Cinta Dalam Diam, Drama Perjuangan Hidup Prita #12 Cerita Pendek


Sesi Konseling Kesembilan

“Aku merasa sangat bersalah. Aku tidak bisa tidur malam itu. Beberapa jam kemudian ayahnya pulang, nada suara ayahnya masih dipenuhi dengan kemarahan. Aku tidak lagi bisa mendengar perbincangan mereka dengan jelas karena di luar hujan semakin deras. Setelah kepulangan ayahnya, Rio masuk ke dalam kamarnya. Dia tidak mengetuk pintu kamarku lagi. Giliranku mengetuk pintu kamarnya. Dia buka pintunya. Lalu aku berkata, ‘maafkan aku, Rio. Aku sudah berbuat lancang. Tidak seharusnya aku melakukan itu. Maafkan aku.’ Lanjutkan membaca “Cinta Dalam Diam, Drama Perjuangan Hidup Prita #12 Cerita Pendek”

You Have Enough Freedom to Choose the Story that You Want to Play


Menemukan diri hadir dalam workshop psikodrama dengan Mas Didik rasanya memberikan dualisme fungsi dalam diri saya. Tentu saja, selain belajar teknik psikodrama sebagai salah satu metoda dalam praktek psikolog, sambil ‘berobat jalan (self healing)’ merupakan hal yang tidak berdosa menurut saya. Lanjutkan membaca “You Have Enough Freedom to Choose the Story that You Want to Play”

Cerita Mawar #part 02 Aku Jadi Sendiri


Saat aku masuk SD pada saat pendaftaran sekolah, aku mendaftar di sekolah kakak kandungku, Boyo. Sekolah tersebut tidak menerima diriku karena aku masih takut ditinggal bahkan ditunggu di depan kelaspun aku masih takut. Tes saat itu menulis namaku, nama ibuku dan ayahku, berhitung, dan sisanya aku lupa. Aku bisa menuliskan nama ibuku dengan lengkap, namun tidak dengan ayahku dimana namanya terbalik misal realita nama sandal merah tali menjadi sandal tali merah. Tes kemudian dilanjutkan ke sekolah negri dimana saat itu dalam 1 lahan ada 2 sekolah dasar dimana 1 sekolah gedung bertingkat 2 dan sekolah lain 1 lantai saja., menurut orang tuaku memilihkan aku disekolah tingkat gedung untuk membujuk aku sekolah.

Aku sangat sedih sekali karena tidak bisa masuk ke sekolah kak Boyo, padahal sekolah kak Boyo cukup keren untuk daerah tersebut. Keren karena disiplin, seragamnya juga. Orang tuaku membujuk aku selain dengan gedung bertingkat yang sama dengan sekolah kak Boyo, orang tuaku menunjuk lambang SD, lambang Kabupaten ya intinya memberikan aku bukti bahwa sekolahku adalah sekolah kak Boyo versi sederhana, semacam buka cabang.

Saat aku SD ada banyak perubahan dalam hidupku, Kakak angkatku sebut saja Bougenville atau singkatnya Ville lulus SMA dan kak Boyo masuk SMA negri dengan kurikulum sekolah basis internasional ternama di Surabaya. Kak Ville merawat aku dirumah karena saat aku masuk SD, asisten rumah tanggaku pulang kampung. Kak Ville tidak mau kuliah dengan alasan biaya. Pulang- pergi sekolah aku bersama kak Ville menggunakan sepada pancal/ ontel. Perubahan lainnya adalah saat aku kelas 2 SD ibuku pindah gedung kantor dan dahulu kantor sabtu libur kini menjadi masuk kerja. Saat aku kelas 3 SD nenek dari bapak meninggal dunia. Setelah itu kak Ville juga bekerja menjadi penjaga counter PS dekat sekolahku. Aku pun jadi sendirian dirumah sepanjang hari.

Keadaan semakin buruk saat sahabatnya Cendana di pindah oleh wali kelasnya. Siswa yang duduk disebelah mawar bukan anak yang baik, sebut saja namanya Eceng. Eceng selalu minta dituruti permintaannya, jika tidak Mawar di cubit tangan maupun paha. Eceng juga memiliki geng bernama Gondok. Gondok selalu menjauhkan Mawar dari Cendana. Gondok semakin menjadi geng yang menjijikan karena Gondok menonton sinetron yang perilakunya anak manja, pemalas, banyak perilaku negatif. Mawar semakin sedih dan menangis cukup lama mungkin 15 menit karena Cendana pergi ke kota Jambi.
Kehidupan Mawar sedikit membaik setelah wali kelas pensiun dan ganti dengan guru baru yang peduli kondisi seluruh muridnya. Mawar stiap kali memiliki teman baru dan akrab membentuk pola yatu setelah dekat orang tersebut pergi meninggalkan mawar karena pindah sekolah. Ya dinamika terus terjadi sekitar 3 kali dalam waktu 2 tahun.
Pada akhirnya Mawar punya teman setia di kelas 5 walaupun dinamika pertemanan lagi di kelas 6. Dinamika pertemanan yang terjadi berupa tugas kelompok dimana ada sja anggota yang tidak mau bekerja dan iuran tugas, hanya mau nilai tanpa kontribusi tenaga ataupun uang.

Di kelas 6 Mawar selalu takut ujian luar biasa, Mawar selalu dimarahi wali kelas bahkan di cubit hanya karena pensil palsu, pensilnya kurang lancip, melebihi kolom (kolom ujian bentuk kontak jadi kerjanya di silang).
Di dalam keluarga Mawar juga sempat ketakutan di bulan November dan Desember karena setiap tahun orang tuanya selalu bertengkar hebat. Kenangan terburuknya adalah bapak menampar ibu, kakak ibu bernama Kaktus marah ke bapak karena KDRT stress utang, suara dobrakan pintu kayu jati setebal 2 ruas jari. Ya beruntung masalah ini berhenti saat Mawar masuk SMP.

Bersambung…….

 

Januari, 2019

Sebut saja Namaku Mawar

 

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu