Renungan Akhir Tahun dan Resolusi ; Berani Menyatakan, Inilah yang Kuperjuangkan Sepenuh Hidupku ?


Terinspirasi dari jawaban seorang peserta ajang kompetisi pencari bakat yang mengatakan diawal audisi bahwa, inilah hidupku, yang kuperjuangkan dengan sepenuh hidupku, (whole life ) Louisa Johnson – The X Factor 

Sebuah jawaban yang berani !

Totalitas !

Ditanggapi Simon Cowell dengan bertanya lebih lanjut, “Apa yang kau maksud dengan sepenuh hidupmu ?” Lanjutkan membaca “Renungan Akhir Tahun dan Resolusi ; Berani Menyatakan, Inilah yang Kuperjuangkan Sepenuh Hidupku ?”

Apakah Bahagia itu? Sebuah Testimoni Belajar Psikodrama 01


“Apakah bahagia itu, apakah ia kebulatan dari segala kecukupan perasaan, ketika memiliki segala-galanya lebih dari orang lain, atau ketika kita tak rela memiliki apa-apa bahkan memberikan kemenangan kepada orang lain, atau di tengah-tengah dalam keseimbangan?” – Uap (hal. 94), Putu Wijaya.

Kutipan itu pertama kali kubaca dalam buku yang kutemukan di perpustakaan, di sela-sela pencarian jati diriku. Hampir sekitar lima tahun yang lalu, tapi aku masih mengingatnya sampai hari ini. Lanjutkan membaca “Apakah Bahagia itu? Sebuah Testimoni Belajar Psikodrama 01”

Pengalaman Belajar Psikodrama di Hari Pertama Secara Online


“Ok. Silahkan mulai ceritakan tentang dirimu. Pilih saja mana yang menurutmu penting untuk aku ketahui sehingga aku dapat memahami hubunganmu dengan psikodrama,” kata Pak Didik.

Membuka diri merupakan langkah awal yang perlu kulakukan di hari pertamaku belajar psikodrama. Kuutarakan saja siapa diriku dan bagaimana latar belakang kehidupanku kepada Pak Didik melalui telepon. Lanjutkan membaca “Pengalaman Belajar Psikodrama di Hari Pertama Secara Online”

Apa itu Mirroring dan Bagaimana Cara Kerjanya dalam Psikodrama


Mirroring adalah salah satu teknik yang sering dipakai dalam terapi kelompok Psikodrama.

Mirroring berarti bercermin, atau  melihat diri sendiri. Dalam arti lebih luas juga berarti berefleksi untuk lebih mengenal diri sendiri.

Teknik mirroring ini sering digunakan pada tahap Action, ( baca Tahapan Utama Psikodrama) Lanjutkan membaca “Apa itu Mirroring dan Bagaimana Cara Kerjanya dalam Psikodrama”

Sosiometri dalam Psikodrama untuk Team Building


Sosiometri yang awalnya sebagai sarana untuk mengukur hubungan sosial, dikembangkan oleh Moreno menjadi cara untuk membangun hubungan sosial. Tulisan berikut mengenai penerapan sosiometri ini untuk membangun kerjasama dan rasa saling percaya dalam kelompok kerja.

Aku sering menggunakannya sosiometri ini, pada tahap Warming Up, tahap pertama dalam Psikodrama, yang bertujuan membangun rasa saling percaya antar peserta, untuk persiapan menuju tahap Action. (baca: 3 Tahap Psikodrama). Lanjutkan membaca “Sosiometri dalam Psikodrama untuk Team Building”

Perihal Menangis Saat Menangani Klien; Konseling (Diskusi) Lewat WhatsApp, Cukup Menarik dan Layak Dibagikan


Mas. Ketika ak nangani klien, dan dia bercerita dan kemudian menangis.
Dan ak tergugah dan menangis jg.
Ak memilih tdk menahan air mataku.

Perlu kah ak mengontrolnya?
Atau biarkan sj..

Kalau aku akan ikuti aja airmata itu,…dengan tetap menjaga alur proses terapi,….🤗👍👍 …dan mengatakan terima kasih mau berbagi……tetap berusaha jujur pada diri sendiri….👍👍👍

Makasih mas didi 🤗


Chat di WhatsApp, sengaja aku biarkan tulisan seperti adanya agar terlihat otentik. Nama teman tersebut tidak saya tuliskan, kecuali jika yang bersangkutan menginginkan.

Terima Kasih

Yogyakarta, 7 November 2019

Retmono Adi

Bagaimana Cara Mensikapi Perilaku Negatif Orang


Perilaku seseorang dapat membawa aura positif / negatif bagi orang2 disekitarnya. Tentunya ada rasa kebahagiaan tersendiri jika kita bisa memberikan aura positif itu untuk orang lain. Tapi tidak semua orang bisa berbuat semacam itu, bahkan sebaliknya. Perilaku negatif dapat memberikan dampak yang tidak baik bagi suatu komunitas. Bahkan dapat menjadikan suasana yang semula baik2 saja berubah menjadi tidak nyaman. Padahal dalam bekerja kita sangat membutuhkan kenyamanan.

Bagaimana kita bisa bekerja maksimal jika suasana tidak mendukung. Yang ada hanya rasa saling curiga dan saling ingin menjatuhkan. Saya rasa hal semacam ini bisa dikatakan sudah tidak sehat lagi, dan hal ini tidak boleh dibiarkan. Karena bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Begitu sedikit comment dari kami, kami mohon masukan atau tip dari Bapak bagaimana cara menyikapi perilaku negatif seseorang. Terimakasih

chatarina tyas kusumastuty
September 25th, 2012 at 22:39

tanggapan ; Lanjutkan membaca “Bagaimana Cara Mensikapi Perilaku Negatif Orang”