Cerita Mawar #part 01 Namaku Mawar


Perkenalan 

Nama : Mawar
Usia : 19 tahun.
Cita-cita: Melakukan pendampingan pada keluarga dengan kondisi penyakit terminal atau pun langka, melakukan pendampingan pada siapapun yang berurusan dengan BNN terutama perilaku alkohol, membantu anak yang pengalaman.

Hal yang berkesan dalam hidup: Ada seseorang yang berkata kepadaku bahwa tujuanku ini mulia untuk membantu orang lain yang lemah (lihat cita-cita) dan sosok imajinasiku berkata bahwa aku Mawar tidak akan meninggal dunia dengan mudah (disebabkan bunuh diri) karena tujuan hidup dan mungkin takdir dari Tuhan.
Okay semua mari kita mulai ceritanya…

Namaku Mawar, aku lahir pada 21 juli 1999, aku lahir dari keluarga yang sederhana. Mungkin alangkah lebih baik jika aku jelaskan dulu silsilah keluargaku. Aku lahir pada kondisi prematur yaitu usia kandungan 6 bln menurut medis. Jika menurut tradisi jawa aku mendapati kelahiran dengan weton yang cukup besar (aku tidak bisa menuliskan disini karena ada anggapan bahwa bisa jadi guna-guna menurut tradisi).

Menurut ibuku saat hamil sebenarnya baik saja hanya ibu sering keguguran dan juga saat mengandungku sering flek sehingga diberi penguat keguguran. Menurut tradisi jika pasutri sulit dapat keturunan bisa adopsi anak dalam bentuk ambil di panti asuhan maupun merawat anak saudara yang kurang mampu. Jadi ibuku angkat anak dari adik nenek karena saat itu anak kecil itu berusia 1 tahun dan baru saja orang tuanya bercerai. Aku memiliki kakak kandung laki laki yang lahir pada desember 1989.

Saat aku berusia 2 bulan dibawa ke RS ternama yang cukup mahal saat itu dan di diagnosa TAPVD dan pembuluh darah terbalik oleh profesor SP.JP terkenal saat itu. Menurut diagosa tersebut akan terjadi keterlambatan perkembangan pada diriku. TAPVD ini membuat kekurangan oksigen di otak dan tubuh jadi sianosis ataupun biru pada seluruh tubuh. Ditambah lagi keadaan kongenital atau bawaan lahir demikian membuat aku rawan sakit dan sulit pulih. Menurut info yang aku dapat ibuku selalu menangis terus dan selalu doa tumpang tangan dan juga rajin ibadah KKR atau kebaktian kebangkitan rohani. Harta orang tuaku seperti raib karena kondisi fisikku dimana jual mobil beberapa kali hingga ganti menjadi sepeda motor kuno.

Kakak kandungku saat itu sedang proses menuju SMP dan kakak angkatku akan masuk SMA bahkan sempat mendapat beasiswa gereja. Kakakku sangat cerdas dalam berhitung dan berbahasa inggris, bahkan keluarga besar bapak terutama budhe atau anak perempuan tunggal di keluarga bapak sebut saja Kelor membiayai kursus kakak. Sedangkan kakak angkatku dirumah merawat aku bersama dengan pembantu rumah tangga saat itu.

Setelah aku besar, akupun dipanggil Nonik karena aku tampak seperti keluarga Tionghoa, kakak kandungku yang berjenis kelamin laki-laki sebut saja Boyo dipanggil Sinyo. Aku saat TK pernah bermain make up pesta ibuku lengkap mulai mungkin foundation era itu, eyeshadow, lipstick ya pokoknya make up pesta tahun 2005. Hal ini disebabkan oleh rutin kondangan alias datang ke pesta.

TK aku naik mobil antar jemput saat itu seperti mobil Carry namun mobil itu sangat besar buatku saat itu. Saat itu aku menulis dua ribu lima seharusnya 2005 karena aku anggap ini dua ratus lima adalah 20005 dan ini yang benar. FYI aku dari keluarga budaya jawa kuno plus kehidupan primbon namun aku tampak seperti keluarga tionghoa karena secara fisik keluarga bapak demikian, namun malah pegang teguh budaya jawa kuno.

Dulu jika hari raya Imlek aku pergi ke kelenteng dan melihat teatrikal barongsai dan naga. Bahkan mendapatkan angpao dari orang asing di klenteng, sempat juga dulu masuk kedalam klenteng melihat tata ibadah sederhana lalu berjalan terus hingga belakang klenteng untuk melihat pantai saat itu. Bahkan parahnya lagi ibuku membelikan aku baju imlek di depan klenteng dan aku terlihat seperti anak perempuan alias nonik menurut tionghoa. Padahal rumahku di dekat juanda pergi ke klenteng pantai kenjeran hanya untuk lihat barongsai. Tampak sangat menyenangkan sekali saat pergi jalan-jalan malah dapat angpao dari orang asing.

 

bersambung……

Januari, 2019

Sebut saja Namaku Mawar

 

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Role Play mengenal Profesi, Psikodrama untuk Anak-anak TK


Kamis, tanggal 20 September 2018, di TK Nasional Ceria, Ngaliyan Semarang, Saya diundang untuk bermain Psikodrama bersama Anak-anak TK. Tema nya adalah mengenal Profesi.

Saya datang jam 07.50 WIB, sudah banyak anak-anak yang antri di Gerbang diantar oleh orang tuanya. Ramai suasananya, anak-anak langsung diserahkan ke guru-guru, dan beberapa orang tua ada yang tetap tinggal di sekolah untuk ikut nonton, anak-anaknya akan bermain. Lanjutkan membaca “Role Play mengenal Profesi, Psikodrama untuk Anak-anak TK”

Psikodrama untuk ABK dan Baby


Saya Chris, saya mengajar di salah satu sekolah di Tebet , mengajar di tempat les di Tebet dan mengajar privat untuk ABK.

Saya selah mengikuti psikodrama sebanyak 4 kali. Setelah saya mengikuti pelatihan Psikidrama Bersama Mas Didi, saya selalu mencoba mengaplikasikan kepada anak-anak. Kali ini saya mencoba mengaplikasikan untuk Baby lucu dan ABK .

Nama : Sofia , usia 2 tahun.
“ Om dan Tante, bisa tebak, Aku buat apa ya ?”.

Dan ternyata Psikodrama bukan hanya dapat dilakukan oleh kita yang sudah dewasa, tetapi untuk Baby seusia Sofia juga dapat diberikan.

Nama Aku Razan , usia 9 tahun.
“ Om, Tante…tebak juga ya,,Aku bikin apa ?”,

Razan adalah penyandang Downsindrom, sangat mudah mengaplikasikan Psikodrama kepada ABK dan baby, dengan memberikan intruksi-intruksi sederhana dan hasil yang mereka berikan tidak kalah dengan kita orang dewasa.

 

Jakarta, 22 Juli 2018

PENGARUH GADGET DALAM PERTUMBUHAN EMOSI ANAK


Gadget merupakan sumber anak mendapatkan berita berita yg tidak etis pada usianya, 90% anak di Indonesia mengalami kecanduan pornografi yg masuk dari gadget, sering sekali pada saat online ataupun offline bermain game,saat naik level muncul iklan aneh aneh yg muncul keluar tanpa memandang usia berapa pemainnya.jika narkoba merusak 3bagian otak maka pornografi merusak 5dari bagian otak.
Anak yg kecanduan pornografi akan mengalami kerusakan pada bagian prefrontal cortex yg berfungsi sbg pusat pertimbangan, pengambilan keputusan dan membentuk perilaku social . jika mengalami kerusakan maka kepribadian anak bisa berubah.
Pada awalnya respon anak akan jijik melihat sistus porno tsb, lama kelamaan system limbic yg mengatur emosi akan mengeluarkan hormon dopamine yg membuat anak merasa senang hingga ketagihan , jika ketagihan diteruskan maka mengakibatkan kehilangan konsentrasi dan prilaku social yg tidak etis.
Ketika anak bermain gadget mata anak akan sepenuhnya konsentrasi penuh pada layar gadget hingga lupa berkedip sewajarnya . ini yg menyebabkan dehidrasi mata pada anak.
Pemilik perusahaan pencipta gadget seperti bill gates dan steve jobs sendiri tidak mengizinkan anak bermain gadget pada usia dini, dikarenakan memahami memahami dampak bahaya gadget, anak usia 14tahun lah yg layak mengunakan gadget.
Alat elektronik pada umunnya memiliki radiasi, Bubun mempraktikan perbedaan kekuatan otot tubuh sewaktu memegang gadget yg tanpa alat anti radiasi dengan hpnya sdryg ditempeli alat anti radiasi. Hasilnya dapat dilihat peserta seminar secara nyata dampak dari radiasi yg sangat mempengaruhi kekuatan tubuh kita secara tidak terlihat.
Pada umunnya anak yg diberikan gadget sejak dini akan bermain gadget lebih dari 2jam sehari, sehingga mengakibatkan gangguan speech delay, anti social, otak cenderung lebih lemot karena kurangnya stimulasi dan interaksi dengan lingkungan sosialnya.
Gangguan attention deficit disorder(ADD) jua bisa timbul dikarenakan seringnya melihat tampilan warna menarik dilayar gadget akibatnya anak akan cepat bosan dan sering mengamuk ataupun lebih temperamental/ tantrum.
Sadarkah orang tua? kalau orangtua lah yg memberikan gadget kepada anaknya, padahal gadget bukan kebutuhan penting anak pada masa pertumbuhan mereka.
Gadget diberikan sebagai pengalihan perhatian orgtua pada anak, pada saat makan orang tua memberikan gadget supaya dengan alasan agar anak mau makan, atau pun dengan alasan kurang gaul dan gaptek kalau tidak diberikan gadget.
Walaupun demikian gadget masih memiliki efek positive seperti dengan mudahnya kita mencari informasi , menguasai teknologi yang memudahkan kehidupan masyarakat, namun yg disayangkan gadget memudahkan tersebut jua berefek manusia kurang mengoptimalkan fungsi otak. Kemampuan berpikir manusia menjadi serba instann, otak manusia tidak akan menyimpan memori dalam jangka panjang. manusia jd dihadapkan pada masalah yg ingin diselesaikan secara cepat dan instan.
Oleh karenanya sebagai orantua harus lah memiliki kebijaksanaan dan berprinsipdalam mengunakan dan memperkenalkan gadget secara bijak pada anaknya, gadget hanya digunakan sebagai media interaksi dalam beraktivitas bersama dengan anak,bukan sebagai penganti perhatian orang tua.
Jika anak belum mampu diajak berunding untuk mengontrol pengunaan gadget sebaiknya tidak diperkenalkan, kesadaran untuk mengontrol diri harus dimulai dari diri anak.
Orang tua harus membiasakan diri bersikap terbuka terhadap anaknya, jika ada kesalahan dapat dirundingkan bersama, sehingga tidak ada rahasia yang menyimpang.
Pesan bubun sebagai orang tua jua harus mengimbangi perkembangan teknologi dengan kemampuan social, life skill dan kegiatan fisik lainnya.
Dengan adanya kesadaran perubahan diawal maka seseorang akan dapat mengubah keseluruhan jalan hidupnya (change the beginning and you change the whole story)
Oleh karena itu orang tua harus mulai mengubah dirinya terlebih dahulu barulah anaknya akan ikut berubah.

 

Oleh Denny M

Antri Yuk ! ( Pendidikan Karakter)


Vinayo ca susikkhito, etaṁmaṅgalamuttamaṁ
Terlatih baik dalam tata susila, itulah berkah utama
Maha Manggala Sutta – Buddha

Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan global yang melanda kota- kota metropolitan di berbagai penjuru dunia. Di Bangkok, ibukota dari Kerajaan Thailand, lalu lintas bisa berhenti total sampai berjam jam seperti halnya di Jakarta. Medan sebagai calon kota metropolitan sudah mulai mengikuti jejak dari kota kota tersebut dalam hal kemacetan lalu lintasnya. Lanjutkan membaca “Antri Yuk ! ( Pendidikan Karakter)”

…dan Anak juga Membutuhkan Proses #Goresanku 139


Di kelas …. saat itu aku merasa begitu prihatin, melihat orangtua yg memaksa anak balitanya untuk bermain di kelas tanpa didampingi. Dia begitu ngotot ingin anaknya cepat bisa mandiri seperti teman-temannya. Dan tidak perduli anaknya nangis ketakutan, sampai lututnya bergetar hebat dan terkencing di celana. Sepertinya Dia belum memahami bila tiap anak itu berbeda perkembangannya. Bisa dikatakan, sebelum bersekolah setiap harinya anak hanya bergaul dengan lingkungan rumah saja. Tiba-tiba saja harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang-orang baru. Sebenarnya si, anak tidak perlu dipaksa. Bila sudah merasa aman dan nyaman pasti dengan sendirinya anak akan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Bahkan, ada juga lho yang menyuruh orangtuanya untuk pulang saja.
Untuk anak bisa beradaptasi memerlukan waktu dan proses. Proses untuk anak satu dengan lainnya berbeda. Jadi kita perlu sekali untuk bisa memahaminya.
Mudah-mudahan untuk kedepannya, tidak akan ada lagi orangtua-orangtua yang memaksakan kehendak kepada anaknya.

– Alam telah mengajarkan kita bahwa segala sesuatu melalui proses. Kupu-kupu yang indah berproses menjadi kepompong terlebih dahulu. Maka bila kita mengharapkan sesuatu yang baik, jangan berpikir secara instan.

Kusuma, Maret 2017

Penerapan Psikodrama untuk Anak-anak TK dan ABK


“Tidak banyak yang dapat kita lakukan sendirian. Sangat banyak yang dapat kita lakukan jika kita bersama-sama, seperti yang dilakukan teman- teman kelas TKS di Sekolah Bintang Bangsaku – SBB.
Hanya bisa tersenyum saat melihat wajah teman- teman kecil yang terlihat bingung saat mereka semua diajak untuk bermain membentuk bangunan dengan menggunakan tubuh atau badan mereka.
“Tolong bikin in kakak Christ, pesawat ” intruksi awal yg diberikan pembimbing. Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama untuk Anak-anak TK dan ABK”