Setia Pada Perkara Kecil, Sebuah Refleksi #dirumahaja


Sering aku tidak menyadari bahwa tindakanku yang sangat mudah dan sepele, dapat memberikan impact yang besar. Aku mau sharing kejadian hari ini yang dirangkai dari beberapa langkah kecil beberapa hari yang lalu.

Sudah lebih dari 2 minggu, keadaan mengharuskan di rumah saja. Meskipun memang keseharianku selalu di rumah saja, sampai dapat panggilan untuk melakukan training Psikodrama di dalam kota maupun di luar kota. Wabah Covid 19, menjadikan semua jadwal training dibatalkan sehingga makin jelaslah bahwa aku tetap di rumah saja. Lanjutkan membaca “Setia Pada Perkara Kecil, Sebuah Refleksi #dirumahaja”

Di Mana Lagi Akan Kau Sembunyikan Puisi ?


Beberapa hari ini aku dapatkan flyer-flyer pengumunan di media sosial, tentang pembacaan puisi yang akan dilakukan di sudut sudut kotaku. Rupanya kalian sudah tak mampu lagi menyimpan gelisahmu itu. Gelisah yang kau balut dalam diam, dalam senyum palsu, dalam foto-foto selfie indah dan tampak bahagia.

Gelisah itu adalah pemberontakan dari Nurani yang terjebak dalam Super Egomu. Super Egomu yang kau bangun sendiri sebagai perlindungan untuk ketakutanmu, menjadi Benteng cantik munafik, topeng tebal berlapis bebal.

Gelisah menyesah mendesah mereka-reka mewujud kata. Kata-kata itu sudah mulai menyeruak di tenggorokan untuk segera kau suarakan. Selama ini hanya kau tulis di buku atau secarik kertas dan kau simpan saja dalam laci meja kerjamu. Bahkan ada juga yang hanya kau simpan dalam darahmu, hingga mengental melambat alirannya menuju jantung dan otakmu.

Kata-kata adalah puisi, berasal dari nurani. Telah tiba saatnya mewarnai dunia. Mari sambut dengan suka cita, meski duka dan lara masih arus utama hingga tinggallah Perjuangan untuk pelaksanaannya.

 ….. dan Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata ~ WS Rendra

 

Yogyakarta, 28 Agustus 2019

Retmono Adi