Pada Akhirnya Hati Kita Akan Jatuh Pada Seseorang yang Menghadirkan Tawa, Rasa Nyaman, dan Kejernihan Berpikir, Drama Perjuangan Hidup Prita #07 Cerita Pendek


(Sesi Konseling Keempat)

“Aku memutuskan untuk menjadi pembantu karena aku tidak lagi punya tempat tinggal. Kadang aku ingin tahu bagaimana rasanya hidup di tengah-tengah keluarga meskipun aku tahu bahwa banyak keluarga yang tidak bahagia. Dulu saat liburan sekolah, aku sering diajak berkunjung ke rumah teman-temanku yang sudah diadopsi. Aku iri sekali dengan kehidupan mereka bersama orang tua baru mereka. Kebutuhan mereka tercukupi tanpa harus bersusah payah bersekolah sambil bekerja. Lanjutkan membaca “Pada Akhirnya Hati Kita Akan Jatuh Pada Seseorang yang Menghadirkan Tawa, Rasa Nyaman, dan Kejernihan Berpikir, Drama Perjuangan Hidup Prita #07 Cerita Pendek”

Sekolah Kehidupan, Drama Perjuangan Hidup Prita #04 Cerita Pendek


Sekolah Kehidupan (Sesi Konseling Kedua)

“Jadi Anda tidak diadopsi?” tanya Tunjung kepada Prita di sesi konseling kedua.

Prita menggelengkan kepala. Kemudian ia kembali  bercerita.

“Hari pertamaku di panti, tidurku tidak nyenyak. Aku benar-benar merasa sebatang kara. Ada kekosongan yang begitu dingin masuk ke dalam diriku. Ada luka tak kasat mata yang terasa begitu sakit. Aku menangis tersengal-sengal sampai agak sesak nafas. Kenapa aku sengaja ditinggal? Apakah aku ini tidak berarti untuk mereka? Kenapa aku harus lahir? Aku lahir untuk siapa? Lanjutkan membaca “Sekolah Kehidupan, Drama Perjuangan Hidup Prita #04 Cerita Pendek”

Namanya juga Anak-anak, Demonstrasi di Jalanan, UU Cipta Kerja


Demonstrasi mengenai UU Cipta Kerja, berlangsung dengan kericuhan dan pengrusakan fasilitas umum. Sebenarnya kondisi tersebut dapat dengan mudah diprediksi bahwa hal itu akan terjadi, dengan melihat beberapa hal yang memiliki potensi akan terjadinya kericuhan tersebut.

Ada dua teori Psikologi yang dapat menjelaskan dinamikanya.

Teori pertama mengambil dari Teori Psikologi Perkembangan, khususnya Masa Remaja, yang menyatakan, selain pertumbuhan fisik, remaja juga mengalami perkembangan kognitif dan emosi. Seorang yang masuk dalam masa remaja akan mulai berpikir logis dan abstrak, bertindak agresif seperti cenderung akan melawan segala aturan yang diberikan pada dirinya. (5 Masalah Perilaku Remaja dan Cara Mengatasinya ) Lanjutkan membaca “Namanya juga Anak-anak, Demonstrasi di Jalanan, UU Cipta Kerja”

Aku dan Anakku Nanti, Mencoba Menggagas Parenting untuk Remaja


Aku merasa bahwa pilihan sekolah adalah pilihanku. Dari Sekolah Dasar aku sudah berdasar pada pilihanku. Waktu itu alasannya adalah karena banyak teman-temanku sekolah di situ. Demikian juga waktu SMP, dan SMA, karena memang aku ingin sekolah di tempat itu. Apalagi kuliah, aku memilih karena memang aku inginkan. Bekerja ya, melamar sendiri memilih sendiri bahkan memilih ke lain pulau dan ke daerah pedalaman ke tempat yang belum pernah aku kunjungi.

Orang tuaku mendukung dengan berpesan hati hati dan jaga diri, meskipun dengan berat hati. Aku mengetahui hal tersebut dari adikku setelah beberapa tahun kemudian. Sekarang aku memutuskan untuk menjadi pekerja mandiri. Keputusan untuk meninggalkan pekerjaan mapan dan memilih untuk menjadi pekerja mandiri juga karena keinginanku (dapat baca Tentangku ) Lanjutkan membaca “Aku dan Anakku Nanti, Mencoba Menggagas Parenting untuk Remaja”

Retret Sekolah “Belajar Berani Bertanggung-jawab”


Adalah SMK Kimia Industri Theresiana Semarang berdiri sejak 1972. Jurusan Kimia Industri merupakan jurusan yang langka, sehingga kurang dikenal oleh masyarakat umum. Namun di kalangan dunia usaha dan industri, sekolah ini cukup dikenal dibuktikan dengan lulusannya yang selalu terserap habis di berbagai industri terkemuka seperti: PT. Jarum Kudus, PT. Apacinti Corpora, PT. Indofood, PT. Heinz ABC, PT. Garudafood, PT. Purabarutama, PT. Propan dan masih banyak lagi. Lanjutkan membaca “Retret Sekolah “Belajar Berani Bertanggung-jawab””

Memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia 10 Oktober, Sebuah Refleksi


Aku barusan mendapat email dari group PsiIndonesia yang berisi ajakan memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2012,.
Ada tertulis :
Saya tahu bagaimana teman2 pengurus jungkir balik meluangkan waktu ekstra untuk mempersiapkan peringatan Hari Kesehatan Mental 10 Oktober 2012. yang secara internasional mengambil tema:“Depression: A Global Crisis”.
Tampaknya Jakarta dan Indonesia juga kecipratan hal ini. Reaksinya adalah berbagai perilaku yang tidak produktif. Salah satu yang menonjol adalah perilaku merusak seperti membakar, merubuhkan, tawuran, berlalulintas seenaknya. Lanjutkan membaca “Memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia 10 Oktober, Sebuah Refleksi”