Terapi Menulis #04 Lepas Jabatan


oleh Ayati Rini

Lepas sudah kepengurusan yang saya emban selama 15 bulan. Terhitung sejak November 2017, saya terpilih menjadi Ketua Umum sebuah organisasi dan tak lama kemudian, saya dihadapkan dengan situasi bencana dan mau tak mau waktu itu saya harus bertindak dan mengarahkan anggota-anggota saya untuk bergerak. Beberapa bencana telah saya hadapi; sebetulnya tidak banyak namun karena itu sebuah bencana, menurut saya itu banyak. Ya, kadar banyak dan sedikit memang relatif. Lanjutkan membaca “Terapi Menulis #04 Lepas Jabatan”

Psikodrama untuk Pelatihan Leadership Ki Hadjar Dewantara


Ing Ngarsa Sung Tuladha – di Depan memberi contoh
Ing Madya Mangun Karsa – di tengah melengkapi dan memberi kontribusi
Tut Wuri Handayani – di belakang mendorong dan melengkapi

Pelatihan ini untuk melatih dengan berpraktek Kepemimpinan berdasar Ki Hadjar Dewantara, durasi nya 16 jam, atau 2 hari kerja. Lanjutkan membaca “Psikodrama untuk Pelatihan Leadership Ki Hadjar Dewantara”

4 Fungsi Direktur dalam Psikodrama dan Perlunya Pembantu


Seseorang yang memfasilitasi Terapi dengan Metode Psikodrama disebut Direktur. Direktur ini memiliki 4 fungsi yang selalu dilakukan agar proses terapi berjalan dengan baik.

Peter Felix Kellerman (1990) dalam Cossa ( 2005) menggambarkan empat fungsi Direktur / pemimpin kelompok psikodrama, yang saya yakini benar dalam terapi tindakan: Produser, Analis, Terapis, dan Sociometrist. Seiring saya memahami fungsi ini:

Produser memfasilitasi dan membentuk tindakan dan membuat “drama” dalam drama psikodrama atau terapi drama;

Analis menciptakan dan menguji hipotesis tindakan dan mendasari tindakan sehingga masuk kedalam teori;

Terapis mempertahankan hubungan kepedulian dan menawarkan hal positif tanpa syarat,

Sociometrist memperhatikan hubungan dalam kelompok.

Semua fungsi ini perlu dioperasionalkan untuk kepemimpinan yang baik, dan tidak mudah bagi satu orang untuk melakukan semua fungsi ini dalam pertemuan kelompok. Sangat sulit untuk berfungsi sebagai Produser dan Sociometrist secara bersamaan, jadi sepasang atau tim pemimpin membantu memastikan bahwa kelompok dan anggotanya dilayani secara memadai dan tepat.

 

Yogyakarta, 7 Juni 2017

Mengapa Menjadi “Terlalu Sibuk” Adalah Kebohongan Terbesar Kita ?


Apakah Anda pernah mengatakan kepada diri sendiri,

“Saya terlalu sibuk”?

“Saya terlalu sibuk untuk bertemu orang ini …”

“Aku terlalu sibuk untuk mengurus kesehatan saya …”

“Aku terlalu sibuk untuk belajar bahasa …”

Kita busungkan dada, dan bahkan menyakinkan diri untuk percaya bahwa menjadi “terlalu sibuk” adalah sesuatu yang layak dibanggakan. Aku sudah pernah merasa bersalah dalam hal ini berkali-kali. Lanjutkan membaca “Mengapa Menjadi “Terlalu Sibuk” Adalah Kebohongan Terbesar Kita ?”

8 Tips: Bagaimana Role Play yang efektif untuk Interviews & Assessments


Jan 19, 2016

Belajar Bagaimana Role Play yang Efektif

Metode Role Play biasanya digunakan sebagai bagian dari proses perekrutan, Assesmen Center dan program pengembangan kepemimpinan, biasanya berpusat di sekitar studi kasus rekaan yang relevan. Tujuan menggunakan role play umumnya untuk melihat bagaimana Anda mengelola orang, berperilaku dan seberapa efektif Anda berkomunikasi dan terlibat dengan orang lain – boleh jadi mereka manajer lini, rekan Sejawat, penerima langsung laporan, pelanggan potensial …dll Lanjutkan membaca “8 Tips: Bagaimana Role Play yang efektif untuk Interviews & Assessments”

Overthinking #10 Life Career Employee Faith


Kemarin sore saya dan atasan saling bicara. Dia bertanya apa yang saya suka dan tidak suka, apa kendalanya, ada masalah dimana, apakah saya happy atau tidak, dan lain-lain. Pertanyaan ini bagus dan sangat saya tunggu-tunggu dari kemarin. Saya stuck dengan pekerjaan ini. Saya tidak bahagia. Saya tidak suka dengan perlakuan orang-orang disini. Saya tidak suka ketidak harmonisan dan ketidak teraturan disini. Kebodohan di meeting. Terlalu hirarki. Banyak hal ingin saya utarakan. Lanjutkan membaca “Overthinking #10 Life Career Employee Faith”

Ironi Permainan Pikiran #05 Bekerja di Perusahaan Impian


sambungan dari…..Ironi Permainan Pikiran #04 Masuk Universitas Keren

Tamat kuliah tahun 2010, saya melamar beasiswa, lalu memutuskan untuk kerja di PT Kaya Raya. Ini perusahaan impian yang memang sudah lama saya incar, multinasional….pangan….Prancis! Setelah menunggu beberapa lama, ikut test penerimaan dan interview yang cukup banyak, saya diterima.

Awal masuk PT Kaya Raya, rasanya bangga sekali. Saya bekerja sebagai management trainee, bagian pembelian. Bos saya, Pak Boss, direktur pembelian, adalah bos idaman. Dia memberikan tanggung jawab dan kepercayaan yang besar kepada anak buah, mentor yang baik. 3 bulan bekerja di PT Kaya Raya, saya sangat sibuk, tapi saya senang dengan dinamika hidup saya, teman2 di kantor juga sangat asik. Judul keren jabatan saya waktu itu, Marketing and Promotion Purchasing Supervisor. Lanjutkan membaca “Ironi Permainan Pikiran #05 Bekerja di Perusahaan Impian”