Inspirasi setelah Dugem


29 Agustus 2015

Hari ini dilalui seperti biasa, judulnya bosan. Lalu sore bertemu Pak Didik, ngobrol2 ditemani asap rokok. Dapat inspirasi, bahwa untuk sementara ini bisa ditarik kesimpulan saya pernah mengalami trauma kehilangan, saat kisaran umur balita. Hm…..sebenarnya saya sendiri pun tidak tahu ada apa saat umur itu, tapi memang, kalau mau dirunut secara jujur, saya paling takut kehilangan. Lanjutkan membaca “Inspirasi setelah Dugem”

Pelajaran Menambal Hati


Dari kecil, kita selalu diminta untuk belajar. Pertama-tama, belajar bagaimana untuk hidup, atau bertahan untuk tetap hidup tepatnya. Bayi kecil belajar untuk makan, lalu setelah agak besar disekolahkan agar kelak memiliki pengetahuan, lebih besar lagi mulai bekerja….semua dilakukan agar bisa mempertahankan hidup. Ketika mulai dewasa, bertahan hidup menjadi lebih sulit, karena ternyata kehidupan bukan hanya yang terlihat oleh mata saja, fisik yang sehat, otak yang cerdas…namun ada juga yang namanya benar-benar hidup, menjadi manusia seutuhnya ketika “hati” pun hidup, menjadi sosok yang berjiwa dan berperasaan. Lanjutkan membaca “Pelajaran Menambal Hati”

Terimakasih Saya … #1 My Life, Career and Employee Faith


Saya bekerja juga sudah tidak pakai hati lagi. Segalanya menjadi gak jelas, tidak bekerja. Tidak menghasilkan sesuatu. Saya tidak suka suasana hati seperti ini. Saya selalu mengingat-ingat kalau saya baik, saya pintar, saya cantik. Saya diminta ingat itu saja. Walau itu susah dilaksanakan. Susah untuk dipercaya. Kenapa ya hal positif gitu kok malah susah dipercaya oleh diri sendiri. Belajar mempercayai orang lain, sampai memang terjadi dan terlihat bahwa orang itu sudah tak dapat dipercaya lagi. Lanjutkan membaca “Terimakasih Saya … #1 My Life, Career and Employee Faith”

Sang Kelomang Bunuh Diri


Hidup itu sulit? Tahu kenapa? Karena manusia mengejar kesempurnaan, sedangkan di muka bumi ini tidak ada yang sempurna. Manusia menyukai kepastian, padahal satu-satunya hal yang pasti di planet ini adalah ketidakpastian. Manusia membenci perubahan, masalahnya hanya ada satu yang konstan di jagat raya ini, perubahan. Jadi? Manusia menentang kodrat alam, mencari masalah dalam hidupnya yang pendek ini? Lanjutkan membaca “Sang Kelomang Bunuh Diri”

BERUBAH #Goresanku 135


Ada saatnya kita harus menerima kenyataan,
Bahwa ada hal-hal yang tidak dapat kembali seperti semula,
Kita harus berbesar hati menerima apa adanya.
Daripada kita memaksa,
Agar segala sesuatu harus kembali seperti sedia kala,
Menjadi seperti apa yang kita inginkan,
Lebih bijak jika kita berhenti untuk mengubahnya,
Lalu kita belajar mengubah diri sendiri,
Maka ‘dunia’ kita akan menjadi lebih baik.
Sesuatu yang menarik,
Ketika kita berubah,
Keadaan diluar pun akan berubah.
Perubahan kita akan mempengaruhi orang lain untuk berubah pula..
Suatu saat kita terpana,
Ternyata kita memperoleh lebih daripada yang kita harapkan.

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

Ironi Permainan Pikiran #06 Kuliah di Eropa


sambungan dari …Ironi Permainan Pikiran #05 Bekerja di Perusahaan Impian

Tahun 2011, saya diterima kuliah di Eropa, beasiswa penuh dari pemerintah Uni Eropa. Sebenarnya itu adalah satu hal yang amat sangat membanggakan, sudah sangat lama saya mendambakan beasiswa tersebut. Dari seluruh Indonesia, kurang dari 50 mahasiswa yang menerima beasiswa tersebut per tahunnya…Pokoknya di masa itu, kalau menyebut beasiswa ini, semua mahasiswa pencari beasiswa pasti bakal ngiler deh! Namun, saat itu saya ingat sekali, sempat sekilas terlintas di pikiran saya untuk tidak mengambil beasiswa tersebut, saya tidak rela meninggalkan PT Kaya Raya, tidak rela meninggalkan Rumput. Kehidupan sebelum pergi ke Eropa rasanya menyedihkan sekali, tapi akhirnya saya tetap pergi ke Eropa di bulan Agustus. Rasanya masih teringat deh, rasa sakitnya kangen akan Rumput, apalagi di awal2 komunikasi agak sulit, belum lagi ditambah adanya perbedaan waktu. Lanjutkan membaca “Ironi Permainan Pikiran #06 Kuliah di Eropa”

DAN PERJUANGAN HIDUP #Goresanku 129


Kecenderungan hanya menggerutu dan mengeluh bisa jadi merupakan
isyarat sebenarnya dari semangat yang kerdil dan kebodohan
seseorang.”

– Lord Jeffrey, Scottish judge, 1773 – 1850

NAMANYA Eko Ramaditya Adikara. Ia seorang blogger, penulis,
jurnalis, dan juga game music composer. Pekerjaan yang nampaknya
biasa saja. Karena toh banyak orang yang melakukan hal yang sama.
Menjadi tidak biasa, karena Rama, begitu panggilan akrabnya,
menjalani semua tugasnya dalam keadaan buta. Rama merupakan seorang
tunanetra. Lanjutkan membaca “DAN PERJUANGAN HIDUP #Goresanku 129”