PANDUAN TRAINING BERDASAR DRAMA


Seorang karyawan mengaku kepada manajernya bahwa rekan-rekan kerjanya mengiriminya ofensif e-mail. Seorang sales representative, Afrika-Amerika pertama yang bekerja di tenaga penjualan serba putih (kulit putih), mengatakan kepada manajer bahwa dia ingin mengajukan keluhan EEO. Situasi rumit seperti ini merupakan tantangan sehari-hari di lingkungan perusahaan saat ini.  Misalnya: keterampilan dalam menangani topik hangat seperti keragaman di tempat kerja, pelecehan seksual, dan kekerasan di tempat kerja naik ke posisi utama dalam ukuran keberhasilan kepemimpinan, serta ” people skills ” mendapatkan kredibilitas dan kewibawaan. Seandainya paradigma strategis lebih daripada reaktif, dinamika manusia adalah untuk mengubah pemikiran kita, maka paradigma baru untuk pelatihan harus mengantar pada perubahan.
Lanjutkan membaca “PANDUAN TRAINING BERDASAR DRAMA”

Psikodrama Parenting dari Diskusi WAG


Berangkat dari sebuah video yang viral tentang kekerasan dalam rumah tangga, lalu muncullah ungkapan perasaan yang menjadi awal dari diskusi yang menarik.

Berikut diskusinya dengan diedit untuk tata tulis dan konfidensialnya.

K : Jangankan Orang lain Mbak,,
Lha Wong anake dewe ki lho…nek dong njengkelke yo di jenggungi😃😜😃

E : Sopo K ? Nek aku ora tau🤭
Soale welinge wong tuaku,sak jengkel-jengkelo mbi anak jok sampe cengkiling…ndak tuman jare
Dadi mpe anakku le cilik kelas 9 aku durung nate cilike njiwit gedhene ngeplak🤭
Ning janagan ditanya…barangng apa yang sudah jadi korban 😜

K : Lha okeh beritane lho ya 😃

J : Aku yo sok esmosi kok, bare, gelone ra ilang-ilang

E : Nah kan,palagi nek ndadak di morotangan,bekase isih ngecap,emosine wis ilang,kari gelone
Tapi ra maido yo,wong nek jengkel mbi anak kiy jiiiaaan😬
Nopo P ?

P : Aku tau mukul nyubit anakku😓

E : Ndak papa P, belum terlambat untuk berubah koq
Btw Yo tergantung si anak juga sih, ga bisa dipadakne mbi anak-anakku
Soale aku jinjo P, pernah duluuu banget,sekaline aku nyubit anakku pas masih TK, ya ampuun le nangis kelara-lara, mingsek-mingsek
Ra tegel aku
Trus ditambahi simak ngomongi ngono, ya wes tak eling-eling terus

P : 👍👍👍👍👍👍

E : Tapi sing no 2 rada tamblek juga😬
Nah iku kudu korban sapu mpe tugel, koco rak tv pecah🤭
Saking esmosine aku

Ch : Ga sama kondisi keluarga satu sama lain… kondisi ortu, anak-anak. Bahkan anak 1 dengan yang lain beda cara memperlakukan… meskipun teori parenting sudah banyak sekarangg. Yang terbaik masing-masing yg tau…
Jangan sampai terjadi seperti yang di video tadi. Amin..amin..amin…

E : Yups betul…..aku juga ga pernah ikut seminar parenting koq 🤭
Asal kita mau tanggap dan memahami karakter anak masing-masing ….pasti aman nyaman dan damai🤪
Kata orang-orang tua,wong pitik sak petarangan wae yo bedo-beda endog e😀
Malah ono le buthuk juga

RA : Pengalaman ini dpt direfleksikan, lalu dapat diceritakan pada si anak ketika usianya sudah mulai mengerti,…maka akan jadi cara memutus rantai kekerasan itu.

E: Yang besar terlalu pendiam om, ga di gong ga omong
Beda ma si kecil,paling suka nanya dulu waktu kecil dia gimana, kakak gimana?
Malah curcol🤭

RA : Ceritakan saja semua, dengan seluruh emosi yg menyertai..sebelum, sesaat, dan sesudah peristiwa itu…

P : Oke

RA : Pengenalan emosi yang menyertai menjadi penting…(karena salah satu dan mungkin yang utama, emosi itu adalah Cinta), selanjutnya dipahami bahwa cara mengungkapkannya mungkin tidak tepat atau menyakitkan. Oleh karena itu, sesal dan maaf juga perlu diungkapkan, agar utuh dalam menangkap keseluruhan “peristiwa” itu. Dengan demikian jadilah Rekonsiliasi, berdamai bersatu kembali.

J : 🙏🙏🙏Biyen bapakku gualak puol, tekane saiki aku yen pas galak kadang eling lha iki khan adegan ro dialog ke bapakku,…. njuk geli kemekelen dewe😂😂😂

RA : Pengalaman dirimu yg kauceritakan padaku, secara jujur dan utuh (melibatkan berbagai emosi yg menyertainya) yang jadi inspirasiku…Bro

P : Iya, aku terus minta maaf, kulihat ada kelegaan semoga tak ada dendam🙏

RA : ….dan semua dari kita paham bahwa Dia Sendirilah, Cinta, itu…🙏🙏🙏

E : Jam istirahat siang buat ngangsu kawruh seko dulur-dukurku👍 tq 🙏

 

Semoga bermanfaat. Terima Kasih

Lukaku Menjadi Lukamu (Puisi berdasar KDRT)


Anakku..
aku tahu kau luka,
lukamu mungkin parah
tapi aku ini sudah hancur..
duniaku pecah..
sekeping demi sekeping
kini..
tinggal dia lah satu satunya tempat berpijak
atau aku jatuh dalam jurang tak berujung
meski pijakan inipun rapuh, tajam, dan melukai
tapi..
hanya ini yang kupunya

aku tau kau sakit
dan aku terlebih sakit
aku jauh lebih sakit karena tak berdaya
karena tidak kuasa membela
karena ikut mencerca

oh Tuhan..
aku ibu seperti apa
kenapa tak kukorbankan nyawaku
demi melindungi harkatmu
malah aku diam membatu
melihat kau berjuang seorang diri
bukankah semua ibu akan begitu

aku terlalu takut
kehilangan demi kehilangan yang kualami
membuatku makin miris
tak mampu lagi kutanggung
jika harus merasakan pedihnya lagi

demi apapun
aku harus bertahan

Maafkan aku anakku
Maafkan jiwa rapuhku
Maafkan egoisku

walau mulai saat itu aku tak lagi mampu
tuk menutup mataku dalam tidur yang damai
bagaimana mungkin bisa damai
menyaksikanmu didera masalah
dan aku ikut menambah

kau pergi dengan kepala terangkat..
angkuh dan berani
aku bangga terlebih iri

kau gadis kecilku yang pemberani
sedang berjuang seorang diri
dalam dunia yang terlampau kejam untuk kita berdua.

aku tau kau kuat
dan aku bangga sekali padamu.
meski tak pernah kuucapkan…
tapi itulah yang kurasakan

kau bisa Nak
semangatmu menyala dalam tubuh kecilmu
sementara aku tinggal puing dan abu

pergilah…
kejarlah masa depanmu
pasti jauh lebih cemerlang

atau kebenaran
jika itu yang kau inginkan
meski nanti meluluh lantakkan
jika itu yang kau inginkan

 

MW

Sebuah Puisi berdasar Kasus Kekerasan Seksual dalam Keluarga


Jerit Tak Bersuara

Aku bagai layang kecil
Melayang…memandang jauh
melihat dunia tanpa cemas
karena ku punya tali pengikat
yang hubungkan aku dengan bumi
tempat cinta dan kasih hangatkan hati

Adamu buatku sempurna, walau dunia ini jauh dari sempurna

Hidup kita jauh dari sempurna
Hidup kita berkubang duka
tapi bersamamu aku bahagia
kau ibuku..
dikakimu ada surgaku..

tapi,

surga itu jugalah yang menendangku
orang yang lahir dari perutmu
orang yang kau peluk erat
Saat semua masalah jatuh dan menerpa kita

dukaku dalam,
perihku tak tertahan..
saat kau membuangku
demi laki laki yang sudah mengirimku ke neraka.

MW

PERSPEKTIF SEJARAH; SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #Psikodrama 2/7


….sambungan dari ….Sebuah Panduan Training Berbasis Drama

Sebagai sarana untuk hiburan, drama selalu memiliki kemampuan untuk menggetarkan, bergerak, dan menginspirasi khalayak. Dari tangan Euripides lalu Shakespeare sampai dengan Scorcese, menunjukkan ketrampilan dari intensitas emosional yang memungkinkan drama dijadikan sarana untuk memusatkan perhatian, meningkatkan kesadaran, dan menyampaikan ide-ide secara dinamis.

Menggunakan drama sebagai alat bantu mengajar bukanlah hal baru. Dari filsuf Yunani dan Romawi kuno sampai dramawan kontemporer, drama telah digunakan sebagai cara yang menarik untuk bercermin dan mengeksplorasi kondisi manusia. Plato mendorong anak-anak untuk belajar melalui improvisasi dan tari. Hrosvitha, seorang biarawati Saxon abad kesepuluh, menulis drama untuk mendidik jemaat tentang isu-isu moral. Aktor-aktor komedi keliling dell’arte membuat drama untuk membawakan isu-isu sosial masyarakat Italia dari abad pertengahan akhir. Lanjutkan membaca “PERSPEKTIF SEJARAH; SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #Psikodrama 2/7”