Pengalaman Mendalami Peran dalam Psikodrama #TerapiMenulis


Namanya Prita. Tidak ada nama belakang. Seorang perempuan. Saat menginjak usia ke sepuluh, ia mulai hidup sebatang kara. Sejak kecil ia tidak tahu siapa ayah kandungnya bahkan hingga dewasa. Sebelum ibunya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri, Prita kecil sering mengajak ibunya bicara di kamar dalam sebuah kos-kosan sederhana, tapi hanya sedikit respon yang kerap diterimanya. Tidak ada yang bisa diajaknya bicara selain tetangganya. Seorang ibu-ibu paruh baya yang tinggal bersama dengan cucunya di kamar sebelah, orang pertama yang mengajarinya baca tulis dan naik sepeda. Orang pertama yang menumbuhkan kecintaannya pada buku tepat sebelum Prita tinggal di panti asuhan. Lanjutkan membaca “Pengalaman Mendalami Peran dalam Psikodrama #TerapiMenulis”

Hanya Orang yang Merasa Dicintai yang Mampu Mencintai, Refleksi Pengalaman Cinta


“Menarik nih,..mengenai cinta,…”

Demikian komentarku atas tanggapan bahasan di Group WhatsApp #Indonesiabahagia1 yang dikomandani oleh Iip Fariha. Selanjutnya aku menuliskan pemahamanku tentang mengelola cinta, yang aku dapatkan dari seorang Pastor di Pusat Spiritualitas Girisonta.

Rumusannya sederhana (sebagai bahan refleksi).
– Cinta itu need (menuntut untuk diberi)
atau
– Cinta itu Value (suka cita dengan memberi).

“Hanya orang yang merasa dicintai mampu mencintai” Lanjutkan membaca “Hanya Orang yang Merasa Dicintai yang Mampu Mencintai, Refleksi Pengalaman Cinta”