Saat Jantungku Masih Berdetak, Aku Bersyukur,….


Awalnya biasa saja, seperti seseorang menemukan hal baru dan merasa bergairah. Jantung ku berdegup lebih kencang. Tapi ini gairah yang berbeda. Ini bukan rasa menyenangkan seperti degup jatuh cinta. Ini sensasi aura kemarahan yang terpapar melalui udara. Semacam itu kira-kira yang terimajinasikan dalam benakku. Tidak biasanya aku mendeteksi begitu cepat amarah seseorang dan ini bukan hanya sekali saja. Ku rasa sudah mulai mengalir melalui jalur listrik nirkabel. Mengapa ku bisa merasakan kemarahan seseorang dalam jarak yang tidak ku kenali, bahkan wajah orangnya pun ku tak dapat mengimajinasikannya. Lanjutkan membaca “Saat Jantungku Masih Berdetak, Aku Bersyukur,….”

Naruto adalah Tontonan dengan Banyak Kebijaksanaan Pelajaran Hidup


Iruka mengajariku … bukan untuk menilai orang berdasarkan reputasinya tetapi dengan kepribadian mereka.

Haku mengajariku … bahwa tidak ada yang baik atau jahat ketika aku melindungi orang yang aku cintai.

Neji mengajariku … bahwa jika aku meninggalkan harga diriku, aku dapat mengubah nasibku. Lanjutkan membaca “Naruto adalah Tontonan dengan Banyak Kebijaksanaan Pelajaran Hidup”

Membebaskan Jiwa yang Terpenjara, Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Blitar


Aku masih ingat ketika aku dan teman-teman mahasiswa seangkatan mengikuti workshop psikodrama bersama Pak Retmono Adi di Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret. Pada saat itu aku berhasil untuk merasakan berbagai gejolak emosional pada diriku. Mulai dari senang, sedih, gembira, murung, syukur, kecewa, dan tentunya lelah. Ternyata psikodrama jauh lebih melelahkan dari yang kukira. Namun di samping berbagai perasaan yang telah kusebutkan tadi, yang paling dominan adalah perasaan bahwa: aku bebas—atau setidaknya, aku merasa ingin membebaskan diriku. Aku ingin membebaskan jiwaku. Lanjutkan membaca “Membebaskan Jiwa yang Terpenjara, Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Blitar”

Saya Perlu Berlatih Berani Salah, sebab Salah adalah Proses menjadi Lebih Baik, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta


Halo, nama saya Lolita.

Ini adalah pengalaman kedua setelah satu bulan yang lalu mengikuti kegiatan psikodrama bersama tim Miracle, yang saya suka dari kegiatan psikodrama ini ialah praktik secara langsung dengan mobilitas sedemikian rupa di atas panggung sandiwara. Biasanya saya mudah bosan ketika kegiatan kelas yang lebih dominan duduk saja. Psikodrama ini benar-benar santai, antar peserta saling berinteraksi, namun tetap serius. Lanjutkan membaca “Saya Perlu Berlatih Berani Salah, sebab Salah adalah Proses menjadi Lebih Baik, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta”

Curahan Hati Pengelola Kegiatan Psikodrama di Yogyakarta


Saya seorang pengelola kegiatan Psikodrama di Yogyakarta. Sampai saat ini sudah mengelola 3 kali event. Setiap event, saya menemukan keseruan yang berbeda, yang mengalir aja secara spontan mengikuti ekspresi peserta dan temuan director. Saking spontannya, judul event yang disiapkan sejak awal promosi  dapat berubah begitu saja pada waktu didramakan. Perubahan yang tanpa briefing apa pun, tetap jadi alur yang berdampak bagi pesertanya. Lanjutkan membaca “Curahan Hati Pengelola Kegiatan Psikodrama di Yogyakarta”

Supir Itu Aku, Bukan Yang Lain, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta


Selama 23 tahun, aku merasa hidupku terkesan begitu-begitu saja, lempeng-lempeng saja. Aku selalu berusaha mengatakan dan melakukan banyak hal agar orang lain senang, sedangkan aku terkadang merasa sebaliknya. Sejak kecil hingga sekarang hidupku selalu menuruti keinginan orangtuaku. Aku harus juara kelas. Aku harus mendapatkan beasiswa. Aku harus menang lomba. Aku harus ini dan kemudian itu. Lanjutkan membaca “Supir Itu Aku, Bukan Yang Lain, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta”

Bertemu Teman Lama #TerapiMenulis 08


Depresi dengan gejala psikotik.

Demikianlah yang tertera di surat keterangan dokter spesialis kesehatan jiwa yang kuminta beberapa minggu yang lalu. Sudah satu bulan aku mengonsumsi obat-obatan psikiatri. Ada tiga macam obat yang kutelan setiap hari: antidepresan, antipsikotik, dan anti- dari antipsikotik (psikotropika? Psikoaktif? Aku tidak tahu istilahnya). Lanjutkan membaca “Bertemu Teman Lama #TerapiMenulis 08”