan Kalimantan Utara


Jumat pagi, hari ini langit kota Tarakan amat cerah dan saya mungkin salah satu dari banyak orang yang sangat bersemangat menyambut pagi ini. Ini adalah kedua kalinya saya mengikuti kelas Psikodrama yang diisi oleh Pak Adi dan saya sangat bersemangat.

Workshop Psikodama yang saya ikuti kali ini dibuat untuk melatih kami menjadi Terapis Psikodrama. Itu membuat saya begitu antusias mengikutinya. Kali ini bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk menolong orang lain yang mungkin memang membutuhkan pertolongan. Lanjutkan membaca “Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian I Cerita dari Tarakan Kalimantan Utara”

Tips Cara Menolak Kepalsuan Diri, Kepercayaan Diri atau Kesombongan?


Banyak orang berpikir mereka tahu, atau mereka menunjukkan kepada orang lain sikap yang mereka percaya sepenuhnya dalam apa yang mereka katakan atau lakukan. Memeriksa sejarah, jelas bagi saya bahwa tidak ada seorangpun yang harus benar-benar percaya diri, karena manusia tidak dapat mengetahui sepenuhnya dampak tindakan mereka. Kadar kerendahan hati minimal 10% optimal, dan dalam beberapa kasus, menaikkan tingkat keraguan sampai 60%. Itu sains. Coba lihat. Tapi kebanyakan orang tidak peduli dengan ini. Lanjutkan membaca “Tips Cara Menolak Kepalsuan Diri, Kepercayaan Diri atau Kesombongan?”

Malu Bertanya Sesat di Jalan, Banyak Bertanya Otak Tersesat


13 November 2015

Pepatah jaman dulu kan selalu berkata seperti itu ya, malu bertanya sesat di jalan! Ingat tidak, ketika masih SD, kita selalu diwajibkan untuk menghafal pepatah dan peribahasa, salah satunya ya itu. setelah dihafalkan selama bertahun-tahun, tanpa disadari pepatah itu bersemayam dalam-dalam di otak saya. Kalau ada apa-apa, bertanyalah……masalahnya kan kalau malu bertanya bisa sesat di jalan.

Nah, yang saya tidak tahu, ternyata kalau terlalu banyak bertanya, atau bertanya tanpa berpikir dulu, bisa jadi pertanyaan tersebut malah membuat kita tambah tersesat. Lanjutkan membaca “Malu Bertanya Sesat di Jalan, Banyak Bertanya Otak Tersesat”