Panggilan Hidupku Sebagai Seorang Suami dan Seorang Ayah di dalam Keluarga


The best of the day

Quality time bersama keluarga

Pagi ini bersama anak dan istri, saya beraktivitas di dapur. Anak saya sedang memasak ayam kecap untuk sarapan pagi. Dia dapatkan resep ayam kecap dan cara memasaknya dari Youtube. Anak saya ingin memperlihatkan kepada saya bahwa dia bisa masak. Sementara istri sedang mempersiapkan bumbu dan sayuran. Istri bersiap memasak sayur asam dan tempe goreng sembari menunggu anak saya selesai memasak. Sementara itu saya menanak nasi sambil memperhatikan anak saya memasak ayam kecap. Sesekali istri saya mengkoreksi cara anak saya memasak dan memberi arahan. Setelah anak saya selesai memasak, giliran istri memasak sayur asam dan goreng tempe. Anak saya dengan bangga menunjukkan hasil masakannya. Saya mencicipi hasil masakannya dan memujinya.

Setelah makan pagi, saya menulis hasil pemeriksaan batin tadi malam. Istri melanjutkan aktivitas mempersiapkan tempat bagi ibu-ibu lingkungan untuk mengumpulkan sampah plastik dan kertas di rumah kami. Sampah tersebut dikumpulkan oleh anggota lingkungan untuk dijual. Uang hasil penjualannya untuk mengisi kas lingkungan. Kas lingkungan digunakan untuk membiayai berbagai keperluan dan kegiatan lingkungan. Lanjutkan membaca “Panggilan Hidupku Sebagai Seorang Suami dan Seorang Ayah di dalam Keluarga”

Cara Menjaga Mental Sehat Setiap Hari


Secangkir kopi dan buku untuk menemani pagi. Ya, begitulah aku lakukan sekarang ini.

Ceritanya aku berkenalan dengan kawan baru di Malang. Ternyata beliau adalah seniorku dalam belajar Souldrama dari Connie Miller. Sekarang beliau adalah guru spiritual, meditasi serta pendekar ilmu bela diri silat. Dalam dunia persilatan beliau sudah menjadi juri internasional dan sudah berkelana ke berbagai negara, Asia, Eropa dan Amerika. Demikian pemahamanku terhadap beliau.

Waktu itu aku berkunjung ke rumahnya. Kami bercerita apa saja, eh,..lebih tepatnya aku yang banyak mendengar dan belajar hingga ayam berkokok. Ya, semalaman penuh. Di ruang tamu yang dikelilingi rak penuh buku. Aku yakin beliau telah menjadi perpustakaan hidup. Dari banyak ceritanya yang membakar semangatku untuk terus belajar. Aku ingat ceritanya bahwa tiap hari ia mengawali hari dengan secangkir kopi dan membaca buku. Aku menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu aku pelajari dan bertekad untuk meniru beliau (paling tidak satu tindakannya) dengan kembali membaca buku di pagi hari.

Aku teringat dulu sekali akan cerita teman lain di Jakarta. Ia bercerita tentang rekan kerjanya yang orang Jepang. Usia orang Jepang itu lebih dari 75 tahun. Orang Jepang itu ditugaskan dari negaranya. Ia nampak sehat dan bersemangat. Ketika ditanya dari mana dapat menjaga kebugarannya. Ia katakan bahwa ia berusaha untuk tiap hari menemukan sesuatu yang baru. Ia melakukan tiap hari berangkat kerja dengan cara yang berbeda, jalan kaki, naik taksi, gojek, atau dengan melalui rute berbeda yang berbeda. Ia meyakini bahwa dengan menemukan hal yang baru ia merasa hidup.  Aku berkeyakinan bahwa orang Jepang itu memiliki mental yang sehat, karena ia menunjukkan semangat hidup dan memiliki tubuh yang sehat. Mental yang sehat adalah memiliki sikap optimis terhadap kehidupan

Nah, aku memilih mengabungkan kedua pemahaman itu. Aku ingin menjaga kesehatan mentalku dengan menemukan sesuatu yang baru tiap hari. Aku lakukan saja apa yang aku senangi yaitu membaca buku.  Hobbyku dulu yang cukup lama tidak kulakukan. Bagiku buku selalu memberikan sesuatu yang baru, dengan membacanya aku juga merasa hidup. Maka aku mulai lagi dengan membaca buku tiap pagi sambil ngopi.

.

Demikian terima kasih.

 

Yogyakarta, 11 November 2022

 

Retmono Adi

Contoh Telekonseling dengan Terapi Menulis


Sebelum melaksanakan telekonseling dengan psikolog, tentunya merasa gugup karena pengalaman menjalankan konseling seperti ini dan tentunya tidak pernah terbayang bahwa akan mengalami hal seperti ini. Tetapi di satu sisi juga penasaran dan menantikan sesi telekonseling walaupun tidak tahu pasti apakah akan membantu atau tidak untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dialami.

Selain itu juga tidak disangka bahwa ketika bercerita, perasaan pun mulai meluap dan seakan-akan mengeluarkan segala unek-unek yang terpendam di dalam walaupun mungkin belum termasuk semuanya. Padahal bukan hanya sekali membagikan perasaan dan pikiran tersebut ke orang lain, ada juga ke teman, saudara, atasan, dan bahkan HRD. Tetapi tidak sampai ke tahap di mana air mata dapat dikeluarkan sedemikian banyak. Lanjutkan membaca “Contoh Telekonseling dengan Terapi Menulis”

Sebuah Cerita Menjadi Dewasa, How Wonderful Life Is While You’re In The World


Aku kembali ke tempat itu lagi. Kali ini tidak berniat untuk minum sampai mabuk berat. Inginku hanya meneguk sedikit demi mengenang pertemuan janggal kita beberapa tahun silam.

Pertemuan itu diawali ketika kita duduk di kursi bar berhadapan dengan meja panjang di mana kita bisa menyaksikan para bartender sedang sibuk mengurusi botol-botol minuman beralkohol. Kala itu kita duduk hampir bersebelahan, hanya ada satu kursi kosong yang menghalangi kita. Saat aku masih sadar, sekilas kuperhatikan wajahmu yang tertekuk lesu memandangi gelasmu. Kau hanya memesan air mineral.

Lanjutkan membaca “Sebuah Cerita Menjadi Dewasa, How Wonderful Life Is While You’re In The World”

Coretan Lama 50, Hidup Bersama untuk Dapat Melihat Harapan


Dilahirkan dan dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang jauh dari kata ideal,

bagi anak sepertiku,

kehidupan pernikahan sangatlah rumit.

Tapi satu hal yang kupelajari.

Mungkin fisik dapat membuat kita tertarik.

Tetapi karakter dan pemikiran

yang sejalan dapat membuat kita lebih nyaman

dan mampu bertahan bersama pasangan.

Bertahan bukan karena paksaan

tetapi karena ketika kita bersama,

kita dapat melihat adanya harapan.

 

Kartasura, 27 September 2018

Qanifara

Coretan Lama 45, Apa yang Kamu Inginkan Belum Tentu yang Kamu Butuhkan


Diam-diam kala itu langit sedang mendengar pengakuan seseorang.

Sebut saja dia.

Dulu dia mempunyai banyak keinginan.

Sayang, sebagian besar keinginannya selalu menuai kegagalan.

Hatinya kerap resah, gelisah, dan marah tak terarah.

Lalu dia mengeluh kepada Tuhan.

Namun Tuhan justru semakin banyak memberinya kesedihan.

Dia lewati semua kesedihan itu dengan bersusah payah.

Hingga pada akhirnya sebuah tragedi menampar keras kesadarannya.

Seakan ada malaikat berbisik di telinganya, “ketika semua keinginanmu terpenuhi, belum tentu setelah itu kamu akan menjadi lebih baik, sebab apa yang kamu inginkan belum tentu yang kamu butuhkan.”

Lalu dia menangis sejadi-jadinya.

Namun tiap kali dia mengingat pernyataan itu, senyumnya mengembang dan hatinya menjadi lebih mudah untuk menerima dan bergembira.

 

Kartasura, 13 Juni 2016

Qanifara

Penerapan Psikodrama untuk Rehabilitasi ODGJ, Konsultasi lewat WhatsApp


Shalom. Selamat sore Mas Adi. Saya Rani, psikolog Samarinda, pernah ikut pelatihan psikodrama Mas Adi di kampus Untag. Mau berkonsultasi, Mas tentang psikodrama

Ya,..gimana?

Mas Adi, permisi konsultasi via WA ya mas.
Saya sekarang kerja di RSJ, mas. Saya ada rencana mau adakan kegiatan Dinamika Kelompok di pasien rawat inap, salah satu sesinya dengan psikodrama. Apakah mas Adi ada saran atau pernah berkegiatan dengan pasien ODGJ mas? Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama untuk Rehabilitasi ODGJ, Konsultasi lewat WhatsApp”

Cerita Pendek, Drama Perjuangan Hidup Prita #14 Epilog, Untuk Rio


Untuk Rio

Kita memang bukan pasangan sempurna

Kata orang, pernikahan terasa indah dan bahagia

Hanya di tiga atau lima tahun pertama

Delapan tahun berlalu, rasa itu nyatanya masih terus ada dan kian menyala

Hidup kita menjadi lebih berwarna dan bermakna ketika bersama

Walaupun belum ada anak di rumah kita Lanjutkan membaca “Cerita Pendek, Drama Perjuangan Hidup Prita #14 Epilog, Untuk Rio”

Coretan Lama 16, Mengeluh Kala Kesulitan adalah Hal yang Wajar


Kesulitan

Mengeluh

bila sedang dilanda kesulitan

adalah hal yang wajar.

Kesusahan memang diperlukan dalam hidup

supaya kita dapat lebih menghargai

setiap nikmat luar biasa dari Tuhan

yang sering kali diwujudkan

lewat hal-hal sederhana

yang selalu syarat akan makna.   

 

Kartasura, 3 Juli 2016

Qanifara

Coretan Lama 10, Sebuah Doa untuk Skenario Terbaik


Kerap aku berpijak pada harapan,

yang kudapati kekecewaan.

Namun, dari waktu ke waktu,

Tuhan menyadarkanku

bahwa apa

yang kita harapkan

belum tentu itu adalah yang terbaik.

Pada setiap lara,

walau berat dirasa,

aku harus percaya

bahwa akan ada bahagia setelahnya.

Semoga Tuhan senantiasa

memberikan kemudahan

bagi kita

untuk dapat mensyukuri

skenario terbaik-Nya.

Aamiin.

 

Kartasura, 23 September 2018

Qanifara