Sensitivitas Telic, Empati dan Encounter, #Tulisan 11 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama


Sensitivitas Telic, Empati dan Perjumpaan

Orang dilahirkan dengan kapasitas untuk tele, tetapi pada awalnya itu menyebar dan tidak berdiferensiasi. Kapasitas untuk secara akurat menilai bagaimana orang lain mungkin bereaksi, apakah mereka mungkin merasakan perasaan ketertarikan positif atau negatif yang serupa, atau bahkan netralitas atau ketidakpedulian, disebut “sensitivitas telik”. Ketika dua orang memiliki perasaan yang berbeda satu sama lain, seperti tarik-tolak, atau tarik-netralitas, ini disebut “infra-tele,” dan mencerminkan kurangnya sensitivitas telik yang akurat pada bagian dari setidaknya satu individu (Nehnevajsa). 1956: 62). Lanjutkan membaca “Sensitivitas Telic, Empati dan Encounter, #Tulisan 11 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama”

Metode dalam Psikodrama ; Terjemahan dari Wikipedia


Dalam psikodrama, para peserta mengeksplorasi konflik internal dengan menampilkan emosi dan interaksi interpersonal mereka di atas panggung. Sesi psikodrama (biasanya 90 menit hingga 2 jam) berfokus terutama pada peserta tunggal, yang dikenal sebagai protagonis. [7] Tokoh protagonis memeriksa hubungan mereka dengan berinteraksi dengan aktor lain dan pemimpin, yang dikenal sebagai sutradara (Director). Ini dilakukan dengan menggunakan teknik khusus, termasuk mirroringdoublingsoliloquy, dan role reversal. Pembahasan ini sering dipecah menjadi tiga fase – the warm-up, the action, and the post-discussion. [8] Lanjutkan membaca “Metode dalam Psikodrama ; Terjemahan dari Wikipedia”