Cerita Pendek, Drama Perjuangan Hidup Prita #14 Epilog, Untuk Rio


Untuk Rio

Kita memang bukan pasangan sempurna

Kata orang, pernikahan terasa indah dan bahagia

Hanya di tiga atau lima tahun pertama

Delapan tahun berlalu, rasa itu nyatanya masih terus ada dan kian menyala

Hidup kita menjadi lebih berwarna dan bermakna ketika bersama

Walaupun belum ada anak di rumah kita Lanjutkan membaca “Cerita Pendek, Drama Perjuangan Hidup Prita #14 Epilog, Untuk Rio”

Coretan Lama 16; Mengeluh Kala Kesulitan adalah Hal yang Wajar


Kesulitan

Mengeluh

bila sedang dilanda kesulitan

adalah hal yang wajar.

Kesusahan memang diperlukan dalam hidup

supaya kita dapat lebih menghargai

setiap nikmat luar biasa dari Tuhan

yang sering kali diwujudkan

lewat hal-hal sederhana

yang selalu syarat akan makna.   

 

Kartasura, 3 Juli 2016

Qanifara

Coretan Lama 10; Sebuah Doa Skenario Terbaik


Kerap aku berpijak pada harapan,

yang kudapati kekecewaan.

Namun, dari waktu ke waktu,

Tuhan menyadarkanku

bahwa apa

yang kita harapkan

belum tentu itu adalah yang terbaik.

Pada setiap lara,

walau berat dirasa,

aku harus percaya

bahwa akan ada bahagia setelahnya.

Semoga Tuhan senantiasa

memberikan kemudahan

bagi kita

untuk dapat mensyukuri

skenario terbaik-Nya.

Aamiin.

 

Kartasura, 23 September 2018

Qanifara

Coretan Lama 06; Tinggal Bersama Kehampaan


Kehampaan

masih saja meminta untuk tinggal bersama.

Sementara aku

tak kuasa menolaknya.

Bahkan

dalam tidurku yang panjang,

ia ingin selalu ada,

bersandar padaku

dalam waktu yang lebih lama.

Wahai hampa,

pergilah,

dan

kepadaku,

janganlah kau setia.

 

Kartasura, 26 Desember 2018

Qanifara

Coretan Lama 04; Rentan, Mencoba Menguatkan Diri


Rentan

Mencoba menguatkan diri,

agar bertahan dalam gejolak yang tak pasti.

agar bertahan meskipun dalam sunyi.

Lalu berbisik pada diri sendiri.

Bahwa barangkali ada saat di mana diri ini

tidak lagi harus berekspektasi tinggi-tinggi.

Nyatanya

hati ini masih rentan

pada mimpi-mimpi

yang tak pasti.

 

 Kartasura, 27 Desember 2018

Qanifara

Coretan Lama 02; Arti Rumah adalah Tempat untuk Pulang Hati


Sejauh apa pun kau berkelana,

sekeras apa pun kau memperjuangkan hidup,

sesukses apa pun kau di masa depan,

pada akhirnya kau akan selalu mencari tempat untuk pulang.

Bukan sekadar tempat untuk mengistirahatkan raga

melainkan juga tempat di mana hatimu memutuskan untuk tinggal.

Barangkali ‘rumah’ adalah sebutan yang tepat bagi orang-orang yang dipilihkan Tuhan untukmu.

Mereka yang memeluk mesra hatimu dari jauh, menjagamu lewat doa.

Mereka yang selalu menyambut kepulanganmu dengan penuh suka cita.

Mereka yang tidak segan untuk membantumu bangkit saat kau terjatuh.

Mereka yang dapat membantumu membangkitkan rasa bahagia dalam jiwamu.

Mereka yang mengenalkanmu pada arti ketulusan.

Tidak harus banyak,

bila kau bisa menemukan beberapa atau hanya seseorang saja,

itu sudah lebih dari cukup.

 

Kartasura, 12 September 2016

Qanifara

Cinta Dalam Diam, Drama Perjuangan Hidup Prita #12 Cerita Pendek


Sesi Konseling Kesembilan

“Aku merasa sangat bersalah. Aku tidak bisa tidur malam itu. Beberapa jam kemudian ayahnya pulang, nada suara ayahnya masih dipenuhi dengan kemarahan. Aku tidak lagi bisa mendengar perbincangan mereka dengan jelas karena di luar hujan semakin deras. Setelah kepulangan ayahnya, Rio masuk ke dalam kamarnya. Dia tidak mengetuk pintu kamarku lagi. Giliranku mengetuk pintu kamarnya. Dia buka pintunya. Lalu aku berkata, ‘maafkan aku, Rio. Aku sudah berbuat lancang. Tidak seharusnya aku melakukan itu. Maafkan aku.’ Lanjutkan membaca “Cinta Dalam Diam, Drama Perjuangan Hidup Prita #12 Cerita Pendek”

Aku Merasa Seperti Disayang, Drama Perjuangan Hidup Prita #09 Cerita Pendek


Sesi Konseling Keenam

“Suatu hari, saat aku berbelanja di supermarket, aku mendengar ada suara laki-laki paruh baya memanggil namaku dari belakang. Aku menoleh, awalnya aku bingung. Ternyata dia adalah mantan pacar mendiang ibuku, laki-laki yang pernah mengantarku ke panti asuhan. Dia ingin membicarakan sesuatu yang penting, tentang keberadaan ayah kandungku. Sudah saatnya aku mengetahuinya, katanya. Awalnya aku ragu, tapi aku tetap mengiyakan. Kami berbicara di sebuah warung makan. Dia bercerita soal mendiang ibuku yang dulu mengalami depresi. Di sini aku tidak akan membahas soal masa lalu ibuku karena ceritanya sungguh pilu. Mungkin aku tidak kuat menceritakannya. Jadi, singkat cerita, keesokan harinya dia mengantarkanku ke rumah ayah kandungku. Dulu katanya, ibuku sempat menjadi pembantu di sana, tapi dia diusir karena menjalin hubungan gelap dengan ayahku yang sudah memiliki istri. Lanjutkan membaca “Aku Merasa Seperti Disayang, Drama Perjuangan Hidup Prita #09 Cerita Pendek”

Pengalaman Mendalami Peran dalam Psikodrama #TerapiMenulis


Namanya Prita. Tidak ada nama belakang. Seorang perempuan. Saat menginjak usia ke sepuluh, ia mulai hidup sebatang kara. Sejak kecil ia tidak tahu siapa ayah kandungnya bahkan hingga dewasa. Sebelum ibunya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri, Prita kecil sering mengajak ibunya bicara di kamar dalam sebuah kos-kosan sederhana, tapi hanya sedikit respon yang kerap diterimanya. Tidak ada yang bisa diajaknya bicara selain tetangganya. Seorang ibu-ibu paruh baya yang tinggal bersama dengan cucunya di kamar sebelah, orang pertama yang mengajarinya baca tulis dan naik sepeda. Orang pertama yang menumbuhkan kecintaannya pada buku tepat sebelum Prita tinggal di panti asuhan. Lanjutkan membaca “Pengalaman Mendalami Peran dalam Psikodrama #TerapiMenulis”

Cara Menghadapi Situasi Sulit ( Pandemi Covid 19 ), Menurut Ajaran Ilmu Kebatinan


Ajaran Ilmu Kebatinan ini diyakini oleh Samin Wedhus, tokoh di tulisan Soesilo Toer, dalam bukunya “Pram dari Dalam, di bagian yang berjudul, Siapa pun Tak Berhak Merancang Nasib?”.

Ilmu yang sederhana yang ditekuni, dihayati dan dijadikan bagian dari hidupnya. Terbukti dalam serba kekurangan, keterbatasan dan kemiskinan hidup, ia berhasil mengembangkan usaha beternak kambing (Wedhus). Samin Rejo mendapatkan gelar Samin Wedhus. Ini sedikit penghinaan, tetapi bagi dia, itu berkah, itu tradisi, dan ia terima dengan tangan terbuka, lapang dada. Banyak orang juga mendapat gelar tanpa harus kuliah di perguruan tinggi, namun malah melambungkan namanya di kemudian hari. Istilah sekarang Personal Branding. Lanjutkan membaca “Cara Menghadapi Situasi Sulit ( Pandemi Covid 19 ), Menurut Ajaran Ilmu Kebatinan”