Pengalaman Psikodrama di Tebet Jakarta Timur


Setelah mengikuti Psikodrama yang saya rasakan secara psikis adalah ada perasaan lebih menghargai diri. Ketika saya terlalu lelah, saya akan berhenti dan tidur. Menimbang bahwa hal ini bisa saya lakukan besok setelah tubuh lebih fit. Selain itu pendapat teman-teman bahwa saya kurang percaya diri membuat lebih intropeksi agar lebih yakin dgn kemampuan diri.

Efek secara fisik tidak terlalu berbeda dengan sebelumnya karena biasanya saya akan merasa sesak jika gelisah/cemas dan lambung langsung ada gangguan. Gejala itu masih saya rasakan setelah ikut Psikodrama.

Yang saya rasakan saat ini adalah terlalu banyak rencana yang ingin dilakukan tetapi bingung menentukan prioritasnya, jadi akhirnya tidak maju-maju. Akhirnya dipending dengan alasan sudah capek dgn kegiatan di sekolah. Untuk menulis prioritasnya juga rasanya malas.

Cara pandang kepada orang lain mulai berubah, ketika saya berusaha menempatkan diri pada orang lain membuat saya lebih berhati-hati untuk memberi respon/komentar.

Ketika sesuatu terjadi tidak sesuai rencana saya, ada perasaan kesal dan kecewa pastinya tetapi saya berusaha meyakinkan diri bahwa yg terjadi saat ini adalah rancangan-Nya, jadi kalau berubah pasti itu untuk kebaikan kita (mekanisme saya supaya ngak kecewa berkepanjangan), syukurlah selama ini berhasil hingga akhirnya bisa move on.

Terima kasih untuk Mas Didi atas arahan dan masukannya 🙏😊 #sayaperlulebihbaiklagi

by Noffa

Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian II Cerita dari Tarakan Kalimantan Utara


sambungan Bagian I

Satu tahun lalu saya mengikuti kelas Psikodrama yang di isi oleh pak Adi . Saat itu temanya tentang healing terapi, seperti kelas Psikodrama yang saya ikuti kali ini kelas saat itu dimulai dengan perkenalan dan juga teknik lokogram dan spektogram. Kami diminta untuk membentuk pohon dan berbagai situasi, suasana saat itu sangat menyenangkan, semua peserta tertawa mengikuti arahan pak Adi dan tanpa disadari sebenarnya pak Adi sedang mengajak kami keluar dari zona nyaman kami. Setelah suasana sudah cukup kondusif dan kami merasa nyaman pak Adi menanyakan kepada kami bahwa kali ini kami akan dibawa untuk lebih dalam memainkan emosi kami dan kami menyetujuinya. Lanjutkan membaca “Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian II Cerita dari Tarakan Kalimantan Utara”

Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian I Cerita dari Tarakan Kalimantan Utara


Jumat pagi, hari ini langit kota Tarakan amat cerah dan saya mungkin salah satu dari banyak orang yang sangat bersemangat menyambut pagi ini. Ini adalah kedua kalinya saya mengikuti kelas Psikodrama yang diisi oleh Pak Adi dan saya sangat bersemangat.

Workshop Psikodama yang saya ikuti kali ini dibuat untuk melatih kami menjadi Terapis Psikodrama. Itu membuat saya begitu antusias mengikutinya. Kali ini bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk menolong orang lain yang mungkin memang membutuhkan pertolongan. Lanjutkan membaca “Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian I Cerita dari Tarakan Kalimantan Utara”

Efeknya Masih Bekerja Selepas Acaranya (ternyata efeknya masih lanjut..) Sharing Psikodrama 2


Sharing ini adalah lanjutan dari sharing sebelumnya, dengan judul artikel yang sama.. (Efeknya Masih Bekerja Selepas Acaranya…..)

Jadi, sekitar sebulan setelah mengikuti psikodrama, saya yang perantau akhirnya pulang ke rumah dan bisa bertemu orang tua. Seperti yang saya ceritakan di sharing sebelumnya, saya memiliki rasa sakit hati yang cukup dalam terhadap ayah saya, yang baru saya sadari sepenuhnya sewaktu mengikuti psikodrama. Sempat terbersit dalam pikiran saya untuk mengatakan terang-terangan kepada ayah saya, setidaknya supaya saya bisa lega dan beliau mengetahui perasaan saya selama ini. Lanjutkan membaca “Efeknya Masih Bekerja Selepas Acaranya (ternyata efeknya masih lanjut..) Sharing Psikodrama 2”