Cerita Mawar #part 08 Terpaksa 02 Minggu yang Ekstrim


Keesokan harinya kami pun pentas dan syukurlah kami mendapatkan apresiasi dan attention dari audience. Aku masih berharap bahwa aku bisa menang lomba kemarin, dan syukurlah aku menang. Dalam lomba tersebut ada belasan mahasiswa yang ikut lomba bagian kode etik dan dipilih dengan skor 5 tertinggi yang lanjut dalam bentuk presentasi analisa kasus dan hanya 1 pemenang. Akulah yang mendapatkannya, hadiahnya meskipun sederhana hanya sertifikat, poin kehadiran dan menang lomba, serta uang 100 ribu, bagiku saat itu berharga sekali mengingat ini prestasi pertamaku di perkuliahan.

Setelah itu akupun menghadiri Taize dan bertemu dengan pendeta muda gereja tersebut, ia berkata bahwa inilah jalan Tuhan, Tuhan tidak pernah memberikan ujian lebih besar dari kemampuan hamba. Hal ini juga membuat bu Kamboja bangga padaku karena aku bisa membuat prestasi. FYI Taize itu sangat menyenangkan, memang mengantuk karena lagu slow dan diulang terus, namun jika dilihat dari fungsinya doa ini melatih jemaat untuk peka mendengar apa yang dikehendaki Tuhan. Aku senang karena disini aku bisa doa dengan tenang, puas bahkan menangis yang tiada henti karena beban psikis.

Aku menyebut peristiwa ini sebagai minggu ekstrim karena dari rasa ragu, mulai yakin, syok, bingung, terharu, dan juga bahagia dalam memaknai peristiwa ini. Uang hasil menang lomba itu aku jadikan parcel kecil yang akan diberikan kepada lanjut usia atau disebut juga usia indah yang dikumpulkan pada meja besar gereja yang berbentuk tabung bertingkat. Kerennya adalah setelah aku memberikan parcel di meja tersebut, orang tuaku dan kak Boyo juga memberi parcel berupa handuk dan beras.

Jadi apakah terpaksa itu layak dilakukan? Lihat konteks permasalahan, terkadang ada juga situasi yang sangat sulit dan risiko lebih besar serta dibutuhkan jawaban segera, maka terjadilah keterpaksaan tersebut.
Mohon maaf jika ada yang menyimpang dari pemahaman.

Terima kasih sudah membaca

bersambung…….

 

Januari, 2019

Sebut saja Namaku Mawar

 

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Cerita Mawar #part 01 Namaku Mawar


Perkenalan 

Nama : Mawar
Usia : 19 tahun.
Cita-cita: Melakukan pendampingan pada keluarga dengan kondisi penyakit terminal atau pun langka, melakukan pendampingan pada siapapun yang berurusan dengan BNN terutama perilaku alkohol, membantu anak yang pengalaman.

Hal yang berkesan dalam hidup: Ada seseorang yang berkata kepadaku bahwa tujuanku ini mulia untuk membantu orang lain yang lemah (lihat cita-cita) dan sosok imajinasiku berkata bahwa aku Mawar tidak akan meninggal dunia dengan mudah (disebabkan bunuh diri) karena tujuan hidup dan mungkin takdir dari Tuhan.
Okay semua mari kita mulai ceritanya…

Namaku Mawar, aku lahir pada 21 juli 1999, aku lahir dari keluarga yang sederhana. Mungkin alangkah lebih baik jika aku jelaskan dulu silsilah keluargaku. Aku lahir pada kondisi prematur yaitu usia kandungan 6 bln menurut medis. Jika menurut tradisi jawa aku mendapati kelahiran dengan weton yang cukup besar (aku tidak bisa menuliskan disini karena ada anggapan bahwa bisa jadi guna-guna menurut tradisi).

Menurut ibuku saat hamil sebenarnya baik saja hanya ibu sering keguguran dan juga saat mengandungku sering flek sehingga diberi penguat keguguran. Menurut tradisi jika pasutri sulit dapat keturunan bisa adopsi anak dalam bentuk ambil di panti asuhan maupun merawat anak saudara yang kurang mampu. Jadi ibuku angkat anak dari adik nenek karena saat itu anak kecil itu berusia 1 tahun dan baru saja orang tuanya bercerai. Aku memiliki kakak kandung laki laki yang lahir pada desember 1989.

Saat aku berusia 2 bulan dibawa ke RS ternama yang cukup mahal saat itu dan di diagnosa TAPVD dan pembuluh darah terbalik oleh profesor SP.JP terkenal saat itu. Menurut diagosa tersebut akan terjadi keterlambatan perkembangan pada diriku. TAPVD ini membuat kekurangan oksigen di otak dan tubuh jadi sianosis ataupun biru pada seluruh tubuh. Ditambah lagi keadaan kongenital atau bawaan lahir demikian membuat aku rawan sakit dan sulit pulih. Menurut info yang aku dapat ibuku selalu menangis terus dan selalu doa tumpang tangan dan juga rajin ibadah KKR atau kebaktian kebangkitan rohani. Harta orang tuaku seperti raib karena kondisi fisikku dimana jual mobil beberapa kali hingga ganti menjadi sepeda motor kuno.

Kakak kandungku saat itu sedang proses menuju SMP dan kakak angkatku akan masuk SMA bahkan sempat mendapat beasiswa gereja. Kakakku sangat cerdas dalam berhitung dan berbahasa inggris, bahkan keluarga besar bapak terutama budhe atau anak perempuan tunggal di keluarga bapak sebut saja Kelor membiayai kursus kakak. Sedangkan kakak angkatku dirumah merawat aku bersama dengan pembantu rumah tangga saat itu.

Setelah aku besar, akupun dipanggil Nonik karena aku tampak seperti keluarga Tionghoa, kakak kandungku yang berjenis kelamin laki-laki sebut saja Boyo dipanggil Sinyo. Aku saat TK pernah bermain make up pesta ibuku lengkap mulai mungkin foundation era itu, eyeshadow, lipstick ya pokoknya make up pesta tahun 2005. Hal ini disebabkan oleh rutin kondangan alias datang ke pesta.

TK aku naik mobil antar jemput saat itu seperti mobil Carry namun mobil itu sangat besar buatku saat itu. Saat itu aku menulis dua ribu lima seharusnya 2005 karena aku anggap ini dua ratus lima adalah 20005 dan ini yang benar. FYI aku dari keluarga budaya jawa kuno plus kehidupan primbon namun aku tampak seperti keluarga tionghoa karena secara fisik keluarga bapak demikian, namun malah pegang teguh budaya jawa kuno.

Dulu jika hari raya Imlek aku pergi ke kelenteng dan melihat teatrikal barongsai dan naga. Bahkan mendapatkan angpao dari orang asing di klenteng, sempat juga dulu masuk kedalam klenteng melihat tata ibadah sederhana lalu berjalan terus hingga belakang klenteng untuk melihat pantai saat itu. Bahkan parahnya lagi ibuku membelikan aku baju imlek di depan klenteng dan aku terlihat seperti anak perempuan alias nonik menurut tionghoa. Padahal rumahku di dekat juanda pergi ke klenteng pantai kenjeran hanya untuk lihat barongsai. Tampak sangat menyenangkan sekali saat pergi jalan-jalan malah dapat angpao dari orang asing.

 

bersambung……

Januari, 2019

Sebut saja Namaku Mawar

 

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Cerita Mawar #part 06 Pantaskah Aku Menyerah ?


Setiap orang di dunia ini pasti memiliki masalah yang beragam tentunya. Setiap orang juga memiliki keterampilan yang berbeda untuk mengatasi masalah tersebut. Pernahkah Anda mengalami stres dan seluruh dunia terasa tidak membantu?

Mari aku coba perjelas dengan topik psikologi dan adat atau aliran kepercayaan. Aku coba berikan contoh hal yang pernah terjadi dalam dunia kerja profesional.

Suatu ketika di suatu perusahaan perkapalan dan kontainer yang cukup ternama di Surabaya, ada seorang staf di perusahaan tersebut, beliau adalah kakak sepupu, sebut saja namanya Coco. Coco saat dunia perkuliah masuk dalam daftar mahasiswa paling TOP saat wisuda bahkan mendapatkan beasiswa S2 sepengetahuanku untuk fakultas bisnis, namun beasiswa di tolak dan pilih bekerja. Pekerjaan sederhana yaitu Bank dan berpindah tempat kerja menjadi di perusahaan kapal dan kontainer.

Coco sangat rajin, gigih, siap sedia. Hal yang paling menyakitkan adalah tidak bisa kumpul keluarga terutama keluar kota karena pekerjaan. Coco, karena profesionalpun naik pangkat terus bahkan memiliki asisten dan dipercaya oleh pimpinan perusahaan.

Coco mengalami pengalaman buruk saat bekerja yaitu rekan kerja yang iri, bahkan ada rekan kerja yang berusaha PDKT hanya karena kaya raya (gajinya cukup selangit saat itu), bahkan asistennya sendiri bersama rekan kerja lain menjegal Coco.

Mohon maaf jika aku menjelaskan kelanjutan dengan psikologi non ilmiah karena inilah realita. Awalnya kak Coco dikirimi penyakit GBS dan berada di RS selama 1 bulan penuh di kamar perawatan VIP, seingatku peristiwa tersebut terjadi tahun 2016 saat bulan puasa. Hingga akhirnya dibawa ke RS lain dan akhirnya riwa-riwi alias bolak balik ke RS.

Banyak kenalan dari keluarga besar yang berusaha membantu secara spiritual (upaya pembersihan semacam rukyah) namun selalu di isi (guna-guna) kembali bahkan lebih banyak.

Keluarga besarpun memutuskan untuk doa bersama ( doa islami) dan upaya itu sedikit berhasil, yang membuat keberhasilannya sedikit adalah saat doa, kak Coco mengalami rintihan kesakitan hebat dan keluarga tidak tega serta berakhir pada berhenti doa.

Hal yang membuat kelelahan fisik dan psikologis adalah orang jahat tersebut/ rival malah menguna-guna siapapun yang membantu kak Coco. Tujuan utama Rival adalah agar Coco berhenti bekerja dan Rival dapat perhatian dari pimpinan dan juga tentunya naik gaji.

Aku lupa kejadiannya seperti apa misal (dikirim pasir kuburan) jadi rumah kotor berpasir terus, namun yang aku ingat sempat menggunakan keris juga. Jadi keris disiram air panas, lalu setiap pintu diberi tanda silang menggunakan keris, siram air beras, bahkan menggunakan porcelin dengan cara di tuangkan di seluruh area luar seperti teras dan garasi.

Hal ini terjadi dirumahku karena keluargaku terus mencari spiritualis untuk menyelesaikan ini tanpa mengirim kembali (guna-guna tersebut.) Bahkan ada yang memberikan info bahwa rival membayar dukun berapapun asalkan Coco meninggal (mungkin santet).

Hal ini terjadi karena walaupun kak Coco sakit tetap dibayar perusahaan meskipun sedikit, bahkan kak Coco sempat diminta masuk ke kantor (yang tugasnya lebih ringan dari sebelumnya) untuk (semacam formalitas).

Jalan Tuhan sungguh luar biasa meskipun sudah 1 tahun Coco sakit perusahaan tetap menghargai Coco.

Cocopun akhirnya memilih resign, tidak mendapatkan gaji dan juga teror rival untuk siapapun yang membantu berhenti, (sepertinya santet sudah berhenti) untuk kak Coco secara imun juga sudah buruk dalam artian sel darah merah sering drop dan tambah kantung darah.

Cocopun dengan kondisi demikian diberikan petunjuk dari Tuhan berupa salah satu keluarga dari keluarga besar mau merawat Coco. Pada saat itu juga seingatku ibu kak Coco juga terkena kanker serviks sekitar 2017 dan baru saja meninggal dunia tepat saat natal 2018 ini.

Pada saat kondisi kritispun hanya Coco dan keluarga besar bergantian jaga di rumah sakit (Coco memiliki 1 kakak namun entahlah tidak ada kabar). Ibu Coco meninggal dunia sekitar jam 5 atau 6 pagi, dimakamkan sekitar jam 1 siang di kolom makam kakek.

Kakek sudah meninggal sekitar tahun 1998 atau 1999 dan saat ibu kak Coco akan dimasukan ke kolom, ditemukan kondisi jenazah kakek masih utuh. Menurut juru kunci hal ini disebabkan kakek baik di dunia.

Dan setelah pemakaman rival tersebut datang dan bercerita setelah Coco resign seluruh pekerjaan Coco diberikan ke rival tersebut, tidak diberi gaji tambahan dan juga asisten. Cocopun tersenyum kecil dan teringat kalimat GUSTI ORA SARE.

Dari kisah ini aku mendapatkan pelajaran bahwa kita musti terus berusaha, berdoa pada Tuhan YME, dan juga berbuat baik untuk mengumpulkan amal dan ibadah. Terima kasih telah membaca…

 

bersambung…..

 

Sebut saja Namaku Mawar

 

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Sebuah Gambaran #Goresanku 142


Ada seorang guru berbicara di depan peserta pertemuan. Tiba-tiba mengeluarkan selembar koran bekas yang bergambarkan peta daerah dimana Dia berceramah. Koran bekas bergambar peta itu disobek menjadi beberapa bagian.
Kemudian guru berkata:” Saatnya kita sayembara, siapakah diantara anda yang dapat menyusun kembali potongan-potongan gambar peta ini ? “.

Banyak peserta yang berminat ikut sayembara dan mencoba untuk menyusun potongan Koran tersebut. Sayang sekali tidak ada peserta yang mampu menyusun kembali.
Kebetulan ada seorang anak kecil maju dan minta ijin untuk menyusunnya. Dan guru tersebut mempersilakan.

” Guru …… bolehkah potongan Koran ini dibalik ? ” kata anak kecil itu.

Guru: ” Maksudnya yang ada gambar peta dibawah ?.”

Anak: ” Iya guru “.

Setelah semua potongan kertas itu diposisikan seperti yang diminta, anak itu diam. Sebentar mengamati potongan kertas berserakan itu. Lalu ia mulai merangkai dan dalam waktu yang singkat dapat menyelesaikannya.

Para peserta yang lain merasa heran.

Guru: ” Bagaimana kamu bisa menyelesaikan dengan waktu yang begitu singkat ?”. Sedangkan kamu tidak bisa melihat gambar peta itu.

Anak: ” Di balik gambar peta itu itu, saya melihat potongan gambar seorang manusia. Berdasarkan gambaran itu saya hanya mencoba merangkai gambar potongan manusia menjadi seorang manusia yang utuh “.

Pesan moral:

Dalam membangun institusi, lembaga, masyarakat, bangsa dan negara, bangun dulu manusianya bukan sebaliknya.

Kusuma, Juli 2018

Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian II


Satu tahun lalu saya mengikuti kelas Psikodrama yang di isi oleh pak Adi . Saat itu temanya tentang healing terapi, seperti kelas Psikodrama yang saya ikuti kali ini kelas saat itu dimulai dengan perkenalan dan juga teknik lokogram dan spektogram. Kami diminta untuk membentuk pohon dan berbagai situasi, suasana saat itu sangat menyenangkan, semua peserta tertawa mengikuti arahan pak Adi dan tanpa disadari sebenarnya pak Adi sedang mengajak kami keluar dari zona nyaman kami. Setelah suasana sudah cukup kondusif dan kami merasa nyaman pak Adi menanyakan kepada kami bahwa kali ini kami akan dibawa untuk lebih dalam memainkan emosi kami dan kami menyetujuinya. Lanjutkan membaca “Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian II”

Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian I


Jumat pagi, hari ini langit kota Tarakan amat cerah dan saya mungkin salah satu dari banyak orang yang sangat bersemangat menyambut pagi ini. Ini adalah kedua kalinya saya mengikuti kelas Psikodrama yang diisi oleh Pak Adi dan saya sangat bersemangat.

Workshop Psikodama yang saya ikuti kali ini dibuat untuk melatih kami menjadi Terapis Psikodrama. Itu membuat saya begitu antusias mengikutinya. Kali ini bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk menolong orang lain yang mungkin memang membutuhkan pertolongan. Lanjutkan membaca “Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian I”

Lukaku Menjadi Lukamu (Puisi berdasar KDRT)


Anakku..
aku tahu kau luka,
lukamu mungkin parah
tapi aku ini sudah hancur..
duniaku pecah..
sekeping demi sekeping
kini..
tinggal dia lah satu satunya tempat berpijak
atau aku jatuh dalam jurang tak berujung
meski pijakan inipun rapuh, tajam, dan melukai
tapi..
hanya ini yang kupunya

aku tau kau sakit
dan aku terlebih sakit
aku jauh lebih sakit karena tak berdaya
karena tidak kuasa membela
karena ikut mencerca

oh Tuhan..
aku ibu seperti apa
kenapa tak kukorbankan nyawaku
demi melindungi harkatmu
malah aku diam membatu
melihat kau berjuang seorang diri
bukankah semua ibu akan begitu

aku terlalu takut
kehilangan demi kehilangan yang kualami
membuatku makin miris
tak mampu lagi kutanggung
jika harus merasakan pedihnya lagi

demi apapun
aku harus bertahan

Maafkan aku anakku
Maafkan jiwa rapuhku
Maafkan egoisku

walau mulai saat itu aku tak lagi mampu
tuk menutup mataku dalam tidur yang damai
bagaimana mungkin bisa damai
menyaksikanmu didera masalah
dan aku ikut menambah

kau pergi dengan kepala terangkat..
angkuh dan berani
aku bangga terlebih iri

kau gadis kecilku yang pemberani
sedang berjuang seorang diri
dalam dunia yang terlampau kejam untuk kita berdua.

aku tau kau kuat
dan aku bangga sekali padamu.
meski tak pernah kuucapkan…
tapi itulah yang kurasakan

kau bisa Nak
semangatmu menyala dalam tubuh kecilmu
sementara aku tinggal puing dan abu

pergilah…
kejarlah masa depanmu
pasti jauh lebih cemerlang

atau kebenaran
jika itu yang kau inginkan
meski nanti meluluh lantakkan
jika itu yang kau inginkan

 

MW