Bagaimana Cara Mengurangi Kecemasan dengan Teknik Psikodrama ?


Siang tadi aku baca WA dari teman yang sudah sering mengikuti workshop Psikodrama. Dia sangat antusias dengan metode Psikodrama. jadi ia menanyakan lewat WA bagaimana cara mengurangi kecemasan dengan Teknik Psikodrama ? 

Aku ingin bagikan chat-nya agar dapat dibaca juga bagi yang membutuhkan. Aku edit sedikit untuk tata tulis dan alurnya agar lebih mudah memahaminya. Yuks kita ikuti!

+ Pak, cara mengurangi kecemasan dengan teknik psikodrama itu bagaimana ya?

 – Mau kelompok atau Pribadi?

+ Kalau pribadi?

– Diobyektifikasi Lanjutkan membaca “Bagaimana Cara Mengurangi Kecemasan dengan Teknik Psikodrama ?”

Coretan Lama 04; Rentan, Mencoba Menguatkan Diri


Rentan

Mencoba menguatkan diri,

agar bertahan dalam gejolak yang tak pasti.

agar bertahan meskipun dalam sunyi.

Lalu berbisik pada diri sendiri.

Bahwa barangkali ada saat di mana diri ini

tidak lagi harus berekspektasi tinggi-tinggi.

Nyatanya

hati ini masih rentan

pada mimpi-mimpi

yang tak pasti.

 

 Kartasura, 27 Desember 2018

Qanifara

Coretan Lama 02; Arti Rumah adalah Tempat untuk Pulang Hati


Sejauh apa pun kau berkelana,

sekeras apa pun kau memperjuangkan hidup,

sesukses apa pun kau di masa depan,

pada akhirnya kau akan selalu mencari tempat untuk pulang.

Bukan sekadar tempat untuk mengistirahatkan raga

melainkan juga tempat di mana hatimu memutuskan untuk tinggal.

Barangkali ‘rumah’ adalah sebutan yang tepat bagi orang-orang yang dipilihkan Tuhan untukmu.

Mereka yang memeluk mesra hatimu dari jauh, menjagamu lewat doa.

Mereka yang selalu menyambut kepulanganmu dengan penuh suka cita.

Mereka yang tidak segan untuk membantumu bangkit saat kau terjatuh.

Mereka yang dapat membantumu membangkitkan rasa bahagia dalam jiwamu.

Mereka yang mengenalkanmu pada arti ketulusan.

Tidak harus banyak,

bila kau bisa menemukan beberapa atau hanya seseorang saja,

itu sudah lebih dari cukup.

 

Kartasura, 12 September 2016

Qanifara

Coretan Lama 01; Menjadi Tua


Mudah lelah tubuhku.

Sudah mulai putih helai rambutku.

Sayu dan kuyu tatapanku.

Ringkih hatiku.

Barangkali sudah tua jiwaku, melebihi usiaku yang sebenarnya.

Energiku kerap habis untuk memikirkan hal-hal remeh dan tak pasti.

Tempat berkelanaku adalah luka, tapi aku banyak belajar dari sana.

 

Kartosura, 30 Juli 2017

Qanifara

4 Tahapan Penting bagi Kematangan Emosi yang Berguna Selama Pandemi ini


Pandemi ini membuat banyak orang merasa bingung, cemas, stres, dan frustasi. Sejumlah orang khawatir sakit atau tertular Covid-19. Di sisi lain mereka juga risau masalah finansial, pekerjaan, masa depan, dan kondisi setelah pandemi. Saat ini kita hidup dalam masa-masa yang tidak pasti. Beberapa orang bahkan takut terhadap ketidakpastian dan ketidaktahuan. 

Saat pandemi terjadi, aspek emosional manusia adalah yang paling pertama diserang. Emosi merupakan semacam sistem pertahanan pertama yang ada pada diri kita sebagai makhluk biologis. Setiap manusia memiliki rasa takut, cemas, dan terancam jika ada sesuatu yang bisa menyakiti atau membuatnya jadi tidak nyaman. Lanjutkan membaca “4 Tahapan Penting bagi Kematangan Emosi yang Berguna Selama Pandemi ini”

6 Pelajaran Utama Membangun Karakter Aktor ~ Richard Boleslavsky


Ada banyak hal yang disampaikan Boleslavsky dalam bukunya yang berjudul “The First Six Lessons”. Menurut dia dalam buku ini, teater adalah keagungan penciptaan, kemurnian, suatu keindahan, sesuatu yang lebih besar dari kehidupan. Bagi Boleslavsky, teater adalah misteri besar, suatu misteri dimana ada penggabungan antara dua gejala abadi, yaitu :

– Keinginan pada kesempurnaan,
– Keinginan pada keabadian.

Dalam sebuah teater kreatif, sasaran seorang aktor adalah sukma manusia. Berperan di atas pentas adalah memberikan bentuk lahir pada watak dan emosi aktor, baik dengan laku ataupun ucapan. Dalam watak tersebut ada tiga bagian yang harus nampak, yaitu watak tubuh, watak emosi, dan watak pikiran.

“The First Six Lessons”

Lanjutkan membaca “6 Pelajaran Utama Membangun Karakter Aktor ~ Richard Boleslavsky”

Resolusi Tahun 2020 Gagal ? ya Membuat Lagi Saja untuk Tahun 2021 !


Resolusiku tahun 2020 (…. perlu memiliki 1000-an postingan, agar dapat jumlah kunjungan hariannya relatif stabil di atas 100. Sekarang sudah ada 650-an, sehingga kurang 350, kurang lebih bisa dipenuhi dengan sehari upload satu tulisan dalam setahun…). tidak tercapai, boleh dibilang gagal. Hanya tercapai 800 postingan, jadi tahun 2020 hanya sekitar 150 postingan saja. Itu juga ada tambahan dari tulisan teman. Banyak alasan yang dapat kupaparkan namun aku memilih untuk menerimanya saja. Lanjutkan membaca “Resolusi Tahun 2020 Gagal ? ya Membuat Lagi Saja untuk Tahun 2021 !”

Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #13 Akhir yang Bahagia


Satriaku

Suatu sore aku kebingungan mencari Satria. Dia belum makan sejak pagi. Biasanya dia selalu mengeong dan mengendus-endus kakiku saat lapar. Biasanya kalau lapar dia tidak bisa tidur nyenyak. Kucari-cari di dalam rumah, kupanggil namanya berkali-kali, ternyata dia ada di teras, sedang tertidur nyenyak dekat pot tanaman. Mungkin dia baru saja berburu tikus, pikirku. Tapi di dekatnya kulihat ada bekas makanan yang bentuknya mirip seperti whiskas. Biasanya aku memberinya potongan ayam paha rebus. Lalu siapa yang memberinya whiskas?

“Nama kucingmu sama seperti namaku. Apa kau sengaja memberikan nama itu?” Lanjutkan membaca “Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #13 Akhir yang Bahagia”