Curahan Hati Pengelola Kegiatan Psikodrama di Yogyakarta


Saya seorang pengelola kegiatan Psikodrama di Yogyakarta. Sampai saat ini sudah mengelola 3 kali event. Setiap event, saya menemukan keseruan yang berbeda, yang mengalir aja secara spontan mengikuti ekspresi peserta dan temuan director. Saking spontannya, judul event yang disiapkan sejak awal promosi  dapat berubah begitu saja pada waktu didramakan. Perubahan yang tanpa briefing apa pun, tetap jadi alur yang berdampak bagi pesertanya. Lanjutkan membaca “Curahan Hati Pengelola Kegiatan Psikodrama di Yogyakarta”

Mari Hidup Bahagia dengan Memaafkan


Apakah kamu siap memaafkan?

Pengampunan menuntut kita melepaskan kebutuhan kita untuk dikasihani, kebutuhan kita untuk menjadi benar, dan kebutuhan kita untuk merasakan hubungan yang intens dengan penyiksa kita melalui kemarahan.
Matt Kramer

Ini adalah kutipan dari buku forgiveness workbook karya Eillen Barker kiriman Mb Niki, seorang kawan yang baik hati padahal kami belum pernah bertemu. Kami sebenarnya bertemu dalam grup WA yang sedang membuat proyek pembuatan buku bahagia dengan memaafkan. Aku hanyalah salah satu kontributor dalam keriuhan pembuatan buku ini. Tentu saja kami riuh karena tema ini memang menukik ke dalam jantung problem kami sehari-hari. Setidaknya untuk Aku pribadi yang notabene pernah mengikuti workshop pemaafan, menerapkan teknik ini dalam ruang praktek. Dan tentu saja telah sempat berjuang untuk menerapkannya terlebih dulu bagi diri sendiri. Lanjutkan membaca “Mari Hidup Bahagia dengan Memaafkan”

Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian II


Satu tahun lalu saya mengikuti kelas Psikodrama yang di isi oleh pak Adi . Saat itu temanya tentang healing terapi, seperti kelas Psikodrama yang saya ikuti kali ini kelas saat itu dimulai dengan perkenalan dan juga teknik lokogram dan spektogram. Kami diminta untuk membentuk pohon dan berbagai situasi, suasana saat itu sangat menyenangkan, semua peserta tertawa mengikuti arahan pak Adi dan tanpa disadari sebenarnya pak Adi sedang mengajak kami keluar dari zona nyaman kami. Setelah suasana sudah cukup kondusif dan kami merasa nyaman pak Adi menanyakan kepada kami bahwa kali ini kami akan dibawa untuk lebih dalam memainkan emosi kami dan kami menyetujuinya. Lanjutkan membaca “Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian II”