HATI HATI MOTIVASI ANAK DENGAN HADIAH #Goresanku 154


Prinsip terpenting dari dukungan untuk anak adalah memupuk motivasi diri agar tumbuh secara alamiah. Setiap anak terlahir dengan ini, tidak ada yang mengancam atau mengiming-imingi anak untuk belajar berjalan. Saat anak berada dalam lingkungan yang tidak membatasi, anak punya dorongan untuk mencoba dan mengembangkan potensi diri. Lanjutkan membaca “HATI HATI MOTIVASI ANAK DENGAN HADIAH #Goresanku 154”

PENTINGNYA KOMUNIKASI DENGAN SEKOLAH PAUD #Goresanku 152


Komunikasi antara orangtua dan sekolah perlu dimulai dengan prinsip dasar yang disepakati sejak awal. Orangtua sebaiknya jujur, terbuka dan interatif. Tidak menyembunyikan sesuatu, tetapi ceriterakan kekurangan dan kelebihan anak agar guru dapat memberikan respon yang tepat pada anak. Apapun pengalaman orangtua yang pernah alami dengan sekolah, memilih sekolah untuk anak adalah salah satu bentuk kepercayaan. Lanjutkan membaca “PENTINGNYA KOMUNIKASI DENGAN SEKOLAH PAUD #Goresanku 152”

MERDEKA BELAJAR SEJAK USIA DINI #Goresanku 148


Masa prasekolah adalah masa yang sangat penting dalam pendidikan seorang anak. Pada usia 0-6 tahun banyak disebut sebagai masa emas perkembangan anak, karena otak anak mampu menyerap informasi hingga 80 persen. Di masa ini, anak mulai terbentuk aspek perkembangannya: kognisi, bahasa, fisik motorik, sosial emosi, moral, kemandirian dan seni.
Melihat hal tersebut, saya sebagai pendidik ingin memaksimalkan aspek-aspek perkembangan murid secara menyenangkan dan bermakna. Belajar yang menyenangkan dan langsung pada obyek pembelajaran, membuat anak akan mampu mengembangkan aspek-aspek perkembangan yang dimilikinya. Lanjutkan membaca “MERDEKA BELAJAR SEJAK USIA DINI #Goresanku 148”

Cerita Mawar #part 02 Aku Jadi Sendiri


Saat aku masuk SD pada saat pendaftaran sekolah, aku mendaftar di sekolah kakak kandungku, Boyo. Sekolah tersebut tidak menerima diriku karena aku masih takut ditinggal bahkan ditunggu di depan kelaspun aku masih takut. Tes saat itu menulis namaku, nama ibuku dan ayahku, berhitung, dan sisanya aku lupa. Aku bisa menuliskan nama ibuku dengan lengkap, namun tidak dengan ayahku dimana namanya terbalik misal realita nama sandal merah tali menjadi sandal tali merah.

Tes kemudian dilanjutkan ke sekolah negri dimana saat itu dalam 1 lahan ada 2 sekolah dasar dimana 1 sekolah gedung bertingkat 2 dan sekolah lain 1 lantai saja., menurut orang tuaku memilihkan aku di sekolah tingkat gedung untuk membujuk aku sekolah. Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 02 Aku Jadi Sendiri”

Cerita Mawar #part 01 Namaku Mawar


Perkenalan 

Nama : Mawar
Usia : 19 tahun.
Cita-cita: Melakukan pendampingan pada keluarga dengan kondisi penyakit terminal atau pun langka, melakukan pendampingan pada siapapun yang berurusan dengan BNN terutama perilaku alkohol, membantu anak yang pengalaman.

Hal yang berkesan dalam hidup: Ada seseorang yang berkata kepadaku bahwa tujuanku ini mulia untuk membantu orang lain yang lemah (lihat cita-cita) dan sosok imajinasiku berkata bahwa aku Mawar tidak akan meninggal dunia dengan mudah (disebabkan bunuh diri) karena tujuan hidup dan mungkin takdir dari Tuhan.
Okay semua mari kita mulai ceritanya… Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 01 Namaku Mawar”

“JUMAT BAHAGIA” bersama PSIKODRAMA di Samarinda


Jumat pagi, tiba tiba HP berbunyi ada pesan dari seorang kawan di PASKAS Samarinda, Dia bercerita bahwa hari ini mereka akan mengadakan acara “JUMAT BAHAGIA” untuk 35 orang anak dari suatu pondok binaan mereka. Temanya “Jumat Bahagia” karna acara ini memang diadakan untuk membuat anak anak asuh mereka agar merasa gembira dan dia menanyakan apakah saya bisa membersamai dan mengisi acara tersebut dan membantu membuat anak anak merasa bergembira. Dan tentu saja dengan senang hati saya menyetujuinya. Lanjutkan membaca ““JUMAT BAHAGIA” bersama PSIKODRAMA di Samarinda”

Role Play mengenal Profesi, Psikodrama untuk Anak-anak TK


Kamis, tanggal 20 September 2018, di TK Nasional Ceria, Ngaliyan Semarang, Saya diundang untuk bermain Psikodrama bersama Anak-anak TK. Tema nya adalah mengenal Profesi.

Saya datang jam 07.50 WIB, sudah banyak anak-anak yang antri di Gerbang diantar oleh orang tuanya. Ramai suasananya, anak-anak langsung diserahkan ke guru-guru, dan beberapa orang tua ada yang tetap tinggal di sekolah untuk ikut nonton, anak-anaknya akan bermain. Lanjutkan membaca “Role Play mengenal Profesi, Psikodrama untuk Anak-anak TK”

Tips Penerapan Psikodrama untuk Guru PAUD agar Peka dan Kreatif


Tercetus dari obrolan setelah belajar Psikodrama bersama Pengajar Paud di ESKID, Sleman Yogyakarta, pada tanggal 29 Juli 2018.

Anak usia dini sangat peka dan sensitif, masa pertumbuhan dan perkembangannya sangat cepat. Maka guru perlu menyadari hal ini. Jangan sampai guru terjebak pada pengajaran dengan kata-kata yang abstrak, suatu hal yang memang mungkin penting untuk anak – anak itu. Namun perlu disadari bahwa anak tidak hanya belajar melalui kata-kata, anak usia dini belajar dari apa saja yang ditangkap oleh indra dan rasa nya. Ekpresi wajah, gerak tubuh, cepat lambat gerakan, intonasi suara, emosi yang dialami guru, dll. semua diserap dengan cepat. Guru Paud perlu memiliki rasa yang peka dan cinta. Lanjutkan membaca “Tips Penerapan Psikodrama untuk Guru PAUD agar Peka dan Kreatif”

Penerapan Psikodrama untuk ABK dan Baby


Saya Chris, saya mengajar di salah satu sekolah di Tebet , mengajar di tempat les di Tebet dan mengajar privat untuk ABK.

Saya selah mengikuti psikodrama sebanyak 4 kali. Setelah saya mengikuti pelatihan Psikidrama Bersama Mas Didi, saya selalu mencoba mengaplikasikan kepada anak-anak. Kali ini saya mencoba mengaplikasikan untuk Baby lucu dan ABK .

Nama : Sofia , usia 2 tahun.
“ Om dan Tante, bisa tebak, Aku buat apa ya ?”.

Dan ternyata Psikodrama bukan hanya dapat dilakukan oleh kita yang sudah dewasa, tetapi untuk Baby seusia Sofia juga dapat diberikan.

Nama Aku Razan , usia 9 tahun.
“ Om, Tante…tebak juga ya,,Aku bikin apa ?”,

Razan adalah penyandang Downsindrom, sangat mudah mengaplikasikan Psikodrama kepada ABK dan baby, dengan memberikan intruksi-intruksi sederhana dan hasil yang mereka berikan tidak kalah dengan kita orang dewasa.

 

Jakarta, 22 Juli 2018

Bergembira bersama Remaja dengan Psikodrama di Medan


Saya dihubungi oleh seorang Bhante, bertanya apakah saya bersedia membantunya untuk mengisi sesi permainan dalam retreat sehari yang ia lakukan dengan para remaja. Meskipun permintaanya tiba-tiba, saya menerima dengan senang hati. Secara spesifik saya agak tersanjung, sebab permintaan khusus dari Bhante yaitu untuk memainkan Psikodrama.

Saya bertanya tentang jumlah peserta dan alokasi waktu yang diberikan. Ternyata waktu nya sangat terbatas, yaitu hanya dua jam, dengan jumlah peserta 30 orang. Saya berpikir, ok.. Psikodrama kali ini digunakan sebagai sarana untuk ‘have fun’. Jam tayang nya di sesi after lunch, sehingga sesi ini memang menjadi selingan penghilang ngantuk. Lanjutkan membaca “Bergembira bersama Remaja dengan Psikodrama di Medan”