Manfaat Musik Bagi Kesehatan Mental


Ketika aku menulis refleksi tentang hidupku, atau menulis tugas yang perlu ditulis, aku sering sambil mendengarkan musik. Banyak pilihan musik di YouTube, untuk menulis dan membantu konsentrasi atau pun untuk healing. Di sini aku mengutip komentar yang menarik di salah satu channel YouTube, Bach – Classical Music for Relaxation. Batapa musik dapat membantu dalam konsentrasi dan memberikan ketenangan jiwa.

Many years ago, as a young teacher in London, I was at a loss at how to keep a difficult class quiet and on task. I had read somewhere about the calming effects of baroque music. It worked perfectly. After that, I played it regularly. On one occasion, I set a task forgetting to turn it on. A hand went up. “Sir, the music.” ~ Kang Hero Lanjutkan membaca “Manfaat Musik Bagi Kesehatan Mental”

5 Manfaat Penerapan Psikodrama sebagai Metode Belajar


Bagi para pengajar, guru, trainer atau pun pendamping komunitas. cobalah menerapkan metode psikodrama dalam proses pembelajaran dan dapatkan beberapa keunggulan dibandingkan dengan cara belajar konvensional selama ini.

Berikut adalah beberapa manfaat yang akan didapatkan dengan menerapkan metode psikodrama 

1. Mendapatkan kegembiraan dalam belajar

Semua peserta diajak terlibat, berinteraksi mengungkapkan diri dalam belajar dengan metode psikodrama ini. Suasana dibangun boleh salah, agar berani dalam bereksplorasi tindakan. Makin banyak membuat kesalahan berarti makin banyak belajar, tidak pernah salah berarti tidak pernah belajar. Sering dalam berinteraksi terjadi hal hal yang tidak terduga, spontan dan menimbulkan kelucuan dan kegembiraan. Suasana belajar lebih menyenangkan. Setiap permainan memiliki tujuan dan saling berkaitan dalam mengeksplorasi materi pelatihannya.

2. Dapat dilakukan dimana saja

Keseluruhan proses dilakukan dengan bertindak, aktif bergerak, peserta tidak perlu menulis. Mereka diajak untuk berbagi, saling bercerita, berdialog, bergerak dan bermain. Kegiatan tersebut dapat dilakukan di mana saja, baik di ruang kelas tertutup atau pun di luar ruangan. dapat di dalam aula gedung, dapat pula di lapangan terbuka. Proses belajar dapat dilaksanakan di mana saja.

3. Dapat dilakukan dalam kelompok yang heterogen

Proses belajarnya dengan berinteraksi sehingga heterogenitas malah dapat memberi peluang eksplorasi. Kelompok dapat dicampur dari berbagai kriteria untuk tujuan tertentu. Perbedaan umur dapat disatukan untuk belajar menghargai perbedaan kebutuhan. Perbedaan etnis digabungkam untuk menghargai keberagaman. Perbedaan keyakinan diajak bermain bersama untuk belajar toleransi. Semua orang dari berbagai kelompok dapat dipastikan senang bermain. Sejauh sudah dapat berinteraksi, permainan dapat dilakukan dan proses belajar dapat terjadi.

4. Mendukung cara berpikir tingkat tinggi (HOTS)

Belajar dalam Ranah kognitif yang dikemukakan Bloom direvisi oleh Lorin Anderson, David Krathwohl, dkk. pada 2001. Urutannya menjadi (1) mengingat (remember); (2) memahami (understand); (3) mengaplikasikan (apply); (4) menganalisis (analyze); (5) mengevaluasi (evaluate); dan (6) mencipta (create).

Tingkatan 1 hingga 3, sesuai konsep awalnya, dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS). Sedangkan butir 4 sampai 6 dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTSHigh Order Thingking Skill ).

Tertulis di atas bahwa salah satu hal yang menunjukkan hasil dari HOTS adalah kemampuan mencipta. Psikodrama adalah Drama Spontan, melakukan Akting secara spontan dan otentik. Iswadi Pratama Sutradara Teater Satu Lampung, di BUKU SAKU AKTOR, mengungkapkan bahwa akting adalah mencipta, Bahan, Alat, dan hasil karyanya adalah diri sendiri. Tidak seperti seniman di bidang lain, aktor/aktris adalah pencipta sekaligus materi dan instrumen (alat), dan hasil ciptaan (karya), semuanya menyatu dalam diri sendiri. berdasarkan pernyataan Iswadi itu maka belajar dengan metode psikodrama adalah belajar cara berpikir tingkat tinggi (HOTS)

5. Hidup tidak akan sama lagi

Psikodrama adalah Eksplorasi Tindakan menurut Adam Blatner. Eksplorasi Tindakan, juga mengeksplorasi Rasa dan Pikiran. Peserta diajak masuk ke Surplus Reality, menjelajahi kemungkinan tanpa batas, melakukan tindakan yang belum pernah dilakukan, mengungkapkan perasaan yang terpendam, serta berpikir dari berbagai sudut pandang. Kesemuanya menghasilkan kesadaran baru. Peserta memiliki cara pandang baru terhadap dirinya, sehingga mampu melihat dari cara yang berbeda.

Dramakan saja impianmu. Otak sesungguhnya tidak membedakan impian dengan realitas. Tetapi saat impianmu dibentuk dalam drama. Kenyataanlah yang sedang dihadapi saat ini dan di sini. Psikodrama melampauinya ruang dan waktu, menghadirkan masa lalu atau masa depan dalam kesadaran yang utuh dan real. (Iip Fariha)

Proses Akting, melibatkan tiga instrumen psikologi yaitu kognisi, afeksi, dan psikomotorik. Selaras dengan metode Psikodrama melibatkan tiga instrumen, Pikiran, Rasa dan Tindakan. Peserta dalam bereksplorasi diajak untuk bertindak, dilanjutkan untuk merasakan tindakan itu. Perasaan itu disadari hingga muncul pengalaman baru. Pengalaman yang direfleksikan secara sadar akan menjadi pengetahuan yang memperkaya pikiran. Proses refleksi dapat dibawa hingga menyentuh aspek spiritual. Kesadaran yang menyentuh aspek spiritual adalah hidup baru.

Yogyakarta, 13 Juni 2022

Retmono Adi

 

Tangung Jawab Pemimpin Adalah Menciptakan Lingkungan yang Membuat Orang-orang Berani Bersuara


Tulisan ini selaras dengan prinsip Psikodrama, maka aku simpan disini. Semoga bermanfaat bagi kawan kawan yang tertarik untuk menjadi pemimpin.

Selamat menikmati.

Ciptakan Lingkungan yang Membuat Orang-orang Berani Bersuara

Ketika orang-orang diminta berbagi masalah atau menawarkan ide untuk organisasi, apa yang terjadi? Apakah mereka terdiam? Apakah mereka menarik diri? Apakah mereka menghindari kontak mata dan berusaha untuk tidak tampak mencolok? Jika ya, kita tidak bekerja di lingkungan yang mendukung keberanian bersuara. Sebagai pemimpin, kita harus berupaya mengubahnya.

Dalam lingkungan yang mendukung keberanian bersuara, komentar disambut, partisipasi didorong, dan ide-ide bagus dihar Lanjutkan membaca “Tangung Jawab Pemimpin Adalah Menciptakan Lingkungan yang Membuat Orang-orang Berani Bersuara”

4 Hal Psikodrama Penting bagi Mahasiswa Psikologi Indonesia


Kawan kawan yang melakukan rekrutmen membicarakan tentang lulusan baru  sarjana yang tidak siap untuk bekerja. Sengaja aku tulis informasi dari kawan kawan bukan dari hasill penelitian atau riset ilmiah. Meski demikian informasi tersebut juga sesuai dengan pengalamanku.

Aku pernah menjadi rekrutmen dan mengawal program management trainee, ketika bekerja di perusahaan. Lulusan sarjana baru memang belum siap kerja. Mereka perlu pelatihan dan bimbingan terlebih dahulu untuk dapat bekerja produktif. Memang management trainee adalah program persiapan untuk calon pimpinan masa depan, namun dalam keseharian para lulusan baru ini perlu beradaptasi dalam lingkungan kerjanya. Lingkungan yang berbeda dengan lingkungan kampus. Sebenarnya proses adaptasi ini dapat dilakukan selama mereka masih berstatus mahasiswa. Lanjutkan membaca “4 Hal Psikodrama Penting bagi Mahasiswa Psikologi Indonesia”

Apa yang Menjadikan Psikodrama Menarik Bagiku?


Psikodrama mengajak aku menyadari drama hidupku, sebelum aku mengolah drama hidup orang lain. Aku melihat drama hidupku dari berbagai sudut pandang dari pelaku yang terlibat. Aku berdiri di sepatu mereka. Ini adalah empati. Aku langsung diajak ke inti dari menjadi terapis psikologi. Ya,…modal utama dari seorang praktisi psikologi adalah empati.

Sementara waktu itu, awal-awal aku belajar mempraktekkan ilmu psikologi. Aku ditekankan untuk tidak terlibat emosi dalam proses konseling profesional. Sedikit kesalahpahamanku tentang pengertian transferens ini. Pemahamanku tentang hal itu merupakan sebuah sikap yang kurang cocok dengan diriku yang sensitip. Aku pribadi yang mudah mengunakan rasa. Padahal maksud dari para senior itu mengajak untuk mewaspadai impact dari tranferens itu. Psikolog perlu hati hati bukannya dilarang. Lanjutkan membaca “Apa yang Menjadikan Psikodrama Menarik Bagiku?”

5 Cara Meningkatkan Kehidupan Pribadi dan Profesional dengan Mempelajari “Kecerdasan Emosional”


Apa itu Kecerdasan Emosional?

Sederhananya, Kecerdasan Emosional (E.I.) berarti kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan mengelola emosi kita dengan cara yang positif, ternyata studi menunjukkan bahwa Kecerdasan Emosional lebih penting daripada IQ dalam kesuksesan hidup secara keseluruhan.

Kita kadang bereaksi secara emosional dan mengambil tindakan yang nantinya akan kita sesali karena mengalami kesalahan penilaian yang sebagian besar disebut sebagai pembajakan emosional, atau pembajakan amigdala.

Kapasitas untuk berpikir melalui keputusan atau latihan pengendalian diri, biasanya melibatkan lobus frontal, bagian terbesar dari otak.

Tetapi ketika kita merasakan beberapa jenis ancaman emosional, amigdala, struktur berbentuk almond yang ditemukan jauh di dalam otak, membajak prosesnya. Ini sering menghasilkan respons melawan, melarikan diri, atau membekukan.

Kita semua pernah membuat kesalahan di saat-saat emosional, mengatakan atau melakukan hal-hal yang kita harap bisa kita batalkan atau tarik kembali. Tentu saja, akan sangat bagus jika kita dapat mengidentifikasi pemicu tersebut sebelumnya, tetapi seringkali itu akan terjadi dan tidak menyadari apa yang telah kita lakukan hingga terlambat.

Oleh karena itu, inilah 5 cara kita dapat meningkatkan kemampuan untuk mengelola emosi:

1/ Manajemen diri:

Dengan kemampuan untuk mengelola stres dan tetap hadir secara emosional, kita dapat belajar menerima informasi yang mengganggu tanpa membiarkannya mengesampingkan pikiran dan pengendalian diri kita.

Kita akan dapat membuat pilihan yang memungkinkan untuk mengontrol perasaan dan perilaku impulsif. Kita dapat mengelola emosi kita dengan cara yang sehat, mengambil inisiatif, menindaklanjuti komitmen, dan beradaptasi dengan keadaan yang berubah. Misalnya. Berlatih meditasi secara teratur.

2/ Kesadaran diri:

Orang yang cerdas secara emosional adalah orang yang sadar diri dan memiliki intuisi yang tajam. Mereka menyadari emosi mereka sendiri dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi orang-orang di sekitar mereka. Misalnya. Dapat menjadi fokus utama.

3/Terima kritik dengan baik:

Bagian penting dari peningkatan kecerdasan emosional kita adalah untuk dapat menerima kritik. Alih-alih tersinggung atau defensif, orang dengan EQ tinggi mengambil beberapa saat untuk memahami kritik. Misalnya, melatih sikap bersyukur, mengucapkan terima kasih, dll.

4/ Sikap positif:

Praktekkan cara-cara untuk mempertahankan sikap positif seperti berpikir positif dalam situasi yang mengecewakan. Misalnya. pikirkan hal ini dengan menjadikan waktu yang buruk ini juga akan berlalu.

5/Menanggapi dan bereaksi terhadap konflik dengan lebih baik:

Dalam konflik, ledakan emosi & kemarahan, orang yang cerdas secara emosional tahu bagaimana tetap tenang dan tidak membuat keputusan impulsif yang mengarah pada masalah yang lebih besar Mis. Dengarkan untuk memahami daripada membalas

 

Semoga bermanfaat.

Diterjemahkan secara bebas dari : Do you want improve your personal and professional life, learn about your “Emotional Intelligence”

utas twitter @MiteshSharma__

Psikodrama untuk Anak PAUD #Goresanku 155


Bahasa Tubuh

Di masa usia toddler / bayi, sebelum bisa berbicara mereka berkomunikasi dengan cara menggunakan BAHASA TUBUHNYA untuk mengekspresikan kebutuhan / emosinya.
Mereka berkomunikasi secara non-verbal dengan menggunakan gerakan tubuh dan suara mereka. Setiap gerakan anak mempunyai makna dan perlu respon.
Ketika kita bisa merespon dan menafsirkan bahasa tubuh mereka, anak akan merasa dipahami perasaannya dan perubahan suasana hatinya.

Kebetulan sudah beberapa kali saya ikut pelatihan PSIKODRAMA. Sebagai pendidik PAUD saya merasa terbantu sekali karena di dalamnya terdapat beberapa unsur, antara lain adalah bahasa tubuh yang dapat saya terapkan dalam mendampingi anak belajar dan bermain di sekolah.

 

Ditulis oleh: C. Tyas Kusumastuty

PUASA DAN MANAJEMEN Oleh Darmin Ahmad Pella


Puasa merupakan solusi bagi berbagai masalah pribadi, organisasi, bisnis, industri, negara, lingkungan dan dunia. Bagaimana cara kerjanya?

Kita berada di bulan Ramadhan. Bulan di mana selama 29-30 hari, seorang muslim menata kembali gaya hidupnya. Selama bulan Ramadhan, seseorang menahan diri. Menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual, serta nafsu emosional perusak diri (marah, berkata buruk, dan sejenisnya). Puasa bukanlah gaya-gayaan dunia modern. Puasa telah dilakukan ribuan tahun. Sejak peradaban manusia muncul. Baik karena alasan religius. Atau non religius. Lanjutkan membaca “PUASA DAN MANAJEMEN Oleh Darmin Ahmad Pella”

9 Tips Untuk Mampu Mengekspresikan Diri Lebih Baik.


Ada yang percaya, bahwa Psikodrama dapat dijadikan sebagai sarana katarsis. Boleh juga sih,..

Nah di akun twitter @UpSkillYourLife, aku temukan tips untuk mengekspresikan diri lebih baik. Aku terjemahkan dan simpan di wordpress-ku ini. Mungkin ada juga yang tertarik dan membutuhkan, silahkan dibaca dan dibagikan.

  1. Bagikan perasaan kita.

– TIdak memendam semua perasaan, biasanya kita menyembunyikan kemarahan.

– Ini membuat kita kecewa dan tidak bahagia.

– Buka perasaan kepada orang yang dekat dengan kita.

– Itu membuat kita bahagia dan tetap sehat. Lanjutkan membaca “9 Tips Untuk Mampu Mengekspresikan Diri Lebih Baik.”

8 Tips Penerapan Psikologi untuk Keberhasilan Negosiasi


Penerapan psikologi untuk mengatasi permasalahan nyata dalam drama kehidupan adalah psikodrama. Bagaimana membangun hubungan yang baik dan saling menguntungkan adalah Negosiasi. Bagaimana kita memainkan drama negoisasi ini,agar tercapai yang kita harapkan? Ada tulisan terjemahkan di bawah ini semoga bermanfaat.

Yuks

  1. Berpenampilan yang baik.

Kesan pertama diperhitungkan dan berdampak pada hasil negosiasi.Berpenampilanlah untuk memberi kesan tertentu. Penampilan yang berani dan profesional menunjukkan keandalan dan kepercayaan diri. Hal ini dapat menunjukkan bahwa kita peduli dengan pertemuan dan hasilnya. Lanjutkan membaca “8 Tips Penerapan Psikologi untuk Keberhasilan Negosiasi”