I’m Still Struggling; Konseling (Diskusi) Lewat WhatsApp, Cukup Menarik dan Layak Dibagikan


Mass.. im still struggling.

Sy menyadari bahwa 2 hal itu dominan dlm diriku.
Feelings dan ratio..

Sy merasa lahir dgn jiwa bebas dgn segenap rasa.
Dlm perjalanan hidup byk bener2 mmbawaku lg k dalam dunia rasional/berpikir dan sk menganalisa sgala sesuatu.

Selama berproses dgn bantuan mba lita.
Sy sadar kdg sisi analisa, rasio sk kuat dan mengambil posisi lg.

Sy setuju dgn pendapatnya, bahwa ketika sy terlalu menganalisa dan kembali terbawa dlm dunia rasio lg, akan sulit mendengar inner voice atau terhubung dgn inner world ku atau mnjd kurg peka dgn intuisi..

Sampai d sini sy msh struggle antara kekuatan keduanya..

Bs kah mas bg pengalaman berkaitan ttg ini?

Im planning on visiting denpasar for attending souldrama this month.

Sy berharap, sesuatu yg menuntunku membantuku dlm proses ini..
Proses spiritual yg ak butuhkan

Tetaplah percaya pada dirimu,..yg penting tetap action,…gunakan seluruh kekuatan Ratio, utk terus maju (bukan sbg alasan berhenti). ketika nanti ratiomu tidak lagi mampu menerima,..disitulah saatnya spiritual yang bekerja,….hingga pada suatu saat kau sadar …kok aku bisa ya menjadi seperti ini,…nah disinilah syukur akan tumbuh subur,…(mungkin kau cocok membaca ini :7 Prinsip Mengendalikan Pikiran untuk Kebahagiaan Hidup)

Ak jd penasaran bgt dgn souldrama..

Doakan ak dlm perjalanan nnti ya mas.. sesuatu terjadi dlm diriku..

Aku haus.
Aku mencarinya.
Beberapa waktu ak merasakan energi besar yg sy tdk mengerti.
Suatu waktu ak ingin berteriak.
Beberapa waktu ada kerinduan yg besar untuk bertemu.
Entah dgn apa atau siapa..

Ak msh berjalan..

Great,….itu lah ,…gairah,….wujudkan dalam karya,..yang berguna bagi dunia,…

Bersama SouldramaΒ  (oleh Connie Miller ) kau akan diajak terus berjalan, berproses….melewati Rasio mu, Perasaanmu, Kesadaran, dan Pencerahan,..dan bertransformasi,…dg langkah2 yg terstruktur,…πŸ€—πŸ€—πŸ‘πŸ‘


Demikian beberapa Chat di WhatsApp, sengaja aku biarkan tulisan seperti adanya agar terlihat otentik. Nama teman tersebut tidak saya tuliskan, kecuali jika yang bersangkutan menginginkan.

Terima Kasih

Yogyakarta, 7 November 2019

Retmono Adi

Teater adalah Proses Belajar Memiliki Karakter


Mengapa tidak kepikiran,…ya?

Sudah dikabarkan oleh banyak media, mengenai pentingnya Karakter,
Dunia pendidikan berusaha menyusun kurikulum
Dunia Industri menyusun program pelatihan
Dan aparatur negara juga diinstruksikan mampu menunjukkan karakter,…

Kesemuanya tidak memilih teater atau drama sebagai cara utama nya,…

Apakah karena teater hanya untuk di panggung pertunjukkan?
Bukan kah cukup banyak orang yang paham bahwa dunia juga panggung sandiwara?
Ataukah bahwa teater adalah cara berpura-pura?
Owh,..betapa dangkal pemahamannya….
Ataukah teater men-simbolkan ” kebebasan”,…
..bukankan semua orang menginginkan kebebasan?
…lalu apakah kebebasan itu tanpa aturan?….owh,…banyak sekali aturan di dalam teater,…

Jelas dituliskan bahwa setiap orang teater, saat proses menuju pentas,…aktor aktornya membangun karakter,…

Menurut kaidah Teater ;
Karakter yang baik adalah yang selaras antara Pikiran, Perasaan dan Tindakan nya,.. yang tetap terjaga dalam Kesadaran nya,…

Bila orang mampu melakukan hal tersebut di panggung pertunjukan,..dapat dipastikan ia mampu juga melakukan dalam kehidupan nyata nya. Maka ia dapat disebut orang yang memiliki Karakter,…

Karakter seperti apa?
Karakter apa saja,..sejauh selaras antara Pikiran, Perasaan dan Tindakan nya,..dan terjaga dalam Kesadarannya sebagai Manusia,…maka ia dapat disebut Orang yang ber Integritas,…

Berproses dalam teater dengan benar, akan menuju pada kemampuan memiliki Integritas diri,
Memang proses ini panjang dan tidak mudah,…bahkan bisa berlangsung sepanjang hayat,…karena keselarasan merupakan situasi yg dinamis, akan berubah mengikuti kondisi dan situasinya. Sehingga menuntut individu bersikap ikhlas, rela belajar lagi dari awal.

 

retmono

Sudahkah dalam pekerjaan sehari-hari selalu berjalan dalam sebuah “KEBENARAN” ??


Biarlah saya dan saudara memilih KEBENARAN , meski sulit……
Dari pada kesalahan walaupun itu lebih mudah.
Biarlah saya dan saudara tidak puas dengan “SETENGAH KEBENARAN” bila KEBENARAN yang seutuhnya dapat dimenangkan…
Biarlah saya dan saudara berani dan tidak mengenal rasa takut bila KEBENARAN terancam…

Lanjutkan membaca “Sudahkah dalam pekerjaan sehari-hari selalu berjalan dalam sebuah “KEBENARAN” ??”