Gunung Meletus, Psikodrama untuk Anak Belajar Tematik di Rumah


Sekarang saatnya untuk tinggal di rumah karena Pandemi Covid 19 terjadi di mana mana. Pemerintah sudah menginstruksikan untuk di rumah saja, sekolah juga di minta melakukan proses belajar jarak jauh. Anak-anak di rumah dan guru mengajar juga dari rumah. Kesemuanya dilakukan demi memperlambat laju penyebaran pendemi virus Corona.

Aku punya teman guru Taman Kanak Kanak dan Kelompok bermain yang membagikan materi yang dibuatnya untuk anak-anak belajar di rumah. Ia membagikan via WhatsApp. Aku sudah minta ijin untuk dituliskan dan dibagikan di sini. Ia mengijinkan bahkan ia juga sudah minta ijin dari orang tua anak, yang ada  di videonya. Lanjutkan membaca “Gunung Meletus, Psikodrama untuk Anak Belajar Tematik di Rumah”

Berbagi Pengalaman, Mahasiswi UMM Mengambil Tesis Psikodrama pada Narapidana Remaja


Saya penelitian di LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) mas, Narapidana remaja kasusnya penganiayaan baik ringan maupun berat. Psikodrama saya modifikasi bentuknya menjadi self-regulation group therapy. Karena target nya disini adalah regulasi diri, jadi saya fokus pada cara bagaimana mereka bisa mengendalikan emosi, kognisi dan perilakunya dalam keseharian, lebih tepatnya saya mengajarkan skills baru tentang bagaimana cara menyampaikan ke 3 aspek itu dalam bentuk-bentuk yang lebih bisa diterima dan sehat. Lanjutkan membaca “Berbagi Pengalaman, Mahasiswi UMM Mengambil Tesis Psikodrama pada Narapidana Remaja”

Latihan Bersyukur Sederhana dengan Melihat Pengalaman Masa Kecil


Aku ikut Group WA Latihan Rohani, yang dibimbing oleh Romo Sunu. SJ. Kami bergabung dari kebersamaan kami mengikuti lokakarya Latihan Rohani di Pusat Spiritual Girisonta Ungaran Kabupaten Semarang. Waktu itu Romo Sardi SJ yang mengampu dan Romo Sunu SJ, mengisi materi Latihan  Rohani dalam kehidupan sehari hari. Kami tertarik dengan sharing beliau, kemudian ingin lebih lanjut memahami Latihan Rohani dalam hidup sehari-hari. Romo Sunu SJ, bersedia membimbing kami jarak jauh melalui Group WA. Lanjutkan membaca “Latihan Bersyukur Sederhana dengan Melihat Pengalaman Masa Kecil”

Inilah Semestinya, Serial White Rose (4)


Apa kabar kakak sekalian.. gimana kabar hari ini? Pastinya penuh dengan semangat. Yuk kita lanjutkan kisah D5.

Kisah sebelumnya di masa SMP, masa neraka udah melebihi neraka saat itu, tapi saatnya naik kelas, kalo mau diceritakan rinci mungkin nanti ada di bab bab selanjutnya… tapi kali ini aku mau mengisahkan yang sederhana sederhana aja dulu, ga panjang panjang dulu. Ok.. karena aku dah naik kelas… berarti saatnya aku naik ke SMA. Dimana SMA dalah awal dari semua yang baru. Lanjutkan membaca “Inilah Semestinya, Serial White Rose (4)”

Menahan Diri, Serial White Rose (3)


Hai hai semua… aku D5 kembali lagi… aku bukanlah anak manja lagi saat ini. Tapi aku akan melanjutkan kisahku.

Kakak sekalian disaat aku memilih untuk mencoba selalu tersenyum, disanalah segalanya terjadi. Kelas 5 SD adalah awal dari semuanya. Mungkin aku terlalu cepat dewasa, harusnya aku bermain dengan kawan kawan dan sebagainya. Akan tetapi sejak sakitku mulai, aku tidak memiliki teman. Mereka mengganggapku merepotkan. Lanjutkan membaca “Menahan Diri, Serial White Rose (3)”

Sebuah Tragedi, Serial White Rose (2)


Hai hai.. kembali lagi denganku.. D5.. yeah… tapi maaf kakak… aku harus naik kelas.. masa di TK melulu… bosen kak… hehe…

Aku D5 sudah beranjak menuju bangku SD. Di sekolah aku terbilang anak yang pandai n pintar, kata orang tuaku aku rengking lo… hore… padahal aku lupa apakah rengking or ga.. hihi.. ikuti kata ortuku aja lah… di sekolah aku banyak sekali teman yang mendukungku untuk terus ceria. Walau ya kak.. aku bertanya tanya… teman yang baik itu seperti apa…? tapi sudahlah… yang penting aku memiliki teman dan disukai oleh banyak orang. Lanjutkan membaca “Sebuah Tragedi, Serial White Rose (2)”

Tak Hanya Diam, Serial White Rose (1)


Aku adalah D5, itulah inisialku. Aku ini masih kecil suka sekali bermain dengan banyak teman. Tak hanya satu atau tiga yang penting banyak sekali temanku. Kisahku penuh dengan canda dan tawa. Membawa semua perasaan yang riang, dari orang tuaku hingga teman temanku. Aku tidak bisa duduk diam dan hanya menunggu, apapun ingin aku lakukan.. semuanya deh… yang penting aku ga suka diam. Lanjutkan membaca “Tak Hanya Diam, Serial White Rose (1)”