Apakah Aku Bersedia Belajar dari Yang Lebih Muda ?


Wow,… pertanyaan reflektif yang menarik !

Ada ungkapan dalam bahasa Jawa yaitu Kebo Nyusu Gudel. Ungkapan yang sedikit menghinakan yang ditujukan pada orang tua yang belajar dari anaknya. Orang tua yang dianggap tidak memiliki pengetahuan/kemampuan yang cukup sehingga bergantung hidup pada anaknya. Padahal secara fisik dan mental masih terlihat bugar.

Sekarang perkembangan teknologi informasi begitu pesat. Perkembangan yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Baik kehidupan sosial maupun psikologis bahkan spiritual. Lanjutkan membaca “Apakah Aku Bersedia Belajar dari Yang Lebih Muda ?”

5 Elemen Kunci Menentukan Kehendak Tuhan dan Panggilan Hidup, Praktik Psikologi Transpersonal


Aku temukan tayangan Youtube yang menarik, tentang kunci menentukan Kehendak Tuhan. ini bukan tentang pelajaran agama melainkan lebih kepada pelajaran spiritual, atau peziarahan hidup kita.

Tertulis judulnya  “How to Discern God’s Will (and Your Vocation) w/ Fr. Vincent Yeager”. Aku membaca di kolom komentar tulisan dari Ces Cheung. Ia menulis rangkuman 5 elemen kunci dan memberikan catatan tambahan.  Di sini aku tuliskan ulang berdasarkan pemahamanku bahwa hal ini selaras dengan Psikologi transpersonal serta dapat dikolaborasikan dengan psikodrama.

5 Elemen Kunci Menentukan Kehendak Tuhan dan Panggilan Hidup

1. Apakah itu sesuai dengan Kehendak Tuhan?

Kita pilih untuk mencintainya menurut hukum Tuhan dan bukan hanya mengikuti emosi Anda.

2. Apakah itu mendorong konversi?

Apakah itu akan membuat aku lebih menjalani keutamaan hidup? Karena inilah tujuan dari setiap panggilan manusia

3. Konsistensi

Bagaimana Tuhan telah berbicara dalam hidup Anda sebelum ini. Pengalaman rohani yang pernah terjadi padaku. Apakah ini dalam pola yang sama?

4. Bagaimana konfirmasinya?

Seharusnya konfirmasi ini tidak menjadi langkah yang didahulukan. Tanda-tanda spiritual yang terjadi dalam pengalaman hidup, apakah itu dari Tuhan atau bukan? perlu arahan dari ahlinya untuk obyektifikasi. Peran pembimbing spiritual menjadi sangat penting.

5. Keyakinan hati

Pastikan dalam hati muncul semangat baru, makin mantap menjalani pilihan ini. Arah spiritual menekankan pentingnya rasa (nurani) kita ditetapkan di atasnya.

Selanjutnya Ces Cheung memberikan catatan lainnya yang tidak kalah penting.

  1. Bicaralah dengan orang-orang yang pernah menjalani kehidupan spiritual seperti itu
  2. Perhatikan tanda-tanda Tuhan, pastikan menuju hidup dalam kebaikan
  3. Ketahuilah bahwa panggilan hidup adalah panggilan untuk memikul salib (tugas dan tanggung-jawab) khusus kita
  4. Kenali kebebasan (kehendak bebas) kita dalam menentukan panggilan hidup
  5. Tuhan menempatkan orang-orang dalam hidup kita untuk membimbing kita ke arah yang Dia ingin kita tuju.

Selamat menjalani peziarahan hidup dengan menemukan Kehendak Tuhan yang dapat menuntun kita dalam hidup keutamaan.

Yogyakarta, 8 Juni 2022

Retmono Adi

Psikologi Transpersonal adalah Jembatan Ilmu Psikologi dengan Spiritualitas


Pengalaman puncak didefinisikan sebagai pengalaman yang paling baik, paling penting dan paling bermakna dalam hidup seseorang, dan dalam banyak hal mirip dengan pengalaman mistikal dan spiritual 

Sebuah definisi yang dikemukakan oleh Shapiro yang merupakan gabungan dari berbagai pendapat tentang psikologi transpersonal: psikologi transpersonal mengkaji tentang potensi tertinggi yang dimiliki manusia, dan melakukan penggalian, pemahaman, perwujudan dari kesatuan, spiritualitas, serta kesadaran transendensi. Lanjutkan membaca “Psikologi Transpersonal adalah Jembatan Ilmu Psikologi dengan Spiritualitas”

Surat Kepada Jiwa-Jiwa Merdeka


Kepada Yth

Jiwa jiwa merdeka yang terkurung dalam tubuh fana,

 

Apakah hidup seperti ini yang memang kau inginkan untuk dijalani ?

Mengapa ada marah yang masih menggelora dalam dada?

Adakah salah yang masih kau lihat dari luar dirimu?

atau sebenarnya kemarahan pada kelemahan dirimu sendiri yang takut kau akui?

 

Kau cerita tentang perjuangangan yang telah kau lakukan,

namun kau akui juga bahwa itu tidak ada makna dan karya yang nyata,

apakah betul demikian?

dari kacamata apa kau lihat hal itu ?

 

owh iya kau tidak melihat itu semua.

kau sibuk melihat kesalahan orang lain,

yang menjadikan hampir semua rencanamu tidak berhasil

dan hidup yang seperti ini

yang lalu kau jalani.

 

Sekali lagi, aku bertanya,

Apakah hidup seperti ini yang kau inginkan?

tak tahukah bahwa akan ada waktu

ketakutanmu menjadi tindak kejahatan ?

 

Yogyakarta 23 November 2021

Retmono Adi

Bagaimana Penerapan 8 Tahap Perkembangan Psikososial Erik Erikson dalam Psikodrama


Apa yang dimaksud dengan psikososial?

Definisi Psikososial adalah “hubungan dinamis antara aspek psikologi dan sosial, dimana masing-masing saling berinteraksi dan mempengaruhi secara berkelanjutan.”

Apa yang dimaksud dengan perkembangan psikososial?

Perkembangan psikososial adalah perkembangan yang berkaitan dengan emosi, motivasi dan perkembangan pribadi manusia serta perubahan mengenai bagaimana individu berhubungan dengan orang lain. Lanjutkan membaca “Bagaimana Penerapan 8 Tahap Perkembangan Psikososial Erik Erikson dalam Psikodrama”

Kesadaran Diri Muncul dari Melihat Video Affirmasi Diri


Hallo selamat sore Kak… Semoga Kaka dalam keadaan sehat dan baik 🙏

Kemarin saya menonton sebuah video mengenai afirmasi diri kak… Mengenai seseorang yang selalu berusaha mendapatkan afirmasi dari orang lain bahwa dirinya dicintai dan berharga dan hanya dengan pengakuan dari orang lain lah ia baru bisa bahagia… Lanjutkan membaca “Kesadaran Diri Muncul dari Melihat Video Affirmasi Diri”

Ternyata Asmara yang Menjadikanku Terlunta, Sebuah Praktek Proses TeleKonseling via WhatApps


Tulisan ini sudah seijin yang bersangkutan. Dibagikan agar dapat menjadi inspirasi bagi kawan yang ingin melakukan telekonseling dan kawan yang mungkin memiliki permasalahan serupa.
Aku tuliskan seperti yang terjadi pada chat WhatApps, agar tetap otentik.

Oh ya proses ini adalah proses yang kesekian kalinya ya,..jadi telah terjadi proses saling percaya dalam komunikasi lewat WhatApps ini.

Yuks, kita ikuti prosesnya.

+ Hallo selamat malam kak maaf jika saya menggangu waktu kakak malam-malam Lanjutkan membaca “Ternyata Asmara yang Menjadikanku Terlunta, Sebuah Praktek Proses TeleKonseling via WhatApps”

Autobiografi, Salah Satu Cara Pencarian Diri


Adalah kami Angkatan 91 Psikologi UGM. Beberapa dari kami membuat WAG untuk berlajar menulis. Di group itu aku menawarkan ide langsung membuat buku tentang perjalanan hidup sejak kami bertemu di tahun 1991 hingga 2021. Pengalaman selama 30 tahun yang diharapkan dapat memberikan wawasan kepada adik-adik mahasiswa Psikologi dan adik-adik SMA yang ingin merangkai masa depan. Lanjutkan membaca “Autobiografi, Salah Satu Cara Pencarian Diri”

Hati Hati Melakukan Self Diagnosis terhadap Masalah Psikologi


Yang dimaksud dengan self diagnosis adalah upaya mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi yang didapatkan secara mandiri, misalnya dari teman atau keluarga, dan media sosial bahkan pengalaman sakit di masa lalu, kemudian percaya sepenuhnya dan (tanpa sadar) melakukan tindakan tindakan yang mendukung keyakinannya tersebut.

Walau merasa menunjukkan gejala psikologis tertentu, mendiagnosisnya sendiri merupakan tindakan yang berbahaya karena belum tentu benar-benar menderita gangguan mental yang diyakini.

Aku sebenarnya jika diperiksa dengan alat test psikologi tentang gangguan jiwa pastilah banyak simptom simtom yang “sakit”. Banyak kelakuan yang aku lakukan diluar batas wajar bagi kebanyakkan orang, Bahkan jika aku menemukan atau orang menyebut ada gejala tertentu dalam masalah kejiwaan, malah aku lakukan dan aku tunjukkan perilaku yang mendukung itu. Ada kebanggaan tersendiri yang aku rasakan kala mampu melakukan seperti yang orang anggap “gila” itu. Di sini aku melakukan dengan pilihan sadar dan paham konsekuensi. Hal ini karena aku suka terhadap akting/seni peran. Didukung aku sekarang juga mendalami Psikodrama yang disebut juga eksplorasi tindakan.

Aku berpikiran positip dan sadar terhadap perilaku yang dianggap gangguan kejiwaan itu. Aku bangga melakukannya serta sadar proporsinya, Kapan, di mana dan menikmatinya, dan yang terutama aku mendapatkan respon yang aku harapkan secara “sehat” karena hal itu menjadi karya seni.

Aku bayangkan apabila orang tersebut melakukan perilaku yang “tidak wajar” itu dengan penuh kesakitan dan mendapatkan reward negatif serta dilakukannya bukan berdasarkan pilihan sadar atau terpaksa karena tidak memiliki pilihan lain. sehingga memperparah kondisinya. Perilakunya menjadi tidak produktif dan dapat merugikan orang lain.

Aku tidak bermaksud mendiskreditkan, atau menyalahkan orang itu. Aku melihatnya juga merupakan orang yang perlu dibantu. Kondisi yang dialami memang sedang dalam tekanan psikologi. Ia berusaha mengatasi sendiri, namun kemampuan, wawasan dan teknik metodenya tidak ia kuasai, atau bahkan salah penggunaannya. Situasi yang memperparah permasalahannya. Maka perlu hati hati dalam melakukan self diagnosis ini.

Bagaimana yang sebaiknya dilakukan ?

Pertama, jika hal itu tidak mengganggu atau mempengaruhi dalam menjalani kehidupan sehari hari, Oke aja,..nikmati …kan bosen lah hidup biasa biasa aja, normal normal aja,….eksplorasi saja siapa tahu malah menjadi karya.

Kedua, jika sudah menyulitkan dalam menjalani kehidupan sehari hari, atau bahkan muncul perasaan tidak produktif, tidak berguna, orang orang di sekitar seperti menghindar, atau menarik diri dari lingkungan sosial saatnya untuk meminta bantuan ahlinya. Hubungi profesional kesehatan mental agar mendapat bantuan yang optimal. Ada banyak layanan sosial di masa pandemi ini untuk dukungan psikososial, baik secara online maupun offline, bahkan banyak juga yang tanpa biaya.

Ketiga, perlu dipahami apabila sudah memutuskan untuk meminta bantuan profesional kesehatan mental (dokter jiwa, psikolog) berarti sudah memiliki sikap dan pikiran yang terbuka. Kesadaran diri bahwa keadaan tidak baik baik saja atau sadar bahwa diri sakit merupakan kondisi awal untuk proses kesembuhannya.

Demikian semoga dapat bermaanfaat. Apabila membutuhkan layanan psikologi aku dapat membantu, atau paling tidak dapat menjadi tempat untuk berbagi rasa. Silahkan kontak IG @psikodrama_ig atau twitter @r3tmono via DM.

Feel Free aja.

Terima kasih.

 

Yogyakarta, 29 Oktober 2021

Retmono Adi

 

Percakapan 3 Putaran untuk Panduan Tahap Refleksi di Psikodrama


Psikodrama memiliki 3 tahapan utama, yaitu Warming Up, Action, dan Refleksi atau Integrasi. Nah, tulisan ini adalah panduan yang dapat digunakan untuk tahap ke 3 dari Tahapan Psikodrama yaitu Refleksi atau Integrasi. Aku dapatkan dari materi acara retret online via zoom yang disampaikan oleh Rm Petrus Sunu Hardiyanta, S.J.

Dalam retret tersebut ada refleksi dan Rm Sunu SJ, memberikan panduan refleksinya secara tertulis. Pada akhir acara aku minta ijin dari Beliau untuk aku gunakan dalam praktek psikodrama dan menuliskan ulang di sini agar dapat dipelajari dan dilakukan banyak orang. Beliau mengijinkannya.

Yuks kita pelajari bersama dan mempraktekkan Percakapan 3 Putaran. Lanjutkan membaca “Percakapan 3 Putaran untuk Panduan Tahap Refleksi di Psikodrama”