Kutampar Dirimu dengan Jurus Andalanmu


Kau masih saja berkata-kata, sementara aku sudah merasakan deritanya.
Hidup tak cukup dengan kata kata, itu juga berkali kali ada dalam ucapanmu.
Kontradiksinya adalah kau menghidupi itu dalam bicaramu.

kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata
kata kata kata kata kata kata kata kata
kata kata kata kata kata kata kata

mana makna?
bahkan rasa kau reduksi dalam kata!

dunia sedang merana, atau sedang suka cita…?
itu kau bungkus dalam kata kata

apakah kau hidup dari makan kata kata, sementara banyak orang sudah beralih ke angka?
harusnya kau mulai menyentuh fakta, atau data yang berserak di pelataran realita.

ach,..paling juga akhirnya kaujadikan kata kata.

maka,
Kutampar dirimu dengan jurus andalanmu,
kata kata.

Yogyakarta, 20 Mei 2020

…dan tetap tersisa tanya


…dan tersisa tanya lagi,……
Mengapa ???
….tetap tak ada jawaban yang memuaskanmu
Kau marah,….
…merusak apa saja yang tidak seperti inginmu
…..
…….
…..
dinding tebal….
….teriakan putus asa

…dan tetap tersisa tanya
Apakah kebodohan?
…bebal
….mungkin….
terlalu pintar….
…merasa wakil Tuhan
…dimanakah Dia?
…jauh di sana?
…atau
…terpendam dalam di dasar hatimu?

….beku

Yogyakarta, 4 November 2019