Psikodrama dan Tentang Memilih untuk Benar, untuk Baik, atau untuk Jujur dari Pengalaman di Yogyakarta


Surprised juga ketika keresahan bertahun_tahun itu simply terpetakan secara experiential dalam sebuah permainan psikodrama. Padahal baru tahap warming up. Dengan cepat aku merasa engaged.
.
Ada suatu masa di mana aku mempercayai sebuah quote, bahwa “adalah penting untuk berbuat benar, namun lebih penting untuk berbuat baik”. Buatku ini zona nyaman. Secara naluriah apa yang bikin orang lain hepi mudah membuatku juga hepi. Hingga suatu saat ada yang memantik pemikiran bahwa sesuatu yang tidak lurus tidak akan membawa kebaikan. Kalaupun terasa baik, mungkin itu semu. Lanjutkan membaca “Psikodrama dan Tentang Memilih untuk Benar, untuk Baik, atau untuk Jujur dari Pengalaman di Yogyakarta”

Dasar Logis ! Refleksi setelah Mengikuti Psikodrama di Universitas Sebelas Maret Solo


Sungguh hal yang awalnya tidak bisa saya terima bahwa saya adalah orang yang terlalu logis dan kurang bisa memahami orang lain. Ya meskipun itu sudah sangat sering saya dengar dari berbagai orang. Sejujurnya, dahulu saya berpikir bahwa itu adalah pujian, namun lambat laun justru saya pikir itu adalah judgement yang orang lain berikan pada saya yang sebenarnya memiliki arti “Kamu tuh ga pake perasaan ya cik?! Gampang banget ngomong gituan”. Lanjutkan membaca “Dasar Logis ! Refleksi setelah Mengikuti Psikodrama di Universitas Sebelas Maret Solo”