Peran ( Kehadiran ) Guru Tidak Dapat Digantikan Oleh Teknologi, Memberi Semangat Psikodramaku


Aku dapat dari dari Group WhatsApp, tentang pentingnya kehadiran.

Seorang dokter, orang tua murid SMP 107 Jakarta menuliskan begini:

O…..BAPAK/IBU GURUKU

🎀Di saat pandemi covid 19 merambah Indonesia ternyata mampu membukakan mata dunia bahwa kehadiran guru di kelas tak bisa tergantikan teknologi. Orang boleh mengagungkan teknologi. Orang boleh berkata bahwa kemajuan pendidikan diukur dari sarana yang berbasis teknologi. Namun, baru 2 s.d 3 minggu ini pembelajaran diterapkan dengan teknologi, ternyata anak anak sudah mulai bosan.

Pembelajaran dianggap melelahkan, menjenuhkan, dll. Artinya, kehadiran guru memang tak bisa digantikan dg teknologi saja. Meskipun pembelajaran daring ini sdh menggunakan zoom shg dapat bertatap muka daring, kehadiran guru sebagai roh pembelajaran di kelas tetap dirindukan siswa.

Guru guru yang hebat seperti sahabat sahabatku, dengan kelihaiannya mengolah kata, dengan kelembutan tuturnya, dan dengan kemenarikan sikapnya mendapatkan tempat tersendiri di hati anak anak. Bayangkan sudah berapa tahun teman teman mengajar, tetapi sosoknya tetap dirindukan kehadirannya oleh anak anak. Baru diselingi sebentar saja dengan moda daring, mereka sdh tidak sabar lagi menunggu kehadiran guru kembali di dalam kelas. Itulah bahagianya seorang guru, kehadirannya selalu dinanti. Hidup guru.

Terharuuuu… Makasih Mama Nabilaaa
#disdikdkijakarta

Aku tidak ingin membahas sebab dan dinamikanya. Aku ingin menyatakan bahwa situasinya mirip dengan psikodramaku sekarang. Psikodrama merupakan Action Method, kekuatannya dengan melakukan tindakan, dan berinteraksi langsung secara spontan dan improvisasional . Psikodrama butuh kehadiran, psikodrama adalah terapi kelompok yang proses terapinya dari interaksi langsung dalam kelompok. Selama Pandemi Covid 19 ini, semua workshop psikodrama ditunda, untuk batas waktu yang belum dapat ditentukan.

Meskipun prinsip prinsipnya tetap dapat diajarkan lewat teknologi secara online, namun hal ini bukanlah proses terapi kelompok. Proses belajar mengajar (psikodrama) tetap dapat dilaksanakan online, namun proses terapeutiknya tidak.

Dengan tulisan di atas aku melihat bahwa pertemuan, kehadiran, interaksi spontan memiliki “rasa” yang beda, dan ini sesuatu yang penting dalam proses terapi kelompok. Maka aku yakin setelah Pandemi Covid 19 ini berlalu, tetap banyak orang yang membutuhkan Psikodrama.

Amin.

Yogyakarta, 21 April 2020

Retmono Adi

Inspirasi Pagi, ternyata Psikodrama Melatih Faktor Utama yang Berpengaruh pada Kesuksesan


Psikodrama mengajak setiap Pribadi agar menjadi Protagonis, Aktor Utama dari drama hidupnya. Setiap orang diajak untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan diri sendiri (personal), orang lain (interpersonal) dan Sesuatu yang Lebih besar (transpersonal). Dasar dari membangun hubungan baik adalah berani jujur terhadap diri sendiri.

Ternyata Kejujuran merupakan Faktor utama yang mempengaruhi kesuksesan seseorang, menurut penelitian Thomas J. Stanley, Ph.D, seperti tulisan inspirasi Pagi yang kudapat dari Group WhatsApp dibawah ini. Lanjutkan membaca “Inspirasi Pagi, ternyata Psikodrama Melatih Faktor Utama yang Berpengaruh pada Kesuksesan”