Aku dan Keterlambatanku, Indah pada Waktunya.


Dulu waktu SMA aku paling sering terlambat. Dan bukti akan hal itu adalah dipanggilnya Orang tuaku ke sekolah untuk membahas masalah keterlambatanku ini. Di SMA kalau terlambat di wajibkan senam di Teras di dekat ruang Kepala Sekolah. Setelah senam baru diijinkan masuk untuk mengikuti pelajaran jam berikutnya, setelah diberikan surat keterangan dari Wakil Kepala Sekolah. Lanjutkan membaca “Aku dan Keterlambatanku, Indah pada Waktunya.”

Kau Kawin, Beranak dan berbahagia


…..kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros
Dikutuk-disumpahi Eros….

Terinspirasi dari bait Puisi nya Chairil Anwar, ada pada satu masa di tahun 90an, saat aku masih sebagai mahasiswa, memberikan saran pada Yunior kami, di Keluarga Rapat Sebuah Teater.

Demikian aku menyarankannya : Lanjutkan membaca “Kau Kawin, Beranak dan berbahagia”

Cerita Sejarah Psikodrama Ku


Sejak Kapan mulai ber-Psikodrama? Pertanyaan yang sering diajukan peserta pada sesi perkenalan.

Aku sejak kuliah sudah suka teater, merintis teater di Psikologi UGM pada tahun 1994 (Keluarga Rapat Sebuah Teater). Pada waktu itu aku berpikir bahwa Ilmu Psikologi mempelajari perilaku dan bermain drama adalah melatih berperilaku yang nantinya akan dipentaskan. Drama dan Psikologi harusnya melengkapi.

Belum ada internet, jadi masih sulit aku menemukan buku atau tulisan yang membahas tentang Psikologi dan Teater, namun aku sudah mencoba-coba praktek teori Psikologi dalam latihan teater. Lanjutkan membaca “Cerita Sejarah Psikodrama Ku”

Realisme Psikologis dalam Teater – ku


Tulisan ini terinspirasi dengan berita penghormatan kepada Alm. Gabriel Garcia Marquez, penulis yang beraliran “Realisme Magis”. Novelis Peraih Nobel Sastra 1982, yang kubaca di Kompas hari ini, Senin, 21 April 2014.
Aku jadi teringat pada waktu merintis KRST (Keluarga Rapat Sebuah Teater) bersama kawan kawan di Fakultas Psikologi UGM. Kami sepakat untuk mengeksplorasi aliran Realisme Psikologis…(kayaknya ini aliran yang kami bikin-bikin dech! :D)

Waktu itu pertimbangannya sederhana saja, bahwa kami semua belajar Ilmu Psikologi, dan ingin menggabungkan dengan Teater yang Realis. Maksud kami adalah dengan ber-Teater (berkesenian) kami akan mengaplikasikan Ilmu Psikologi yang kami dapatkan di bangku kuliah. Juga bermaksud dalam ber-teater ini kami ingin lebih mengenal diri dan mengembangkan diri. Lanjutkan membaca “Realisme Psikologis dalam Teater – ku”