Teringat Satu Nama, Drama Perjuangan Hidup Prita #06 Cerita Pendek


Kutemukan rumah yang selalu mengingatkanku tentang satu nama yang takkan pernah kulupakan seumur hidupku

(Sesi Konseling Ketiga)

“Saat aku mengaku kalau aku hamil anak Yudha, ibu asuhku marah. Lalu bilang, ‘Jangan gampang percaya dengan laki-laki! Sekarang kau sendiri yang akan menanggung akibatnya. Aku akan sibuk mengurusi warung. Jadi aku tidak akan bisa membantumu mengurusi bayimu. Itu risiko yang mau tak mau harus kau tanggung.’ Ucapnya dingin tanpa empati sama sekali. Lanjutkan membaca “Teringat Satu Nama, Drama Perjuangan Hidup Prita #06 Cerita Pendek”

Sekolah Kehidupan, Drama Perjuangan Hidup Prita #04 Cerita Pendek


Sekolah Kehidupan (Sesi Konseling Kedua)

“Jadi Anda tidak diadopsi?” tanya Tunjung kepada Prita di sesi konseling kedua.

Prita menggelengkan kepala. Kemudian ia kembali  bercerita.

“Hari pertamaku di panti, tidurku tidak nyenyak. Aku benar-benar merasa sebatang kara. Ada kekosongan yang begitu dingin masuk ke dalam diriku. Ada luka tak kasat mata yang terasa begitu sakit. Aku menangis tersengal-sengal sampai agak sesak nafas. Kenapa aku sengaja ditinggal? Apakah aku ini tidak berarti untuk mereka? Kenapa aku harus lahir? Aku lahir untuk siapa? Lanjutkan membaca “Sekolah Kehidupan, Drama Perjuangan Hidup Prita #04 Cerita Pendek”

Menahan Diri, Serial White Rose (3)


Hai hai semua… aku D5 kembali lagi… aku bukanlah anak manja lagi saat ini. Tapi aku akan melanjutkan kisahku.

Kakak sekalian disaat aku memilih untuk mencoba selalu tersenyum, disanalah segalanya terjadi. Kelas 5 SD adalah awal dari semuanya. Mungkin aku terlalu cepat dewasa, harusnya aku bermain dengan kawan kawan dan sebagainya. Akan tetapi sejak sakitku mulai, aku tidak memiliki teman. Mereka mengganggapku merepotkan. Lanjutkan membaca “Menahan Diri, Serial White Rose (3)”